Share

Bab 16

Penulis: Naiynana
last update Tanggal publikasi: 2026-10-08 14:03:20

Bagi Mili, tidur tanpa memeluk guling adalah sebuah kelangkaan. Ia pun tak pernah bisa tidur dengan nyaman di lingkungan baru. Bahkan di apartemen Julia sekalipun, perlu beberapa malam hingga dirinya bisa benar-benar tidur dengan pulas.

Dalam kondisi setengah sadar, antara kantuk dan pengaruh obat, tangannya bergerilya meraba-raba ke samping, mencari sesuatu yang empuk dan hangat untuk dipeluk. Saat jemarinya menyentuh dada bidang dan polos milik Jonathan, tanpa ragu, Mili merapat.

Gadis itu me
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (16)
goodnovel comment avatar
ray12
jangan jangan ortunya mili jg orang kaya? anak terlantar ditinggal sm neneknya?
goodnovel comment avatar
Evievoy Rafyno
wessss Jo lo bisa godaan cewek
goodnovel comment avatar
Bunga raflesia
Sooo.. gk Mill km yg dluan itu ihh ......... gmn emak gk meluk guling idup wkwkwk..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Salah Rayu Mr. Perfect   bab 48

    Setengah kesadaran Mili sudah lenyap entah kemana. Jonathan berhasil membuat gadis itu terjerumus jauh terbawa arus. Tersesat dalam pusaran rasa yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.Mili menyerah, pasrah. Ia sudah tak punya daya dan kuasa untuk menolak apalagi memberontak. Ia biarkan Jonathan melakukan apapun pada tubuhnya. Ia relakan pria itu memuaskan dahaga akan dirinya.Dan lebih daripada itu, tak dipungkiri jika ia pun menikmati semua perlakuan Jonathan padanya. Setiap sentuhan Jonathan membuatnya serasa melayang-layang dengan kembang api seakan-akan meledak-ledak di kepalanya.“Mili,” panggil Jonathan dengan suara berat dan napas yang memburu. Pria itu mendongak setelah sekian lama menenggelamkan diri di dada Mili, menatap lembut dengan mata yang sayu penuh kabut gairah.“Hmmm.” Mili menyahut tanpa membuka mata. Terlalu malu harus menatap Jonathan dalam keadaan setengah tak berpakaian seperti itu.“Ayo ke kamarku,” bisik Jonathan, lalu kembali melumat bibir Mili. Seakan-akan

  • Salah Rayu Mr. Perfect   bab 47

    “I'll be gentle, Mil. Aku akan melakukannya dengan perlahan,” bisik Jonathan serak tepat di depan bibir Mili.Sensasi embusan napas hangat pria itu mengirimkan gelombang getar yang membuat darahnya berdesir-desir hebat. Sebelum Mili sempat merespons, jemari panjang dan hangat Jonathan yang berada di pinggangnya mulai bergerak. Dengan satu usapan lembut namun tegas, Jonathan mengangkat tubuh Mili yang awalnya duduk menyamping di pangkuannya, memutarnya perlahan hingga kini Mili duduk menghadap lurus ke arahnya.Mili kikuk bukan main. Ia ingin turun saja, merasa risih berat karena posisi duduknya yang dirasa terlalu vulgar untuknya. Ia duduk di pangkuan Jonathan dengan kedua kaki melingkar di sisi tubuh pria itu.Apalagi saat ia merasakan ada sesuatu yang mengganjal di bawah sana.“J-Jo … mau turun,” rengek Mili. Mendadak ngeri sendiri.“Turun kemana, hmm?” tanya Jonathan. Pria itu malah mengeratkan pelukannya di pinggang Mili.Tak ada jarak di antara keduanya. Dada mereka menempel satu

  • Salah Rayu Mr. Perfect   bab 46

    "J-Jo!" jerit Mili tertahan, refleks memegangi bahu tegap Jonathan demi menjaga keseimbangan. Satu tangan besar Jonathan baru saja membelai lehernya dan hampir membuatnya terlonjak karena geli.Jonathan tersenyum tipis. Jemari Jonathan perlahan berpindah ke bahu, lalu menyusuri lengan hingga ke pinggang Mili. Kemudian, pria itu menarik tubuh Mili semakin merapat hingga tak ada celah di antara tubuh mereka. Tangan Jonathan yang satunya terulur pelan, menyingkap helai demi helai rambut Mili yang kini terurai bebas setelah ikat rambutnya dilepas. Sentuhan jemarinya yang hangat mengusap lembut garis rahang Mili, berpindah mengusap ceruk leher gadis itu hingga membuat bulu kuduk Mili semakin berdiri."Mau ke mana, hum?" bisik Jonathan serak tepat di depan bibir Mili, merasakan gerak gelisah setengah berontak gadis itu. Manik matanya yang pekat mengunci pandangan Mili, memancarkan gairah yang begitu kentara dan intens. "Napas kamu berantakan, Mili. Jantung kamu juga detaknya keras sekali di

