Share

Bab 840

Author: Camelia
Jose tersenyum tipis.

Roy berkata dengan tenang, "Pak Jose, dalam dunia bisnis, semuanya bergantung pada keuntungan. Hal-hal di luar itu ... nggak termasuk dalam pembahasan kita."

Maksudnya sangat jelas, kalau berbicara soal keuntungan, mereka bisa bernegosiasi. Namun, kalau berbicara soal orang, itu tidak bisa.

Jose mengangkat bahunya. "Pak Roy benar-benar membuatku kagum."

Tatapannya menyapu Roy dengan ejekan yang samar.

Roy tak kuasa menggertakkan gigi. Dia tahu jelas Jose sedang menyindirnya berpura-pura bermoral padahal tidak.

Roy menekan bibirnya, lalu tiba-tiba berdiri, melewati Jose, dan menggenggam tangan Aura. "Kalau begitu, karena Pak Alatas nggak berminat bekerja sama, aku pamit dulu."

Aura sudah cukup banyak membantunya kali ini. Dia tidak mau Aura harus dikorbankan hanya untuk membantunya lagi.

Namun, Aura tidak bergerak. Dia menggeleng pelan. Alis Jose terangkat sedikit. Dengan nada tenang, dia berkata, "Sebenarnya permintaanku sangat sederhana. Aku hanya ingin kamu bant
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Dimas rengga permana Firmansyah
aura gk pernah cerita yg baik baik tentang Jose pdhl Jose selalu bntuin aura. klw pun Jose suka nyiksa di ranjang tp itu Krn aura buat kesalahan. aura tuh hatinya beku sekalipun Jose bicara lembut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1091

    Aura menghindari tatapan Jose. "Aku saja yang pergi."Sebagai presdir Alatas Heir, Jose tidak perlu turun tangan sendiri untuk urusan kecil seperti ini. Kebetulan, waktu ini juga pas untuk dia menenangkan diri dan berpikir dengan baik. Dia melirik Aura sekilas, lalu berdiri. "Kalau begitu, Alatas Heir nggak akan ikut campur lagi. Masalah ini diserahkan sepenuhnya pada Grup Kusuma."Setelah mengatakan itu, Jose langsung berbalik dan pergi. Dia tidak menoleh ke arah Aura lagi, mungkin karena dia benar-benar dibuat kesal oleh Aura saat berada di kediaman Keluarga Kusuma sebelumnya.Aura pun menurunkan kepalanya, berpura-pura tidak melihat apa pun.Setelah Jose pergi, Roy melambaikan tangannya. "Semua departemen bekerja sama sesuai yang tadi kita bahas. Rapat selesai."Begitu semua orang keluar, Roy baru menoleh ke arah Aura. "Kamu sudah memikirkannya matang-matang? Tadi aku lihat sikap Jose, sepertinya dia agak nggak senang.""Dia senang atau nggak, itu sudah nggak ada hubungannya dengank

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1090

    Tunas-tunas hijau itu penuh dengan vitalitas kehidupan, sementara kakeknya justru ....Parviz tersenyum. "Dengan begitu, kalau Kakek kelak pergi ke alam baka dan bertemu ibumu, Kakek juga bisa tersenyum menghadapinya.""Kakek!" Aura berdiri, tetapi sebelum dia sempat melanjutkan, Parviz sudah mengangkat tangannya."Sudah cukup. Itu saja yang ingin Kakek sampaikan. Pulanglah dan pikirkan baik-baik," ucap Parviz.Aura mengatupkan bibirnya, menunduk, lalu berkata, "Baik."Dia tahu, semua yang dikatakan Parviz itu demi kebaikannya. Namun ....Begitu keluar dari tempat Parviz, Aura menerima telepon dari Roy."Kamu di mana?" Suara Roy terdengar agak cemas.Aura terdiam sejenak sebelum menjawab, "Di rumah. Ada apa?""Datang ke kantor."Aura bertanya, "Ada urusan?"Roy mengangkat tangan dan mengusap keningnya. "Ada sedikit masalah. Proyek kerja sama sebelumnya dengan Jose bermasalah. Mungkin perlu kamu ...."Alis Aura berkerut tanpa sadar. "Baik, aku segera ke sana."Proyek itu sebelumnya mema

