Menjadi Istri Kedua Dokter Aldian

Menjadi Istri Kedua Dokter Aldian

last updateLast Updated : 2026-11-08
By:  A mum to beUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
2 ratings. 2 reviews
217Chapters
3.3Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Demi menyelamatkan nyawa adiknya, Sena nekad menjadi istri kedua dari suami wanita yang sekarat akibat kanker. Namun, pernikahan ini justru menjadi neraka baginya. Aldi, sang suami yang dikenal hangat pada keluarga berubah menjadi sangat membenci Sena. Terjebak antara kebencian suami, penolakan ketiga anak tiri dan waktu istri pertama yang kian menipis, Sena harus bertahan dalam kepura-puraan yang entah sampai kapan.

View More

Chapter 1

1. Tawaran Tak Masuk Akal

“Menikahlah dengan suami saya.”

            Pernyataan barusan membuat Sena yang baru saja keluar dari ruangan informasi menoleh cepat. Tak jauh dari tempatnya berdiri seorang wanita duduk begitu tenang dengan senyum ramah seperti biasa.

“Bu.. Ka-rina?” ucap Sena hampir tak terdengar. Rasa terkejutnya menelan suara yang menyangkut di tenggorokan.

            Wanita tadi mengangguk. Lantas memberi kode lewat gerakan mata agar Sena segera mendekat padanya.

            Namun, Sena hanya bergeming. Hingga kemudian wanita yang dikenalnya itu bangkit dan menghampiri.

“Saya sudah dengar semuanya, Sena,” kata Karina dengan nada tenang yang justru malah terasa menyudutkan gadis itu. “Adik kamu kecelakaan, ‘kan? Dia tidak bawa surat kendaraan lengkap.”

“Sebagai tenaga medis kamu pasti tahu bahwa kasus itu tidak ditanggung BPJS. Untuk asuransi pun tidak bisa cair hari ini karena prosedurnya lama.” Karina bersuara lagi.

“Maksud Ibu apa bicara begitu?” tanya Sena. Tangannya meremas kuat secarik kertas berisi rincian perkiraan dana pengobatan yang didapat dari ruangan tadi.

            Karina tak langsung menjawab. Dia maju beberapa langkah hingga mengikis jarak mereka. Matanya melirik ke arah genggaman tangan Sena.

“Saya tahu kamu orang baik. Pertemuan kita memang hanya beberapa kali saja, tetapi kamu tulus merawat saya saat ada di ruangan kemo waktu itu. Jadi, saya bersedia untuk bantu kamu.”

            Kelopak mata Sena berkedip pelan usai mendengar pernyataan barusan. Namun, ucapan berikutnya membuat gadis itu terpaku.

“Pikirkan permintaan saya yang tadi. Kamu pasti belum lupa.”

“Bu…”

“Adikmu harus ditangani dengan cepat karena cedera parah di bagian kepalanya. Kamu baru bekerja satu bulan di sini. Gajimu tidak akan cukup untuk semua biayanya. Jangan membuang waktu,” potong Karina. Suaranya pelan, tetapi cukup membuat Sena tertekan.

            Sena terdiam. Penuturan Karina barusan berhasil membuat dadanya bergemuruh hebat. Belum sempat dia berpikir dengan kepala dingin, salah satu perawat IGD yang menghubunginya tadi muncul.

“Sen, kamu dicariin loh dari tadi. Udah siap melapor ke bagian pendaftaran?”

            Sena mendongak lemah. Pandangannya kabur lantaran air mata yang mulai mengganggu penglihatan gadis itu.

“Ya ampun, Sen. Cepetan gih! Jangan sampai Arya kenapa-napa,” tegur temannya itu lagi.

            Alhasil tubuh Sena ditarik paksa menuju ruangan IGD. Jantungnya berdegup kencang saat brankar sang adik dipenuhi oleh dokter jaga dan beberapa rekan perawat yang lain.

“Bukan saya yang punya rumah sakit ini, Sen. Saya tidak bisa berbuat apa-apa.”

“I-iya, Dok. Saya akan usahakan untuk cari solusinya,” cicit Sena dengan suara yang sudah bergetar.

“Nyawa itu sangat berharga. Jangan sampai ada penyesalan,” pesan dokter jaga yang kemudian meninggalkan Sena.

“Arya, sabar sebentar ya. Mbak akan usahakan buat kamu,” bisik Sena serak.

            Tiba-tiba saja Sena teringat satu orang. Senyuman tipis muncul di wajahnya. Gegas gadis malang itu melipir ke samping ruangan IGD lalu buru-buru mengupingi gawainya.