  • Salah Rayu Mr. Perfect   Bab 45

    Jonathan menatap Roy dengan wajah serius. Mulutnya terbuka dan tertutup. Seperti hendak bicara, tetapi tertahan, bingung harus bicara apa.“Katakan saja, Pak Jo, saya harus apa?” ucap Roy. Ia yang sudah ikut Jonathan cukup lama sudah paham setiap ekspresi pria itu.Jonathan berkacak pinggang, lalu menunjuk ponselnya. “Itu … Mili bilang sesuatu tadi. Dia kirim pesan yang yaaahh … hmmm…”“Spicy text, Pak Jo?” tebak Roy.“Aaahhh! Ya! Kurang lebih seperti itu. Tapi … dari mana kamu tahu kalau Mili kasih spicy text?” tanya Jonathan curiga.Roy pun terkekeh. “Bukankah hal lumrah bagi pasangan saling berkirim pesan yang menggoda? Apalagi suami istri? Dan Pak Jo terlihat bahagia setelah menerima pesan itu.”“Apa? Terlihat bahagia? Aku? Memangnya aku terlihat seperti itu?” tanya Jonathan bingung karena ia sendiri merasa biasa-biasa saja.“Bukan cuma bahagia, Pak Jo. Tapi juga bersinar-sinar,” sahut Roy santai, sama sekali tak gentar melihat sorot mata atasannya yang mendadak menajam.Jonathan

  • Salah Rayu Mr. Perfect   Bab 44

    Mili terbangun dan mendapati dua tangan kekar melingkar di bahunya. Embusan napas hangat pun terasa menyapu leher. Dan ia bisa merasakan dada Jonathan menempel di punggungnya, lengkap dengan detak jantung yang berdegup teratur.Mili melepas hati-hati tangan Jonathan, lalu berguling menjauh. Ia tatap sejenak Jonathan yang terlihat damai tentram dalam tidurnya.Gadis itu menghela napas. Sampai detik ini, ia masih saja tak percaya jika Jonathan adalah suaminya.“Sampai kapan pernikahan ini akan berlangsung?” gumam Mili. Baginya, status pernikahannya tertap saja seperti bukan pernikahan sesungguhnya.Ia pun bergegas turun dari tempat tidur. Hari ini ia harus bekerja. Izin tak masuk sudah terlalu lama. Meski Puspa memberikan kelonggaran, tetapi ia tetap merasa tak enak dan tak profesional.Pagi buta, Mili sudah pergi ke supermarket di lantai paling dasar tower apartemen. Menyiapkan sarapan dan aneka makanan untuk Jonathan yang akan ditinggalnya. Tak lupa berbagai perlengkapan dari mulai a

  • Salah Rayu Mr. Perfect   Bab 43

    Roy memilih balik kanan. Buru-buru kabur dari sana. Antisipasi takut jadi tumbal perseteruan suami istri.Sementara itu, tanpa berpikir panjang, Mili mengerahkan seluruh tenaga di kedua tangannya untuk mendorong dada bidang Jonathan sekuat-kuatnya.BRUK! "AAAGHH! KAKIKU!"Jonathan terpelanting, lalu ambruk terlentang di lantai. Kaki kanannya yang terkilir terbentur keras pada kaki sofa, memicu rasa nyeri luar biasa yang membuat wajah pria itu seketika pucat pasi dan meringis menahan sakit.Mili yang hendak merepet memarahi Jonathan terdiam. Ia yang tadinya sibuk menutupi dadanya dengan napas memburu dan muka membara, sontak terperangah melihat Jonathan tergeletak di lantai mendadak memejamkan mata rapat-rapat. Napasnya terengah-engah lambat, tubuhnya tampak lemas seperti orang pingsan."Jo?! Jonathan!” Mili buru-buru menghampiri Jonathan.“Jo? Ya Tuhan! Kamu pingsan? Jangan pingsan! Pak Roy?” Mili memekik panik, ia berharap meminta tolong pada Roy, tetapi pria itu sudah menghilang.“

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status