Share

Memutuskan Untuk Pulang

Penulis: Ember Hitam
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-30 22:51:43

“Apa, sudah menikah…? Jangan bercanda kamu Tamara. Kapan pernikahan itu dilakukan dan kenapa kita tidak ada yang tahu?” tanya Darmawan, yang masih merasa tak percaya dengan pengakuan Tamara barusan.

Tamara tersenyum. Dia yang sudah tahu jika keluarga adik suaminya ini tidak akan mudah percaya begitu saja, Tamara pun mengeluarkan sesuatu dari dalam tas miliknya lalu menyerahkannya pada Darmawan.

“Ini adalah bukti jika aku tidak bercanda.” Kata Tamara, sambil menyodorkan dua buku nikah yang memang milik Alex dan Kayla.

Miranda dengan cepat mengambilnya untuk dia lihat, dan benar saja jika di dalam buku nikah itu terpajang foto Alex bersama wanita itu. Hal tersebut membuktikan jika Alex memang telah menikah.

“Alex kamu beneran sudah menikah? Tapi kenapa kalian tidak memberitahu kami?” tanya Miranda.

Laura yang penasaran segera merebut buku nikah itu dari tangan ibunya, “Benar, kak Alex memang sudah menikah.” Gumamnya.

Tamara kembali tersenyum, “Maafkan kami karena pernikahan kemarin itu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Pelunas Hutang Ibuku   Ketulusan Dibalas Dengan Air Mata

    Kini Kayla baru saja tiba di depan salah satu kantor yang diyakini adalah milik keluarga suaminya. Kepalanya mendongak mencoba menatap ujung dari gedung itu, namun semakin dicoba kedua matanya semakin menyipit karena terlalu silau oleh sinar matahari.Kayla juga melihat banyak sekali orang-orang berpakaian rapi keluar masuk kantor itu yang membuat dirinya menjadi kurang percaya diri untuk masuk ke dalam sana. Kayla takut jika nantinya ia akan menjadi bahan ledekan semua orang, namun karena tujuannya ini adalah untuk memberikan sarapan pada suaminya Kayla pun mencoba menguatkan hatinya.Dalam sekali tarikan nafas kedua kakinya mulai melangkah mendekati pintu lobby. Saat di dalam sana Kayla langsung dibuat terpukau oleh interior lobby kantor ini yang begitu indah dan nyaman untuk dipandang, sampai-sampai kedua matanya juga berbinar karena merasa takjub dengan keindahan yang dipamerkan.Sejenak Kayla memperhatikan orang-orang di sekitar yang tampak sibuk dengan urusan mereka masing-masin

  • Menjadi Pelunas Hutang Ibuku   Mengantarkan Sarapan Ke Kantor

    “Bi, kenapa semua orang seperti sangat membenciku, padahal selama ini aku tidak pernah melakukan perbuatan salah pada mereka. Apa karena aku terlahir dari keluarga miskin hingga mereka bisa berbuat seenaknya?”“Non, tidak semua orang bersikap seperti itu. Mungkin jika mengenai keluarga nyonya bibi masih bisa menjelaskan kenapa mereka seperti itu, tapi jika soal ibu non sendiri bibi tidak tahu kenapa bisa seperti ini. Tapi walau begitu bibi yakin pasti sebenarnya ibu non itu sangat sayang sama non,”Bi Inah sebenarnya merasa prihatin dengan nasib salah satu majikannya ini. Andai ia bisa menolong pastinya dirinya tidak akan tinggal diam seperti ini melihat nasib yang diderita oleh Kayla.“Tapi aku gak yakin ibu sayang sama aku bi.” Kayla masih ingat jelas bagaimana sikap ibunya itu dari dulu yang selalu berbuat kasar terhadapnya.Bi Inah hanya tersenyum, walau sebenarnya ia merasa jika sikap Astri itu seperti sikap seorang ibu tiri, namun dirinya tidak berani untuk mengutarakan pendapat

  • Menjadi Pelunas Hutang Ibuku   Direndahkan

    “Lain kali saja ya, tan, soalnya aku lagi buru-buru sekali. Aku janji pasti akan mampir ke rumah tante kok!” tolak Olivia secara halus.“Yeah, jadi kamu gak bisa mampir ke rumah? sayang sekali… Tapi gak papa deh, asalkan kamu janji akan main ke rumah, akan tante tunggu loh. Soalnya banyak hal yang ingin tante tanyakan sama kamu,” Tamara tampak kecewa dengan penolakan itu namun dia masih tetap tersenyum.“Iya, tan, aku pasti akan mampir kok soalnya aku juga ingin bertemu dengan Alex!” jawab Olivia sambil terkekeh kecil, “Ya sudah kalau gitu aku pergi dulu ya tan,”Setelah itu Olivia melangkah pergi meninggalkan toko itu. Kayla yang dari tadi memperhatikan interaksi mereka berdua, sedikit merasa iri dengan sikap ibu mertuanya yang sangat berbeda jauh. Jika kepadanya mertuanya ini pasti akan bersikap kasar dan seolah tidak punya belas kasih, tapi berbeda pada wanita tadi yang sikapnya terlihat lemah lembut.Hal itu terbukti saat raut wajahnya kini langsung berubah masam setelah melihat k

