Share

Mimpi Buruk Di Dalam Truk
Mimpi Buruk Di Dalam Truk
Author: Muriaz

Bab 1

Author: Muriaz
“Sayang, perginya bakal berapa lama kali ini?”

Aku merebahkan diri di ranjang, menghela napas perlahan. Begitu sudah agak lega, aku bangun untuk mulai merapikan barang-barang suamiku ke dalam koper.

Suamiku adalah seorang sopir truk besar. Dia menempuh perjalanan jarak jauh siang dan malam, waktunya dihabiskan di atas kendaraan jauh lebih banyak daripada di rumah.

Setiap kali berangkat, paling sebentar satu minggu, paling lama bisa sampai setengah bulan tak kelihatan batang hidungnya.

Waktu baru menikah dulu, aku merasa pekerjaan ini sangat bagus. Selain penghasilannya lumayan, dia juga bisa berkeliling ke seluruh penjuru untuk melihat dunia.

Namun setelah beberapa tahun, aku mulai merasakan pahitnya menjadi istri seorang sopir, apalagi sopir truk besar.

Suamiku jarang sekali di rumah, meninggalkanku kesepian sendirian.

Aku ini wanita normal.

Dulu, waktu masih muda dan belum paham apa-apa, aku tak terlalu merasakannya. Tapi, seiring bertambahnya usia, kebutuhan biologis seorang wanita semakin meningkat.

Apalagi sekarang sudah masuk usia tiga puluhan, masa-masa di mana gairah sedang memuncak, tapi aku hanya bisa bertemu suamiku beberapa kali dalam sebulan. Bagaimana aku bisa menahannya?

Melihat sahabat-sahabatku yang setiap malam selalu ditemani pasangannya, bohong kalau diriku bilang tidak iri.

Yang lebih parahnya lagi, karena terlalu lama menyetir dan jarang berolahraga, stamina suamiku yang baru berusia tiga puluhan itu sudah menurun.

Jarang-jarang pulang sekali, tapi dia malah tak bisa memuaskanku.

Di usiaku yang sedang mekar-mekarnya bagai bunga, kok diriku malah harus berakhir seperti janda, padahal punya suami?

Sebenarnya, sesi bercinta tadi terasa sangat hambar bagiku.

Namun, demi menjaga harga diri suamiku, aku terpaksa pura-pura terlihat puas.

“Perjalanan kali ini agak jauh, bolak-balik setidaknya memakan waktu setengah bulan.”

Aduh… setengah bulan tidak ada di rumah lagi. Kualitasnya tidak terjamin, kuantitasnya pun tak bisa terkejar.

“Kamu ikut saja denganku kali ini?”

Apa?

Menyuruhku ikut?

Aku menatap suamiku dengan tatapan agak terkejut.

Dulu, aku sering merengek ingin ikut untuk sekalian jalan-jalan, tapi suamiku selalu menolak. Katanya perusahaan sudah mengatur rekan kerja dan tidak nyaman kalau membawaku. Kok dia malah tiba-tiba berubah pikiran?

“Iya, aku lihat rekan-rekan yang lain juga ajak istri mereka untuk ikut. Siang hari bisa makan masakan rumah yang hangat, malamnya bisa tidur sambil berpelukan, bukankah itu asik?”

Ternyata itu maksudnya. Sepertinya bukan hanya aku saja yang merasa tidak tahan dengan keadaan ini.

Baru saja aku mau tersenyum dan menyetujuinya, tiba-tiba teringat satu hal.

“Kalau aku ikut, lalu bagaimana dengan rekanmu?”

Rekan kerja suamiku namanya Fresly. Kalau perjalanan jarak jauh, mereka akan berangkat bersama untuk bergantian menyetir.

“Halah, biarkan saja dia. Nanti dia yang nyetir, kita main di ranjang. Kalau kamu merasa kurang seru, nanti aku suruh dia berhenti dan main bersama kita….”

Sembarangan, aku langsung membekap mulutnya karena malu.

Sopir-sopir lama, terutama yang menyetir truk besar begini, memang sering merasa bosan di jalan. Biasanya mereka punya kebiasaan bicara mesum untuk mengusir penat.

Namun, mulutnya ini benar-benar tak dijaga, bisa-bisanya bicara seperti itu tentang istrinya sendiri. Benar-benar memalukan.

Meski malu, ucapan suamiku tadi mulai membekas dan membentuk gambaran di kepalaku.

Nanti akan ada dua pria kekar, satu di depan dan satu di belakang….

