Share

Bab 99

Author: Liazta
last update Petsa ng paglalathala: 2024-10-16 18:55:26

Dengan langkah pelan Sandy masuk ke kamar sang papa. Sebelum Marwan sakit, kamar ini biasa ditempati tamu. Namun sejak Ridwan sakit, Wati memindahkan kamarnya di sini. Kamar yang tidak begitu besar, namun tetap nyaman. Kamar ini juga tertata rapi dan bersih.

Begitu masuk ke dalam kamar ia melihat sang papah yang duduk di kursi roda. rambut pria itu belum terlalu banyak ditumbuhi uban, meskipun usianya sudah 55 tahun.

"Papa," panggil Sandy.

Pria yang sedang duduk termenung sambil memandang ke l
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (20)
goodnovel comment avatar
Aminah Adjaa
nyiiiiiiiiiiiiimaaaak
goodnovel comment avatar
Suherni Erni
sungguh kurang ajar nya ibu wati, tidak pernah mau metaeat suami nya marah menyuruh eliza yang merawat papa mertua nya
goodnovel comment avatar
Ani Rohayani
maaf Thor banyak typo nya.ridwan atau Marwan
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1043

    Suaranya terdengar begitu mantap dan berwibawa saat menjelaskan strategi bisnis di depan ratusan pasang mata pengusaha senior. Alicia menatap layar tanpa berkedip."Ganteng banget..." bisiknya, jemarinya perlahan bergerak menyentuh permukaan layar, mengusap rahang tegas Arbi di sana.Dulu, laki-laki itu hanyalah seorang Arbi yang hobi terlihat sangat malu-malu dan salah tingkah jika sudah berhadapan dengan Alicia. Sekarang? Arbi telah menjelma menjadi sosok mandiri yang dikagumi banyak orang. Dan yang membuat dada Alicia bergemuruh adalah kenyataan bahwa semua kerajaan bisnis itu dibangun Arbi dari nol. Tanpa menyentuh bantuan keluarga Hermawan, tanpa memanfaatkan relasi siapa pun. Arbi memeras darah dan keringatnya sendiri hanya demi satu tujuan: datang ke Paris dengan kepala tegak dan membuktikan pada ketiga kakak laki-lakinya bahwa ia layak.Mata Alicia mulai berkaca-kaca. "Kenapa kamu sejauh ini sih berjuangnya, bodoh..." bisiknya lirih, air mata kebanggaan mulai menggenang."Aku

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   BAB 1042

    ​Begitu kelas ekonomi makro dinyatakan selesai, Alicia nyaris menjadi manusia pertama yang melesat keluar pintu. Langkah kakinya yang dibalut heels berketukan cepat di sepanjang koridor, mengabaikan beberapa mahasiswa yang mencoba mengejarnya.​"Miss Alicia! Tugas kelompok untuk minggu depan—"​"Nanti upload saja di portal kampus!" jawab Alicia tanpa menoleh, terus berjalan cepat.​"Miss, soal pembagian tema presentasi—"​"Kelompok bebas!"​"Miss, bukannya biasanya Miss yang pilihkan sendiri supaya adil?"​"Iya, tapi khusus hari ini... demokrasi!"​Mahasiswa-mahasiswanya langsung saling berpandangan heran di depan pintu kelas. Untuk pertama kalinya, Miss Alicia yang terkenal anggun, tenang, dan sangat perfeksionis, terlihat seperti orang yang jiwanya tertinggal di tempat lain. Dan tebakan mereka tidak salah. Jiwa Alicia memang sudah terbang ke bandara sejak fajar menyingsing.​Begitu sampai di apartemennya—​BRAK!​Pintu kayu itu tertutup keras. Alicia melempar tas tangannya ke sofa,

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   BAB 1041

    Sementara Arbi masih berjuang melawan waktu di atas langit menuju paris—Paris justru menyambut pagi dengan cahaya yang tenang.Langit kota itu tampak cerah. Udara dingin khas musim semi berembus lembut di antara bangunan-bangunan klasik yang berdiri anggun di sepanjang jalan.Dan di salah satu universitas ternama di kota itu—Alicia melangkah pelan menyusuri koridor kampus.Suara hak sepatunya terdengar pelan membelah lantai marmer. Blazer krem longgar yang membalut tubuhnya terlihat elegan dan sopan. Rambut panjang kecokelatannya dibiarkan terurai lembut di belakang punggung.Banyak mahasiswa yang menoleh saat Alicia lewat.Bukan hanya karena wajahnya cantik.Namun karena di usianya yang baru dua puluh satu tahun— gadis itu sudah dikenal sebagai salah satu dosen muda paling cerdas di fakultas ekonomi.“Selamat pagi, Miss Alicia.”“Ya selama pagi.”Alicia tersenyum hangat sambil menganggukkan kepala.Namun di balik senyum tenangnya— jantung gadis itu sebenarnya sedang kacau.Sangat k

