Share

Bab 810

Author: Camelia
Aura berpikir sejenak, lalu terpaksa menyahut, "Aku ... sekarang lagi nggak bisa. Besok aku telepon kamu lagi ya?"

Di seberang, Lulu yang sudah mulai mengenakan pakaian pun terhenti. Tiba-tiba, dia seperti teringat sesuatu. Matanya menyipit, dia bertanya kepada Aura, "Kamu ... lagi sama Jose?"

Aura refleks menjawab, "Nggak."

Suasana di dalam mobil hening. Tadi hanya ada suara Aura yang sedang bertelepon. Begitu mendengar jawaban itu, Jose yang tadinya memejamkan mata dan berpura-pura istirahat,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (8)
goodnovel comment avatar
Ros Dianie
Dan cerita nya sdh kepanjangan. Jd ber tele2. Aura bilang aja. Bagaiman dgn ibumu, keluarga mu, juga gmana dgn kakek parvish. Tegas saja sm Jose, km sdh punya bebrp wanita. Wimona dan sherly. Bilang dgn tegas , aku ga mau berbagi suami dgn wanita lain. Terserah jose mau marah atau ga.
goodnovel comment avatar
Desryy Hamid
kamu sekap saja Aura nya, Jose.. sekalian rante in kaki tangannya wkwkwkkk
goodnovel comment avatar
Lily Sidharta
aduh thor. ko jd kaya gitu sikap Aura..sedih deh bacanya. harapan sih Aura beneran jd sama jose. selanjutnya beresin urusan orang 2 di jakoro yg sdh jahat sm Aura. gmn ath thor maunya..masa sih Aura kaya perempuan ga bener toh Aura yg datang dulu ke jose terikat sama jose ..masa sih g ada prasaan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1154

    Bahkan untuk sekadar memendam keinginan pun, dia tidak berani. Lagi pula, saat melihat Aura, rasa percaya dirinya sudah hancur berkeping-keping.Marsel yang sedang menyetir, melihat Suryani, seorang gadis yang berdiri di garasi dengan sikap serbasalah. Pada akhirnya, dia tidak tega dan menoleh melirik Jose.Setelah terdiam sejenak, dia membuka mulut dan bertanya, "Tuan Jose, sepertinya ada sesuatu yang ingin disampaikan Nona Suryani."Jose menggertakkan gigi sesaat, lalu mengangkat kaki panjangnya dan turun dari mobil. Setelah berjalan beberapa langkah ke depan, barulah suara rendahnya terdengar dari depan. "Suruh dia datang ke ruang kerjaku."Meski mendengarnya, Suryani yang berdiri di belakang tidak beranjak dari tempatnya.Setelah memarkir mobil, Marsel berjalan menghampirinya. "Bukankah Tuan Jose menyuruhmu ke ruang kerjanya? Kenapa masih berdiri di sini?"Suryani menggigit bibirnya, menatap Marsel dengan wajah memelas. "Tapi dia kelihatan sangat galak sekarang. Aku agak takut."Me

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1153

    Aura mengatupkan bibirnya, merasa pertanyaan Jose itu cukup menggelikan."Entah iya atau nggak, bukankah itu sudah nggak ada hubungannya lagi? Kita memang sudah mau cerai."Begitu ucapan Aura dilontarkan, pada detik berikutnya Jose langsung mengangkat tangan dan mencengkeram dagunya. Tenaganya besar, sampai Aura merasa agak kesakitan."Aura, selama kamu masih menjadi Nyonya Alatas, maka kamu harus menjalankan apa yang seharusnya dilakukan oleh identitasmu.""Menurutmu, bermesraan dengan pria lain di tempat umum adalah hal yang sepantasnya kamu lakukan?"Nada bicara Jose suram dan berat. Aura bisa mendengar dengan jelas bahwa dia sedang sangat marah.Mendengar kata-kata Jose, Aura justru merasa geli. "Aku sudah bilang, aku nggak punya hubungan apa pun dengannya."Aura menjelaskan satu kalimat, lalu mendengus ringan sambil tersenyum dingin. "Pak Jose nggak merasa lucu waktu mengatakan itu?""Kamu sendiri bisa merawat adik perempuan yang nggak ada hubungan darah sampai nggak pulang ke rum

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1152

    Karena Renald berani bersikap seperti itu padanya di depan begitu banyak orang, ekspresi Aura menjadi dingin. Meskipun dia bukan tipe orang yang terlalu peduli dengan reputasi, sekarang dia masih menyandang status sebagai istrinya Jose. Jika sampai ada gosip tidak enak didengar ini terdengar sampai ke telinganya Parviz, orang tua itu pasti akan merasa sedih."Pak Renald sebaiknya tahu diri," kata Aura dengan nada muram sambil menatap Renald.Renald tertawa. "Takut apa? Takut Jose melihatnya?"Saat mengatakan itu, pandangan Renald melewati Aura dan mengarah ke suatu arah yang tidak jauh di belakang dengan senyuman yang makin dalam.Aura menggertakkan giginya. "Aku takut apa itu bukan urusanmu. Tapi, Pak Renald sebaiknya ....""Kalian sedang mengobrol apa sampai begitu seru?"Sebelum Aura sempat menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba ada sebuah tangan sudah yang merangkul bahunya. Mendengar suara yang familier, tubuhnya langsung menegang. Saat menoleh, dia melihat sisi wajah Jose yang dingi