            Lima panggilan tak terjawab. Bahu Sena merosot kalah. Tahu bahwa harapannya sirna dalam sekejap.

“Masih keras kepala kamu?”

“Bu Karin?” Kali ini tangis Sena pecah. Gadis itu menurut saat lengannya ditarik lembut ke lorong rumah sakit yang tak jauh dari sana. “Tolong, Bu. Saya butuh penjamin untuk adik saya. Saya akan lunasi biaya secepat mungkin. Tolongin saya ya, Bu.”

Karina mengangguk dengan tatapan iba pada Sena. Namun, ternyata penawarannya masih tak berubah. “Saya tidak butuh uang kamu, Sena.”

“Bu, maksudnya apa?”

Dengan tenangnya Karina berucap, “Saya ingin kamu menikah dengan suami saya.”

“Enggak mungkin, Bu,” tolak Sena dengan gelengan kepala berulang-ulang. “Saya tidak mau merebut suami orang. Saya..”

            Kalimat Sena barusan terjeda saat ponsel Karina berdering. Perempuan itu melirik Sena lalu kemudian menjawab sang penelepon.

“Pastikan pasien yang bernama Arya Prayuda tadi mendapatkan perawatan terbaik.”

“Bu?” Sena menganga tak percaya atas apa yang ia dengar barusan.

            Sementara Karina tersenyum lalu meremas lembut tangan Sena yang terasa dingin. Dia lantas berkata, “Kamu tidak merebut suami saya, Sena. Kamu justru diminta untuk menjadi istri kedua suami saya. Jadi tidak salah ‘kan?”

“Ini tidak masuk akal,” bantah Sena. Logikanya jelas-jelas menolak permintaan tadi.

            Namun, Karina malah menggeleng tegas. Tanpa melepaskan genggaman lembutnya, wanita itu kembali dengan suara gemetar.

“Selama satu bulan ini, kita sudah tiga kali bertemu di ruang kemo,” Karina tersenyum tipis, lalu menghela napas pendek. “Kanker serviks yang saya derita sudah masuk stadium lanjut. Umur saya tidak akan lama lagi, sementara saya punya tiga orang anak yang masih butuh kasih sayang seorang ibu. Tolonglah saya, Sena.”

“Tapi enggak harus begini, Bu.”

“Terus bagaimana, hmm?” Suara Karina mulai terdengar lirih. “Saya ingin pergi dengan tenang setelah tahu siapa perempuan yang bisa menggantikan saya. Orang itu kamu, Sena.”

            Sena hendak membantah, tetapi urung ketika Karina membuka mulutnya lagi.

“Tidak ada yang namanya kebetulan, Sena. Tuhan menakdirkan kita berkenalan. Saya yakin ini jawaban atas do’a-do’a saya.”

“Suami Anda pasti tidak setuju.” Barulah suara Sena melunak.

            Tepat setelah kalimat itu, ponsel Karina kembali berdering.

“Halo, Mas. Iya. Sudah selesai operasinya?”

            Percakapan sepihak barusan membuat Sena mengerutkan dahi. Dia hanya diam sembari memperhatikan wajah Karina yang tampak ceria.

“Oke. Kita ketemuan di parkiran aja ya,” ucap Karina kemudian. Dia melirik Sena lalu kembali berbicara pada orang di seberang telepon sana, “Perempuan yang aku cari udah ketemu. Dia ada di sini. Sama aku sekarang.”

            Sebelum Sena kembali bersuara, Karina menurunkan ponselnya dengan senyum yang terlihat penuh kelegaan.

“Dia juga kerja di sini, Sena. Sama kayak kamu.”

            Karina kemudian membalikkan tubuhnya menghadap ke arah koridor yang terhubung langsung dengan area pakiran khusus tenaga medis. “Ayo. Saya akan kenalkan kalian.”

            Sumpah demi apapun. Sena heran bukan main dengan wanita di sebelahnya ini. bagaimana bisa ada seorang istri yang rela berbagi suami apapun kondisinya?

            Hingga kemudian…

“Nah, itu dia!!”

            Sena mengikuti arah tunjuk Karina. Dari kejauhan, seorang pria bertubuh tinggi sedang berjalan ke arah mereka.

“Dok-dokter …Aldian??” pekik Sena tertahan.

            Seketika wajah Sena langsung memucat.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Salshabilla FN
Salshabilla FN
kak semangat terus updatenya, semoga sukses karya yg luar biasa ini...🫶
2026-09-16 20:20:21
1
1
fazaa
fazaa
aaaa suka banget sama alurnya seru.... mampir juga di story aku ya judulnya " Rahasia Malam Sultan"
2026-09-01 19:27:45
1
0
217 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status