Mag-log inNah Lo David. Othor akan kasih kejutan buat kamu besok 🤭🤭🥰🥰🥰🥰 Siap** senam jantung 😁😁
Bab 558SKANDAL DARAH DAN OBAT TERLARANG: JEJAK GELAP DINASTI TEDY TERBONGKAR.“Berani sekali dia nyerang Bos Tedy secara terang-terangan seperti ini.” Mereka jadi panik. Pasalnya sidang sebentar lagi.“Siapa yang mau main-main di saat genting seperti ini?”“Terus bagaimana sekarang? Berita ini langsung dapat banyak respon dan diterukan banyak sekali,” bisik salah satu orang Tedy dengan suara gemetar, menunjukkan layar ponselnya kepada rekan di sebelahnya.“Diam! Jangan berisik!” sahut rekannya ketus. Tangannya sendiri sedikit gemetar saat menggulir layar. “Perketat penjagaan. Bos pasti sudah tahu dan punya rencana lain. Kita amankan Tuan muda sampai ada perintah resmi.”Matteo yang menyadari ada kegaduhan di belakangnya, menoleh dengan alis berkerut. Dia melihat asisten pengacaranya juga sedang menatap ponsel dengan raut wajah horor.“Ada apa?” tanya Matteo ketus, masih dengan wajah angkuh.Si asisten tidak menjawab, dia hanya menyerahkan ponselnya ke arah pengacara senior.Matteo me
‘Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Dan hari ini, adalah akhir kehidupan kalian. Bukan hanya aku yang kalian sakiti, bukan hanya adikku yang mati karena kalian. Tapi di sana, di luar sana, banyak nyawa yang bahkan tak punya kuburan karena kalian. Banyak air mata yang kalian buat karena hidup mereka kalian hancurkan!’Betrand melangkah tegap menuju ruangan komandannya. Dia berdiri gagah dan tegap di depan pintu ruangan Tedy, sambil menarik napas dalam-dalam.Mengetuk tiga kali.“Masuk!”Kini, Betrand berdiri mematung dalam posisi tegap dengan seragam kebanggannya.Di depannya, Tedy duduk di balik meja besar, menatap Betrand dengan picingan mata yang sulit diartikan.“Lapor, Komandan. Saya ingin menyerahkan berkas persiapan akhir untuk sidang siang nanti.” Suara Betrand berat menggelegar.Tedy hanya tersenyum sinis tipis dengan tatapan tajam.Betrand melangkah maju, meletakkan sebendel dokumen tebal di atas meja kayu. “Semua poin pembelaan sudah saya susun. Saya juga sudah berkoor
Bab 556“Malam ini, biar aku saja yang jaga. Kalau dia ngamuk atau macam-macam, akan kusuntik obat kesurupan atau rabies.” David tiba-tiba datang tanpa diundang. Dia tersenyum lebar pada Reyvan dan itu malah tampak menyeramkan.Reyvan hampir tersedak air minumnya. “Nggak sekalian kamu siapkan obat cepat dapat cucu? Perasaanku nggak enak kalau kamu datang malam begini. Jangan bilang dalam rangka merindukanku dan nggak bisa tidur kalau tidak di sampingku. Cuihhh, rindu menyesatkan.”David melotot. Amber terkekeh. “Kebetulan kalau gitu. Aku mau ambil baju-baju Reyvan juga. Karena dia bilang mau liburan tidur di bangsal vvip rumah sakitmu seminggu.”“Kamu tidur nyenyak saja malam ini dan aku pastikan kalau besok pagi Reyvan akan pergi dari rumah sakitku ini.”Dan Amber benar-benar pergi. Dia sangat paham kalau sebenarnya David ingin membicarakan hal penting.David tersenyum menyerupai malaikat, saat mengantar kepergian Amber.“Katakan saja apa tujuanmu yang sebenarnya, Vid. Kenapa mendad
“Anak itu sudah saya kasih obat tidur dua butir. Saya jamin akan pulas sampai pagi, Kapten. Saya benar-benar tidak tahan dengan teriakan, umpatan, dan manjanya. Masih untung nggak saya pukul kepalanya sampai pingsan pas bilang kalau kita ini cuma anjingnya Papanya dan akan mati kalau sampai gagal bertindak.” Samuel berkeluh kesah penderitaannya.“Saya sudah siapkan racun tikus. Apa perlu anak itu kita habisi saja dan buang ke markas musuh di belakang air terjun itu, Kapten? Dia itu seperti bukan manusia, tapi jelmaan setan.” Keluh satunya lagi yang tak kalah geregetan.“Saya rasa, Matteo itu kita buang saja malam ini. Saya hanya takut kalau Komandan Tedy punya jalan pintas lain untuk menyelamatkan anaknya dan semua usaha Anda gagal, Kapten.” Satunya lagi usul jalan cepat. Karena dia pun sudah tak punya stok sabar lebih banyak lagi untuk Matteo dan komandan Tedy.Betrand menatap semuanya. “Kalau memang harus pakai jalan pintas, cukup tanganku saja yang kotor. Tangan kalian tak pantas u
