Share

Bab 1077

Author: Camelia
Begitu Roy selesai berbicara, sekretaris pun mendorong pintu. Dengan ekspresi profesional, dia berjalan ke sisi Jose, lalu berkata, "Pak Jose, silakan."

Jelas sekali, Roy memang berniat membela Aura. Jose tahu, mengatakan apa pun sekarang percuma.

Dia berdiri, menatap Roy selama beberapa detik, lalu akhirnya berbalik dan pergi. Dua kali berturut-turut mendapat penolakan, wajah Jose menjadi sangat suram. Begitu duduk di dalam mobil, dia langsung menyalakan mesin pemanas.

Namun, Marsel merasa suhu di dalam mobil tetap saja dingin, seolah-olah mesin pemanas tidak dinyalakan.

Keduanya duduk di dalam mobil. Marsel juga tidak langsung mengemudi, karena dia sama sekali tidak tahu harus pergi ke mana.

Sampai langit perlahan menggelap, barulah Marsel menoleh dan bertanya, "Tuan Jose, kita mau ke mana?"

Namun, pertanyaannya tidak mendapat jawaban.

Setelah lama terdiam, Jose akhirnya berkata, "Ke rumah Keluarga Kusuma."

"Masih ke sana?" Marsel terkejut, lalu mendongak menatap Jose lewat kaca spio
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Nazmi Adni
dikit banget....gak puas deh bacanya
goodnovel comment avatar
Cantik
Beruntung Aura punya saudara yang membelanya seperti Roy dan Parviz. Lanjutkan provokasimu Renald.. sedang menikmati momen di mana Jose menderita seperti ini. SUKURIN !!!!!
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1077

    Begitu Roy selesai berbicara, sekretaris pun mendorong pintu. Dengan ekspresi profesional, dia berjalan ke sisi Jose, lalu berkata, "Pak Jose, silakan."Jelas sekali, Roy memang berniat membela Aura. Jose tahu, mengatakan apa pun sekarang percuma.Dia berdiri, menatap Roy selama beberapa detik, lalu akhirnya berbalik dan pergi. Dua kali berturut-turut mendapat penolakan, wajah Jose menjadi sangat suram. Begitu duduk di dalam mobil, dia langsung menyalakan mesin pemanas.Namun, Marsel merasa suhu di dalam mobil tetap saja dingin, seolah-olah mesin pemanas tidak dinyalakan.Keduanya duduk di dalam mobil. Marsel juga tidak langsung mengemudi, karena dia sama sekali tidak tahu harus pergi ke mana.Sampai langit perlahan menggelap, barulah Marsel menoleh dan bertanya, "Tuan Jose, kita mau ke mana?"Namun, pertanyaannya tidak mendapat jawaban.Setelah lama terdiam, Jose akhirnya berkata, "Ke rumah Keluarga Kusuma.""Masih ke sana?" Marsel terkejut, lalu mendongak menatap Jose lewat kaca spio

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1076

    Namun, semua yang dilakukannya memang telah melukai Aura. Karena itu, Roy tentu saja harus membela Aura.Saat sekretaris menyampaikan maksud Roy kepada Jose, tangan Jose yang memegang cangkir kopi langsung mengencang. Urat-urat di punggung tangannya tampak menonjol. Namun, ekspresinya tetap tenang dan datar. "Baik, aku akan menunggu di sini."Sekretaris mengangguk, lalu keluar. Barulah Marsel menoleh ke arah Jose. "Pak Jose, bukankah Roy ini sengaja mempersulit kita? Dia baru saja kembali, rapat apa yang harus dia hadiri?"Pandangan Jose tertuju pada cangkir kopi di tangannya. Ekspresinya masih seperti biasa. "Pergi jaga pintu."Meskipun merasa tidak adil bagi Jose, Marsel tetap patuh dan pergi berdiri di depan pintu. Menghadap ke arah kantor Roy, dia menggerutu pelan.Melihat para staf keluar masuk kantor Roy, Marsel semakin kesal. Bosnya telah bertahun-tahun menjadi pimpinan tertinggi di Alatas Heir. Ke mana pun pergi, belum pernah diabaikan seperti ini.Dua jam terasa tidak cepat, t

