LOGINSaat akan keluar dari lift tubuh Kayla hampir saja akan terjatuh setelah seseorang tiba-tiba menabraknya.“Sorry! Kamu tidak apa-apa?” tanya orang itu dengan panik.Kayla mendongak untuk melihat siapa orang yang baru saja menabraknya, dan betapa terkejutnya ia setelah melihat wajah orang itu. Begitupun dengan orang tersebut yang juga dibuat kaget setelah melihat Kayla.“Andre?”“Kayla?”Sahut keduanya secara bersamaan. Kayla tak menyangka jika kini dirinya kembali bertemu dengan salah satu teman sekolahnya dulu.“Andre, beneran ini kamu?” tanya Kayla seolah tak percaya. Saking senangnya karena bisa kembali bertemu dengan teman lamanya, membuat Kayla sedikit terlupakan dengan rasa sakit hatinya atas ulah suaminya tadi.“Iya ini aku. Kayla, aku tak menyangka kita bisa kembali bertemu lagi. Gimana kabar kamu?” tanya Andre, sambil mengulurkan tangannya.Kayla menerima uluran tangan itu, “Kabar aku baik.”“Kamu ternyata masih cantik seperti dulu Kayla!” puji Andre. Dirinya masih ingat betu
Kini Kayla baru saja tiba di depan salah satu kantor yang diyakini adalah milik keluarga suaminya. Kepalanya mendongak mencoba menatap ujung dari gedung itu, namun semakin dicoba kedua matanya semakin menyipit karena terlalu silau oleh sinar matahari.Kayla juga melihat banyak sekali orang-orang berpakaian rapi keluar masuk kantor itu yang membuat dirinya menjadi kurang percaya diri untuk masuk ke dalam sana. Kayla takut jika nantinya ia akan menjadi bahan ledekan semua orang, namun karena tujuannya ini adalah untuk memberikan sarapan pada suaminya Kayla pun mencoba menguatkan hatinya.Dalam sekali tarikan nafas kedua kakinya mulai melangkah mendekati pintu lobby. Saat di dalam sana Kayla langsung dibuat terpukau oleh interior lobby kantor ini yang begitu indah dan nyaman untuk dipandang, sampai-sampai kedua matanya juga berbinar karena merasa takjub dengan keindahan yang dipamerkan.Sejenak Kayla memperhatikan orang-orang di sekitar yang tampak sibuk dengan urusan mereka masing-masin
“Bi, kenapa semua orang seperti sangat membenciku, padahal selama ini aku tidak pernah melakukan perbuatan salah pada mereka. Apa karena aku terlahir dari keluarga miskin hingga mereka bisa berbuat seenaknya?”“Non, tidak semua orang bersikap seperti itu. Mungkin jika mengenai keluarga nyonya bibi masih bisa menjelaskan kenapa mereka seperti itu, tapi jika soal ibu non sendiri bibi tidak tahu kenapa bisa seperti ini. Tapi walau begitu bibi yakin pasti sebenarnya ibu non itu sangat sayang sama non,”Bi Inah sebenarnya merasa prihatin dengan nasib salah satu majikannya ini. Andai ia bisa menolong pastinya dirinya tidak akan tinggal diam seperti ini melihat nasib yang diderita oleh Kayla.“Tapi aku gak yakin ibu sayang sama aku bi.” Kayla masih ingat jelas bagaimana sikap ibunya itu dari dulu yang selalu berbuat kasar terhadapnya.Bi Inah hanya tersenyum, walau sebenarnya ia merasa jika sikap Astri itu seperti sikap seorang ibu tiri, namun dirinya tidak berani untuk mengutarakan pendapat
“Lain kali saja ya, tan, soalnya aku lagi buru-buru sekali. Aku janji pasti akan mampir ke rumah tante kok!” tolak Olivia secara halus.“Yeah, jadi kamu gak bisa mampir ke rumah? sayang sekali… Tapi gak papa deh, asalkan kamu janji akan main ke rumah, akan tante tunggu loh. Soalnya banyak hal yang ingin tante tanyakan sama kamu,” Tamara tampak kecewa dengan penolakan itu namun dia masih tetap tersenyum.“Iya, tan, aku pasti akan mampir kok soalnya aku juga ingin bertemu dengan Alex!” jawab Olivia sambil terkekeh kecil, “Ya sudah kalau gitu aku pergi dulu ya tan,”Setelah itu Olivia melangkah pergi meninggalkan toko itu. Kayla yang dari tadi memperhatikan interaksi mereka berdua, sedikit merasa iri dengan sikap ibu mertuanya yang sangat berbeda jauh. Jika kepadanya mertuanya ini pasti akan bersikap kasar dan seolah tidak punya belas kasih, tapi berbeda pada wanita tadi yang sikapnya terlihat lemah lembut.Hal itu terbukti saat raut wajahnya kini langsung berubah masam setelah melihat k
“Kayla, nanti setelah ini kamu ikut saya!” ujar Tamara saat Kayla sedang menyiapkan sarapan untuk mereka semua.“Iya mam.” Jawab Kayla tanpa berani bertanya lagi karena takut jika nanti dirinya malah akan dimarahi.Setelah suami dan mertuanya laki-lakinya berangkat ke kantor, mami Tamara segera menyuruh dirinya untuk bersiap-siap. Kayla segera menuruti keinginan mertuanya itu, sambil mengganti pakaian di dalam benaknya ia bertanya-tanya kemana mami nya itu akan mengajaknya pergi.Kayla yang memang tidak terbiasa berdandan berlebih, ia hanya memakai make up seadanya seperti bedak dan lipstik saja. Namun walau begitu Kayla tampak terlihat cantik dan itu dipuji oleh bi Inah yang kebetulan berpapasan di anak tangga.“Ah bibi terlalu berlebihan, aku gak cantik kok.” Balas Kayla yang sebenarnya ia merasa senang dengan pujian itu.“Bibi heran sama tuan Alex kok dia gak melihat kamu ya, padahal kamu itu cantik loh. Tapi bibi yakin lama kelamaan juga pasti tuan Alex akan terbuka juga matanya d
“Bagus! Darimana saja kamu keluyuran sampai lupa pulang, sudah berasa jadi nyonya sekarang?”Baru juga Kayla tiba di rumah ia langsung disambut omelan dari mami mertuanya.“Aku tidak berasa jadi nyonya mam, aku juga keluar hanya sebentar ketemu temanku aja kok.” Jawab Kayla, mencoba menjelaskan.Tamara memutar matanya dengan malas, “Alasan, bilang aja kamu itu ingin jalan-jalan sambil memamerkan jika kamu adalah menantu saya pada semua orang diluar sana biar mereka pada tahu dan menganggap jika kamu itu orang hebat, iya kan?”“Aku tidak begitu mam. Jangankan memamerkan pada semua orang, temanku sendiri saja tidak aku beritahu.”“Baguslah, memang kamu itu tidak cocok menjadi menantu saya. Kamu hanya beruntung saja karena ibumu memiliki hutang hingga kamu bisa menikah dan tinggal di rumah saya ini. Orang miskin sepertimu itu tidak akan pernah bisa menjadi menantu saya untuk selamanya, ingat itu.”Kayla hanya menanggapinya dengan tersenyum. Sambil melangkah pergi menuju kamarnya Kayla me







