Share

Capek

last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-18 01:15:17

Malam harinya. Abi pulang dengan sangat tergesa-gesa. Tidak ada mampir-mampir seperti kemarin atau pun seperti saat masih bersama dengan mantan istrinya yang dulu. Pokoknya, ia cuma ingin cepat pulang dan sampai ke rumah untuk bertemu dengan anak dan istrinya.

Tadi ditinggal beberapa jam saja rasanya sudah rindu. Apa lagi kemarin-kemarin ia habiskan waktu bersama mereka. Jadi sekarang pun inginnya begitu. Gas diinjak dan Abi melesat dengan cukup cepat, hingga mengantarkannya sampai di rumah sebelum larut malam.

Abi dorong pintu mobil dan menutup pintu pagarnya dulu. Setelahnya, dia ketuk pintu tapi yang membukakan pintu malah sang adik ipar.

"Eh, Mentari. Kakak kamu dimana? Apa sudah tidur?" tanya Abi kepada adik iparnya itu.

"Kakak di atas, Mas. Lagi nemenin Nasya di kamarnya," jawab Mentari.

"Oh gitu."

"Kata Kak Naya kalau Mas Abi mau makan lauknya ada di atas meja dapur. Udah diangetin kok semuanya," ujar Mentari lagi.

"Oh iya, gampang lah. Saya juga mau mandi sama ganti baju dulu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Berbaikan

    "Shhh... udah belum, Mas!?" tanya Nayanika sambil meringis kesakitan."Sabar. Tahan sedikit lagi," ucap Abi sambil terus memijat kaki Nayanika yang sudah terlanjur bengkak."Mama bobok," ucap Nasya yang sudah kekenyangan dan tinggal mengantuknya."Sabar ya, Nasya. Mamanya lagi Papa obatin dulu. Kaki Mama kamu sakit ini. Bengkak," timpal Abi atas ucapan sang anak.Nasya menoleh dan melihat apa yang sedang Abi lakukan kepada ibunya itu."Mama atit?" tanya Nasya dengan wajah polosnya."Iya. Mama kamu sakit. Makanya sabar dulu ya?" ucap Abi yang mengembuskan nafas setelah beberapa menit kemudian dan bangun lalu mencuci tangannya yang penuh minyak.”Kamu duduk di sini. Jangan kemana-mana. Aku antar Mama dulu ke kamarnya," ucap Abiyaksa yang kemudian mendorong kursi roda sang ibu mertua lantas membawanya ke kamar."Mama atit ya?" tanya Nasya kepada Nayanika."Iya, Sayang. Kaki Mama sakit," jawab Nayanika.Nayanika hendak bangun dan meneruskan lagi mencuci piringnya tadi. Tetapi baru berdiri

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Kaki Kamu Kenapa?

    Esok harinya.Keadaan meja makan masihlah sama seperti kemarin. Hening. Setelah selesai sarapan pun Abi bawa ibu mertuanya ke kamar dan melakukan fisioterapi. Sementara Mentari pamit pergi bekerja di hari pertama. Sekarang tinggal Nayanika yang harus mengencangkan ikat kepala, karena harus mengurus rumah seorang diri. Rasanya belum sempat ia bernafas, tapi pekerjaan sudah menunggunya saja."Nasya, duduk di sini sambil mam buah ya? Mama mau beres-beres rumah dulu," ucap Nayanika sembari memberikan potongan buah pada Nasya yang sedang duduk di feeding chair-nya.Sementara Nayanika mencuci piring maupun mengepel lantai dapur sambil menunggu pakaian di dalam mesin cuci selesai dibersihkan. Setelah urusan dapur selesai. Nayanika ambil pakaian yang berada di dalam mesin cuci lantas membawanya ke halaman belakang. Dia jemur di sana sambil bolak-balik memperhatikan Nasya di dapur."Mama!" panggil Nasya saat pakaian terakhir Nayanika gantung di jemuran pada halaman belakang."Iya. Sebentar! Sa

