Share

Bab 2

Author: Muriaz
“Iya, nanti kakak ipar teriak yang kencang, ya. Biar aku bisa ikut menikmati.”

Orang bilang sopir truk itu tidak ada yang benar dan kali ini aku benar-benar membuktikannya sendiri. Omongan macam apa yang mereka bicarakan? Wajahku sampai memerah sangking malunya.

Selama perjalanan selanjutnya, aku berbaring di ranjang baris belakang, sementara kedua pria itu mengobrol di depan sambil menyetir. Sebagian besar obrolan mereka berisi kata-kata mesum dan lelucon kotor. Meski aku berpura-pura tak tertarik, suara mereka sangat keras sehingga setiap kalimat mesum itu masuk ke telingaku tanpa terlewat satu pun.

Aku tak tahu apakah pria bisa melepas penat setelah mendengar hal-hal seperti itu, tapi yang jelas aku merasa sangat terangsang.

Kata-kata vulgar yang blak-blakan itu terbawa udara dan terasa seperti helai bulu yang menggelitik seluruh tubuhku.

Ketidakpuasan yang kurasakan dari suamiku kemarin meledak sepenuhnya saat ini.

Berbaring di ranjang, aku merasa seluruh tubuhku kesemutan dari ujung kepala hingga ujung kaki. Aku hanya ingin malam segera tiba, agar bisa melakukannya dengan suamiku.

Tidak, sekali saja tidak cukup. Harus berkali-kali, melakukannya berkali-kali….

Mataku tak sadar beralih pada mereka berdua. Karena terlalu lama duduk sepanjang tahun, perut suamiku mulai buncit. Setiap truk berguncang, dagu berlapisnya ikut bergetar sedikit. Dia tidak olahraga sama sekali, pantas saja staminanya lemah.

Tanpa sadar, pandanganku bergeser ke arah Fresly yang duduk di sampingnya. Pria itu benar-benar sesuai dengan namanya, fresh sekali. Hanya dengan duduk di sana, dia sudah memancarkan aura keganasan binatang buas yang kuat. Bahunya lebar, lengannya kekar dan paha di bawah sana juga sangat besar.

Setiap guratan ototnya memancarkan hormon maskulin yang sulit diabaikan. Aromanya memenuhi ruang truk yang sempit ini, membuat pikiranku pusing. Selain bayangan adegan yang membuat wajah memerah, aku hampir tak bisa memikirkan hal lain.

Aku menelan ludah tanpa sadar, baru sadar pikiranku sudah melayang ke mana-mana dan wajahku pun merona merah.

Tepat saat itu, Fresly menoleh dan melirikku. Aku bisa merasakan jelas tatapannya tertuju lurus ke dadaku, seolah-olah sepasang tangan besar akan segera merobek pakaianku dengan kasar di detik berikutnya.

Aku segera membuang muka dengan malu, tapi jantungku berdebar kencang. Jangan... jangan-jangan dia sengaja melihatku? Apa yang mau dia lakukan padaku….

Hari itu berlalu dengan linglung. Saat tengah malam, suamiku menghentikan truk di tempat istirahat.

Setelah mematikan mesin, dia menghampiriku dan langsung memelukku, lalu meremas bokongku dengan keras, “Dasar genit, sudah nggak sabar, ya?”

Jika di rumah, aku pasti akan membalasnya dengan kata-kata nakal, tapi sekarang ada pria lain di dalam truk! Mana mungkin aku berani mengatakannya. Aku hanya bisa menyembunyikan wajahku di dadanya dengan malu, mengganti kata-kata dengan belaian tangan.

“Kenapa? Di rumah teriaknya begitu semangat, kok di sini malah diam saja? Teriak dong, biar kudengar.”

Suamiku menepuk pahaku. Dia orangnya sangat temperamen, kalau ada yang tidak cocok sedikit saja, dia bisa marah. Aku tidak punya pilihan, selain mengikuti keinginannya dan mengerang.

Meski di dalam mobil gelap gulita, aku selalu merasa ada sepasang mata dari ranjang atas yang sedang mengintipku diam-diam.

Sensasi rangsangan yang kuat membuat kulit kepalaku meremang. Setiap gerakan membuat jantungku berdegup kencang.

Suamiku tidak merasa canggung sama sekali, dia malah tampak lebih bersemangat dari biasanya. Ini membuatku curiga kalau dia membawaku ikut hanya untuk pamer di depan rekannya….

Setelah puas, suamiku langsung tertidur lelap, bahkan sampai mendengkur.

