LOGINFlorian is an Omega and learned how to be quiet, careful and not seen until he met an alpha, Jethson Stetson a future alpha to a powerful pack and the heir to a big corporate groups. Who Florian was hyper aware and affected by in a way other Alpha never made him feel. Then Florian knew his step brother-to be is Jethson Stetson, he knew that he had to start far away from him. Not only because Jethson is a notorious playboy alpha but because the way Florian is so aware of his Stepbrother. Then they are forced to live together like a family when the two clearly can't stand each other. Under the disguise of not able to stand themselves was a desire—a pull they can't avoid.
View MoreDrrttt ... Drrttt ....
Getaran ponsel dari atas nakas berhasil membuat tubuh wanita cantik itu kembali mendapatkan kesadarannya. Sorot cahaya matahari yang menyeruak memasuki celah jendela membuatnya mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.Adira terduduk cepat. Matanya membelalak, ketika mendengar suara dengkuran halus dari samping tubuhnya."Siapa pria ini?" Sorot mata itu menelusuri setiap inci dari tubuh kekar yang bertelanjang bulat, masih berbaring di samping tubuhnya. Bulu lentik dan alis tebal terlihat jelas dari wajah tampan yang masih memejam erat. Karisma yang terpancar dari wajahnya tak hilang sedikit pun termakan usia yang terpaut cukup jauh dengannya."Sebenarnya apa yang terjadi?" Adira memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa nyeri. Memori otaknya seolah berputar mundur, mengingat semua hal yang terjadi sebelum ia berakhir di sini.Sang suami meminta Adira untuk menemaninya ke sebuah tempat hiburan malam, ia dipaksa meminum sesuatu hingga akhirnya merenggut kesadarannya secara paksa. Satu kalimat yang terdengar begitu jelas memasuki telinganya sebelum pandangan matanya menghitam adalah, "Lima puluh juta, bersiaplah untuk sampai di genggaman tanganku.""Apa mungkin Mas Keenan sengaja ingin menjualku? Tidak! Tidak mungkin." Adira menampar keras kedua pipinya. Berusaha menjernihkan pikirannya yang berkali-kali terlintasi oleh prasangka buruk. Meski sang suami begitu membenci dirinya karena sebuah perjodohan, dia tidak akan mungkin berbuat setega itu terhadapnya.Ia tidak ingin memiliki pikiran kotor terhadap dirinya sendiri, namun penampakan tubuhnya tanpa balutan pakaian sedikit pun dan beberapa bercak merah pada leher dan dada, seolah membantah asumsinya sendiri.Tubuh rapuh itu seketika bangkit, namun sensasi perih menjalar dari pangkal pahanya, membuat tubuhnya terhuyung dengan kedua tangan yang bertumpu pada nakas.Diliriknya tubuh kekar itu. Masih terpejam dengan suara dengkuran halus menyertai tidur lelapnya. Kesempatan Adira untuk segera kabur dari sana."Aku harus cepat pergi dari sini," gumam Adira dengan tangan yang menyambar cepat sembarang pakaian yang berhamburan di atas lantai.Namun sebuah tangan kekar menyambar lengannya secara kasar, hingga tubuhnya terhuyung dan kembali terjatuh di atas ranjang."Mau pergi ke mana?" Suara serak dari seorang pria berhasil mengejutkannya. Matanya membelalak sempurna, menatap seorang pria tampan dengan tubuh telanjang mencoba kembali menindih tubuhnya.Namun sekuat apa pun ia berontak, tubuhnya tak kunjung terlepas. Tenaganya tak cukup kuat untuk menandingi pria dewasa yang berusaha menjamah kembali tubuh moleknya."Diam!" Satu kata yang terdengar memekikkan telinga itu seketika menghentikan pergerakan tubuh Adira. Tatapan tajam mengiris seolah mengulitinya tipis-tipis.Sorot tajam mengintimidasi itu kini menatap lekat bercak merah pada alas kasur berwarna putih. Bibirnya menyeringai dalam sekejap. Ada perasaan bangga telah menerobos pertahanan seorang Jalang yang ternyata masih perawan."Tuan, tolong lepaskan saya." Satu kalimat ia ucapkan setelah mati-matian mengumpulkan keberanian untuk beberapa detik. Karisma yang terpancar dari wajah pria itu seolah tidak dapat dibantah sedikit pun. Membuat ketakutan hebat kini menyeruak dalam hati.Setelah cengkeraman kuat pria itu terasa merenggang, Adira sekuat tenaga mencoba untuk bangkit. Ia meraih sembarang pakaian yang tercecer di atas lantai. Sebuah kemeja putih lengan panjang, ia kenakan untuk menutupi bagian tubuhnya."Tulis nomor rekeningmu!"Secarik kertas ia lemparkan dengan kasar. Hal itu sontak membuat rahang Adira mengeras. Apakah ia mengira jika Adira adalah wanita Jalang yang ditidurinya tadi malam?Tubuh dengan balutan kemeja putih itu sedikit membungkuk, meraih kasar selembar kertas yang terjatuh di bawah kakinya. Tangannya meraih bulpoin di atas nakas, dan terlihat menggoreskan tinta hitam di atas kertas."Setelah ini saya harap kita tidak akan bertemu lagi," geramnya