Share

Bab 9

Penulis: Zeevana881
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-17 18:49:23
Karra tahu, pernikahan ini palsu. Tidak akan pernah sah secara hukum atau pun secara agama. Tapi nyatanya, Max tetap mempersiapkan pernikahan yang megah, di sebuah gedung besar dengan banyak sekali tamu undangan.

"Silahkan, Nona!" Pak Rudy membukakan pintu mobil. Karra turun, lalu membeku saat melihat sekeliling. Karangan bunga berisi ucapan selamat berjejer hampir di sepanjang jalan menuju pintu lobi. Mereka bergegas masuk. Dan Karra lebih terkejut lagi saat melihat Anggoro Widita--ayah kandu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Istri Tawanan Paman CEO   Bab 13

    Karra mengikuti langkah wanita di hadapannya dengan perasaan tak menentu. 'Memangnya... Max ingin aku melakukan apa?' batinnya. Gadis itu semakin tidak mengerti saat mereka sudah menapaki lorong panjang yang sangat sepi, entah langkah ini akan bermuara di mana. "Sebentar lagi kita sampai, Nyonya!" ucap wanita tambun di depan Karra seolah tahu mangsanya mulai merasa gelisah. Dan akhirnya Karra menghentikan langkah. Gadis itu yakin, ini tidak benar. "Nyonya?" "Sebentar!!" Karra mengangkat dagu dan memandangi wanita itu. Ia harus bersikap layaknya seorang nyonya muda. Mengeluarkan ponselnya, lalu Karra membuat panggilan ke kontak Kevin. Max mungkin akan marah jika diganggu jadi tidak ada salahnya Karra memastikan segala sesuatu melalui Kevin--asistennya. "Ya, Nyonya??" "Mas Kevin!! Si pemarah itu... sebenarnya ingin saya melakukan apa?" tanya Karra. Wajah wanita di hadapannya berubah mengeras. Karra belum sempat mendengar Kevin merespon, tapi seseorang sudah menghantam tengkukn

  • Menjadi Istri Tawanan Paman CEO   Bab 12

    "Jadi, Mas membawaku ke kantor untuk bertemu dengan laki-laki itu? Siapa namanya? Harris?" Karra bersuara setelah Max menutup rapat pintu ruangannya. Hanya ada mereka berdua, sebab Kevin sedang berjaga tepat di balik pintu. "Kurang lebih begitu!" jawab Max datar. "Saya ingin dia sedikit merasa terancam, jadi... mainkan peranmu. Ancam dia!" Karra menatap nanar. "Kenapa, kamu takut? Toh kodisi fisiknya masih seperti itu. Dia bukan lawan yang harus kamu takutkan!!" Max mengatakan itu sambil membuang pandangan ke arah foto pernikahannya yang terpajang di dinding. Foto itu sama persis seperti yang terpajang di rumah. "Baiklah!!" jawab Karra lirih. "Aku akan mengancamnya dengan penampilan seperti ini, dan... siapa tau dia tergoda. Biar aku pastikan sendiri sentuhan siapa yang lebih baik sampai-sampai Nyonya Ghania rela bertelanjang di dalam mobil, dengan dia!!" Mendengar itu, Max menoleh dengan rahang bertaut kuat. "K-kau..." "Kenapa?" Karra tertawa rendah. "Toh aku peremp

  • Menjadi Istri Tawanan Paman CEO   Bab 11

    Karra tersenyum samar setelah memeriksa kembali surat perjanjian yang baru saja ia buat. Tidak terlalu banyak, hanya beberapa poin penting.Pertama, pernikahan sialan ini hanya akan berlangsung selama satu tahun, dan Karra sudah menulis bayaran yang ia inginkan. Sepuluh miliar rupiah. Itu bukan jumlah yang akan memberatkan Maxime, Karra yakin itu.Kedua, berhubungan ranjang layaknya suami istri hanya akan dilakukan dalam keadaan suka sama suka. Karra sudah berpikir jauh saat ingin menuliskan ini. Ia tidak mau Max memaksanya secara sepihak. Lalu ke tiga, selama mereka terikat hubungan, Max harus melindungi Karra dari ayah dan ibu tirinya. Keempat, jika hubungan mereka sudah usai, Max tidak punya hak apa pun atas diri Karra begitu juga sebaliknya dan yang terakhir, hubungan ini boleh diakhiri sepihak oleh Max kapan pun ia mau. Lebih cepat lebih baik. Tapi setelah lewat masa satu tahun, kembali ke poin ke empat. Max tidak berhak memaksa.Pintu kamar terbuka, dan Karra langsung menemukan