Namun, diriku belum puas. Saat berangkat tadi, aku tak membawa mainan kecilku. Jadi, aku hanya bisa menjepit selimut dengan kaki secara diam-diam untuk meredakan gejolak yang muncul sesekali.

“Kak, kamu belum tidur?”

Tiba-tiba, Fresly menjulurkan kepalanya dari ranjang atas, menatapku tanpa berkedip di kegelapan malam.

Aku sangat kaget hingga tubuhku membeku, tak berani bergerak lagi.

“Mau… mau tidur sekarang. Kamu belum tidur juga?”

“Terus-terusan dengan suara kakak ipar, mana mungkin aku bisa tidur?”

Wajahku terasa seperti terbakar api, membuat hatiku berdebar panik.

Apa… apa maksudnya ini? Dia sedang menggodaku?

Aku tak berani membalas ucapannya dan segera masuk ke dalam selimut. Hanya samar-samar terdengar suara tawa pelan darinya.

Malam itu, tidurku sangat tidak nyenyak. Di dalam mimpi, aku terus melanjutkan kemesraan dengan suamiku, tapi kemudian muncul pria lain, ikut bermain bersama suamiku di depan dan pria itu di belakang….

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Mimpi Buruk Di Dalam Truk   Bab 8

    Aku bilang padanya bakal pulang dalam waktu sekitar sepuluh hari. Tapi, karena melihat postinganku terus diperbarui, bahkan sampai dikabarkan pergi ke zona tak berpenghuni, dia mulai merasa ada yang tak beres.Dia mencoba meneleponku, tapi tidak ada yang mengangkat. Akhirnya, dia datang ke rumah untuk mengkorek informasi dari suamiku. Suamiku bilang kalau aku hilang di zona tak berpenghuni dan dia sudah melapor ke polisi.Sahabatku tahu betul kalau sebenarnya tujuanku bukan ke Kinta. Semakin dipikirkan, dia merasa semakin janggal. Jadi, dia pun bergegas melapor ke polisi dan menceritakan semua hal yang diketahuinya.Sebelumnya, aparat kepolisian terus memfokuskan pencarian di zona tak berpenghuni yang diposting di akunku. Baru sekarang mereka sadar kalau arah penyelidikannya salah total.Setelah memeriksa rekaman CCTV, polisi menemukan bahwa aku naik ke truk Fresly dan tujuan mereka bukanlah ke Kinta.Melalui serangkaian penyelidikan dan interogasi lanjutan, akhirnya Fresly mengakui se

  • Mimpi Buruk Di Dalam Truk   Bab 7

    Mendengar ucapannya yang penuh kemenangan, hatiku rasanya terjatuh ke dasar jurang terdalam. Pria ini benar-benar sudah merencanakan semuanya dengan matang.Beberapa saat kemudian, terdengar suara teriakan seorang pria dari luar. Kurang lebih dia bertanya apakah barangnya sudah siap atau belum.Fresly menyahut, lalu dia mengambil sebuah karung hitam dan menyelimuti seluruh tubuhku. Dia mengangkatku keluar, lalu melemparkanku begitu saja ke dalam sebuah kendaraan.Bau di dalam kendaraan itu sangat menyengat, tapi mana ada waktu bagiku untuk memedulikan hal itu sekarang. Aku meringkuk di dalam karung hitam dengan tangan dan kaki yang terikat erat. Aku hanya bisa merasakan guncangan mobil di sepanjang jalan, sama sekali tidak tahu akan dibawa ke mana.Entah berapa lama waktu telah berlalu, aku diseret turun dari mobil, lalu diangkat masuk ke dalam sebuah ruangan.Terdengar suara pintu ditutup, disusul seorang pria kekar yang merobek karung hitam yang membungkusku.Sorot cahaya yang tiba-t

  • Mimpi Buruk Di Dalam Truk   Bab 6

    “Ella, malam ini kita cari penginapan saja, biar bisa istirahat total. Beberapa hari ini kamu sudah kelelahan.”Wajahku memerah. Dia bahkan tidak lelah, malah diriku yang dibuat kelelahan olehnya.Pria ini benar-benar sangat perhatian dan tidak ada duanya. Berhubung badanku memang sedang tidak enak, aku pun menyetujui ajakannya.Dia sangat kenal jalanan di daerah sini. Malam harinya, dia menyetir berbelok-belok melewati jalanan kecil, lalu membawaku ke sebuah penginapan kecil.Penginapan itu hanya dua lantai, dibangun di tempat yang sangat terpencil. Tidak ada bangunan lain di sekitarnya. Sepertinya tempat ini hanya diketahui oleh para sopir truk besar yang sering melewati rute ini.Mungkin karena sepi pengunjung, kondisi kebersihannya kurang terawat. Begitu melangkah masuk, lampu koridornya remang-remang, membuat suasananya terasa sangat tidak nyaman.Kondisi kamarnya pun tak jauh berbeda. Sprei dan selimutnya mengeluarkan bau apek yang menyengat. Aku mengerutkan kening. Tempat ini ba

