Compartilhar

Bab 32

Autor: Liazta
last update Data de publicação: 2024-06-23 22:02:55

Eliza terus saja memperhatikan setiap jalan yang dilewatinya. Hingga mobil memasuki kawasan elit yang mana bangunan rumahnya memiliki bentuk hampir sama.

Mobil berhenti di depan pagar tinggi sekitar 2 meter. Tak lama kemudian pintu pagar terbuka secara otomatis tanpa ada petugas yang mendonorkan pagar.

Eliza memandang kagum rumah yang dibangun di atas tanah seluas 30.000 m. Rumah senilai 1,4 triliun ini, merupakan rumah termewah di Indonesia.

Mobil mewah milik Nathan masuk ke dalam pekarangan
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (44)
goodnovel comment avatar
Meta
iklan nya bnyk bngt anjirrr
goodnovel comment avatar
Yanuardini Dini
Typonya hebat banget ya, di setiap baris kalimat selalu ada
goodnovel comment avatar
Yen Ny
lepas dari crita yg bikin gregetan
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1064

    Pagi itu, langit Paris tampak begitu cerah.Sinar matahari musim semi menyelinap lembut melalui jendela-jendela besar mansion Samuel dan Violet.Hari yang telah ditunggu selama bertahun-tahun akhirnya tiba.Hari pernikahan Arbi dan Alicia.Sejak subuh, suasana rumah sudah dipenuhi kesibukan.Para pelayan keluar masuk membawa pakaian, kotak-kotak perlengkapan, serta berbagai kebutuhan untuk acara pernikahan.Samuel bahkan sudah sibuk sejak pagi mengurus berbagai hal, sementara Violet beberapa kali menerima panggilan dari mansion Albert yang hari ini jauh lebih ramai.Namun di tengah semua kesibukan itu—Arbi justru duduk sendirian di balkon kamar yang disediakan untuknya.Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun berjuang...ia merasa gugup.Sangat gugup.Bahkan saat pertama kali mendirikan perusahaan.Bahkan saat menandatangani kontrak bernilai miliaran.Bahkan saat berbicara di depan ratusan investor.Ia tidak pernah segugup ini.Hari ini berbeda.Karena hari ini bukan tentang uan

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1063

    Mereka bertiga kemudian langsung tertawa. Mungkin karena sama-sama pusing.Silsilah keluarga mereka memang sudah terlalu rumit untuk dijelaskan.Akhirnya Arbi mengangkat kedua tangan."Aku menyerah.""Bagus." Jawab Samuel."Aku cemas. Jika kamu tidak menyerah, apa lagi besok hari pernikahan mu.""Panggil apa saja terserah."Samuel menganggukkan kepalanya.Lalu menatap Arbi beberapa saat."Kamu deg-degan ya?"Arbi mengangguk pelan.Kali ini tanpa bercanda."Iya, Sangat."Samuel tersenyum tipis.Ekspresinya berubah lebih hangat."Aku juga begitu dulu.""Michael juga.""Bahkan Leo dan Noah lebih parah."Arbi tertawa kecil.."Serius?""Iya.""Malam sebelum menikah mereka gak tidur. Padahal sudah jelas besok acara."Arbi menggeleng.Ternyata dirinya tidak sendirian.Samuel menyandarkan tubuhnya ke sofa.Lalu berkata pelan."Besok semuanya akan baik-baik saja."Arbi diam."Kamu sudah menunggu empat tahun. Sudah bekerja keras. Sudah membuktikan dirimu."Samuel tersenyum kecil. Samuel, Micha

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1062

    Akhirnya Arbi menyerah dan keluar dari kamar.Rumah Samuel masih cukup terang.Beberapa lampu masih menyala.Dan dari ruang keluarga terdengar suara-suara kecil.Ketika mendekat, Arbi langsung menemukan sumber keributan itu.Violet sedang duduk di lantai dengan wajah yang mulai terlihat lelah.Samuel duduk di samping istrinya sambil membaca sebuah buku.Sedangkan Eve...Gadis kecil berusia lima tahun itu duduk bersila di atas karpet dengan wajah serius.Sangat serius.Seolah sedang menghadapi ujian masuk universitas."Kamu punya lima permen," ujar Violet sabar."Iya.""Lalu kamu kasih dua permen untuk Amelia.""Iya.""Berapa sisa permenmu?"Eve berpikir beberapa detik.Lalu menjawab mantap."Tetap lima."Violet membeku.Samuel langsung menutup bukunya perlahan."Kenapa tetap lima?" tanya Violet.Karena aku nggak kasih permen ke Amelia.""Hah?""Dia pelit."Violet memejamkan mata."Eve...""Dia juga suka ambil pensilku.""Eve..." Violet sampai kehilangan kata-kata."Aku nggak suka dia.