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1075

    "Oh?"Renald tersenyum. Jari telunjuk dan jari tengahnya yang beruas menjepit sebuah bidak catur, lalu meletakkannya di papan dengan keras sampai menimbulkan bunyi nyaring. "Bukankah permainan caturnya belum selesai? Siapa yang menang dan siapa yang kalah, siapa yang bisa memastikannya?"Saat mengatakan itu, Renald tersenyum dan nada bicaranya pun terdengar tenang.Parviz menatap Renald dan memperingatkan, "Kalau kamu berani macam-macam ....""Apa yang Pak Parviz katakan, aku hanya bercanda," kata Renald sambil tersenyum pada Parviz, memperlihatkan delapan gigi putihnya yang rapi. Senyuman cerahnya itu sangat berbeda dengan citranya sebagai presdir dingin dan kejam yang beredar di luar.Parviz mendengus. "Sebaiknya memang begitu."Dia adalah orang yang lurus dan berprinsip, paling tidak suka urusan yang berantakan dan tidak pantas seperti ini.Renald hanya tersenyum dan tidak menjawab, lalu menundukkan kepala dan menatap papan catur. Namun, saat menundukkan kepalanya, kilatan licik ter

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1074

    Marsel berdiri di tempat sambil mengangkat kepala dan menatap pesawat yang makin menjauh, rasanya ingin menangis padahal tidak ada air mata yang keluar. Tak lama kemudian, sebuah Bentley hitam berhenti tepat di depannya dengan suara rem tajam yang menusuk telinga.Begitu mobil berhenti, Jose keluar dari dalam mobil dan bertanya, "Mana Aura?"Marsel menelan ludah, lalu mengangkat tangan dan menunjuk ke arah langit. "Itu .... Pesawat Nyonya Aura baru saja lepas landas."Begitu selesai berbicara, Marsel langsung merasa suhu di sekelilingnya terasa dingin. Saat mengangkat kepala dan bertemu pandang langsung dengan mata Jose, ujung hatinya langsung bergetar. Dia sudah lama sekali tidak melihat ekspresi bosnya yang seperti ini. Terakhir kalinya dia melihat ekspresi itu adalah saat Devin bekerja sama dengan Tiano untuk menculik Nyonya Aura."Siapkan pesawat pribadi," perintah Jose dengan nada muram sambil mengertakkan giginya."Tapi ...."Sebelum Marsel sempat menyelesaikan ucapannya, lututny

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1073

    Yang diinginkan Aura hanya begitu sederhana. Saat Roy pergi, dia menghela napas dan menggelengkan kepala.....Saat menerima surat perjanjian perceraian dari Aura, Jose sedang berdiri di depan kamar mayat dan menatap jenazah Sherly. Dia mengernyitkan alisnya dan menekan bibirnya hingga membentuk garis lurus."Pak Jose."Marsel masuk dari luar sambil membawa sebuah berkas. "Nyonya Aura mengirimkan sesuatu untukmu."Saat itu, Jose baru bergerak dan menoleh ke arah Marsel. "Bawa ke sini."Marsel segera menyerahkannya, lalu menghela napas lega juga. Sudah dua hari ini tidak ada kabar dari Aura, suasana hati Jose terlihat jauh lebih buruk dari biasanya. Namun, karena urusan Sherly terus berlarut-larut, Jose juga tidak memiliki waktu untuk mencari Aura. Dia sempat khawatir Aura akan marah, tetapi sekarang Aur malah mengirimkan sesuatu terlebih dahulu.Dia merasa ini mungkin kesempatan bagi keduanya untuk mencairkan suasana. Bagaimanapun juga, tidak ada satu pun dari mereka yang percaya Aura

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1072

    "Kapan Sherly meninggal?" tanya Aura.Roy menjawab, "Pagi ini. Maaf, aku diam-diam menyelidiki sedikit tentang alasanmu bertengkar dengan Jose tanpa izinmu.""Kamu nggak perlu minta maaf," kata Aura yang memang tidak berniat menyembunyikan apa pun dari Roy. Jika tidak, dia juga tidak akan meminta Roy untuk mencarikannya pengacara. Bagaimanapun juga, selama tahu ada kasus ini, tinggal selidiki saja pasti akan langsung ketahuan penyebabnya. Tidak akan bisa ditutupi terlalu lama.Namun, Aura tertegun sejenak, lalu mengangkat kepala dan menatap Roy. "Itu ... tolong rahasiakan hal ini dari Kakek dulu. Sebelum namaku benar-benar dibersihkan, aku nggak ingin Kakek ikut cemas."Roy menganggukkan kepalanya. "Aku mengerti. Tadi Kakek juga sempat menelepon untuk tanya apa aku bertemu denganmu dan bagaimana keadaanmu."Mendengar itu, hati Aura terasa agak perih. Parviz memang selalu sangat baik padanya. Namun, melihat kondisinya yang sekarang, dia malah merasa agak konyol.Roy menggigit bibirnya s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status