dengan melemparkan kertas yang telah ia remas kasar, sebelum kaki jenjangnya melangkah cepat keluar dari dalam ruangan.Pria itu menyeringai, menatap lekat punggung wanita yang semakin hilang dari pandangan matanya."Tidak bertemu lagi? Itu tidak mungkin, karena sekarang aku menyukai tubuhmu," gumamnya lirih. Tangan kekar itu meraih kasar gumpalan kertas yang telah diremas kuat, membuka setiap sudutnya dengan perlahan.Ekspresi wajah itu seketika berubah hanya dalam waktu persekian detik. Alih-alih mendapatkan deretan angka panjang yang terpampang di buku rekening bank, Adira dengan begitu berani menuliskan satu kata yang berhasil membuat pria itu murka, 'BODOH!'Beberapa pertanyaan seketika terlintas dalam pikirannya. Siapa sebenarnya wanita ini? Punya keberanian dari mana menghina seorang Aksa Adhitama yang begitu luar biasa di kalangan para wanita?"Lihat saja! Aku akan mencarimu sampai ke ujung dunia."Sementara itu, Adira mengedarkan pandangan matanya untuk mencari pintu keluar. Ini adalah pertama kalinya ia datang ke tempat seperti ini. Tubuhnya kini terasa luluh lantak. Tak ada sedikit pun ketegaran yang tersisa dari dalam hati. Matanya mengawasi sekeliling dengan nanar, mencari keberadaan sang suami yang entah di mana keberadaannya."Mas Keenan, kamu di mana?" Adira menangis sesenggukan, berjalan tertatih-tatih untuk mencari sang suami. Namun hingga keluar dari dalam Bar, Keenan tak kunjung menampakkan batang hidungnya.Ketegaran yang bersusah payah ia kumpulkan mendadak luruh bersamaan dengan air mata yang jatuh membasahi jalanan kota.Adira mendapati sorot mata sinis yang kian menatapnya secara bergantian. Beberapa orang yang berlalu-lalang di sekitar bar menatap bekas merah pada tubuhnya dengan perasaan jijik."Aku bukan wanita kotor, aku bukan seorang Pelacur," gumam Adira dengan menundukkan wajahnya. Menyembunyikan air mata yang mulai luruh dari ujung matanya.Hanya karena dia keluar dari dalam sebuah Bar dengan berpenampilan lusuh, bukan berarti orang lain bisa sembarangan menyebutnya sebagai Pelacur.Memakai kemeja kebesaran dan rambut urakan, Adira berjalan tak tentu arah. Ia tidak tahu ke mana jalan pulang. Jika ia tahu pun, dirinya tidak mungkin pulang dalam keadaan seperti ini. Apa yang akan dipikirkan sang suami ketika melihat penampilannya saat ini?"Aku harus pergi ke mana?" Adira terduduk lemas di trotoar jalan. Kedua tangannya menelungkup menutupi wajahnya yang mulai bercucuran air mata. Kehormatan yang selama ini ia jaga untuk suaminya, dengan gampangnya direnggut paksa oleh sosok pria asing yang menidurinya semalam.Isak tangis itu terdengar semakin lantang. Adira merasa acuh tak acuh pada sebagian orang yang menatapnya jijik. Dibandingkan dengan rasa malu, perasaan hancur kini lebih mendominasi dalam hatinya.Setelah beberapa jam. Akhirnya tangis itu mampu meredakan sedikit amarah dalam hati. Kaki jenjang itu kini mulai melangkah pasti, menelusuri jalanan beraspal hingga sampai di kompleks perumahan tempatnya tinggal."Apa aku harus pulang dengan keadaan seperti ini?" Adira berhenti di depan pintu rumahnya. Memandangi dirinya sendiri dengan tatapan nanar.Beberapa tetangga nampak keluar. Menatap jijik pada Adira yang masih tertunduk di depan pintu."Astaga! Adira? Ternyata seperti ini kelakuanmu? Pantas saja selama ini Keenan tidak ingin menyentuhmu," cibir seorang tetangga yang merupakan bibi dari suami Adira. Hal itu ia ucapkan bukan tanpa sebab. Selama satu tahun membina rumah tangga, Keenan tak sekali pun merasa sudi untuk menyentuh tubuh Istrinya. Mungkin karena pernikahan mereka yang berawal dari sebuah perjodohan karena utang piutang kedua orang tua Adira yang kini telah berpulang ke Rahmatullah.Adira hanya terdiam dengan tatapan kosong. Mulutnya tak berniat menampik sedikit pun tuduhan-tuduhan yang dilontarkan padanya.Pintu rumah perlahan terbuka. Membuat wajah tertunduk itu seketika mendongak pasti. Namun bukan sambutan hangat yang ia dapatkan. Melainkan tamparan keras dan berbagai umpatan kasar yang keluar dari mulut suaminya.Plak!"Dasar Jalang! Katakan! Pergi ke mana saja kamu? Kenapa Tuan Aditya Buana tidak menemukanmu di kamarnya semalam?"Jethson's povI felt the corner of my lips twitch as I watched Kira and Florian laugh at something they were saying.Florian looked relaxed, peaceful even though it was noisy here, He turned slightly as if he noticed my gaze on him. He gave a small smile before turning away.I don't know how to explain this feeling in me.Or what it is and why my wolf shifts under my skin each time I am with him.I can't even explain why I let him into my personal space.I couldn't even stay mad at him for a long time even when I know he is okay with working with Rhys, who definitely gets into his pants.“You and your stepbrother are cool now?” Micah asked, he is seated next to me. “Yeah.” I replied, my gaze still on Florian.“Great,I am surprised though. I thought you hated him” Micah continued.“I don't, I am just a little… we are cool now” I said, taking a sip out of my drink.“Are you running tonight?” Micah asked and I shook my head. “Why?” He questioned, a little surprised.“I don't feel like”
Florian’s povAnytime my phone beeps, I pick it up in a hurry even at class.I was hoping Jethson would reply to my text that I sent to him this afternoon to ask how his day went.But he aired it to me, he is definitely pissed that I said yes to his father.But what is his deal with Calvin?Then my phone beeps and I picked it up and like always it was a false notification except it was from Immy.IMMYHey Florian, I really need to speak with Jethson. You have to help me, please.Or can you tell where he would be later?“The h*ll?” I shook my head and dropped my phone into the bed. She has the nerve to text me after she plays me like that.I removed my shoes and laid down flatly on the bed, bored. Then my door pushed open, “Mom, I want to rest please. Can we talk later” I said without checking who was at the door.“Florian” he called, It was Jethson. In a flash I sat up and turned to him.“Jethson,” I smiled, “Did you see my text?” I asked him, he shot the door behind her and strutted
Florian’s povThe bell to Jethson's penthouse rang.“I will go get it” Jethson said as he placed a plate of toast bread in front of me.“Okay…” I stifled a yawn with the back of my hands, I shifted on the kitchen stool and picked up the toast then took a bite.Jethson soon returned with a bag, he placed it on the island next to me, “Here are your clothes” he said,“You brought clothes for me?” I asked as I grabbed the bag, Jethson nodded as he took a seat beside me. I smiled bringing out the cloth, it was a baby blue sweat shirt with a cute white rabbit in the front. “Wow!” I chuckled. This is cute, then my face fell on the price tag and its price.My eyes widened in reaction, “Jethson this is too expensive” I told him but he shrugged, I grabbed the pair of jeans that are from the same luxury brand. “You don't need to buy these expensive…”Jethson cuts me off, “Then it is a gift” he said.I smiled, “Thank you” I put back the clothes into the bag. “You must have been watching me to kno
Florian’s povMy entrance clenched in anticipation, I parted my legs. My heart is plumping against my chest, “Jethson?” I called, when he stepped away.I turned slightly, he was watching me. “F**k” he muttered, before stepping closer again. He rubbed his hand against my butt.“Will…you just f**k me already?” I moaned when he grabbed my butts cheeks.“I thought you wanted me to take it easy on you?” he said, “I don't…Ahh” I let out when he spanked me suddenly, “what did you do that for?” I turned slightly glaring at him, Jethson chuckled as he rubbed his palm on my tingling butt.“I have been wanting to spank you” He replied biting my shoulder, before I could give a sassy reply he thrust into in one go.“Ahh…” a loud moan escaped me, my breath hitched and I felt filled. “F**k…ahh” I breathed when he started moving.In the first few strokes, Jethson moved in and out of me slowly. Slow f**king me and I hate it.Even though it was slow my mind went blank, “Jethson?” I called,“Hmm…ah” he
Florian’s povAll I felt was pain, I couldn't understand why it hurt so much when I learned that Jethson slept with Immy.I didn't focus on my second class and because of the constant distraction and sudden pain I had to go back home.I pushed the door open, to find my mom in the living area. It se
Florian’s povI watched as Jethson's hand skimmed my thigh and small gasp escaped my mouth, his hand went higher groping my d**k.“Stop teasing..” I breathed, “Just touch me” He laughed, pulling his shirt off. I watched as my shoulders muscles moved, I ran my tongue over my lower lips. Jethson lea
Jethson’s povI couldn't stop thinking about the kiss I shared with Florian, the way he moaned into my mouth and how responsive he was.I have never gotten turned on real quick like he did to me, I just knew I have to get out of the house before I do anything that will make things go wrong.But sta
Florian’s pov It was crazy how I thought the sandwiches and our little chat in the kitchen would change me and Jethson's relationship.We are now back to ignoring each other.Later that day I was opening to thank him but he didn't come home that night and when he did the next day.He ignored me li
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews