LOGINMaxine Ynstuk, a heir. Mahal na mahal niya ang kaniyang nobyo at gusto niyang makasama ito habang buhay. Pero may isang problema. Tutol ang mga magulang ni Maxine sa kanilang dalawa dahil sa hindi malamang rason. Ibubuhos na lang ba ni Maxine ang lahat ng kaniyang oras sa pag-aaral o ipaglalaban niya ang pag-ibig na hindi pinahintulutan? Habang nag-aaral si Maxine ay maraming magmamahal sa kaniya. Ano kaya ang mangyayari kay Maxine kung mawalan man siya ng mahal niya sa buhay? Makakayanan kaya ni Maxine ang hamon sa kaniya ng buhay o susuko na lang siya? May lilitaw na isang tao na tiyak ikagugulat ni Maxine, ano kaya ang pakay nito? Makakapagdesisyon kaya si Maxine ng tama? At the end Maxine had to decide and choose wisely.
View More“Permisi …,” ucap seorang pria berpenampilan kucel, dia adalah Aldo Eduard, hendak mengamen di sebuah warung pecel lele. Pemilik warung menoleh padanya, menatapnya intens. Tepatnya sang pemilik warung seperti mengenal Aldo, dia sedang berusaha mengingat siapa Aldo.
Aldo menyadarinya, tapi dia tidak terlalu memedulikannya. Saat ini yang dia pikirkan hanya soal perutnya yang sangat lapar, jadi dia harus segera mendapatkan uang. Aldo tetap memantapkan pendiriannya untuk mengamen di warung yang cukup ramai itu.
Ketika Aldo baru akan membuka mulutnya, pria pemilik warung tiba-tiba menghentikannya.
“Heh, kamu kan Aldo Eduard, anak pembawa sial yang sudah bikin keluarganya bangkrut,” terka pria itu menghampirinya.
Aldo menelan saliva, tertegun mendengar tuduhan tersebut, kejadian itu sudah lama berlalu, sialnya orang-orang belum melupakannya. Bahkan dia dan keluarganya sudah lama berpindah dari kota ini, orang-orang masih saja mengenali wajahnya.
Suara pemilik warung yang lantang ternyata mengundang perhatian para pengunjung. Mereka juga pastinya mengetahui gosip yang sempat menjadi trending topik pada masanya itu.
“Dia memang Aldo Eduard yang itu,” sambung seorang pelanggan perempuan melirik Aldo. “Kalau nggak salah waktu itu dia pernah membuka warung bakso juga kan, terus pakai jin penglaris gitu. Akhirnya ketahuan warga dan keluarganya diusir. Kasian banget ya. Sekarang dia jadi pengamen ternyata.”
Teman perempuan itu nampak mengangguk setuju.
“Ish, ngapain kasian … aku justru kasian sama keluarganya, harus hidup susah gara-gara dia,” tanggap perempuan ketiga.
“Iya ya, bener juga katamu.”
Ketiga perempuan itu menatap hina Aldo. Melihat Aldo yang hanya diam saja, pemilik warung semakin yakin terkaan mereka semua benar.
“Pergi! Pergi!” usir pemilik warung seketika. “Tidak boleh ngamen di sini. Nanti warungku ini jadi ketimpal sial lagi.”
Wajah Aldo nampak memerah, ia marah diperlakukan seperti ini. Namun karena tak ingin mencari masalah, ia memilih menyingkir.
Dengan perasaan tak karuan, Aldo terpaksa melangkah pergi dari warung tersebut mencari tempat lain untuk ia mengais rejeki. Aldo melirik kesana kemari, warung seberang sana menjadi target berikutnya.
TIN!
Suara klakson berkumandang mengejutkan Aldo yang hendak menyeberangi jalan. Ia tidak memperhatikan jalan pada saat sedang menyeberang hingga sebuah mobil hitam hampir menabraknya. Pemilik mobil nampak menurunkan kaca mobil dan meneriakinya dengan kepala melongo keluar.
“Heh … cari mampus lo?! Atau mau gue mampusin sekalian?”