Aku menutup wajahku yang terasa panas dan memaksakan diri untuk berhenti membayangkannya, lalu langsung berkemas.

“Dasar wanita genit, kamu benar-benar mau?”

Keesokan harinya, aku menyeret koper mengikuti di belakang suamiku. Begitu naik ke truk, ternyata Fresly sudah sampai di sana.

Dulu, suamiku pernah mengajaknya makan di rumah, jadi kami sudah saling kenal.

Dia beberapa tahun lebih muda dari suamiku, tubuhnya juga jauh lebih kekar. Tinggi badannya setidaknya 185 cm, duduk di kursi kemudi saja terlihat sangat penuh.

Melihatku, Fresly menyapa dengan ramah, “Halo kakak ipar, perjalanan kali ini bakal merepotkanmu….”

Aku tersenyum sopan, “Hanya masak-masak saja, nggak repot kok.”

“Nanti di perjalanan, aku harus mencicipi rasa kakak ipar dengan baik.”

“Ah… itu masalah kecil, jangan sungkan.”

Usai aku bicara, baru merasa kok ada yang salah dengan kalimatnya?

Tiba-tiba, suamiku menepuk pundak Fresly dengan keras, “Dasar kamu, aku kasih tumpangan makan, kamu malah mau mencicipi rasa istriku?! Mimpi saja! Nikmati saja pertunjukan kami di belakang nanti malam saat kamu menyetir.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Mimpi Buruk Di Dalam Truk   Bab 8

    Aku bilang padanya bakal pulang dalam waktu sekitar sepuluh hari. Tapi, karena melihat postinganku terus diperbarui, bahkan sampai dikabarkan pergi ke zona tak berpenghuni, dia mulai merasa ada yang tak beres.Dia mencoba meneleponku, tapi tidak ada yang mengangkat. Akhirnya, dia datang ke rumah untuk mengkorek informasi dari suamiku. Suamiku bilang kalau aku hilang di zona tak berpenghuni dan dia sudah melapor ke polisi.Sahabatku tahu betul kalau sebenarnya tujuanku bukan ke Kinta. Semakin dipikirkan, dia merasa semakin janggal. Jadi, dia pun bergegas melapor ke polisi dan menceritakan semua hal yang diketahuinya.Sebelumnya, aparat kepolisian terus memfokuskan pencarian di zona tak berpenghuni yang diposting di akunku. Baru sekarang mereka sadar kalau arah penyelidikannya salah total.Setelah memeriksa rekaman CCTV, polisi menemukan bahwa aku naik ke truk Fresly dan tujuan mereka bukanlah ke Kinta.Melalui serangkaian penyelidikan dan interogasi lanjutan, akhirnya Fresly mengakui se

  • Mimpi Buruk Di Dalam Truk   Bab 7

    Mendengar ucapannya yang penuh kemenangan, hatiku rasanya terjatuh ke dasar jurang terdalam. Pria ini benar-benar sudah merencanakan semuanya dengan matang.Beberapa saat kemudian, terdengar suara teriakan seorang pria dari luar. Kurang lebih dia bertanya apakah barangnya sudah siap atau belum.Fresly menyahut, lalu dia mengambil sebuah karung hitam dan menyelimuti seluruh tubuhku. Dia mengangkatku keluar, lalu melemparkanku begitu saja ke dalam sebuah kendaraan.Bau di dalam kendaraan itu sangat menyengat, tapi mana ada waktu bagiku untuk memedulikan hal itu sekarang. Aku meringkuk di dalam karung hitam dengan tangan dan kaki yang terikat erat. Aku hanya bisa merasakan guncangan mobil di sepanjang jalan, sama sekali tidak tahu akan dibawa ke mana.Entah berapa lama waktu telah berlalu, aku diseret turun dari mobil, lalu diangkat masuk ke dalam sebuah ruangan.Terdengar suara pintu ditutup, disusul seorang pria kekar yang merobek karung hitam yang membungkusku.Sorot cahaya yang tiba-t

