로그인Kirana Alvionita terpaksa menikah dengan Rendra Harsena, CEO muda pewaris keluarga konglomerat, setelah mereka terjebak dalam skandal kamar hotel yang menghebohkan media. Pernikahan itu hanya untuk menutupi berita buruk, tanpa cinta dan tanpa komitmen sejati. Setelah menikah, Kirana harus menghadapi tekanan dari ibu mertua dan adik iparnya yang memperlakukannya seperti pembantu karena ia bukan dari kalangan elite. Sementara itu, Rendra bersikap dingin dan tak peduli dengan apa pun yang terjadi padanya. Keadaan semakin rumit saat Alisya, mantan kekasih Rendra yang didukung penuh oleh keluarganya, kembali dari luar negeri.
더 보기Kirana hampir menjerit ketika mendapati dirinya telah berganti pakaian dengan piyama berbahan satin. Kedua matanya melihat ke arah Rendra. Pasti lelaki itu yang telah menggantinya. Sangat lancang. Pikir Kirana.Perempuan itu tak begitu memusingkannya, toh hanya mengganti pakaian. Namun, ketika hendak melangkah ke kamar mandi, bagian ‘terlarangnya’ terasa semakin perih. Bahkan untuk berjalan pun harus sedikit melebarkan kedua pahanya.Kirana berdiri terpaku di depan cermin kamar mandi. Masih teringat jelas dalam benaknya, terdapat noda darah pada celana dalamnya. Ia menatap bayangan dirinya sendiri, lalu menggenggam wastafel erat-erat.“Rendra tolol!” geramnya.Air matanya jatuh begitu saja. Ia merasa sangat marah dan jijik mengetahui tubuhnya dirampas tanpa izin. Meski sudah menikah, namun tetap saja Kirana merasa tidak terima. Apalagi sikap Rendra sangat dingin kepadanya.“Bajingan itu hanya mau enaknya saja!” Kirana kembali berkata dengan geram.Kirana segera ke kamar dan memutuska
Kirana menatap Rendra dengan senyum sinis di bibirnya, "Oh, maaf tanganku keseleo.""Kirana!" Rendra kembali berteriak."Sebaiknya kamu urus saja gadis kesayanganmu daripada meneriakiku! Katakan juga padanya aku tak sudi lagi melayani permainan rendahan seperti itu," ujar Kirana, lalu pergi ke kamarnya.Rendra semakin meradang, ia hendak mengejar dan memberikan pelajaran pada Kirana. Namun, suara tangis Alisya menghentikan langkahnya.Gadis kesayangannya itu menunduk dan menangis.“Mengapa Kirana begitu membenciku? Padahal aku tidak pernah berniat merebut tempatnya darimu.”Rendra yang sejak tadi murka langsung melangkah cepat menghampiri Alisya. Dengan sigap ia meraih bahu perempuan itu, menatapnya penuh iba.“Kamu tak perlu merasa bersalah. Kirana lah yang keterlaluan,” ucap Rendra geram. “Sebaiknya kamu istirahat dulu, besok aku akan mengajakmu jalan-jalan. Ayo kuantar pulang!”***Sepulang dari mengantar Alisya, Rendra langsung menemui Kirana di kamar. Saat itu, Kirana yang sedang
“Baik, Pak Alvin. Saya tertarik untuk membicarakan lebih lanjut mengenai proyek ini.”Kirana menekan tombol kirim. Dan seketika, hatinya terasa jauh lebih ringan. Selang beberapa menit, ponselnya kembali berbunyi. Alvin membalasnya dengan cepat.“Terima kasih, Bu Kirana. Saya yakin kehadiran Anda bisa membawa nuansa berbeda untuk proyek ini. Bagaimana kalau kita bertemu langsung di studio saya, besok pukul tiga sore? Lokasinya di Jalan Wijaya No. 18. Saya akan siapkan draft rancangan dan konsep awalnya.”Kirana membaca pesan itu berulang kali. Ada rasa gugup sekaligus antusias. Alvin Reinaldi adalah arsitek muda dengan karya berani, banyak diliput media, dan tidak sedikit perusahaan besar ingin bekerja sama dengannya. Menjadi bagian dari proyek Alvin, adalah suatu kebanggaan baginya. ***Studio arsitektur Alvin Reinaldi terletak di sebuah bangunan dua lantai bergaya industrial. Kirana masuk, matanya melihat ke sekeliling ruangan yang dipenuhi maquette bangunan. Senyumnya mengemba
"Tolong! Ada yang tenggelam!" teriak salah satu pelayan wanita.Segala pandangan serta merta tertuju ke arah kolam renang. Dalam sekejap, semua orang berkerumun di pinggir kolam, menyaksikan dua sosok wanita yang sedang berjuang di dalam air.Teriakan pelayan itu juga membuat Rendra yang sedang berbicara dengan beberapa tamu, langsung mengarahkan pandangan ke kolam. Dia tidak tahu siapa yang dengan konyol tercebur ke kolam, namun rasa penasaran mendorongnya untuk berlari ke sana.Kedua matanya terbelalak ketika melihat Kirana dan Alisya tengah menggapai-gapai permukaan untuk meminta pertolongan. Tanpa membuang waktu lelaki ini langsung melompat ke kolam.Melihat Rendra mendekat. Kirana merasa ada lega, setidaknya lelaki itu masih peduli padanya. Namun, harapan itu musnah seketika. Rendra berenang melewatinya. Dia sama sekali tidak mengulurkan tangannya ke arahnya.Dengan sigap, Rendra meraih Alisya yang sengaja terlihat lemah dan terkapar, mendekapnya erat, lalu membawanya ke tepi k
“Rendra?” Kirana sangat terkejut melihat lelakinya begitu mesra merangkul pinggang ramping perempuan cantik itu.Mereka menghampiri Bu Ratna dan Nadira.“Alisya, lama sekali kita tidak bertemu,” sapa Bu Ratna dengan nada riang yang jarang Kirana dengar.Alisya tersenyum manis, “Senang sekali bisa d
Tak ada jawaban apa pun dari mulut Rendra, membuat Kirana menelan kekecewaannya dan berbalik, hendak meninggalkan ruang kerja itu. Namun baru beberapa langkah, suara Rendra menahannya.“Tunggu!” seru Rendra.Kirana berhenti, perlahan menoleh. Rendra menatapnya sekilas sebelum kembali menatap layar
“Ada apa, Ma?” tanya Kirana gugup. Tangannya meremas ujung celemek yang dikenakan.Bu Ratna menatap tajam ke arahnya. “Lihat ini, Kirana,” katanya sambil menunjuk pada mangkuk sup yang tersaji. “Kenapa warna mangkuknya kuning muda? Bukan putih seperti yang kuperintahkan. Apa kamu benar-benar tak pa
Kirana tercengang, hanya bisa menatap Rendra semakin menjauh. Ia tak percaya ternyata lelaki itu bersikap kasar kepadanya.Kirana segera bangkit berdiri, kembali menyelesaikan pekerjaannya. Begitu lantai ruang tamu mengilap tanpa noda, ia merapikan peralatan kebersihan. Perutnya sudah sejak tadi me






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.