Compartilhar

Bab 450. Dua Pria Tampan

Autor: Angsa Kecil
last update Última atualização: 2026-01-16 23:24:27

Di bawah sana.

"Akkk! Auwwhhh ..... Akkkk ...." Willona jatuh pada posisi menghadap ke atas dan terhimpit. Kesadarannya belum genap.

Willona mencoba menggapai kotak medisnya yang terlempar, tapi gagal.

"Akhhh!" Memekik nyeri. Kakinya begitu sakit.

Dicela ketakutan dan kepanikan itu bibirnya bergetar dengan mata sembab membayangkan wajah Galaxy.

'Kak, apa kamu juga akan datang kali ini? Aku takut ....'

Lubang reruntuhan itu begitu gelap dan pengap, hanya menyisakan sedikit celah cahaya dari a
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 508. Kondisi Batin Kapten

    Jantung Betrand berdenyut nyeri. Dia merasa sedang mengkhianati nisan adiknya sendiri dengan tetap duduk di sana mendengarkan hinaan itu. Darah Betrand mendidih hingga ke titik puncak.Tanpa sepatah kata pun, Betrand tiba-tiba berdiri. Matteo tertegun di tempat duduknya, keningnya berkerut melihat kepergian sang Kapten yang begitu tiba-tiba. "Hei! Kapten! Kita belum selesai bicara soal kasus itu! Kenapa pergi begitu saja?"Samuel yang menyadari situasi sudah berada di ujung tanduk, segera memasang wajah menyesal."Mohon maaf, Tuan Muda Matteo. Kapten Betrand sepertinya sedang tidak enak badan. Luka dari perkelahian semalam sepertinya mulai meradang lagi. Beliau harus segera minum obatnya agar bisa kembali fokus menangani kasus Anda sore nanti."Matteo melongo.Samuel membungkuk sopan, memberikan senyum profesional yang palsu."Saya akan menyusul beliau dan memastikan semuanya terkendali. Mohon dimaklumi, Tuan Muda."Tanpa menunggu jawaban Matteo yang masih terlihat bingung sekaligus

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 507. Mau Tidur Denganku

    Matteo merasa prestasinya sangat luar biasa. "Kadang aku dan teman-temanku sengaja menjatuhkan tumpukan kertas di depan mukanya hanya untuk melihatnya memunguti sambil minta maaf. Bukankah itu sangat menghibur?"Mendengar itu, tubuh Betrand bergetar hebat. Emosi yang sudah terbendung selama bertahun-tahun kini berada di titik nadir.Dia membayangkan Livia yang malang, adiknya yang lugu dimanfaatkan dan direndahkan serendah-rendahnya oleh manusia iblis di depannya ini.Betrand harus berjuang setengah mati agar tidak segera mencabut pistolnya dan meledakkan kepala Matteo."Dia sangat setia, Kapten. Terlalu setia sampai akhirnya dia menjadi tidak berguna dan mengganggu kesenanganku." Matteo mengakhiri kalimat itu dengan sebuah tawa kecil.Betrand menarik napas panjang dan menghembuskannya lewat mulut. "Lalu ... bagaimana dia bisa mati, Matteo?" Suara sang Kapten begitu lirih, berat, dan bergetar.Matteo kembali tertawa sambil menaikkan dua bahunya, amat menjengkelkan."Bukan salahku, Ka

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 506. Visual Sampah

    "Kamu bilang siapa? Cupu?!" Betrand bertanya sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat, menekan gejolak emosi yang hampir meledak di dadanya. Meski Matteo belum menyebut nama, tapi entah kenapa perasaannya sudah seperti dijungkir balikkan.Samuel juga merasakan hal yang sama, dia menoleh dan menatap perubahan ekspresi wajah kaptennya.Akan tetapi, dia belum boleh meledakkan emosi saat ini. Meskipun jika konfirmasi nama itu positif. Nama adiknya. Dengan dada bergetar, dan tangan gemetar yang diremas kuat, Betrand menguatkan diri untuk melanjutkan pertanyaan inti. Dia akan pakai cara langsung main tembak, untuk memancing Matteo agar mengatakan yang dia inginkan."Aku menemukan data. Sekitar dua tahun yang lalu, kamu dekat dengan seorang wanita." Matteo berlagak seperti orang berpikir mengingat-ingat kisah lama. "Dua tahun yang lalu? Jangan bercanda, Kapten. Selama 2 tahun ini aku dekat dengan puluhan wanita dan wanita yang mana yang kamu maksud?""Wanita itu diketahui berada di sekitarmu