Galaxy terperanjat, dia berdiri dari duduknya dengan sungut panjang. “Apa kamu bilang? Berbahaya? Aku mencintai Lona lebih dari apa pun! Kamu yang berbahaya, membawa pengaruh buruk pada adikku!”“Mencintai bukan berarti bebas bersikap arogan pada semua orang, Kalingga. Kamu mengacaukan rumah sakit Om David hanya karena tidak bisa mengontrol emosimu sendiri.” Betrand juga berdiri.“Tahu apa kamu soal cinta? Sudah tua saja kalau bukan adikku yang mengejarmu, kamu akan jadi pria tua!” Galaxy tertawa ejek.Zayn ikut berdiri dan bertepuk tangan kecil. Akhirnya keseruannya kembali. David juga berdiri dan bersorak dalam hati. ‘Rey, akhirnya ada yang membalaskan dendamku pada anakmu,’ batinnya.Sedang Willona memegang tangan Laxy. Dan Aluna memegang tangan Betrand.Perdebatan itu semakin memanas, saling serang dengan kata-kata tajam.Aluna terus-menerus memotong dengan pembelaan untuk Betrand, sementara Galaxy terus mengelak dan menyerang balik reputasi militer Betrand.David yang berada di t
[Terjadi keributan yang sangat seru dan melibatkan, Kak Laxy, Aluna, dan Om kapten itu di basement. Di mana saat ini mereka sedang digiring Papa ke ruangannya. Entah siapa yang bisa keluar hidup-hidup kali ini.] Zayn mengirim pesan untuk Kakaknya, Willona.Di ruang direktur.David duduk dengan punggung tegak di sofa tunggal yang berada di tengah, membelah dua kubu yang sedang dalam kobaran api. Hening sekejab. Mencekam, hanya suara detak jam dinding yang terdengar. Dan hanya ada bahasa sorot mata tajam.Aluna dengan keras kepala memilih duduk mepet di sebelah Betrand. Sementara Galaxy duduk sendirian di sofa seberang dengan wajah lebam samar.Zayn memilih duduk di kursi kebesaran David di balik meja kerja, memilih jadi penonton saja.Pintu ruangan terbuka kasar. Willona masuk dengan napas memburu dan wajah yang pucat pasi. Begitu mendapat pesan darurat dari Zayn, dia langsung berlari secepat kilat tanpa mempedulikan tatapan perawat lain. Tanpa permisi, dia langsung mengambil tempat
Amber tersenyum miris menatap ponselnya yang tergerus mobil di tengah jalan. Suara retakannya masih terngiang di telinga, tapi rasa sesak di dadanya malah perlahan reda."Selamat tinggal penderitaan. Selamat tinggal kekacauan. Aku sudah menebus kesalahanku. Jadi, semoga ada kebahagiaan yang mau dat
"Kita kehilangan klien besar minggu ini! Tahu berapa kerugiannya? Kamu anak anggap perusahaan ini apa?!""Brand image kita rusak parah! Saham anjlok! Kamu masih hilang kita harus duduk manis?""Investor menarik diri, dan kamu bilang masih mau bertahan sebentar lagi?""Ini bukan soal loyalitas lagi!
BOOM!Suara ledakan itu bergema jelas dalam benaknya. Dadanya sampai bergetar hebat. Dia merasa tubuhnya seakan terangkat lalu terempas. Nafasnya semakin berat. Tangan Amber bergerak spontan, mencengkeram selimut erat-erat.Tapi Reyvan tidak menyadari satu pun dari gejolak itu. Dia malah sibuk pani
Amber menarik napas, menahan emosi. Dia bingung bagaimana cara menggiring Grace. "Jangan kira aku nggak tahu kalau kamu dalang di balik penculikan itu. Kamu yang juga yang melibatkan Dion untuk drama penculikan itu. Grace, Dion sendiri yang cerita padaku. Kamu memang membayarnya, tapi aku punya ba