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Perang Dingin

    "Siapa yang marah?" tanya balik Abi."Kok jadi siapa. Ya Mas lah! Aku perhatiin Mas jadi beda soalnya!" ucap Nayanika."Aku masih sama. Nggak ada bedanya sama sekali," timpal Abi."Ya terus, kenapa Mas ada di sini coba?" cecar Nayanika."Ya aku bilang capek kan tadi. Aku cuma mau istirahat. Mungkin karena baru hari pertama kerja lagi," kilah Abi. "Nanti aku ajak Nasya main. Tapi nanti. Sekarang aku cuma mau istirahat dulu," ucap Abi yang langsung meringkuk di atas ranjang dan memejamkan matanya.Nayanika kelimpungan. Sikap suaminya ini memang benar-benar berbeda dari yang biasanya. Dia jadi abai dia jadi banyak tidak pedulinya."Mas!"Abi menoleh dan menatap Nayanika. "Kenapa? Apa aku nggak boleh istirahat sebentar?" ucap Abi yang benar-benar jadi dingin.Nayanika menelan salivanya sendiri. Ya bukan inginnya juga, bila anaknya ini terus menerus menempel padanya. Tapi apa boleh ia diabaikan sampai sebegininya?"Ya udahlah! Mas kalau mau istirahat ya istirahat aja! Aku nggak bakalan ga

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Capek

    Malam harinya. Abi pulang dengan sangat tergesa-gesa. Tidak ada mampir-mampir seperti kemarin atau pun seperti saat masih bersama dengan mantan istrinya yang dulu. Pokoknya, ia cuma ingin cepat pulang dan sampai ke rumah untuk bertemu dengan anak dan istrinya. Tadi ditinggal beberapa jam saja rasanya sudah rindu. Apa lagi kemarin-kemarin ia habiskan waktu bersama mereka. Jadi sekarang pun inginnya begitu. Gas diinjak dan Abi melesat dengan cukup cepat, hingga mengantarkannya sampai di rumah sebelum larut malam.Abi dorong pintu mobil dan menutup pintu pagarnya dulu. Setelahnya, dia ketuk pintu tapi yang membukakan pintu malah sang adik ipar."Eh, Mentari. Kakak kamu dimana? Apa sudah tidur?" tanya Abi kepada adik iparnya itu."Kakak di atas, Mas. Lagi nemenin Nasya di kamarnya," jawab Mentari."Oh gitu.""Kata Kak Naya kalau Mas Abi mau makan lauknya ada di atas meja dapur. Udah diangetin kok semuanya," ujar Mentari lagi."Oh iya, gampang lah. Saya juga mau mandi sama ganti baju dulu

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Pura-pura Merajuk

    Nayanika segera berpakaian setelah membersihkan diri di dalam kamar mandi. Untungnya, Abi berinisiatif membuat kamar mandi di dalam kamar. Mungkin, ini juga maksudnya, agar mereka tinggal mandi tanpa harus keluar kamar dulu.Nayanika cepat-cepat keluar kamar sementara Abi masih berada di dalam kamar mandi. "Mama..." Nasya mencebik dan mengulurkan tangannya kepada sang ibu."Aduh aduh... Sayang. Kenapa hm?""Mama mana..." Nasya menangis dan mendekap Nayanika dengan erat."Mama ada, Sayang. Ini Mama, 'kan?" Nayanika mengusap-usap punggung Nasya sambil membawanya berjalan ke sana kemari."Kak, Mentari mandi dulu ya? Tadi baru banget bangun denger dia nangis-nangis. Jadi Mentari gendong dulu.""Iya. Ya udah sana," ucap Nayanika.Mentari pergi ke kamarnya lagi dan Nayanika membawa Nasya ke dapur. Tapi, ketika akan meletakkan di kursi Nasya malah enggan dan menempel terus pada sang ibunda."Nda! Nda! Nda mauk!" rengek Nasya."Lho kok nggak mau? Mama mau masak Sayang. Mau buat sarapan," uca

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Menagih Jatah

    Malamnya. Nayanika sudah berada di dalam kamar duluan. Sedangkan Abi sedang berusaha keras untuk menidurkan anaknya di atas. Kalau menyuruh Nayanika yang menidurkan anak mereka, takutnya nanti Nasya tidak mau ditinggal pergi atau Nayanika malah ketiduran bersama dengan Nasya di sana. Jadi setelah memperhitungkan segalanya, Abi mengambil bagian untuk menidurkan anak mereka di atas sementara Nayanika ia suruh untuk menunggunya saja di dalam kamar.Kini, terlihat Abi yang sedang menepuk-nepuk bokong Nasya. Nasya sendiri berada di atas tempat tidur yang dulu Abi siapkan untuknya sambil memeluk satu boneka manusia salju. Abi lirik mata anaknya yang telah tertutup ini. Tepukan yang awalnya sedikit bertenaga itu pelan-pelan Abi kendurkan dan sampai akhirnya berhenti total.Abi mengembuskan nafas. Akhirnya sang anak tidur juga. Aman sudah. Anak sudah tidur dan sekarang ini giliran menidurkan ibunya yang sudah menunggu di kamar mereka.Abi memijak lantai perlahan-lahan dan keluar dari dalam ka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status