  • Mimpi Buruk Di Dalam Truk   Bab 6

    “Ella, malam ini kita cari penginapan saja, biar bisa istirahat total. Beberapa hari ini kamu sudah kelelahan.”Wajahku memerah. Dia bahkan tidak lelah, malah diriku yang dibuat kelelahan olehnya.Pria ini benar-benar sangat perhatian dan tidak ada duanya. Berhubung badanku memang sedang tidak enak, aku pun menyetujui ajakannya.Dia sangat kenal jalanan di daerah sini. Malam harinya, dia menyetir berbelok-belok melewati jalanan kecil, lalu membawaku ke sebuah penginapan kecil.Penginapan itu hanya dua lantai, dibangun di tempat yang sangat terpencil. Tidak ada bangunan lain di sekitarnya. Sepertinya tempat ini hanya diketahui oleh para sopir truk besar yang sering melewati rute ini.Mungkin karena sepi pengunjung, kondisi kebersihannya kurang terawat. Begitu melangkah masuk, lampu koridornya remang-remang, membuat suasananya terasa sangat tidak nyaman.Kondisi kamarnya pun tak jauh berbeda. Sprei dan selimutnya mengeluarkan bau apek yang menyengat. Aku mengerutkan kening. Tempat ini ba

  • Mimpi Buruk Di Dalam Truk   Bab 5

    Di atas ranjang pernikahan kami, aku kembali melakukan perbuatan yang mengkhianati suamiku….Hubungan seperti ini berlanjut selama beberapa waktu, hingga kemudian Fresly mulai merasa tak puas lagi.Suatu kali dia bilang ada jadwal melewati rute jalan ke Kinta dan menyuruhku untuk ikut menemaninya.“Kak, tolong turuti aku. Kamu tahu nggak seberapa irinya aku pada Kak Leon selama ini? Aku juga mau merasakan kehangatan seperti di rumah sendiri waktu di dalam truk.”Aku terbelalak menatapnya. Ini benar-benar nekat sekali. Belum cukup dia mengejarku sampai ke rumah, sekarang malah memintaku ikut naik truk dengannya.Sekali pergi bisa makan waktu sepuluh hari, bahkan sampai setengah bulan. Jika sampai suamiku tahu, dia pasti akan membunuhku.“Aduh, kamu tinggal bilang saja pergi liburan dengan teman-teman. Nanti tinggal foto-foto pemandangan lalu unggah di postingan, mana terlihat kamu perginya ke mana?”“Kak, aku janji perjalanan kali ini pasti bakal membuatmu merasa sangat nyaman dan puas.

  • Mimpi Buruk Di Dalam Truk   Bab 4

    Tenaganya sama sekali bukan tandinganku. Dengan posisi yang begitu memalukan, aku habis dilahap dan dinikmati seluruhnya oleh Fresly….Dengan mata berkaca-kaca, aku merapikan pakaian dan rambutku yang acak-acakan. Suamiku masih saja mendengkur dan belum bangun. Karena merasa sangat sedih, air mataku mengalir deras tanpa bisa dibendung.Fresly menarik selembar tisu untuk mengusap air mataku, tapi seberapa keras pun dia mengusapnya, air mata ini tak mau berhenti.“Kok kamu gampang sekali basah?”Dia bergumam sambil mengerutkan kening. Begitu melihatku menangis semakin kencang, dia tersenyum lagi dan mencoba membujukku, “kak, yang pertama kali memang asing, yang kedua kali nanti pasti sudah biasa. Lain kali aku bakal lebih pelan-pelan, kok. Lagipula salahmu sendiri, kok malam tadi teriak sekencang itu, aku benar-benar nggak bisa menahan diri.”Pria bajingan ini sudah merenggut wanita dari sahabatnya sendiri, sekarang malah melimpahkan kesalahan padaku.Aku memukulnya dengan kepalan tangan

  • Mimpi Buruk Di Dalam Truk   Bab 3

    Saat terbangun, aku merasa tubuhku sangat lelah. Suamiku sudah bangun dan sedang menyetir. Aku masih berbaring di ranjang sambil memperhatikan kedua pria itu diam-diam, tapi hari ini jelas mataku lebih sering tertuju pada Fresly.Di dalam truk ada dapur kecil untuk memasak makanan segar.Aku memotong sayuran sambil melamun.Tiba-tiba, Fresly merapat ke arahku, “Kak, ada yang perlu dibantu?”Ruangan di sini benar-benar sempit. Dengan badannya yang besar, begitu dia mendekat, diriku sudah hampir terpojok ke sudut.Entah sengaja atau tidak, pahanya menempel erat pada kakiku. Suhu tubuhnya yang menembus celana membuatku linglung, hingga tanpa sengaja jariku teriris pisau.“Kak, kamu nggak apa-apa?”Fresly tiba-tiba menarik jariku dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Dia mengisapnya beberapa kali, bahkan memutar-mutarkan jariku di dalam mulutnya. Aku sangat ketakutan dan berusaha menariknya keluar, tapi dia memegangnya dengan sangat erat.Melihat suamiku yang sedang menyetir di depan, selu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status