  • Mimpi Buruk Di Dalam Truk   Bab 5

    Di atas ranjang pernikahan kami, aku kembali melakukan perbuatan yang mengkhianati suamiku….Hubungan seperti ini berlanjut selama beberapa waktu, hingga kemudian Fresly mulai merasa tak puas lagi.Suatu kali dia bilang ada jadwal melewati rute jalan ke Kinta dan menyuruhku untuk ikut menemaninya.“Kak, tolong turuti aku. Kamu tahu nggak seberapa irinya aku pada Kak Leon selama ini? Aku juga mau merasakan kehangatan seperti di rumah sendiri waktu di dalam truk.”Aku terbelalak menatapnya. Ini benar-benar nekat sekali. Belum cukup dia mengejarku sampai ke rumah, sekarang malah memintaku ikut naik truk dengannya.Sekali pergi bisa makan waktu sepuluh hari, bahkan sampai setengah bulan. Jika sampai suamiku tahu, dia pasti akan membunuhku.“Aduh, kamu tinggal bilang saja pergi liburan dengan teman-teman. Nanti tinggal foto-foto pemandangan lalu unggah di postingan, mana terlihat kamu perginya ke mana?”“Kak, aku janji perjalanan kali ini pasti bakal membuatmu merasa sangat nyaman dan puas.

  • Mimpi Buruk Di Dalam Truk   Bab 4

    Tenaganya sama sekali bukan tandinganku. Dengan posisi yang begitu memalukan, aku habis dilahap dan dinikmati seluruhnya oleh Fresly….Dengan mata berkaca-kaca, aku merapikan pakaian dan rambutku yang acak-acakan. Suamiku masih saja mendengkur dan belum bangun. Karena merasa sangat sedih, air mataku mengalir deras tanpa bisa dibendung.Fresly menarik selembar tisu untuk mengusap air mataku, tapi seberapa keras pun dia mengusapnya, air mata ini tak mau berhenti.“Kok kamu gampang sekali basah?”Dia bergumam sambil mengerutkan kening. Begitu melihatku menangis semakin kencang, dia tersenyum lagi dan mencoba membujukku, “kak, yang pertama kali memang asing, yang kedua kali nanti pasti sudah biasa. Lain kali aku bakal lebih pelan-pelan, kok. Lagipula salahmu sendiri, kok malam tadi teriak sekencang itu, aku benar-benar nggak bisa menahan diri.”Pria bajingan ini sudah merenggut wanita dari sahabatnya sendiri, sekarang malah melimpahkan kesalahan padaku.Aku memukulnya dengan kepalan tangan

  • Mimpi Buruk Di Dalam Truk   Bab 3

    Saat terbangun, aku merasa tubuhku sangat lelah. Suamiku sudah bangun dan sedang menyetir. Aku masih berbaring di ranjang sambil memperhatikan kedua pria itu diam-diam, tapi hari ini jelas mataku lebih sering tertuju pada Fresly.Di dalam truk ada dapur kecil untuk memasak makanan segar.Aku memotong sayuran sambil melamun.Tiba-tiba, Fresly merapat ke arahku, “Kak, ada yang perlu dibantu?”Ruangan di sini benar-benar sempit. Dengan badannya yang besar, begitu dia mendekat, diriku sudah hampir terpojok ke sudut.Entah sengaja atau tidak, pahanya menempel erat pada kakiku. Suhu tubuhnya yang menembus celana membuatku linglung, hingga tanpa sengaja jariku teriris pisau.“Kak, kamu nggak apa-apa?”Fresly tiba-tiba menarik jariku dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Dia mengisapnya beberapa kali, bahkan memutar-mutarkan jariku di dalam mulutnya. Aku sangat ketakutan dan berusaha menariknya keluar, tapi dia memegangnya dengan sangat erat.Melihat suamiku yang sedang menyetir di depan, selu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status