Beranda / Romansa / Menjadi Istri Kedua Dokter Aldian / 26. Setelah Ini Bagaimana?

Share

26. Setelah Ini Bagaimana?

Penulis: A mum to be
last update Tanggal publikasi: 2026-08-22 18:05:20

            Derap langkah sepatu itu mendengung teratur di sepanjang selasar yang lengang. Sosok tinggi tegap yang seminggu ini menghilang akhirnya muncul di balik belokan koridor. Aldi berjalan dalam balutan jas putihnya yang kaku. Wajahnya tampak lebih tirus, garis rahangnya melembut kusam, dan matanya meredup menyisakan aura dingin yang begitu tertutup.

            Sena mena

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Istri Kedua Dokter Aldian   73. Perang Hati

    “Bibi salah lihat mungkin. Palingan makhluk halus ya jahil.”“Sumpah, Mbak. Bibi yakin seribu persen," bisik Bik Nah pelan, melirik cemas ke arah lorong. "Subuh tadi Bibi mau bersihin kamar utama di bawah. Pintunya enggak dikunci, jadi ya Bibi langsung masuk. Pak Dokter aja sampai kaget. Kalau setan mana ada begitu, Mbak.""Beneran Pak Dokter," lanjut Bik Nah dengan suara tertahan melihat Sena belum menunjukkan reaksi lagi. "Bibi lihat beliau lagi duduk di pinggir kasur, nangis sesenggukan.”Dada Sena berdesir hebat. Kata-katanya tertahan di tenggorokan dengan isi kepala yang berusaha mencerna penjelasan wanita paruh baya itu."Pas sadar ada Bibi, Pak Dokter langsung usap muka terus nyuruh Bibi keluar," tambah Bik Nah kaku. "Kasihan loh Bibi liatnya, Mbak Sena... beliau pasti banyak pikiran. Emang Mbak Sena enggak tahu?" Sena mematung. Di balik sikap sok tega

  • Menjadi Istri Kedua Dokter Aldian   72. Perempuan Yang Baik

    Sena mematung di tepi ranjang, menatap jemari tangannya yang saling bertautan kaku di atas pangkuan. Tawaran berteman yang baru saja meluncur dari bibir Aldi menyisakan gema samar yang berulang kali menghantam kesadarannya. Sena mengangguk pelan, menyunggingkan senyum getir yang pucat. Dalam hati, ia tak kuasa merutuki diri sendiri. Harapan kecil apa yang sebenarnya sempat terselip di dadanya? Rasa cinta Aldi pada mendiang istrinya begitu dalam dan mengakar kuat. Pasti sangat sulit atau bahkan mustahil bagi pria dingin itu untuk menumbuhkan rasa cinta yang baru pada perempuan lain, terlebih pada seseorang yang hadir karena keterpaksaan seperti dirinya."Saya percaya kamu adalah perempuan yang baik," ucap Aldi lurus. Sorot matanya memancar bening, tanpa kepura-puraa

  • Menjadi Istri Kedua Dokter Aldian   71. Apa Bisa Kita...?

    "Suami itu kalau pulang ya disambut. Ini kok ya malah bengong." Suara barusan membuat Sena kesusahan menelan ludahnya sendiri. Tanpa membuang waktu untuk membalas tatapan intimidatif sang mertua yang berdiri kaku di sampingnya, Sena lekas menuruni anak tangga dengan langkah terburu-buru. Matanya sigap menyapu area bawah, lalu meraih kotak P3K yang tersimpan rapi di rak kecil samping tangga. Sena memangkas jarak, mendekati sofa utama yang bernoda bercak merah pekat. Saat ia berlutut di lantai dan hendak menjangkau pergelangan tangan suaminya, pria itu meremas jemarinya sendiri."Saya bisa sendiri," tukas Aldi yang menjauhkan tangannya dari Sena.Namun, istrinya mendelik tajam dan berkata, "Enggak usah bawel." Lagi. Aldi hendak bergerak dan menarik leng

  • Menjadi Istri Kedua Dokter Aldian   70. Urusan Kita Belum Selesai

    “Loh? Tumben pintunya dikunci.”"Iya ya. Kunci cadangannya ada di nurse station atau di mana, sih?" Suara samar dua orang dari arah luar koridor mendadak memotong udara temaram di ruang istirahat staf Maternitas. Ketukan kasar pada gagang pintu yang terkunci dari dalam membuat irama napas Sena terhenti seketika."Mungkin di ruang keamanan. Aneh banget, biasanya pintu ini nggak pernah dikunci dari dalam," sahut suara perawat lainnya, terdengar makin mendekat. "Udah deh, panggil petugas keamanan aja biar dibukain. Takutnya ada barang inventaris yang hilang." Langkah kaki kedua perawat itu perlahan menjauh, menyisakan derap terburu-buru yang menghilang di belokan lorong. Hening kembali merayap. Sena dan Aldi yang masih mematung di dalam sana

  • Menjadi Istri Kedua Dokter Aldian   69. Saya Sadar Diri

    Ponsel di genggaman Sena terus bergetar mendengung, menampilkan nama perawat jaga di layarnya. Tanpa membuang detik untuk bernapas, Sena menggeser tombol hijau, menempelkan benda pipih itu ke telinganya sembari berbalik cepat menuju pintu."Iya? Saya langsung ke sana sekarang," potong Sena cepat, bahkan sebelum suara di seberang sana sempat menyelesaikan kalimatnya. Ia memutar gagang pintu ruang kerja Aldi tanpa memalingkan wajah sedikit pun pada pria yang masih berdiri di belakang meja itu. Sena melangkah setengah berlari menyusuri koridor lantai tiga, mengabaikan debar dadanya yang berantakan. Tatapan perawat yang berpapasan dengannya sama sekali tak ia hiraukan. Yang ia butuhkan saat ini hanyalah ruang sepi, tempat di mana ia bisa bernapas tanpa perlu tercekik o

  • Menjadi Istri Kedua Dokter Aldian   68. Pembelaan Aldi

    "Mama ngomong apa ke kamu?" Suara Aldi menuntut penjelasannya begitu ia menurunkan ponsel. Matanya mengunci jemari Sena yang bergetar tipis saat meletakkan paper bag di atas meja.Sena memoles senyum sekenanya, berusaha menjaga jarak yang aman. "Enggak ada, Dok. Saya cuma kebetulan lewat dan beliau suruh saya nganterin ini." Baru saja Sena meletakkan bekal itu, pintu ruang kerja Aldi terdorong terbuka tanpa ketukan. Sofia melangkah masuk. Anggun, tenang, namun membawa dominasi yang pekat."Masih di sini kamu?" Pertanyaan Sofia meluncur santai, tetapi matanya menatap Sena dengan pandangan tak suka.Sena pun refleks mundur setengah langkah. "Saya baru mau kembali bertugas, Bu. Saya..""Bagus kalau tahu diri," potong Sofia dingin,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status