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1061

    Satu hari jelang pernikahan. Kamar Alicia berubah menjadi markas besar dengan intensitas kesibukan yang jauh melampaui level tesis magister.Aruna, Olivia, Eliza, Yura, Violet, Anisa dan Jasmine berkumpul di sana, sementara Kiara dan Lusi mondar-mandir memastikan segalanya sempurna."Aduh, pelan-pelan dong!" rintih Alicia saat seorang terapis kecantikan menarik alisnya."Kalau nggak sakit, berarti nggak cantik," sahut Olivia santai sambil menahan napas karena wajahnya sedang dibaluri masker."Kak Olivia!""Ini belum seberapa dibandingkan malam pertama nanti," celetuk Aishwa.Semua wanita di ruangan itu tertawa, membuat Olivia hampir merusak maskernya sendiri. Alicia hanya bisa mendengus kesal melihat kakak-kakak iparnya yang kompak mengerjainya.Setelah luluran, perawatan rambut, hingga manikur yang tidak ada habisnya, Alicia akhirnya menyandarkan kepala ke kursi dengan putus asa. "Aku menyerah. Kalau menikah sesulit ini, kenapa orang-orang masih mau melakukannya berulang kali?""Mer

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1060

    Frustrasi Arbi sudah mencapai level mematikan.Setelah insiden fiting baju yang gagal total kemarin, pria itu benar-benar tidak bisa tidur semalaman. Di otaknya hanya ada bayangan wajah Alicia, tawa Alicia, dan fakta bahwa gadis itu hanya berjarak beberapa kilometer darinya, namun rasanya seperti terpisah antar galaksi.Aturan pingitan ini sudah tidak sehat untuk kewarasannya."Kalau aku tidak bisa menemuinya lewat jalur resmi, berarti aku harus pakai jalur belakang," bisik Arbi pada dirinya sendiri di dalam kamar.Sepasang matanya menyipit tajam, menatap jam dinding yang menunjukkan pukul sebelas malam. Ini waktu yang tepat. Di jam begini, rumah utama keluarga Albert pasti sudah sepi. Pelayan sudah beristirahat, dan para singa penjaga—Michael dan Darren—pasti sudah berada di kamar masing-masing.Arbi menyambar jaket hoodie hitam longgar dan topi dengan warna senada. Gaya ala pencuri. Dia tidak peduli lagi jika besok harus dihajar Michael atau disindir habis-habisan oleh Darren. Yang

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1059

    "Mas Samuel, mobil jemputan untuk ke butik sudah siap?" tanya Arbi dengan binar mata yang tidak bisa disembunyikan.Samuel menurunkan korannya sedikit, menatap Arbi dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan pandangan datar. "Mau ke butik mana?""Butik desainer gaun pengantin aku dan Alicia, Mas. Bukankah hari ini jadwal fiting busana?" jawab Arbi, dahi sedikit berkerut melihat ekspresi santai calon kakak ipar.Violet yang sedang memegang pisau buah seketika menghentikan gerakannya, lalu menatap Arbi dengan pandangan kasihan yang sangat kentara."Paman Arbi... kamu belum dikabari oleh desainer papan atas Paris itu?" tanya Violet hati-hati.Perasaan Arbi mendadak tidak enak. Jantungnya berdebar cepat. "Dikabari soal apa, Vio?"Tepat pada saat itu, bel pintu rumah mewah Samuel berbunyi nyaring. Seorang pelayan berjalan cepat membukakan pintu, dan tak lama kemudian, tiga orang asing berjas rapi masuk ke dalam ruangan tamu sambil mendorong sebuah rak gantung beroda yang ditutupi oleh kain

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 891

    Sore itu, Anisa duduk di taman rumah sakit. Kursi rodanya menghadap kolam kecil dengan air yang beriak pelan, memantulkan cahaya matahari yang mulai merendah. Leo berdiri di sampingnya, diam-diam memerhatikan wajah calon istrinya yang tampak lebih pucat dari biasanya.“Kamu berubah,” ujar Leo pelan

    last updateÚltima atualização : 2026-04-04
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 809

    Attar duduk dengan wajah serius di bangku tamu, matanya fokus menatap pelaminan. Lampu kristal berkilau, musik lembut mengalun, dan dua pasangan pengantin berdiri anggun di hadapan tamu. Wajahnya tampak terlalu serius untuk acara seindah itu.Jasmine melirik sekilas. “Kenapa sih kamu tegang banget?

    last updateÚltima atualização : 2026-04-03
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 835

    Leo tidak kembali ke apartemen.Setelah panggilan dari Indonesia terputus, ia masih berdiri di ruang istirahat dokter Rumah Sakit Zürich. Jam di dinding menunjukkan hampir pukul delapan malam—beberapa menit lagi jadwal praktik malamnya dimulai.Koridor rumah sakit tetap sibuk. Langkah kaki perawat,

    last updateÚltima atualização : 2026-04-03
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 820

    Telepon itu terputus.Nada beep panjang menggema di telinga Sherly, namun ia masih menatap layar ponselnya beberapa detik—tak percaya Nathan benar-benar memutus sambungan… lalu memblokirnya.Tangannya perlahan mengepal.“Bukan ibu yang baik?” gumamnya pelan, senyum di bibirnya memudar. “Aku melahir

    last updateÚltima atualização : 2026-04-03
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status