LOGIN"Pak, apa harus lebih cepat lagi?" Aku bertumpu pada lutut dan siku di atas matras yoga, menggoyangkan pinggulku yang montok dengan liar. Sementara kedua tanganku tidak berhenti meremas dadaku sendiri. Di belakangku, para murid serempak menatap lurus ke arah bokongku yang bergoyang erotis. "Bagus sekali, pertahankan kecepatan ini. Sekarang, ayo kita ke praktik langsung." Begitu selesai bicara, instruktur itu menanggalkan celananya dan berbaring tepat di bawah selangkanganku.
View MoreAku tersentak ketakutan, lalu menyentakkan kakiku lurus-lurus hingga menendang telak bagian selangkangannya.Satpam itu mengaduh kesakitan sembari mendekap area intimnya, menatapku dengan sorot mata yang mendadak beralih buas.Peter buru-buru menyahut, "Sonia, dengarkan penjelasanku dulu. Urusannya nggak seperti yang kamu lihat.""Cukup! Aku nggak mau dengar penjelasanmu! Kamu benar-benar lebih bejat dari binatang!" jeritku histeris hingga pita suaraku rasanya hendak robek.Meskipun aku memilih untuk bercinta dengan Peter, bukan berarti aku tidak memiliki prinsip dan batas suci yang bisa diinjak-injak.Melihatku yang sudah berada di ambang histeria, Peter akhirnya terpaksa membeberkan kenyataan yang sebenarnya."Nggak seperti itu. Kemarin aksi kita kepergok oleh satpam ini. Dia mengancam akan melapor ke polisi. Kalau itu terjadi, kita berdua akan hancur! Makanya aku janji akan membiarkanmu melayaninya sekali saja. Aku takut kamu menolak, jadi terpaksa aku ...."Kalimatnya menggantung d
Aku memekik tertahan, "Luar biasa gagah ...!"Menyaksikan tubuh Peter yang begitu kekar, gairahku makin tak terkendali. Api di perut bagian bawahku makin berkobar hebat. Satu tangan Peter tidak berhenti meremas buah dadaku, menghantarkan rasa geli sekaligus nikmat yang teramat nyaman."Kulum benda ini, lalu gunakan lidahmu untuk berputar perlahan di atasnya. Isap dengan lembut menggunakan mulutmu."Aku membungkukkan tubuh, mataku terpaku lurus pada pusaka raksasa tersebut. Kemudian, aku membuka mulut kecilku dan mengulumnya sekaligus. Sesuai instruksi Peter, kulayangkan lidahku untuk menari-nari di atasnya, lalu mengisapnya perlahan.Tubuh Peter bergetar hebat seiring dengan setiap isapan yang kuberikan. Dia tidak henti-hentinya melontarkan pujian, "Lidahmu lincah sekali, kamu benar-benar wanita jalang yang menggoda!"Dipuji seperti itu, membuat gerakan lidahku makin menggila. Api berahi di dalam perutku menyala kencang, meresap hingga ke sumsum tulang membuatku meremang hebat.Ek
Hanya saja, aku merasa tubuh suamiku tidak lagi terasa memuaskan. Jika dibandingkan dengan Peter, stamina dan tubuh suamiku benar-benar jauh tertinggal. Setelah merasakan ukuran Peter yang besar, bercinta dengan suamiku saat ini rasanya bagai digelitik sebatang tusuk gigi. Sama sekali tidak ada rasanya.Yang lebih parah lagi, suamiku bahkan tidak sanggup bertahan satu menit sebelum akhirnya klimaks duluan.Setelah mencapai kepuasannya sendiri, dia sama sekali tidak memedulikanku. Dia menyalakan sebatang rokok, lalu kembali asyik bermain dengan ponselnya. Sementara itu, api gairah di dalam tubuhku masih berkobar hebat, membuat seluruh tubuhku tersiksa menahan damba.Aku menggeliatkan tubuhku, merangkak perlahan mendekati suamiku, lalu mengulum cuping telinganya dengan lembut. Aku ingin suamiku membantu meredakan rasanya dengan jari-jarinya.Namun, suamiku yang sedang fokus bermain game malah langsung menepis tubuhku.Detik itu juga aku tersadar. Dia menyuruhku mengikuti Kamp Pelatiha
Sebuah sensasi nikmat yang belum pernah kurasakan sebelumnya mendadak menyergap sanubari, seketika menghanyutkanku dalam gairah. Aku mengerahkan seluruh tenaga panggulku dengan posisi yang tadi diajarkan oleh Peter, mengentak-entakkan selangkanganku sekuat tenaga.Kenikmatan dari rangsangan yang intens ini membuatku hampir kehilangan kesadaran diri. Sementara itu, Peter yang berada di bawah tubuhku, juga bermain dengan sangat penuh kepasrahan. Menyambut dan mengimbangi ritme goyanganku entakan demi entakan.Melihat adegan panas ini, mana mungkin para murid di bawah panggung bisa menahan diri lagi? Mereka langsung meniru posisiku dan Peter, mengikuti ritme kami, dan ikut memadu kasih dengan liar.Seketika, ruang kelas kamp pelatihan itu dipenuhi oleh pekik gairah dan lenguhan para istri. Bagaikan sedang beradu kelantangan suara, jeritan mereka saling bersahutan, makin lama makin meninggi.Suara-suara riuh dari dalam kelas itu akhirnya memicu perhatian petugas keamanan.Brak! Pintu d
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.