Share

Bab 79

Penulis: Anfisor
last update Tanggal publikasi: 2024-11-14 22:41:35

"Bayinya sehat. Ibunya juga sehat."

Senyum di wajah Calvin tak luntur kala kalimat dokter yang memeriksa Almora tadi pagi terus bergema di kepalanya.

"Bayinya laki-laki."

Semakin senang hati Calvin mendengarnya. Bayi mereka laki-laki. Terlepas dari siapa sebenarnya ayah kandung dari bayi itu, untuk saat ini yang bertanggung jawab dan akan mengemban peran bapak adalah dirinya. Tentu saja Calvin bersuka cita mendengar kabar baik itu.

Ibunya sehat, bayinya sehat dan bayinya laki-laki.

"Bahagia ba
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan   Bab 91

    "Kemana kamu seharian ini?"Calderon lebih dulu meneguk teh hangat yang disuguhkan ibunya sebelum menjawab pertanyaan Tuan Saka yang hampir menembaki bawahan Calderon karena panggilannya Calderon abaikan. "Ke kantor," jawab Calderon meletakkan kembali cangkir teh di meja.Tuan Saka masih berusaha sabar. "Setelah itu?"Calderon menatap sang ayah sengit. "Kenapa ayah ingin tau dengan kegiatan ku? Untuk apa?""Apa salahnya seorang ayah ingin tau dengan kegiatan putranya?"Calderon spontan melepas tawa mendengar kalimat menggelikan yang keluar dari mulut Tuan Saka. "Hahahaha, putranya.""Saya tidak bercanda, Calderon." Rahang Tuan Saka mulai mengeras.Calderon menghentikan tawanya. Raut wajahnya kembali serius. "Ayah gak perlu tau. Urus saja urusan masing-masing. Jangan ganggu wilayahku karena aku gak sekalipun mengganggu wilayah ayah."Tuan Saka tersenyum miring. Tubuhnya mundur, menyentuh punggung kursi. Kaki kanannya naik ke atas kaki kiri. Lalu kekehan remeh mengisi ruangan sunyi itu

  • Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan   Bab 90

    "Cal?"Siapa yang tidak terkejut melihat seseorang yang telah membuangnya seperti ampas tebu muncul secara tiba-tiba? Almora tidak menyangka dunia akan sesempit ini sampai-sampai Calderon yang mati-matian dia hindari berdiri di hadapannya. Meraih tangannya pula. Apa dia masih berpikir kalau semua perempuan yang pernah berhubungan dengannya adalah miliknya? Almora menarik pergelangan tangannya. Memberikan tatapan tajam pada Calderon."Saya merindukan kamu, Al."Manusia itu memang suka lupa diri. Calderon langsung menarik Almora ke dalam pelukannya. Memeluk gadis itu seerat-eratnya, menumpahkan seluruh kerinduannya. Namun Almora tidak punya rasa yang sama. Dia justru mendorong Calderon menjauh. "I miss you.""Simpan kata-katamu itu, Cal. Jangan berbuat sesukamu karena kamu punya kuasa. Kita sudah gak punya hubungan apapun. Jadi berhenti bersikap seolah kita sepasang manusia yang sudah terpisah lama."Dingin dan menusuk.Kalimat itu seperti dua tangan yang menampar bolak balik wajah Ca

  • Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan   Bab 89

    Ide melarikan diri lewat kamar mandi membuahkan hasil. Kepergian mereka tidak terendus orang-orang suruhan ayahnya. Tampaknya mereka masih berjaga di sana, menunggu Calderon keluar dari kamar mandi atau parahnya mereka sedang berdiri di balik pintu kamar mandi atau yang paling parahnya mereka mendobrak satu persatu pintu untuk memastikan keberadaannya. Tapi sayang sekali, Calderon sudah tidak di sana. Kini dia berada di unitnya, optima kesayangannya. Di dalam ruangan gelap itu, Kaleo menatapnya penuh benci. Ah, dia sudah terkurung cukup lama. Pasti merasa bosan karena tidak bisa menikmati indahnya dunia."Aku punya penawaran menarik," ucap Calderon, merendahkan tubuhnya agar bisa menatap langsung wajah penuh benci itu. "Simpan saja penawaran mu itu! Lebih baik lepaskan aku dan biarkan aku pergi!" teriak Kaleo. Tubuhnya diikat di kursi menggunakan rantai. Sialnya dia tidak bisa berusaha melepaskan diri karena rantai-rantai itu memeluknya erat.Calderon menaikkan alisnya. "Pergi? Pergi

  • Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan   Bab 88

    Hari-hari Calderon tampak berjalan seperti biasa. Berlalu begitu saja seolah kejadian di bandara bukanlah hal berarti yang bisa mengusik jalan kerja mereka. Tidak ada yang berubah sejak tragedi di bandara. Tuan Saka masih mencari cara untuk merebut Kaleo darinya. Bahkan meminta anak buah kepercayaannya menguntit setiap langkah Calderon. Sialan. Pria tua itu masih saja tidak mau mengalah.Calderon pergi ke kantor bersama Max. Kembali ke rumah untuk unjuk muka, menyatakan kalau dirinya tidak kabur. Lalu malamnya tidur di flat yang sama dengan tempat dikurungnya Kaleo. Beberapa hari berlalu dan tidak ada kemajuan dari rencananya. Soal Kaleo yang mau bersuara, soal Camelia yang sudah jarang dia temui dan soal Almora yang tak kunjung berhasil dia temui. Bersembunyi dimana perempuan yang sedang mengandung anaknya itu? Ingin Calderon melihatnya sekali lagi. Memastikan kalau hidupnya baik-baik saja.Siang ini, usai ikut rapat bersama klien di kantornya, Calderon memutuskan singgah di kedai ko

  • Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan   Bab 87

    "Siapa sih orang tadi itu?" tanya Calvin melepas jaketnya, lalu menyampirkannya di sandaran kursi.Almora meletakkan barang belanjaannya di meja. Dia melirik suaminya sekilas. "Temen.""Temen? Kok kalian gak keliatan kayak temen?" tanya Calvin. Max datang seperti seorang utusan. Teman macam apa yang kaku dan agak kejam begitu? Lalu, siapa tadi? Calderon. Mereka menyebut nama itu sekilas."Iya," jawab Almora. Dia mengeluarkan barang belanjaannya dari kantong. Menyusunnya di meja seraya mengecek kembali kelengkapan barang yang dibelinya."Apa dia orang suruhan Calderon? Ayah dari anak kamu?" Calvin betulan penasaran dengan Max dan apa yang dia sampaikan. Pria itu meminta Calvin agar membawa Almora meninggalkan negara ini. Katanya Almora dan bayinya dalam bahaya. Apa maksud dari semua itu?Almora menghela tanpa sadar. Pikirnya semua telah berakhir saat Almora memutuskan pergi. Pikirnya dia akan hidup dengan baik meski kembali ke tanah ini. Pikirnya tidak ada lagi yang mengejarnya karena

  • Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan   Bab 86

    Max tau bukan ranahnya untuk ikut campur soal hubungan Almora dan Calderon. Namun tidak ada salahnya dia berbincang sebentar dengan perempuan kecintaan tuannya itu. Perempuan yang Max lacak sekian lamanya dan Max sembunyikan keberadaannya dari Calderon agar pria itu melupakannya. Max tidak pernah menyangka akan melihat perempuan itu lagi. Pikirnya, Almora sudah lama mati. Titik terakhir yang dia temukan bisa saja tanah makam perempuan itu. Tapi rupanya dia kuat juga. Bahkan bisa hidup dengan baik bersama perutnya yang kian membesar. Bersama sosok pria yang dia perkenalkan sebagai suaminya."Apa mau kamu, Max? Mau melapor pada Calderon kalau aku kembali?" tanya Almora.Max menggeleng. "Saya hanya ingin melihat kamu. Memastikan kondisi kamu baik-baik saja.""Jangan bilang Calderon yang menyuruh kamu?" tebak Almora menatap sekitar was-was. Max menggeleng lagi. Dia rela membuang semua barangnya agar Calderon dan Tuan Saka tidak bisa melacak keberadaannya. Dia melakukannya bukan karena d

  • Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan   Bab 58

    "Ayah senang kamu bisa mendapatkan pengganti Camelia, Cal. Tapi kalau penggantinya adalah perempuan itu, itu sama saja dengan menjatuhkan harga diri kita. Dia berada jauh di bawah Camelia. Kamu dan kita semua pasti akan ditertawakan karena kamu lebih memilih perempuan rendahan."Calderon mengeraskan

  • Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan   Bab 56

    Mendadak ruangan itu hening.Calderon tidak bereaksi selama sepersekian detik.Almora menatap sendu pria yang mendadak tak bersuara itu. Pikiran-pikiran buruk mulai berdatangan. Diamnya Calderon membuat Almora berpikir kalau pria itu merasa tidak senang dan merasa kabar mengenai kehamilannya sebagai a

  • Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan   Bab 55

    Waktu berlalu begitu cepat. Akhirnya, setelah melewati hari-hari yang melelahkan, Calderon pulang ke Indonesia. Membawa kemenangan karena jalur dagang berhasil diamankan dan sedikit luka di pipi karena terkena goresan pisau Tirtatius. Sebagai pria sejati yang punya ego tinggi, tentu saja kemenangan

  • Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan   Bab 59

    Calderon menghilang selama tiga hari usai mengajak Almora makan malam di rumahnya. Dia tidak ke kantor dan tidak mengabari Almora. Pesan-pesan yang Almora kirimkan tidak dibaca. Telepon darinya juga tidak diangkat. Operator telepon sering muncul dan mengatakan nomor yang Almora tuju tidak dapat dihu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status