Miliarder yang Mencampakkanku Ingin Mengadopsi Putranya Send

Miliarder yang Mencampakkanku Ingin Mengadopsi Putranya Send

last updateHuling Na-update : 2026-09-28
By:  6jayIn-update ngayon lang
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel12goodnovel
Hindi Sapat ang Ratings
18Mga Kabanata
3views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Lima tahun lalu, ia dibuang oleh miliarder yang dicintainya. Kini pria itu ingin mengadopsi putra jeniusnya—tanpa tahu anak itu darah dagingnya sendiri.

view more

Kabanata 1

Bab 1 — Terbuang

Lima tahun silam, hujan deras mengguyur kediaman utama keluarga Wijaya di Menteng, Jakarta. Dingin menembus pakaian Nadia yang basah kuyup. Ia terduduk di depan gerbang, mendekap amplop berisi foto USG kandungannya yang baru berusia 6 minggu.

Bibirnya gemetar. Giginya saling beradu. Gerbang besi yang berat terbuka, lalu Adrian Wijaya keluar dengan setelan biru gelap, diiringi para ajudan yang memegang payung.

“Adrian… tolong dengarkan aku sekali saja. Aku tidak pernah bersama pria lain. Anak ini benar-benar anakmu.”

Dengan ujung jari yang lecet hingga berdarah, Nadia mengulurkan tangan, hendak meraih celana Adrian. Namun pria itu langsung menepis tangannya dengan ujung sepatu.

“Jangan sebut namaku dengan mulut kotormu itu.”

Suara Adrian rendah dan kaku. Ia mengeluarkan hasil pemeriksaan urologi yang kusut serta foto keluar-masuk hotel yang telah direkayasa, lalu melemparkannya ke wajah Nadia.

“Azoospermia bawaan. Secara medis, aku tidak mungkin punya anak. Kau mau bilang hasil pemeriksaan bertanda tangan direktur rumah sakit ini bohong?”

“Tidak… pasti ada yang salah. Pemeriksaannya keliru!”

Nadia menarik amplop di dadanya, berusaha membuka lipatan yang lengket karena hujan. Sudut foto di dalamnya masih kering. Tadi ia membayangkan Adrian akan mengambil foto itu, mungkin bertanya apa yang ditunjukkan gambar buram tersebut. Sekarang, untuk sekadar membuatnya melihat pun Nadia harus memohon.

“Lihat dulu. Setelah itu kita periksa lagi bersama.”

Adrian tidak mengulurkan tangan.

“Masih kurang jelas penjelasanku?”

Nadia menutup amplopnya kembali. Jemarinya sudah kebas, tetapi ia tetap menyelipkan foto itu jauh ke dalam. Ia tidak sanggup melihatnya jatuh ke genangan bersama kertas-kertas yang dilempar Adrian.

“Aku bahkan punya foto kau masuk ke suite Hotel Arunika bersama pria lain. Kau mengkhianatiku, lalu mau menjadikan anak lelaki lain sebagai darah dagingku supaya bisa menjadi nyonya keluarga Wijaya?”

Rasa dikhianati dan keyakinan bercampur di wajah Adrian. Saat itu, sedikit pun ia tidak meragukan hasil pemeriksaan dan foto di hadapannya. Dari pintu rumah, Ratna Wijaya dan Karina Pratama berjalan keluar sambil tersenyum tipis. Perhiasan berlian berkilat di tubuh Ratna.

“Adrian, buat apa masih bicara dengan perempuan penipu serendah itu? Panggil satpam. Suruh mereka menyeretnya keluar.”

Setelah ucapan tajam Ratna, Karina menghela napas yang terdengar dibuat-buat.

“Nadia, kamu tahu sendiri betapa terpukulnya Adrian setelah dinyatakan mandul. Bagaimana kamu bisa melakukan ini?”

Nadia menahan tangis sambil menatap Adrian. Namun pria itu berbalik tanpa menoleh lagi.

“Jangan pernah muncul di hadapanku. Kalau kau masih berani menipuku seperti ini, bantuan untuk ayahmu yang akan kuhentikan lebih dulu.”

Klik. Gerbang besar itu tertutup. Malam itu juga, ayah Nadia yang dirawat di ICU meninggal setelah pembiayaan perawatan dan dukungan pemindahannya ke rumah sakit lain atas nama Grup Wijaya dihentikan.

Di malam yang sama, sebuah SUV hitam dua kali menabrak taksi yang ditumpangi Nadia menuju rumah duka, lalu kabur. Polisi mula-mula menduga kecelakaan akibat jalan licin. Tetapi Nadia yakin ia melihat wajah yang mirip pengawal Karina di samping pengemudi SUV itu.

***

Lima tahun kemudian, Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Wijaya, Jakarta.

“Dok, tekanan darahnya terus turun! Saturasi oksigen 82%!”

Seruan perawat beradu dengan bunyi alarm monitor. Nadia, yang selama ini bekerja sebagai koordinator penelitian klinis sambil membesarkan putranya seorang diri, berlari menuju ranjang tindakan dengan wajah pucat. Raka Mahendra, putranya yang berusia empat tahun, terbaring dengan bintik-bintik merah di sekujur tubuh dan napas tersengal. Sorot matanya yang tajam begitu mirip dengan Adrian.

“Ma… Raka susah napas…”

Jari-jari kurus Raka menggenggam tangan Nadia erat-erat.

“Raka! Mama di sini. Tetap lihat Mama, ya!”

Nadia ingin menjawab seperti ketika Raka mengeluh susah tidur: Mama temani sampai pagi. Namun kali ini ia harus memberi ruang bagi perawat yang bekerja di sisi ranjang. Ia bergeser tanpa melepaskan genggaman putranya.

“Raka lihat Mama saja. Iya, di sini.”

Mata anak itu bergerak mencarinya. Nadia merendahkan tubuh agar wajahnya sejajar dengan bantal. Di tengah suara langkah dan alat yang beradu, ia mengulang panggilan yang sama. Ia tidak tahu apakah suaranya terdengar tenang. Yang ia tahu, jari Raka akan mengencang setiap kali ia berhenti bicara.

Air mata yang ditahannya pun jatuh. Dokter konsultan anak membalik rekam medis dengan wajah muram, lalu memandang Nadia.

“Gangguan imun akutnya menyebabkan penekanan berat pada sumsum tulang. Jumlah trombositnya terus turun. Ia membutuhkan transfusi komponen darah secepatnya. Masalahnya, golongan darahnya AB rhesus negatif, dan kombinasi antibodinya juga sulit dicocokkan.”

AB rhesus negatif. Golongan darah yang sangat langka. Dari semua orang yang Nadia kenal, hanya ada satu orang yang memiliki golongan darah yang sama.

Adrian Wijaya.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
18 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status