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1151

    Klub ini bersifat eksklusif dengan cukup banyak jenis hiburan di dalamnya.Marsel mengantar Aura masuk. "Silakan berkeliling dulu. Setelah urusannya selesai, Pak Jose akan segera datang."Aura menganggukkan kepala. "Aku mengerti."Setelah mengatakan itu, Marsel langsung berbalik dan pergi. Kelihatannya mereka sangat sibuk.Karena menunggu sendirian sampai merasa bosan, Marsel menuju ke bar dan memesan segelas minuman untuk dirinya sendiri. Pikirannya sedang kacau balau, sehingga dia berpikir pikirannya bisa lebih jernih dengan minum sedikit.Aura memesan segelas anggur buah, lalu menunjuk kepalanya dan berpikir nanti harus bagaimana bernegosiasi dengan Jose. Namun, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahunya. Begitu menoleh, dia melihat Renald yang mengenakan kacamata berbingkai.Hari ini, Renald tidak mengenakan setelan jas putih, melainkan mengenakan setelan olahraga biru dan membuat penampilannya terlihat tetap santai sekaligus rapi. Kakinya yang jenjang tersembunyi di balik celana

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1150

    Susan memang tidak menyukainya sejak dulu, Aura tahu itu. Namun, ucapan seperti ini benar-benar terlalu menusuk.Wajah Aura langsung menjadi suram. Kemudian, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman dingin. "Bu Susan benar-benar persis seperti yang mereka katakan."Susan tertegun mendengarnya. "Apa yang mereka katakan?"Aura tersenyum. "Nggak ada apa-apa.""Hanya saja, melihat sikap Bu Susan sekarang, rasanya memang benar kata para nyonya kaya itu. Bu Susan ini benar-benar ...." Aura menutup mulutnya sambil tertawa kecil."Sudahlah, karena Bu Susan nggak menyambut, aku pergi dulu." Dia tersenyum tipis dan tidak menyelesaikan ucapannya, lalu berbalik pergi.Di belakangnya, Susan berteriak dengan gusar, "Siapa yang bicara tentangku? Aura, berhenti!"Mana mungkin Aura berhenti. Langkah kakinya justru semakin cepat. Sejak awal dia memang bukan tipe orang yang mau menelan hinaan. Ucapan Susan hari ini terlalu menyakitkan. Mana mungkin dia membiarkannya berlalu begitu saja tanpa membuatny

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1149

    Terutama karena barusan Lulu melihat Deddy dipukuli sampai tergeletak di lantai, bahkan merangkak pun tidak sanggup. Itu membuatnya agak ketakutan.Aura menatapnya sekilas. "Benar-benar nggak apa-apa."Yang bermasalah sekarang jelas bukan Deddy.Aura menghela napas, menyingkirkan pikiran yang semrawut, lalu berpesan pada Lulu, "Sekarang orang-orang Keluarga Yusril ada di rumah sakit, kamu jangan keluyuran.""Selama pihak Keluarga Yusril nggak tahu kalau Deddy berkelahi karena kamu, kamu akan baik-baik saja."Akhirnya Lulu mengerti apa yang dikhawatirkan Aura. Dia mengatupkan bibirnya. Matanya berkilat sesaat. "Baik, aku ngerti."Masih ada banyak hal yang belum selesai. Dia memang tidak boleh menambah masalah lagi.Namun, saat menyebut Deddy, dia tetap tidak bisa menahan diri untuk mengernyit. "Padahal sudah kukatakan setelah ini nggak ada hubungan apa-apa lagi, tapi dia masih saja memprovokasi Lukas.""Mungkin dia nggak terima," ujar Aura. "Di dalam hatinya, dia benar-benar punya peras

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 819

    "Sudahlah, perjalanan jauh ini pasti melelahkan. Cepatlah istirahat."Aura mengangguk pelan. Baru dia hendak berbalik pergi, Parviz membuka suara lagi, "Tapi, jangan lupa apa yang kusampaikan di mobil tadi."Itu bukan sekadar pengingat, lebih terasa seperti peringatan.Belum sempat Aura menjawab, Pa

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 830

    Roy terdiam sejenak. Lalu, dia menjulurkan lidah dan menjilat bibirnya yang agak kering, seolah sedang merangkai kata-kata. Setelah beberapa lama, baru dia berkata, "Aku memang ingin minta tolong padamu sesuatu."Aura menatapnya heran, lalu tersenyum. "Apa nggak terlalu formal ya ngomong minta tolon

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 818

    Namun, Aura tidak langsung menjawab. Dia hanya menunggu Parviz melanjutkan ucapannya.Parviz menghela napas panjang sebelum berkata, "Seumur hidup ini, orang yang paling aku sakiti adalah nenekmu dan ibumu. Sebagai penguasa perusahaan besar, selalu ada banyak hal yang membuat seseorang nggak bisa be

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 844

    Tak lama kemudian, dari dalam kamar mandi terdengar teriakan pria yang menyayat telinga. Namun hanya sesaat, suara itu segera meredam, berubah menjadi erangan tertahan. Meskipun begitu, masih bisa terdengar suara pelan yang datang dari arah kamar mandi.Jose duduk di sofa, mengangkat tangan dan meng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status