  • Menjadi Istri Tawanan Paman CEO   Bab 10

    "Max brengsek!!" Karra mendesis. Aliran darahnya masih begitu laju walau Max sudah menutup pintu kamar mewah itu sejak lima menit lalu. Gadis itu bangkit, lalu meremas kuat seprai penuh kelopak bunga. Ia benci situasi ini. Ia tak berdaya atas dirinya sendiri. Nyatanya saat pria itu menyentuh, Karra justru... menikmatinya. "Aaaaaaaaaakkh!!!" Karra berteriak frustasi. Dirinya adalah gadis paling munafik di seluruh penjuru. Ia bukan hanya membenci Max tapi justru pada dirinya sendiri. "Nona?" Terdengar suara Pak Rudy dari balik pintu. Dan Karra sadar, penampilannya sangat tidak layak disaksikan oleh makhluk mana pun. "S-saya baik-baik saja, Pak!" teriaknya. Gegas ia melangkah menuju lemari, lalu menyambar asal sehelai gaun. Karra membawa pakaian berbahan satin halus itu ke kamar mandi, lalu mengguyur kepalanya dengan air dingin. Lama gadis itu berdiri di bawah pancuran air. Menghukum kemunafikan yang semakin tumbuh di dalam dirinya. 'Sudahlah, Karra. Kamu bukan malaikat. Nik

  • Menjadi Istri Tawanan Paman CEO   Bab 9

    Karra tahu, pernikahan ini palsu. Tidak akan pernah sah secara hukum atau pun secara agama. Tapi nyatanya, Max tetap mempersiapkan pernikahan yang megah, di sebuah gedung besar dengan banyak sekali tamu undangan. "Silahkan, Nona!" Pak Rudy membukakan pintu mobil. Karra turun, lalu membeku saat melihat sekeliling. Karangan bunga berisi ucapan selamat berjejer hampir di sepanjang jalan menuju pintu lobi. Mereka bergegas masuk. Dan Karra lebih terkejut lagi saat melihat Anggoro Widita--ayah kandungnya. Pria itu memakai setelah jas rapi, berdiri tak jauh dari pintu menuju ballroom. "Papa tidak sangka, kamu... justru menikah dengan laki-laki yang jauh lebih hebat dibandingkan Roger!" ucap Anggoro dengan senyuman bangga. Maxime Draven tentu tidak sebanding dengan Roger Duan, laki-laki tua bangka yang kemarin sempat ingin menjadikan Karra sebagai istri dengan dalih investasi. Tapi lihatlah, senyum Anggoro menjelaskan segalanya. Ia pasti sudah mendapat kucuran dana dari Max dengan it

  • Menjadi Istri Tawanan Paman CEO   Bab 8

    Dua hari berlalu begitu cepat dan Max tidak pernah menemuinya lagi. Karra hanya sesekali dikunjungi oleh Kevin atau laki-laki paruh baya yang merupakan kepala pelayan di kediaman Max. "Kita pulang sekarang, Nona!" seru Pak Rudy--si asisten paruh baya yang baru saja selesai mengurus semua keperluan administrasi. Karra mengangguk lemah lalu mengikuti langkah pria paruh baya itu. "Nona tidak tanya ke mana perginya Pak Max?" tanya Pak Rudy lembut. Pria itu mengimbangi langkah Karra yang dan sesekali memperhatikan wajahnya yang murung. Karra menggeleng. "Saya tidak peduli," lirihnya. Max adalah seorang pebisnis besar. Dia tidak muncul, pastilah karena urusan pekerjaan. Atau mungkin dia sudah muak dengan sandiwara mereka dan berubah pikiran? Begitulah isi kepala Karra saat ini tapi... "Dia sakit, Nona!" ucap Pak Rudy dengan nada sedih. Mendengar itu, Karra mengedip cepat. "Sakit?" ulang gadis itu. "Ya. Dia sakit. Tapi dia tidak mau dirawat. Kami merawatnya di rumah." Karra tidak ber

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status