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1089

    Hati Aura bergetar.Kepala pelayan menatap mata Aura yang memerah. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa, dia berbalik dan berjalan ke depan."Eee ... apa tadi kamu mendengar pertengkaranku dengan Jose?" Aura mengikuti langkah kepala pelayan itu, tidak bisa menahan diri untuk bertanya.Kepala pelayan adalah orang kepercayaan Parviz. Jika tahu sesuatu, dia pasti akan segera melapor pada Parviz. Kalau begitu, soal menyembunyikan hal ini pun jadi tidak ada artinya.Langkah kepala pelayan terhenti. Dia menoleh menatap Aura, lalu menjawab, "Memang terdengar sedikit."Kepala pelayan adalah orang yang cukup serius. Nada bicaranya pun kaku.Mendengar itu, Aura menunduk. Setelah terdiam sejenak, dia mengangkat kepala dan menatap si kepala pelayan. "Bisa tolong jangan beri tahu Kakek apa yang terjadi tadi?"Ekspresi kepala pelayan berubah sedikit. Kemudian, dia mengangguk. "Bisa."Aura pun tersenyum dan berkata, "Kalau begitu, terima kasih banyak."Kepala pelayan mengangguk, lalu kembali berbalik da

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1088

    Aura mengatupkan bibirnya.Sejak dulu, dia bukan tipe orang yang bisa menelan ketidakadilan begitu saja. Jika sejak awal Jose selalu berdiri teguh di pihaknya, mungkin dia tidak akan sekeras dan setegas sekarang. Namun, kenyataannya tidak.Begitu mendengar Aura menyebut nama Sherly, wajah tampan Jose yang tajam menjadi suram.Aura melihatnya dengan jelas. Sudut bibirnya terangkat. Senyuman di wajahnya penuh ejekan. "Lihat? Begitu nama Sherly disebut, kamu langsung keberatan.""Jose, kalau sepanjang sisa hidup kita harus terus menghadapi duri yang menghalangi di antara kita ini, aku lebih memilih kita berpisah sekarang juga.""Kalau kamu nggak setuju cerai juga nggak masalah. Nanti aku bisa langsung mengajukan gugatan cerai ke pengadilan.""Satu kali nggak berhasil, bisa dua kali. Dua kali nggak berhasil, bisa tiga kali!" Aura mendongak menatap Jose, mengucapkannya kata demi kata. Tatapannya tegas dan sungguh-sungguh.Seiring kata-kata Aura, pandangan Jose semakin suram. Jarak mereka te

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1087

    Aura merasa tidak nyaman, jadi menggeser tubuhnya sedikit ke samping."Giliranmu." Parviz terkekeh-kekeh sambil mengingatkan Jose, "Kamu harus hati-hati. Kalau salah melangkahkan satu bidak lagi, situasinya nggak akan bisa diselamatkan."Ucapan itu terdengar seolah-olah mengandung makna ganda.Jose mengangkat sudut bibirnya, tersenyum tipis, lalu meletakkan bidak di papan catur.Parviz menatapnya dengan saksama, lalu tertawa terbahak-bahak. "Kamu ini memang sengaja menyembunyikan kemampuan. Satu langkah ini langsung menghidupkan seluruh papan. Bagus, bagus.""Terima kasih atas pujian Kakek. Semua berkat ajaran Kakek," jawab Jose, menunduk sambil tersenyum ringan. Di hadapan Parviz, dia tampak patuh seperti murid SD, sama sekali tidak menunjukkan sisi brutal dan menakutkan seperti semalam.Aura duduk di samping, sesekali mengerutkan kening melirik Jose. Melihat sikap Parviz, sepertinya Jose memang tidak mengatakan apa pun di hadapannya."Tuan, makanan sudah siap."Permainan catur belum

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1086

    "Kalau di saat genting seperti ini kamu cerai dengan Jose, lalu Kakek sampai tahu ...." Roy menatapnya dengan sorot mata serius. "Kamu tahu konsekuensinya."Jari Aura yang sempat mengendur kembali mengerat. Di dalam hatinya, tiba-tiba muncul rasa tidak berdaya."Dulu Ibu memang nggak seharusnya sampai memutus hubungan dengan Keluarga Kusuma demi Anrez," gumam Aura.Roy menoleh menatapnya. "Anrez? Kamu pikir dulu Bibi memutus hubungan dengan Keluarga Kusuma demi Anrez?"Aura tertegun. "Bukankah memang begitu?"Roy menatap Aura dalam diam beberapa saat, lalu mengangkat tangan dan mengusap ujung hidungnya. "Sudahlah, urusan orang tua nggak usah dibahas. Aku harap kamu pikirkan baik-baik yang kukatakan."Aura dengan tajam menangkap beberapa makna tersembunyi dalam ucapan Roy. Jadi, dulu ibunya bukan pergi dari rumah karena Anrez? Berarti Anrez juga bukan cinta sejati Ibu yang disebut-sebut tak tergantikan itu?Hal-hal ini tidak pernah diceritakan padanya sebelumnya. Lalu sebenarnya, dulu i

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status