Share

Ditaksir Tetangga

Penulis: Ember Hitam
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-21 20:37:08

Di tengah gelapnya malam yang disertai hembusan angin menyejukan, Kayla sedang duduk termenung di halaman rumah. Kepalanya mendongak ke atas, melihat bintang-bintang yang bersinar begitu indah. Namun tidak seindah nasib hidupnya.

Helaan nafas berat beberapa kali keluar dari bibirnya. Kayla terus memikirkan mengenai nasib hidupnya saat ini. Semua orang disekitarnya begitu membenci dirinya, seolah ia hidup hanya seorang diri didunia ini.

“Mas, aku tahu kamu tidak suka sama aku dan tidak mengingin
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Pelunas Hutang Ibuku   Dibantu Andre

    “Kayla, sini!”Kayla yang baru saja keluar dari dapur dan hendak menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya, langsung menghentikan langkahnya dan kepalanya menoleh.“Ada apa mas?” tanya Kayla sebelum kemudian berjalan mendekat.Alex menatap istrinya dengan raut wajah dingin, “Duduk!” titahnya dengan sedikit membentak.Kayla menurut, dengan perlahan ia mendudukan tubuhnya di atas sofa. Sorot matanya menatap sang suami dengan tatapan penuh tanya.“Ada apa mas memanggil aku?”“Kamu mau kemana?”“Aku mau mandi mas. Ada apa memangnya?” tanya Keisha balik.Dengan santai Alex mengambil secangkir kopi dari atas meja dan menyeruputnya, “Tadi saya pergi ke dapur tapi tidak melihat siapapun ada disana?” Alex sengaja ingin memancing apakah istrinya ini akan berkata jujur atau tidak.“Kapan mas?” kaget Kayla.“Tadi saat bi Inah pergi ke warung.”Kayla terdiam. Mungkinkah suaminya ini ke dapur saat dirinya dan Andre sedang bicara di belakang?“Oh, tadi itu…,” Kayla menggantung ucapannya, “Tadi aku s

  • Menjadi Pelunas Hutang Ibuku   Bicara Di Belakang Rumah

    Kayla sedang membantu bi Inah membuat masakan untuk makan malam nanti. Dan sekarang Kayla sedang berdiri di depan kompor, tangannya sedang sibuk membalikan satu persatu ayam yang sedang ia goreng.Suara langkah kaki terdengar semakin mendekat yang membuat Kayla langsung menoleh.Andre tersenyum, “Kamu sedang masak rupaya?”“Andre, kok kamu belum pulang?” kaget Kayla dengan kedatangan teman lamanya itu.“Kamu ngusir aku?” tanya Andre dengan sedikit terkejut.Bi Inah yang sedari tadi sedang mengulek bumbu pun ikut bicara dengan nada bercanda, “Tuan Alex mau ngapain ke dapur? Mau bantuin kita masak?”“Kalau bisa aku ingin sekali membantu kalian, tapi sayang bi aku gak bisa masak.” Balas Andre.“Jangan sampai. Bisa-bisa masakan ini akan jadi mubazir jika dia sampai bantu memasak.” Timpal Kayla dan diikuti oleh tawa dari bi Inah.“Karena rasanya yang kacau ya non?” tanya bi Inah disela tawanya.Kayla mengangguk membenarkan. Andre mendengus pelan namun sesaat wajahnya kembali tersenyum lant

  • Menjadi Pelunas Hutang Ibuku   Tidak Mau Jujur

    Suasana sempat hening dan hanya terdengar suara ayunan langkah kaki dari keduanya. Keranjang yang biasa digunakan bi Inah untuk belanja kini bergoyang dalam genggaman Kayla, mengikuti irama langkah kakinya.“Ekhm!” Arya berdehem untuk memecah keheningan di antara keduanya, “Apa kamu sering belanja sendirian seperti saat ini?” tanya Arya dengan suara pelan namun tegas.“Nggak, biasanya bi Inah yang suka belanja. Aku hanya pertama kali ini,” jawab Kayla dengan pandangan terus fokus ke depan sana.“Pantas aku jarang sekali melihat kamu!”Suasana kembali hening. Di depan sana sudah terlihat pasar yang akan dituju, membuat Kayla semakin mempercepat ayunan langkah kakinya. Namun langkah kaki Kayla langsung terhenti disaat sebuah mobil dari arah depan mendekat sambil membunyikan klakson. Pintu kaca mobil perlahan mulai turun hingga memperlihatkan pengemudi di dalam nya.“Andre?” gumam Kayla, membuat Arya langsung menoleh saat mendengar ucapannya itu.“Kamu kenal?”Kayla mengangguk, “Dia itu

  • Menjadi Pelunas Hutang Ibuku   Kena Marah Pulang Terlambat

    “Kay, ada apa nih tumben ngajak aku ketemu? Mau bagi THR?” tanya Serlin sambil menaik-turunkan kedua alisnya.Kayla mendengus pelan, “THR apaan, lebaran nya juga belum. Aku itu mau minta bantuan kamu,”“Hehe! Aku kira mau bagi THR. Mau minta bantuan apa?” raut wajah Serlin langsung berubah serius.Kayla menatap Serlin cukup dalam, “Soal ibuku.”Mendengar jawaban Kayla itu Serlin langsung tersentak, “Maksudnya?”Kayla mulai menceritakan pada Serlin mengenai kejadian semalam tentang kecurigaannya pada sang ibu. Kayla berharap sekali jika sahabatnya ini mau membantunya untuk mencari tahu, “..., tapi awas ya jangan bilang sama siapa-siapa soal ini.” Ucap Kayla di akhir kalimatnya.Dengan raut wajah tegang karena kaget Serlin mengangguk singkat, “Kay, kamu serius? Kok bisa sih ibumu seperti itu? Jujur saja aku malah langsung curiga jika ibumu itu bekerja di club malam itu. Maaf ya, aku bukan mau menjelekkan ibumu,”“Aku juga sebenarnya memiliki kecurigaan yang sama denganmu, tapi aku gak m

  • Menjadi Pelunas Hutang Ibuku   Akan Meminta Bantuan Pada Sahabatnya

    Astri yang sudah kepalang kesal langsung memacu mobilnya lebih kencang lagi untuk melampiaskan amarahnya.“Bu, pelan-pelan aja!” sahut Kayla yang mulai merasa ketakutan.“Kamu tahu Kayla jika ibu begini itu semuanya gara-gara ayahmu. Coba saja jika dulu dia kaya mungkin kita tidak akan merasakan susahnya hidup.”Kayla hanya bisa memejamkan matanya erat-erat sambil kedua tangannya berpegangan pada jok yang ada di depannya. Jantung Kayla berdebar lebih cepat dengan nafas yang mulai kian memburu. Kayla benar-benar merasa sangat ketakutan dengan kecepatan mobil yang ibunya bawa saat ini.“Bu!” suara Kayla terdengar lirih dengan wajah yang langsung berubah pucat. Kayla memang memiliki rasa trauma menaiki kendaraan begitu kencang, makannya sekarang dirinya benar-benar seperti hendak pingsan saat dibawa oleh ibunya.Astri tersenyum tipis karena tahu pasti sekarang Kayla sedang merasa ketakutan. Bukannya kasihan ia malah semakin mempercepat laju mobilnya itu hingga membuat Kayla benar-benar m

  • Menjadi Pelunas Hutang Ibuku   Curiga Pada Sang Ibu

    Untuk pertama kalinya memasuki tempat itu membuat Kayla langsung bergidik ngeri. Seumur hidupnya ia benar-benar baru pertama kali memasuki club malam yang membuat kedua matanya hanya bisa terbelalak melihat kegiatan di dalam sana. Kayla terus berjalan mengikuti Liam yang membawanya menuju lantai dua ke salah satu ruangan, dan saat memasuki ruangan itu Kayla melihat jika suaminya sedang berbaring di atas sofa.“Ya ampun mas. Kamu ngapain sampai mabuk segala. Apa kamu gak tahu apa jika ini itu dosa!” Batin Kayla.Dengan dibantu oleh Liam, Kayla mulai memapah tubuh Alex. Karena keadaan suaminya itu dalam keadaan setengah sadar membuat Kayla begitu kesulitan membawanya keluar dari tempat itu. Tapi setelah berjuang dengan susah payah akhirnya Kayla dan Liam bisa memindahkan Alex ke dalam mobil.“Terus ini gimana?” Kayla merasa bingung karena dirinya tidak bisa membawa mobil.“Kamu gak bisa bawa mobil?”Kayla menggeleng. Jangankan membawa untuk memegang setir saja ia belum pernah. Maklum ka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status