  • Menjadi Pelunas Hutang Ibuku   Teman Masa Kecil Alex

    “Kayla, nanti setelah ini kamu ikut saya!” ujar Tamara saat Kayla sedang menyiapkan sarapan untuk mereka semua.“Iya mam.” Jawab Kayla tanpa berani bertanya lagi karena takut jika nanti dirinya malah akan dimarahi.Setelah suami dan mertuanya laki-lakinya berangkat ke kantor, mami Tamara segera menyuruh dirinya untuk bersiap-siap. Kayla segera menuruti keinginan mertuanya itu, sambil mengganti pakaian di dalam benaknya ia bertanya-tanya kemana mami nya itu akan mengajaknya pergi.Kayla yang memang tidak terbiasa berdandan berlebih, ia hanya memakai make up seadanya seperti bedak dan lipstik saja. Namun walau begitu Kayla tampak terlihat cantik dan itu dipuji oleh bi Inah yang kebetulan berpapasan di anak tangga.“Ah bibi terlalu berlebihan, aku gak cantik kok.” Balas Kayla yang sebenarnya ia merasa senang dengan pujian itu.“Bibi heran sama tuan Alex kok dia gak melihat kamu ya, padahal kamu itu cantik loh. Tapi bibi yakin lama kelamaan juga pasti tuan Alex akan terbuka juga matanya d

  • Menjadi Pelunas Hutang Ibuku   Bersentuhan Untuk Pertama Kalinya

    “Bagus! Darimana saja kamu keluyuran sampai lupa pulang, sudah berasa jadi nyonya sekarang?”Baru juga Kayla tiba di rumah ia langsung disambut omelan dari mami mertuanya.“Aku tidak berasa jadi nyonya mam, aku juga keluar hanya sebentar ketemu temanku aja kok.” Jawab Kayla, mencoba menjelaskan.Tamara memutar matanya dengan malas, “Alasan, bilang aja kamu itu ingin jalan-jalan sambil memamerkan jika kamu adalah menantu saya pada semua orang diluar sana biar mereka pada tahu dan menganggap jika kamu itu orang hebat, iya kan?”“Aku tidak begitu mam. Jangankan memamerkan pada semua orang, temanku sendiri saja tidak aku beritahu.”“Baguslah, memang kamu itu tidak cocok menjadi menantu saya. Kamu hanya beruntung saja karena ibumu memiliki hutang hingga kamu bisa menikah dan tinggal di rumah saya ini. Orang miskin sepertimu itu tidak akan pernah bisa menjadi menantu saya untuk selamanya, ingat itu.”Kayla hanya menanggapinya dengan tersenyum. Sambil melangkah pergi menuju kamarnya Kayla me

  • Menjadi Pelunas Hutang Ibuku   Bertemu Teman Lama

    “Kayla bagaimana kabar kamu? Sudah lama sekali kita gak pernah ketemu,” tanya wanita bernama Serlin sambil memeluk Kayla dengan begitu erat.“Kabar aku baik, kabar kamu sendiri gimana? Iya yah, terakhir kita ketemu itu saat lulus sekolah aja.” Balas Kayla.Wanita bernama Serlin itu tersenyum dan langsung mengajak Kayla untuk duduk. Kini mereka berdua sedang berada di sebuah taman, duduk di kursi besi yang ukurannya pas saja untuk mereka berdua tempati.“Kayla, aku kangen banget tau selama ini sama kamu. Di seberang aku selalu mencoba mencari cara untuk mendapatkan nomor kamu tapi susah karena semua teman-teman sekolah kita katanya gak ada satupun yang mempunyai nomor kamu.”Kayla terkekeh mendengar pengakuan Serlin. Memang sudah setahun ke belakang dirinya mengganti ponsel beserta nomornya sehingga wajar saja teman-teman sekolahnya tidak ada satupun yang memiliki nomornya.“Tapi kemarin kamu bisa menghubungiku itu dapat nomornya dari mana?” tanya Kayla yang teringat jika kemarin ada n

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status