My Alpha stepbrother is my mate

My Alpha stepbrother is my mate

last updateLast Updated : 2026-04-26
By:  FaeiUpdated just now
Language: English
goodnovel18goodnovel
10
2 ratings. 2 reviews
33Chapters
577views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Florian is an Omega and learned how to be quiet, careful and not seen until he met an alpha, Jethson Stetson a future alpha to a powerful pack and the heir to a big corporate groups. Who Florian was hyper aware and affected by in a way other Alpha never made him feel. Then Florian knew his step brother-to be is Jethson Stetson, he knew that he had to start far away from him. Not only because Jethson is a notorious playboy alpha but because the way Florian is so aware of his Stepbrother. Then they are forced to live together like a family when the two clearly can't stand each other. Under the disguise of not able to stand themselves was a desire—a pull they can't avoid.

View More

Chapter 1

Chapter one

Drrttt ... Drrttt ....

Getaran ponsel dari atas nakas berhasil membuat tubuh wanita cantik itu kembali mendapatkan kesadarannya. Sorot cahaya matahari yang menyeruak memasuki celah jendela membuatnya mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.

Adira terduduk cepat. Matanya membelalak, ketika mendengar suara dengkuran halus dari samping tubuhnya.

"Siapa pria ini?" Sorot mata itu menelusuri setiap inci dari tubuh kekar yang bertelanjang bulat, masih berbaring di samping tubuhnya. Bulu lentik dan alis tebal terlihat jelas dari wajah tampan yang masih memejam erat. Karisma yang terpancar dari wajahnya tak hilang sedikit pun termakan usia yang terpaut cukup jauh dengannya.

"Sebenarnya apa yang terjadi?" Adira memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa nyeri. Memori otaknya seolah berputar mundur, mengingat semua hal yang terjadi sebelum ia berakhir di sini.

Sang suami meminta Adira untuk menemaninya ke sebuah tempat hiburan malam, ia dipaksa meminum sesuatu hingga akhirnya merenggut kesadarannya secara paksa. Satu kalimat yang terdengar begitu jelas memasuki telinganya sebelum pandangan matanya menghitam adalah, "Lima puluh juta, bersiaplah untuk sampai di genggaman tanganku."

"Apa mungkin Mas Keenan sengaja ingin menjualku? Tidak! Tidak mungkin." Adira menampar keras kedua pipinya. Berusaha menjernihkan pikirannya yang berkali-kali terlintasi oleh prasangka buruk. Meski sang suami begitu membenci dirinya karena sebuah perjodohan, dia tidak akan mungkin berbuat setega itu terhadapnya.

Ia tidak ingin memiliki pikiran kotor terhadap dirinya sendiri, namun penampakan tubuhnya tanpa balutan pakaian sedikit pun dan beberapa bercak merah pada leher dan dada, seolah membantah asumsinya sendiri.

Tubuh rapuh itu seketika bangkit, namun sensasi perih menjalar dari pangkal pahanya, membuat tubuhnya terhuyung dengan kedua tangan yang bertumpu pada nakas.

Diliriknya tubuh kekar itu. Masih terpejam dengan suara dengkuran halus menyertai tidur lelapnya. Kesempatan Adira untuk segera kabur dari sana.

"Aku harus cepat pergi dari sini," gumam Adira dengan tangan yang menyambar cepat sembarang pakaian yang berhamburan di atas lantai.

Namun sebuah tangan kekar menyambar lengannya secara kasar, hingga tubuhnya terhuyung dan kembali terjatuh di atas ranjang.

"Mau pergi ke mana?" Suara serak dari seorang pria berhasil mengejutkannya. Matanya membelalak sempurna, menatap seorang pria tampan dengan tubuh telanjang mencoba kembali menindih tubuhnya.

Namun sekuat apa pun ia berontak, tubuhnya tak kunjung terlepas. Tenaganya tak cukup kuat untuk menandingi pria dewasa yang berusaha menjamah kembali tubuh moleknya.

"Diam!" Satu kata yang terdengar memekikkan telinga itu seketika menghentikan pergerakan tubuh Adira. Tatapan tajam mengiris seolah mengulitinya tipis-tipis.

Sorot tajam mengintimidasi itu kini menatap lekat bercak merah pada alas kasur berwarna putih. Bibirnya menyeringai dalam sekejap. Ada perasaan bangga telah menerobos pertahanan seorang Jalang yang ternyata masih perawan.

"Tuan, tolong lepaskan saya." Satu kalimat ia ucapkan setelah mati-matian mengumpulkan keberanian untuk beberapa detik. Karisma yang terpancar dari wajah pria itu seolah tidak dapat dibantah sedikit pun. Membuat ketakutan hebat kini menyeruak dalam hati.

Setelah cengkeraman kuat pria itu terasa merenggang, Adira sekuat tenaga mencoba untuk bangkit. Ia meraih sembarang pakaian yang tercecer di atas lantai. Sebuah kemeja putih lengan panjang, ia kenakan untuk menutupi bagian tubuhnya.

"Tulis nomor rekeningmu!"

Secarik kertas ia lemparkan dengan kasar. Hal itu sontak membuat rahang Adira mengeras. Apakah ia mengira jika Adira adalah wanita Jalang yang ditidurinya tadi malam?

Tubuh dengan balutan kemeja putih itu sedikit membungkuk, meraih kasar selembar kertas yang terjatuh di bawah kakinya. Tangannya meraih bulpoin di atas nakas, dan terlihat menggoreskan tinta hitam di atas kertas.

"Setelah ini saya harap kita tidak akan bertemu lagi," geramnya dengan melemparkan kertas yang telah ia remas kasar, sebelum kaki jenjangnya melangkah cepat keluar dari dalam ruangan.

Pria itu menyeringai, menatap lekat punggung wanita yang semakin hilang dari pandangan matanya.

"Tidak bertemu lagi? Itu tidak mungkin, karena sekarang aku menyukai tubuhmu," gumamnya lirih. Tangan kekar itu meraih kasar gumpalan kertas yang telah diremas kuat, membuka setiap sudutnya dengan perlahan.

Ekspresi wajah itu seketika berubah hanya dalam waktu persekian detik. Alih-alih mendapatkan deretan angka panjang yang terpampang di buku rekening bank, Adira dengan begitu berani menuliskan satu kata yang berhasil membuat pria itu murka, 'BODOH!'

Beberapa pertanyaan seketika terlintas dalam pikirannya. Siapa sebenarnya wanita ini? Punya keberanian dari mana menghina seorang Aksa Adhitama yang begitu luar biasa di kalangan para wanita?

"Lihat saja! Aku akan mencarimu sampai ke ujung dunia."

Sementara itu, Adira mengedarkan pandangan matanya untuk mencari pintu keluar. Ini adalah pertama kalinya ia datang ke tempat seperti ini. Tubuhnya kini terasa luluh lantak. Tak ada sedikit pun ketegaran yang tersisa dari dalam hati. Matanya mengawasi sekeliling dengan nanar, mencari keberadaan sang suami yang entah di mana keberadaannya.

"Mas Keenan, kamu di mana?" Adira menangis sesenggukan, berjalan tertatih-tatih untuk mencari sang suami. Namun hingga keluar dari dalam Bar, Keenan tak kunjung menampakkan batang hidungnya.

Ketegaran yang bersusah payah ia kumpulkan mendadak luruh bersamaan dengan air mata yang jatuh membasahi jalanan kota.

Adira mendapati sorot mata sinis yang kian menatapnya secara bergantian. Beberapa orang yang berlalu-lalang di sekitar bar menatap bekas merah pada tubuhnya dengan perasaan jijik.

"Aku bukan wanita kotor, aku bukan seorang Pelacur," gumam Adira dengan menundukkan wajahnya. Menyembunyikan air mata yang mulai luruh dari ujung matanya.

Hanya karena dia keluar dari dalam sebuah Bar dengan berpenampilan lusuh, bukan berarti orang lain bisa sembarangan menyebutnya sebagai Pelacur.

Memakai kemeja kebesaran dan rambut urakan, Adira berjalan tak tentu arah. Ia tidak tahu ke mana jalan pulang. Jika ia tahu pun, dirinya tidak mungkin pulang dalam keadaan seperti ini. Apa yang akan dipikirkan sang suami ketika melihat penampilannya saat ini?

"Aku harus pergi ke mana?" Adira terduduk lemas di trotoar jalan. Kedua tangannya menelungkup menutupi wajahnya yang mulai bercucuran air mata. Kehormatan yang selama ini ia jaga untuk suaminya, dengan gampangnya direnggut paksa oleh sosok pria asing yang menidurinya semalam.

Isak tangis itu terdengar semakin lantang. Adira merasa acuh tak acuh pada sebagian orang yang menatapnya jijik. Dibandingkan dengan rasa malu, perasaan hancur kini lebih mendominasi dalam hatinya.

Setelah beberapa jam. Akhirnya tangis itu mampu meredakan sedikit amarah dalam hati. Kaki jenjang itu kini mulai melangkah pasti, menelusuri jalanan beraspal hingga sampai di kompleks perumahan tempatnya tinggal.

"Apa aku harus pulang dengan keadaan seperti ini?" Adira berhenti di depan pintu rumahnya. Memandangi dirinya sendiri dengan tatapan nanar.

Beberapa tetangga nampak keluar. Menatap jijik pada Adira yang masih tertunduk di depan pintu.

"Astaga! Adira? Ternyata seperti ini kelakuanmu? Pantas saja selama ini Keenan tidak ingin menyentuhmu," cibir seorang tetangga yang merupakan bibi dari suami Adira. Hal itu ia ucapkan bukan tanpa sebab. Selama satu tahun membina rumah tangga, Keenan tak sekali pun merasa sudi untuk menyentuh tubuh Istrinya. Mungkin karena pernikahan mereka yang berawal dari sebuah perjodohan karena utang piutang kedua orang tua Adira yang kini telah berpulang ke Rahmatullah.

Adira hanya terdiam dengan tatapan kosong. Mulutnya tak berniat menampik sedikit pun tuduhan-tuduhan yang dilontarkan padanya.

Pintu rumah perlahan terbuka. Membuat wajah tertunduk itu seketika mendongak pasti. Namun bukan sambutan hangat yang ia dapatkan. Melainkan tamparan keras dan berbagai umpatan kasar yang keluar dari mulut suaminya.

Plak!

"Dasar Jalang! Katakan! Pergi ke mana saja kamu? Kenapa Tuan Aditya Buana tidak menemukanmu di kamarnya semalam?"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

Tomiie
Tomiie
Florian and Jethson are something, the two of them are funny and interesting. l love this book, interesting characters. and the story line is great
2026-03-19 14:53:45
2
0
Silly hearty
Silly hearty
I am wowed!!! please update I want more!
2026-02-02 02:33:28
2
0
33 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status