Short
Perjalanan ini, Aku Tak Akan Menemanimu Lagi

Perjalanan ini, Aku Tak Akan Menemanimu Lagi

By:  JessicaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
3views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setelah hamil, aku melepas proyek biologi yang sudah kuteliti bertahun-tahun. Aku menyerahkan posisiku pada Tina, mahasiswa bimbinganku sendiri. Sejak saat itu, Tina jadi sering datang ke rumahku. Di meja makan, mereka berdua asik berdebat soal data proyek, sepenuhnya mengabaikan keberadaanku. Padahal proyek itu tadinya adalah hasil kerja kerasku, tapi sekarang diriku bahkan tak diberi kesempatan untuk ikut bicara. Saat hari pemeriksaan kandungan, mereka berdua malah sibuk meributkan nama bayi di luar ruang dokter. Suamiku menoleh melihatku dan berkata dengan santai, “Tina bilang dua nama ini lebih berwibawa. Kamu pilih saja salah satunya.” Aku tak menjawab, hanya berbalik dan menandatangani surat persetujuan aborsi. Jika kalian memang secocok itu… antara bayi ini dan dirimu, aku tak mau lagi semuanya.

View More

Chapter 1

Bab 1

Pada hari pemeriksaan kandungan, aku menandatangani surat persetujuan aborsi tepat di depan Jack.

Jack tak melihatnya. Dia terlalu sibuk berdiskusi dengan mahasiswaku, si Tina untuk membahas nama anak kami.

Perawat sudah memanggil namaku tiga kali, tapi tak satu pun dari mereka yang mendengarnya.

Saat aku berjalan ke hadapan Jack, barulah dia mendongak. Nada suaranya terdengar santai, seolah sedang menanyakan aku mau makan siang apa,

“Tina bilang dua nama ini lebih berwibawa. Kamu pilih saja salah satunya.”

Seketika, aku tersenyum tipis.

Anak yang sedang kukandung selama 23 minggu ini, namanya malah didiskusikan oleh suami dan mahasiswaku, sementara diriku hanya bertugas memilih salah satunya saja.

Masuk akal juga.

Bagaimanapun juga, selama setengah tahun terakhir, lagu musik klasik apa yang harus didengar si bayi, warna apa yang harus dicat untuk kamar bayi, sampai susu formula impor merek apa yang harus dibeli, semuanya sudah mereka putuskan untukku.

Aku membuka aplikasi catatan di ponselnya, lalu menambahkan satu baris kalimat di bawah kedua nama itu.

[Nggak perlu dipilih.]

Jack mengerutkan kening. Belum sempat dia bertanya, tiba-tiba ponsel Tina berdering.

Baru mendengarkan belasan detik, wajah Tina langsung berubah sangat muram.

“Kak Jack, kadar sitokin di sampel nomor tiga kembali meningkat secara nggak normal. Kemungkinan ada masalah pada vektornya.”

Jack langsung berdiri, bahkan hampir tak meraih mantelnya dengan benar.

“Ayo, balik ke laboratorium.”

Baru melangkah dua langkah, dia baru teringat kalau aku masih duduk di sana.

“Wenny, aku minta sopir mengantar kamu pulang, ya. Proyek lagi di tahap krusial, kamu lakukan pemeriksaan sendiri saja.”

Aku mengelus perutku yang mulai membuncit, lalu menanyakan satu hal padanya,

“Kamu masih ingat hari ini hari apa, nggak?”

Jack melirik layar ponselnya.

“Hari kamis.”

Aku tak berbicara lagi.

Hari ini adalah hari peringatan pernikahan kami yang kelima tahun, sekaligus hari yang dijadwalkan dokter untuk pemeriksaan USG 4D bayi kami.

Demi pemeriksaan ini, aku sudah menandai kalendernya sejak sebulan yang lalu.

Tadi malam sebelum tidur, aku bahkan sempat mengingatkannya, apa pun yang terjadi di laboratorium hari ini, jangan pernah tinggalkan diriku sendirian.

Saat itu, dia sedang membalas email dengan laptopnya, lalu menjawab ‘iya’ tanpa menoleh sedikit pun.

Sepertinya, dia memang tahu.

Hanya saja, dia tak peduli.

Tina berdiri di samping dengan wajah penuh penyesalan sambil menatapku.

“Bu Wenny, maaf sekali. Sekarang proyeknya nggak bisa jalan tanpa Kak Jack. Bagaimana kalau aku saja yang tinggal untuk menemanimu?”

Mulutnya berkata ingin tinggal, tapi tangannya sudah sigap mengambilkan jas untuk Jack.

Aku menatap jam tangan perak yang melingkar di pergelangan tangan Tina, cukup lama sampai tak bisa berpaling.

Itu hadiah ulang tahun ke-30 yang kuberikan untuk Jack.

Edisi terbatas di dunia dan di bagian belakang jarum jamnya terukir tanggal pertama kali kami bertemu.

Dua bulan lalu, Jack memberitahuku kalau jam itu sedang diservis.

Ternyata diservis sampai ke pergelangan tangan Tina.

Jack mengikuti arah pandanganku dan kilatan canggung langsung melintas di wajahnya.

“Dia kesulitan melihat ponsel kalau masuk ke ruang steril, jadi aku pinjamkan sebentar untuk mengukur waktu. Kamu jangan berpikir yang aneh-aneh.”

Padahal aku belum bertanya apa-apa, tapi Jack sudah buru-buru memberi penjelasan untuknya.

Tina bergegas melepas jam tangan itu dengan gerakan panik.

“Bu Wenny, jangan salah paham. Kak Jack yang memaksaku memakai ini.”

Kata ‘memaksa’ itu diucapkan dengan sangat pelan, tapi terdengar begitu nyaring di telingaku.

Aku mengambil jam tangan itu, lalu mengusap bagian permukaannya dengan jempolku.

Di sana masih tersisa aroma manis dari krim tangan Tina.

“Nggak salah paham, kok.”

Aku memasukkan jam tangan itu ke dalam tas, lalu melemparkan senyuman ke arah mereka.

“Kalian pergi saja, jangan sampai mengganggu eksperimennya.”

Jack tampak menghela napas lega.

“Wenny, akhirnya kamu bisa lebih pengertian kali ini.”

Seketika, aku mendadak merasakan pergerakan di dalam perutku.

Tampaknya bayiku menendangku.

Seolah sedang bertanya padaku, ibu, kamu mau bertahan sampai kapan lagi?

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status