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   BAB 505. Gagal Lagi

    Ken masih bergaya sok bijak. "Memang benar, Tuan. Cinta tak bisa dipaksakan. Tapi memaksa dua hati yang sudah terikat takdir untuk menjauh ... bukankah itu hanya sia-sia?" Alis David terangkat tinggi dengan rahang mengeras. "Kamu berani menyinggungku, Anak ingusan?" Ken menggeleng dengan wajah datar dan gaya tenangnya. "Sebab pada akhirnya, manusia hanyalah perencana yang payah di hadapan garis jodoh yang sudah dituliskan semesta. Semakin keras kita berusaha memisahkan, terkadang semesta justru semakin gemas untuk mempertemukan kembali. Permisi, Tuan besar. Jangan marah." Ken langsung berjalan cepat, sambil menahan detakan jantungnya yang tak stabil yang dari tadi. David jelas sangat terluka harga dirinya. Dia memutuskan maju di sisi brankar Galaxy. Galaxy yang duduk di brankar menoleh dengan ekspresi jengkel. "Om, nggak ada kerjaan lain? Kenapa sepertinya Om sangat hobi mencampuri urusan anak muda?" David tersenyum sinis. "Aku tidak melihat ada anak muda di sini. Aku hanya melih

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 504. Petuah Gila

    Willona berdiri di sana, mematung dengan mata yang membelalak ngeri melihat pemandangan di depannya. Matanya terkunci pada kemeja putih Galaxy yang sudah merah pekat, dan tetesan darah di bawah kaki pria itu."Kak Laxy ...?" gumam Willona, terkejut.Bersamaan dengan itu, dari arah koridor yang berlawanan, David muncul dengan napas memburu. Dia berhenti tepat beberapa meter dari kekacauan. Sorot mata tajam David tertuju pada Galaxy, lalu ke arah putrinya yang tampak mulai goyah pertahanannya."Galaxy! Berhenti membuat kekacauan di rumah sakitku!" bentak David dengan suara menggelegar.Akan tetapi, Galaxy sama sekali tak menoleh. Dia hanya menatap Willona dengan tatapan sayu, seolah ingin mengatakan kalau dia berhasil menemuinya kembali, meski harus dengan cara menyakitkan.Willona masih berdiri di ambang pintu, tangannya gemetar. Sebagai dokter, instingnya meneriakkan pertolongan. Sebagai wanita spesialnya Galaxy, dadanya terus bergejolak menuntut ingin menggapai tangan itu dan mengoba

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 503. Black List Carmer

    "Kalau ada pasien yang namanya ini dan wajahnya ini, jangan kalian terima. Separah apa pun kondisinya, meski pun dia sekarat. Kalau dia macam-macam, langsung hubungi aku." David menatap tajam pada para tim medis UGD.Ya, Willona akan kembali pegang kendali UGD, agar bisa lebih menyibukkan diri dan mengasah kemampuan lebih tangguh lagi dalam dunia medis. "Dan ingat baik-baik, jangan sampai ada satu huruf pun yang keluar dari mulut kalian membahas apa yang viral kemarin. Paham?! Bersikap seolah tidak terjadi apapun!" David menunjuk satu persatu wajah mereka. Semua mengangguk takut.Tak lama setelah breafing singkat David, Willona kembali mengenakan jas putihnya dan memasuki area unit gawat darurat. Dia disapa ramah dengan dokter lain dan para perawat. "Dokter Lona.""Dok.""Siang, Dok."Willona bukan wanita bodoh, meskipun bibir tertutup rapat, tapi melihat gestur dan mimik wajah mereka, sudah paham kalau mereka menahan pemikiran atau banyak tanya."Hem." Willona menjawab singkat. D

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status