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1040

    Pesawat itu telah mengangkasa tinggi, membelah awan dan meninggalkan benua Asia jauh di belakang. Di dalam kabin kelas bisnis yang sunyi dan remang-remang, hampir semua penumpang sudah memejamkan mata. Mami Lusi tampak tertidur pulas dengan selimut tebal membungkus tubuhnya, begitu pula dengan Eliza, Kiara, dan rombongan keluarga lainnya yang tampak menikmati perjalanan panjang ini.Namun, aturan tidur itu sama sekali tidak berlaku bagi Arbi.Pria itu menyandarkan kepalanya ke bantalan kursi, menatap kosong ke arah layar monitor kecil di hadapannya yang menampilkan peta penerbangan rute Jakarta - Paris. Jarak tempuh yang tersisa masih sangat jauh. Belasan jam harus ia lalui di atas ketinggian ribuan kaki, namun jangankan tertidur nyenyak, memejamkan mata untuk sejenak saja rasanya mustahil bagi Arbi.Setiap kali dia mencoba menutup mata, otaknya justru berputar dengan kecepatan penuh. Pikiran Arbi melompat-lompat liar antara memori masa lalu dan bayangan masa depan.Ia melirik ke arah

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1039

    Suasana Bandara Internasional Soekarno-Hatta di waktu subuh masih tampak lengang, namun bagi Arbi, tempat itu terasa begitu bising oleh suara detak jantungnya sendiri. Rombongan besar mereka akhirnya berkumpul. Tidak hanya Lusi dan keluarga Hermawan yang dipimpin oleh Nathan dan Eliza, tetapi keluarga Dokter Risky pun turut serta dalam perjalanan besar ini. Kehadiran keluarga Dokter Risky yang begitu dekat dan sudah dianggap seperti bagian dari mereka sendiri menambah bobot emosional di pundak Arbi.Semua orang tampak bersemangat, mengobrol ringan sambil sesekali tertawa di ruang tunggu kelas bisnis. Sementara itu, Arbi duduk di sudut kursi dengan wajah tegang. Telapak tangannya terasa dingin dan berkeringat."Arbi, kalau kamu terus-terusan meremas paspormu seperti itu, benda itu bisa robek sebelum diperiksa petugas," goda Dokter Risky yang tiba-tiba saja sudah berdiri di sampingnya, lengkap dengan senyuman khasnya yang menenangkan.Arbi tersenyum kaku, mencoba mengatur napasnya yang

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1038

    ​Arbi duduk bersandar di sofa, namun matanya tidak sedetik pun beralih dari meja kaca dan sofa panjang di hadapannya. Di sana, berbagai kotak akrilik transparan berhias pita satin mewah berjejer rapi. Semuanya dikemas dengan sangat cantik dan berkelas. Mulai dari sepatu desainer, tas bermerek internasional, sandal, handuk premium, pakaian jalan, baju tidur sutra, pakaian dalam, satu set alat make-up dari brand kosmetik ternama, hingga satu set perhiasan lengkap. Mulai dari anting, kalung, cincin, gelang, hingga jam tangan mewah. Semua barang-barang ini dibeli langsung di toko-toko resminya. Eliza, dan Kiara, tidak mau memesan secara online, demi menghemat tenaga. Mereka memilih untuk melihat langsung prodak nya. Semuanya barang-barang dipilih dengan teliti.​Melihat deretan hantaran yang sudah ditata dengan sangat rapi itu, dada Arbi mendadak terasa sempit. Jantungnya berdebar semakin cepat, memompa darah berbalut rasa gugup sekaligus tidak sabar.​"Kenapa masih melamun di situ? Ayo

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 490

    Momen sarapan pagi ini ditutup dengan suasana yang hangat dan penuh cinta.Tawa Olivia yang polos, candaan ringan Hermawan, serta kebersamaan yang tercipta di meja makan, membuat pagi itu terasa begitu berharga. Para pelayan mulai merapikan meja saat semua anggota keluarga bersiap melanjutkan aktiv

    last updateHuling Na-update : 2026-03-27
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 498

    "Albert, udaranya semakin dingin."Suara Aruna terdengar lirih, diiringi oleh getaran halus dari jemari yang mulai membeku. Ia memeluk dirinya sendiri, mencoba menghalau dingin yang perlahan merayap hingga ke tulangnya.Selain karena hawa dingin, ia sebenarnya ingin mengajak pria itu segera kembali

    last updateHuling Na-update : 2026-03-27
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 488

    Malam itu begitu dingin. Angin dari jendela balkon menggoyangkan tirai tipis di apartemen mewah milik Sherly, menebarkan aroma rokok yang baru saja dinyalakan. Jemari wanita itu sedikit gemetar, bukan karena takut, tapi karena kegembiraan yang nyaris tidak bisa dikendalikan. Ia merasa permainan ini

    last updateHuling Na-update : 2026-03-27
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 521

    Albert duduk gelisah di atas tempat tidur. Kamar mewah dan dingin itu mendadak terasa pengap, seolah tembok-temboknya ikut menertawakan kegelisahan hatinya. Bantal-bantal berserakan, dasi tergulung di lantai, dan kemeja yang tadi ia kenakan telah dilempar asal ke sofa. Tapi pikirannya tidak ada di

    last updateHuling Na-update : 2026-03-27
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status