Suara pria itu mengingatkan Aldo pada seseorang yang sudah lama sekali tidak dia dengar. Ia reflek menoleh ke kanan dimana mobil tersebut berada. Benar saja, dia memang mengenal orang itu, begitupun dengan sang pemilik mobil yang terlihat seperti mendapatkan kejutan saat melihat wajahnya.
Pria berbalut pakaian mewah tersebut lalu keluar dari dalam mobil sedan miliknya. Seorang perempuan juga keluar dari pintu seberang. Selanjutnya Aldo hanya diam memperhatikan pergerakan pasangan itu yang melangkah mendekatinya. Pandangan Aldo lebih kepada tertuju pada si pria dengan tatapan penuh dendam.
“Lihat kelakuan OB perusahaan kalian, apa menurutmu dia tidak mempermalukan Royal Morgan?” sinis pria yang tak lain adalah Recky. Salah satu sahabat Aldo yang dulunya pernah mengkhianati Aldo sekaligus menjadi penyebab perusahaannya bangkrut beberapa tahun silam.
“Banget,” sahut kekasihnya Recky yang bernama Resti. Perempuan yang dulunya pernah tergila-gila pada Aldo sewaktu Aldo masih kaya dulu. “Bagaimana bisa OB di perusahaan Royal Morgan juga seorang pengemis di malam hari?”
Recky terkekeh kecil, “apa dia begitu kekurangan uang?” cibirnya.
Pasangan itu menatap Aldo dengan tatapan hina, mereka menyimpulkan Aldo berprofesi sebagai pengemis setelah melihat tangan Aldo yang sedang memegangi sebuah kantong bekas permen yang akan digunakan Aldo untuk memungut uang sehabis mengamen. Sementara itu, Aldo nampak kalem saja, walaupun tatapannya itu sirat akan dendam membara.
Sejenak kemudian, Resti merogoh sakunya, hal itu menarik perhatian Recky.
“Kamu mau apa?” tanyanya.
“Ini, aku mau ngasih dia duit,” jawab Resti mengeluarkan selembar uang kertas sebesar 10 ribu rupiah dari saku celananya.
“Ini terlalu banyak,” rebut Recky. Ia lalu kembali ke arah mobil, dan balik lagi menuju titik kumpul dengan 2 buah koin di tangannya. “Segini saja cukup buat gembel macam dia!” ujar pria itu sambil melempar 2 buah koin tersebut ke wajah Aldo.
Aldo terlihat memejamkan matanya ketika itu. Kedua tangannya terkepal erat. Ia sedang menahan emosinya yang hendak meledak. Ekspresi Aldo yang demikian justru membuat Recky semakin bersemangat membullynya.
“Apa, lo? Mau nantangin gue, lo? Huh! Hadapi gue kalau berani!” tantang Recky seraya mendorong kedua bahu bagian depan Aldo yang tidak siap menerima serangan darinya hingga mundur beberapa langkah.
Di saat yang bersamaan, ketika Aldo hampir terjatuh, dua pria bertuksido muncul entah darimana menopang tubuh pria kekar itu dari belakang sambil salah satunya bersuara, “Anda tidak apa-apa, Tuan Muda?”
Bersambung ….
Hallo ... salam kenal dari megumi. Ini buku pertamaku di GN. Semoga bisa menghibur kalian ya. Jangan lupa masukin rak untuk mendapatkan pemberitahuan update buku ini ya, minta dukungan votenya juga. Makasih kakak-kakak.
