LOGINNovel Dewasa Alisya Halim percaya bahwa cinta adalah segalanya. Ia menolak lamaran dari pria baik yang tak ia kenal, demi seorang kekasih berseragam yang penuh rayuan manis dan janji setia. Seorang pria yang ia yakini sebagai jodohnya. Ia mencintai suaminya sepenuh hati, mendukung kariernya sebagai polisi, dan menjaga rumah tangga mereka meski dihantam ucapan-ucapan tajam dari mertuanya. Alisya bertahan, karena ia yakin cinta bisa menyembuhkan segalanya. Tapi hari yang ia harap menjadi kejutan manis, justru menguak luka paling pahit. Sebuah pengkhianatan yang membuatnya mempertanyakan segalanya, dirinya, pilihannya, dan cintanya. Di balik seragam yang dulu ia banggakan, tersimpan neraka yang tak pernah ia bayangkan. Saat luka tak lagi bisa ditutupi dan air mata tak lagi cukup meredakan pedihnya kenyataan, Alisya berdiri di ambang pilihan: tetap bertahan demi cinta yang melukai, atau melepaskan demi menyelamatkan dirinya sendiri. Dan di tengah reruntuhan itu, mungkinkah seseorang yang dulu ia tolak… masih menunggunya, diam-diam?
View MorePOV AlisyaAku berdiri di depan bioskop lantai paling atas sebuah mal yang tidak jauh dari hotel.Tanganku memegang tali tas kecil, sementara mataku beberapa kali melihat layar jadwal film di atas loket. Hari Minggu siang, mal cukup ramai. Banyak pasangan muda berjalan sambil bergandengan tangan. Ada keluarga membawa anak-anak. Ada juga beberapa orang yang datang sendiri seperti aku, meski sebenarnya hari ini aku tidak benar-benar sendiri.Reza berdiri di sampingku.Setelah kejadian di gym tadi pagi, aku sempat berpikir akan langsung kembali ke kamar hotel dan mengunci diri sampai malam. Aku masih kepikiran pesan Mas Dhimas. Aku juga masih kepikiran pertanyaan Reza sebelum meninggalkan gym.“Sya, kamu aman?”Pertanyaan sederhana itu terus berputar di kepalaku.Aman.Sudah lama aku tidak merasa ditanya seperti itu.Bukan ditanya dengan curiga. Bukan ditanya untuk menghakimi. Tapi benar-benar ditanya karena seseorang ingin memastikan aku baik-baik saja.Dan entah bagaimana, setelah aku
POV AlisyaHari Minggu pagi, aku memutuskan turun ke gym hotel.Sejujurnya, aku bukan tipe orang yang rajin olahraga di tempat seperti ini. Biasanya, kalau sedang di rumah, olahraga paling hanya jalan kaki sebentar atau mengikuti video senam dari ponsel. Tapi sejak tinggal sementara di hotel ini untuk pekerjaan kampus, aku merasa punya terlalu banyak waktu untuk memikirkan hal-hal yang membuat dadaku sesak.Mas Dhimas.Susi.Video call semalam.Kain biru muda yang sempat kulihat di layar.Dan pesan terakhir Mas Dhimas yang membuatku hampir tidak bisa tidur.Kalau kamu terus begini, lebih baik kamu nggak usah pulang dulu.Kalimat itu masih menempel di kepalaku sampai pagi.Aku bangun dengan mata sembab, lalu menatap diriku di cermin kamar mandi cukup lama. Wajahku tampak lelah. Rambutku berantakan. Bibirku pucat. Entah sejak kapan aku terlihat seperti perempuan yang terus-menerus menunggu sesuatu yang tidak pernah
POV AlisyaAku duduk di tepi ranjang di kamar hotel yang disediakan pihak kampus.Kamar yang nyaman. Dari luar, suara kendaraan Jakarta masih terdengar meski malam sudah cukup larut.Aku melepas sepatu pelan-pelan, lalu memijat betisku sendiri. Hari ini benar-benar melelahkan. Sejak pagi aku ikut rapat dengan tim administrasi universitas, menyusun data, membantu verifikasi berkas, lalu menyesuaikan laporan yang harus dikirim ke pimpinan. Awalnya aku pikir tugasku di Jakarta hanya beberapa minggu, tapi ternyata pekerjaan diperpanjang karena kampus masih membutuhkan bantuan tambahan.Aku sebenarnya senang dipercaya. Tapi di sisi lain, hatiku tidak tenang.Aku jauh dari rumah.Jauh dari Mas Dhimas.Dan entah kenapa, semakin jauh jarak kami, semakin sering aku merasa seperti ada sesuatu yang berubah.Aku mengambil ponsel dari atas meja. Ada beberapa pesan kerja yang belum kubalas. Tapi yang pertama kubuka tetap chat Mas Dhima
POV DhimasSusi tersenyum saat mendengar ucapanku.Bukan senyum malu-malu seperti perempuan yang baru pertama kali diajak melewati batas. Bukan juga senyum takut karena sadar sedang masuk terlalu jauh ke rumah tangga orang lain.Itu senyum puas.Senyum perempuan yang tahu dia berhasil.Aku menatapnya dari dekat. Rambutnya masih berantakan, pipinya merah, dan matanya tampak lebih hidup daripada sebelumnya. Entah kenapa, aku suka melihatnya seperti itu. Susi terlihat berbeda dari Alisya. Lebih berani. Lebih liar. Lebih tahu cara membuat laki-laki merasa dibutuhkan.Alisya tidak seperti itu.Alisya terlalu sering menahan diri. Terlalu banyak canggung. Terlalu banyak lelah. Terlalu banyak alasan. Kalau pulang kerja, wajahnya kusut, tubuhnya capek, lalu yang keluar dari mulutnya hanya cerita tentang kampus, berkas, rapat, mahasiswa, dan semua hal yang membuatku bosan mendengarnya.Aku butuh istri, bukan pegawai administrasi yang membawa lelahnya ke rumah setiap hari.Dan sekarang, di hadap
Pagi itu rumah masih sunyi ketika Alisya menarik koper kecilnya keluar kamar. Jantungnya berdetak kencang, seakan setiap langkah menuju pintu membawa beban yang semakin berat. Tangannya menggenggam gagang koper erat-erat, sementara matanya melirik ke arah ruang tamu, tempat ibu mertua sudah duduk s
Pagi itu udara kampus masih terasa sejuk. Langit biru terang membentang, dihiasi awan tipis yang bergerak pelan. Alisya melangkah masuk ke gedung administrasi dengan langkah mantap, meski dalam hati ada kegugupan yang tak bisa ia sembunyikan. Ia baru saja mendapat izin dari Dhimas untuk pergi ke
Pagi itu, Alisya terbangun lebih awal dari biasanya. Matanya sembab, bekas tangisan semalam masih terasa perih. Ia melirik Dhimas yang masih terlelap di sampingnya, dengan ponsel yang masih tergenggam erat. Ada rasa perih yang menjalar setiap kali ia mengingat pesan singkat dari Susi yang sempat
Ponsel Alisya masih tergeletak di atas meja kantor, layarnya gelap. Pesan misterius yang ia terima semalam tetap belum dibalas.Ia duduk lama menatapnya, jari-jarinya beberapa kali menyentuh layar seakan ingin menuliskan sesuatu. Tapi tiap kali hendak mengetik, dadanya sesak oleh keraguan.






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews