Beranda / Rumah Tangga / Menjadi Pelunas Hutang Ibuku / Tidak Ada Tempat Yang Aman Untuk Kayla

Share

Tidak Ada Tempat Yang Aman Untuk Kayla

Penulis: Ember Hitam
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-02 18:01:14

Astri yang sedang duduk santai sambil menikmati mie instan di ruang tengah rumah sederhana peninggalan alm suaminya, dikejutkan dengan kedatangan Kayla kesana.

Kedua mata Astri seketika melotot hingga mie yang sedang dikunyah di dalam mulutnya itu kembali ia muntahkan, “Kayla, apa-apaan kamu. Kenapa kamu datang kesini?” Astri langsung berdiri dari duduknya.

Sambil menahan tangisnya Kayla berjalan mendekat dan bersimpuh di hadapan ibunya, “Bu, aku gak mau menikah dengan keluarga itu, mereka itu pada jahat bu, mereka selalu menghina dan merendahkan aku!” kata Kayla dengan suara lirih penuh permohonan.

Mendengar itu Astri bukannya merasa iba dia malah menjambak rambut Kayla dengan kuat, hingga membuat si empunya langsung mengerang kesakitan.

“Bangun.” Bentak Astri, seraya menarik rambut Kayla agar mau berdiri.

“Bu, sakit bu…” air mata yang sedari tadi ia tahan kini tumpah juga. Niat hati pulang ke rumah agar bisa mendapatkan tempat aman, tapi nyatanya malah sama saja.

“Kurang ajar. Kamu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Pelunas Hutang Ibuku   Mengantarkan Sarapan Ke Kantor

    “Bi, kenapa semua orang seperti sangat membenciku, padahal selama ini aku tidak pernah melakukan perbuatan salah pada mereka. Apa karena aku terlahir dari keluarga miskin hingga mereka bisa berbuat seenaknya?”“Non, tidak semua orang bersikap seperti itu. Mungkin jika mengenai keluarga nyonya bibi masih bisa menjelaskan kenapa mereka seperti itu, tapi jika soal ibu non sendiri bibi tidak tahu kenapa bisa seperti ini. Tapi walau begitu bibi yakin pasti sebenarnya ibu non itu sangat sayang sama non,”Bi Inah sebenarnya merasa prihatin dengan nasib salah satu majikannya ini. Andai ia bisa menolong pastinya dirinya tidak akan tinggal diam seperti ini melihat nasib yang diderita oleh Kayla.“Tapi aku gak yakin ibu sayang sama aku bi.” Kayla masih ingat jelas bagaimana sikap ibunya itu dari dulu yang selalu berbuat kasar terhadapnya.Bi Inah hanya tersenyum, walau sebenarnya ia merasa jika sikap Astri itu seperti sikap seorang ibu tiri, namun dirinya tidak berani untuk mengutarakan pendapat

  • Menjadi Pelunas Hutang Ibuku   Direndahkan

    “Lain kali saja ya, tan, soalnya aku lagi buru-buru sekali. Aku janji pasti akan mampir ke rumah tante kok!” tolak Olivia secara halus.“Yeah, jadi kamu gak bisa mampir ke rumah? sayang sekali… Tapi gak papa deh, asalkan kamu janji akan main ke rumah, akan tante tunggu loh. Soalnya banyak hal yang ingin tante tanyakan sama kamu,” Tamara tampak kecewa dengan penolakan itu namun dia masih tetap tersenyum.“Iya, tan, aku pasti akan mampir kok soalnya aku juga ingin bertemu dengan Alex!” jawab Olivia sambil terkekeh kecil, “Ya sudah kalau gitu aku pergi dulu ya tan,”Setelah itu Olivia melangkah pergi meninggalkan toko itu. Kayla yang dari tadi memperhatikan interaksi mereka berdua, sedikit merasa iri dengan sikap ibu mertuanya yang sangat berbeda jauh. Jika kepadanya mertuanya ini pasti akan bersikap kasar dan seolah tidak punya belas kasih, tapi berbeda pada wanita tadi yang sikapnya terlihat lemah lembut.Hal itu terbukti saat raut wajahnya kini langsung berubah masam setelah melihat k

  • Menjadi Pelunas Hutang Ibuku   Teman Masa Kecil Alex

    “Kayla, nanti setelah ini kamu ikut saya!” ujar Tamara saat Kayla sedang menyiapkan sarapan untuk mereka semua.“Iya mam.” Jawab Kayla tanpa berani bertanya lagi karena takut jika nanti dirinya malah akan dimarahi.Setelah suami dan mertuanya laki-lakinya berangkat ke kantor, mami Tamara segera menyuruh dirinya untuk bersiap-siap. Kayla segera menuruti keinginan mertuanya itu, sambil mengganti pakaian di dalam benaknya ia bertanya-tanya kemana mami nya itu akan mengajaknya pergi.Kayla yang memang tidak terbiasa berdandan berlebih, ia hanya memakai make up seadanya seperti bedak dan lipstik saja. Namun walau begitu Kayla tampak terlihat cantik dan itu dipuji oleh bi Inah yang kebetulan berpapasan di anak tangga.“Ah bibi terlalu berlebihan, aku gak cantik kok.” Balas Kayla yang sebenarnya ia merasa senang dengan pujian itu.“Bibi heran sama tuan Alex kok dia gak melihat kamu ya, padahal kamu itu cantik loh. Tapi bibi yakin lama kelamaan juga pasti tuan Alex akan terbuka juga matanya d

  • Menjadi Pelunas Hutang Ibuku   Bersentuhan Untuk Pertama Kalinya

    “Bagus! Darimana saja kamu keluyuran sampai lupa pulang, sudah berasa jadi nyonya sekarang?”Baru juga Kayla tiba di rumah ia langsung disambut omelan dari mami mertuanya.“Aku tidak berasa jadi nyonya mam, aku juga keluar hanya sebentar ketemu temanku aja kok.” Jawab Kayla, mencoba menjelaskan.Tamara memutar matanya dengan malas, “Alasan, bilang aja kamu itu ingin jalan-jalan sambil memamerkan jika kamu adalah menantu saya pada semua orang diluar sana biar mereka pada tahu dan menganggap jika kamu itu orang hebat, iya kan?”“Aku tidak begitu mam. Jangankan memamerkan pada semua orang, temanku sendiri saja tidak aku beritahu.”“Baguslah, memang kamu itu tidak cocok menjadi menantu saya. Kamu hanya beruntung saja karena ibumu memiliki hutang hingga kamu bisa menikah dan tinggal di rumah saya ini. Orang miskin sepertimu itu tidak akan pernah bisa menjadi menantu saya untuk selamanya, ingat itu.”Kayla hanya menanggapinya dengan tersenyum. Sambil melangkah pergi menuju kamarnya Kayla me

  • Menjadi Pelunas Hutang Ibuku   Bertemu Teman Lama

    “Kayla bagaimana kabar kamu? Sudah lama sekali kita gak pernah ketemu,” tanya wanita bernama Serlin sambil memeluk Kayla dengan begitu erat.“Kabar aku baik, kabar kamu sendiri gimana? Iya yah, terakhir kita ketemu itu saat lulus sekolah aja.” Balas Kayla.Wanita bernama Serlin itu tersenyum dan langsung mengajak Kayla untuk duduk. Kini mereka berdua sedang berada di sebuah taman, duduk di kursi besi yang ukurannya pas saja untuk mereka berdua tempati.“Kayla, aku kangen banget tau selama ini sama kamu. Di seberang aku selalu mencoba mencari cara untuk mendapatkan nomor kamu tapi susah karena semua teman-teman sekolah kita katanya gak ada satupun yang mempunyai nomor kamu.”Kayla terkekeh mendengar pengakuan Serlin. Memang sudah setahun ke belakang dirinya mengganti ponsel beserta nomornya sehingga wajar saja teman-teman sekolahnya tidak ada satupun yang memiliki nomornya.“Tapi kemarin kamu bisa menghubungiku itu dapat nomornya dari mana?” tanya Kayla yang teringat jika kemarin ada n

  • Menjadi Pelunas Hutang Ibuku   Ingin Berbakti Pun Salah

    Pagi ini Kayla seperti biasa membantu bi Inah menyiapkan sarapan, dan setelah itu dirinya pergi menuju kamar Alex untuk membangunkannya.Tok! Tok! Tok!Beberapa kali Kayla mengetuk pintu kamar itu, “Mas, bangun. Sarapan dulu.”Tidak berselang lama pintu kamar pun terbuka. Alex menatap Kayla tajam lantaran merasa kesal tidurnya harus terganggu. Sedangkan Kayla yang ditatap seperti itu langsung menundukan kepala.“Mas, sarapan dulu. Mami dan ayah juga sudah menunggu di meja makan!”Tanpa mengucapkan sepatah katapun Alex langsung menutup pintu kamarnya dengan lumayan kencang.Brak!Kayla sampai dibuat tercekat dan langsung mengelus-elus dadanya yang kini sudah berdebar beberapa kali lipat, “Apa aku salah?” ucapnya pada dirinya sendiri.Baru saja berbalik badan untuk melangkah pergi, kedua telinganya samar-samar Kayla mendengar suara rincik air. Kayla langsung menebak jika suaminya pasti kini sedang mandi.“Seharusnya sebagai istri aku harus menyiapkan semua keperluan suamiku. Apa sekaran

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status