Third Person’s POV: After 10 days of preparing and gathering contestants, the event will finally happen. Dumami ang estudyante na gustong mag participate dahil binabaan na ang average qualification. Habang ang mga contestants ay nag-aayos sa kani-kanilang room, nag-pe-prepare na rin ang mga club officers para maging maayos ang kalabasan ng event. Halos nasa 70 participants ang mga babaeng sumali sa event, isa na roon si Maxine. Siya ang pan dalawampu't-pito sa lahat ng contestant. Ilang minuto ang lumipas ay nagsimula na ang event.Sinimulan ito sa pag peperform ng mga kandidata. Natapos na ang opening at sunod ay rarampa sila suot ang kanilang casual attire. Naghihintay si Maxine para sa kanyang turn rumampa nang magpunta si Clementine sa kaniya upang i-check siya, kung ayos lang ba siya o kung kinakabahan ba siya. “Max! Are you okay? Don't be nervous ha, kapag rarampa ka na sa stage don't forget to smile. I know you're pretty well to impress them, kaya gumawa ka ng sarili mon
Nagising na ako pero, hindi ko alam kung paano ako nakauwi.“Tinawagan niya kaya si Dad?” sabi ko sa isip ko.“Eh, hindi naman niya kilala si Dad!”“Baka si Mom?”Maraming tanong ang pumapasok sa isip ko kung ano ang nangyari at paano ako nakauwi.“Max! Wake up, let's eat!” Mom shouted while knocking my door.Bago ako lumabas ng kwarto ay nag-unat na muna ako at maghihilamos sa banyo sa loob ng kwarto ko.Habang naghihilamos ako ay hindi ko maiwasang mag-overthink.“Teka, baka tinawagan ni Professor Tristan sila Mom at Dad para sunduin ako?” Ngumiti na lang ako dahil naging panatag na ang loob ko.Bigla kong naalala na hindi naman basta-basta pumupunta si Dad sa school.“So it means,”&n
“Okay, as your Adviser, I will pick the officers for your section, para may mag-handle sa inyo kahit wala ako,” Professor Tristan said.Tahimik ang lahat, at ako kay nakatingin na naman sa bintana. Nag-iisip ng kong ano-ano. Biglang hinawakan ni Nicolai ang kamay ko, syempre natural lang na magulat. Pero bigla niyang itinaas ang kamay ko.“Professor! Si Maxine daw po!” sabi ni Nicolai.“Mr?”“Ah, Nicolai Jones po.” Sabay kamot sa ulo niya.“Okay, nakikinig ka ba? Sabi ko ako na mamimili para wala ng gulo,”Tiningnan ko si Nicolai at dahil parang nawalan siya ng konting confidence dahil sa napahiya na naman siya.“Para ka kasing ewan, Nicolai,” bulong ko.Hindi na niya ako pinansin at binitawan na niya agad ang kamay ko pagtapos.
After how many months, my last year of college started. It's so hard to accept that Martin didn't show up even once. He's still in my head, my heart, I'm sure that Dad is involved in our break up.I'm with Clementine and Nicolai, we're walking in the hallway and we're talking about yesterday.“Nicolai, kadiri ka talaga!” sabi ni Clementine habang nag-cri-cringe.“Kaya nga eh, kapag hindi mo kaya, huwag mo na ituloy!” Tinapik ko ang balikat ni Nicolai para asarin siya.“Pinipilit niyo kasi ako eh!” angal ni Nicolai.“Woah! Hindi ka namin pinipilit, ikaw mismo ang nagkusang uminom lahat ng tira! Tutal lasing ka na no'n, hindi mo na maaalala 'yon,” paliwanag ni Clementine.“Kadiri talaga, Nicolai. Sa susunod pumunta ka na sa cr kapag alam mong masusuka ka!” payo ko.“May hang
“Oh! Babe, nasaan ka na? Nandito na ako sa restaurant,” sabi ni Martin.“Malapit na ako babe, tiyaka nga pala kasama ko sina Clem at Nico,” sagot ko.“Ah oo sige, papatayin ko na’to nakita ko na kayo.” Kumaway siy
May boyfriend ka?”“Paano mo naman nalaman na 'yon ang sasabihin ko?”“Huh? Teka, nagbibiro lang naman ako,”“U-uh, teka,” hindi ako mapakali dahil nagdadalawang isip ako kong sasabihin
Tumumba ako at nanghihina, I saw someone at the back of Mr. Renze, may kasabwat siya?Nagulat ako noong hinampas nya si Mr. Renze, thank God at may tumulong sakin. I watched him punch my driver, so brave.Napabagsak na niya ang driver ko at wala ng malay,
It’s the first day of my college life so expect ko na magiging matigas pa sa bato ito! I am a daughter of a successful businessman in our country so ang college course ko ay about business. For me hindi na siya magiging mahirap since tinuturuan naman ako ni Daddy about business. Since I’m in colleg












Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
reviews