Share

Bab 30 - Umpan Pagi Hari

Penulis: Pena Ilusi
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-08 04:09:37

"Kanaya. Pagi-pagi kau sudah memancingku dengan penampilan seksimu ini, hmm?" tekannya, parau dengan napas berat yang memburu.

Sekilas, wanita cantik bersanggul rapi itu tampak tersenyum. Namun, senyumnya seketika runtuh dan berganti menjadi wajah datar dengan sorot mata dingin mencekam.

"Sayang, nama siapa yang kau sebut?" tanyanya dingin.

Arkana tersentak, sesaat kesadarannya memulih. Pikirannya yang belum tuntas tentang Kanaya kini disadarkan oleh aroma parfum yang entah mengapa paling ingin dia jauhi.

"Bella." Arakana menyebutnya datar sambil melepas lengan wanita modis itu, membiarkan tubuhnya lolos hingga terhuyung.

"Ah, kau menyakitiku, Sayang!" protesnya kesal sambil menghambur ke tubuh Arkana, mengulur pelukan ke pinggangnya, menyandarkan kepala di dada bidang itu, lalu mendekapnya bertambah erat. "Jujur padaku, apa semalam kalian tidur berdua," serangnya gencar membuat sedikit Arkana terpancing.

"Jaga ucapanmu, Bella. Siapa yang kau maksud?"

Wanita itu tertawa kecil, suara
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Istri Kedua Mantan Kekasih    Bab 31 - Tuduhan

    Kanaya terkejut mendengar suara pintu yang dibanting, terasa seperti tamparan keras mengenai wajahnya. Apa yang dia pikirkan? "Ya, ampun," batinnya lara. Dia sadar, wanita yang baru keluar dari ruangan ini adalah istri sah Arkana, Bella yang sudah dua tahun membina rumah tangga rukun harmonis. Berikut kehadiran Rozana kecil di tengahnya telah menambah lengkap kebahagiaan mereka. Sekarang dirinya pula tercatat sebagai istri dari sah pria yang sama dan diketahui baru saja bertengkar dengan istri pertama di hadapannya. "Lelucon apa ini?" Hati Kanaya berkeluh lagi. Hal yang membedakan dirinya dengan Bella, Kanaya bukan siapa-siapa, tak ada kebebasan penuh dalam alur hidupnya dengan Arkana. Dia juga tidak berhak menuntut kebahagiaan apalagi keinginan untuk bahagia bersamanya. Kanaya hanya korban, bulan-bulanan dari permainan dunia berkedok karma Rosellie. "A-aku istri kedua... astaga...." Kanaya menepuk jidat, "gelar mana lagi yang paling buruk di dunia ini selain pelakor?!" keluhnya

  • Menjadi Istri Kedua Mantan Kekasih    Bab 30 - Umpan Pagi Hari

    "Kanaya. Pagi-pagi kau sudah memancingku dengan penampilan seksimu ini, hmm?" tekannya, parau dengan napas berat yang memburu. Sekilas, wanita cantik bersanggul rapi itu tampak tersenyum. Namun, senyumnya seketika runtuh dan berganti menjadi wajah datar dengan sorot mata dingin mencekam."Sayang, nama siapa yang kau sebut?" tanyanya dingin.Arkana tersentak, sesaat kesadarannya memulih. Pikirannya yang belum tuntas tentang Kanaya kini disadarkan oleh aroma parfum yang entah mengapa paling ingin dia jauhi. "Bella." Arakana menyebutnya datar sambil melepas lengan wanita modis itu, membiarkan tubuhnya lolos hingga terhuyung."Ah, kau menyakitiku, Sayang!" protesnya kesal sambil menghambur ke tubuh Arkana, mengulur pelukan ke pinggangnya, menyandarkan kepala di dada bidang itu, lalu mendekapnya bertambah erat. "Jujur padaku, apa semalam kalian tidur berdua," serangnya gencar membuat sedikit Arkana terpancing."Jaga ucapanmu, Bella. Siapa yang kau maksud?"Wanita itu tertawa kecil, suara

  • Menjadi Istri Kedua Mantan Kekasih    Bab 29 - Misteri Kelam Masa Lalu

    "Sekretaris Jeny dikabarkan berada di luar negeri. Namun, keberadaannya sulit dicari sebab dia masih dalam pengawasan Mr. G."Hujan di luar masih belum reda. Rintiknya tipis, berirama menyentuh atap saat Arkana menutup map yang dipegangnya. Kelopak matanya yang sedikit tebal terlihat berkedip menyesuaikan cahaya lampu ruangan yang terang. Bibirnya ikut bergerak, perlahan mengerucut sebelum dia mulai kembali bicara."Jeny menghilang dan ayah mengalami gangguan mental, semua gara-gara Mr. G. dari Royal Group?!"Sekretaris Sena mengangguk, posisi duduknya tetap siaga."Betul, sejak kejadian itu, sistem reservasi mendadak lumpuh. Proyek pembangunan tertunda hingga saat ini karena 'izin yang mendadak bermasalah'. Penyakit Tuan Julio tidak bisa disembuhkan, investor mulai panik dan saham goyah."Arkana menyandarkan punggungnya ke kursi. Sorot matanya menajam."Mr. G... Sekretaris Jeny... Royal Group...." Ucapannya terhenti, mencoba menganalisa apa yang ada dalam benaknya, bersamaan Sekretar

  • Menjadi Istri Kedua Mantan Kekasih    Bab 28 - Nyanyian Tidur

    Kanaya berkata dengan nada halus, jemari lentiknya bergerak lembut membelai punggung kecil yang kini sudah mulai menengadahkan kepalanya."Lohsyana takut," ucapnya lagi masih dengan nada pelan yang sama. "Mama...." Anak itu tercekat seiring irama hujan pertama yang mengentak, menyapa atap rumah. Di luar jendela terlihat titik-titik air serupa bijian jatuh, gemericik berirama basah dan dingin. Balita Rozana tiba-tiba menangis keras.Kanaya segera menggendongnya, mendekap erat tubuh mungil yang gemetar itu dengan penuh kelembutan dan kasih sayang sambil membujuk, mengulang tanya."Tenang dulu, ya, Nak. Em, em, mama kenapa, Sayang? Cerita, deh, sama Bunda."Bocah Rozana terisak, kepalanya ikut menggeleng kecil. "Ma-mama... dibawa... Om," ucapnya gagap dengan suara manja yang khas, napas halusnya tersengal dan dua tangan kecil itu mengepal.Kanaya menggeleng pelan, menahan perih di dada, lalu merapatkan pelukan."Tidak, Sayang, itu cuma mimpi. Mama aman, mama baik-baik saja, oke," katany

  • Menjadi Istri Kedua Mantan Kekasih    Bab 27 - Milik Siapa?

    Sakelar ditekan, lampu kamar tidur menyala. Kanaya melangkah gontai menuju meja rias berdesain mewah dan meletakkan tas selempangnya sembarangan. Melihat pantulan diri sendiri di depan cermin saat ini memperjelaskan hatinya yang kusut. Helaan napas lelah terdengar, bayangan akan perlakuan Arkana berseliweran di isi kepalanya membuat dia seketika mengumpat."Lelaki brengsek itu ...," Kanaya meraba wajahnya dengan kedua telapak tangan, "memalukan sekali," gumamnya kesal. Kini dirinya harus berjuang keras membuang ingatan buruk tentang Arkana. Kanaya kembali melirik arloji di tangan, dia ingin segera mandi. Namun, pegal membawa setengah raganya berbaring di kasur berukuran keluarga. Tiba-tiba, dia menyadari sesuatu."Ah, bukannya ini kamar Arkana?" Matanya mengedar sekeliling. Dinding ruangan bernuansa hijau olive berpadu dengan langit-langit berwarna putih dan gorden hijau muda terlihat begitu memanjakan mata, sungguh sebuah keindahan yang meneduhkan hati seakan pemiliknya berperasaan

  • Menjadi Istri Kedua Mantan Kekasih    Bab - 26

    Ruang rawat inap sore itu terlihat lebih tenang. Kanaya baru saja membuat Tuan Julio kembali tertidur pulas setelah beberapa lama menghiburnya dengan berbagai cerita masa lalu. Tawa dan air mata ikut mewarnai suasana sekaligus menjadi momen pengikat emosi mereka. "Ayah, lihatlah sahabatmu. Dia bahkan tak ingin melepaskan tanganku." Kanaya bermonolog, mengenang beberapa momen indah masa kecilnya ketika masih berkumpul bersama almarhum sang ayah dengan pria yang kini sedang terbaring di hadapannya. Dari sebelum tidur, Tuan Julio sudah meraih dan menggenggam tangan Kanaya seolah menahannya agar tidak pergi. Bahkan dalam lelap pun dia masih terus menggenggam jemari lentik itu membuat Kanaya terpaksa harus bersabar menunggu. Banyak kejadian tak terduga di sana dan Kanaya tetap siaga melayani sampai tugas hari itu tuntas. "Semoga besok lebih baik, Paman," ucapnya lagi, memandang penuh harap pria yang kini terlelap. Tepat di ujung senja, Nyonya Emily baru kembali menemuinya. Tentu deng

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status