Beranda / Romansa / Nafsu Liar Wanita Pilihan Istriku / Bab 11. Segera lakukan tes kehamilan.

Share

Bab 11. Segera lakukan tes kehamilan.

Penulis: Tetesan air
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-18 16:52:24

Bram yang tadinya kesal, seketika melunak saat melihat cairan merah menetes dari jari Kayra.

Ia bangkit dari kursi, mengambil kotak obat lalu memberikannya kepada Kayra.

"Obati tanganmu," ucapnya.

Kayra mendongak, ditatapnya Bram sambil tersenyum tipis, "Terima kasih Tuan."

"Hum," sahut singkat Bram yang langsung kembali ke kursinya.

Kayra pun meninggalkan ruangan Bram setelah membersihkan lantai. Ia sengaja mencari kesibukan di luar kediaman Nathan, untuk menghindari Bram.

Tetapi Tuhan sepertinya menakdirkan Kayra untuk selalu bertemu dengan Bram. Ingin rasanya Kayra berhenti bekerja, tetapi ia sudah terlanjur menandatangani kontrak selama 1 tahun.

"Apa tanganmu luka?" tanya Charles yang baru muncul dari pintu.

Niatnya ke sana untuk mengambil sesuatu, tetapi matanya tak sengaja melihat tangan Kayra.

"Oh, ini hanya luka kecil, Pak," sahut Kayra dengan ramah.

"Benar tidak sakit?" Charles bertanya untuk memastikan.

Entah mengapa ia merasa dekat dengan Kayra, padahal mereka baru sa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Nafsu Liar Wanita Pilihan Istriku    Bab 40. Owh, ini nikmat Kayra.

    Karena tamu sudah banyak yang datang, Pewara memutuskan untuk memulai acara. Ia memanggil Eric dan kedua orang tuanya untuk maju ke depan. Eric bukannya mengikuti kedua orang tuanya, tapi justru melangkah menuju meja yang diduduki oleh Kayra dan teman-temannya. "Ra, kenapa Pak Eric arah ke sini?" bisik Sarah sambil mengadu lengannya ke lengan Kayra, sebagai tanda kode."Aku juga tidak tahu," sahut Kayra dengan nada lembut dan nyaris tak terdengar. "Ya Tuhan semoga bukan ke sini," lanjut dalam hati Kayra. Namun Tuhan tidak mengabulkan permintaannya, Eric benar-benar ke sana. Pria tampan itu mengajak Kayra ikut bersamanya.Tentu Kayra menolak, ia enggan dan takut karena ada Asha dan Bram di sana. Lagipula dia dan Eric bukan saudara dan bukan keluarga."Maaf Pak Eric, aku tidak bisa," tolak Kayra dengan lembut sambil tersenyum ramah."Ayolah Nyonya Kayra, sekali ini saja," mohon Eric dengan penuh harap. Kayra menghela napas, ditatapnya wajah tampan Eric. Seketika ia merasa kasihan d

  • Nafsu Liar Wanita Pilihan Istriku    Bab 39. Nanti ada yang mendengar.

    Waktu berlalu begitu cepat, saat ini kandungan Kayra memasuki 4 bulan penuh. Siang ini Asha sudah menghubungi dokter agar datang ke apartemen, untuk memeriksa kandungan Kayra. "Gak terasa ya Non, sudah 4 bulan saja," ucap Bi Mina yang sedang mengupas buah.Tentu bagi Mina tidak terasa, tapi bagi Kayra sangat melelahkan. Menjalani 4 bulan seperti 4 tahun."Bagiku cukup lama Bi," jawab jujur Kayra. "Oh iya Non, nanti malamkan acara ulang tahun ibunya Pak Eric, apa Non tidak membeli gaun?" Mina sengaja mengalihkan pembicaraan, ia tidak ingin melihat Kayra sedih. "Iya ya Bi, pakai gaun yang ada saja Bi." Kayra tidak menyukai gaun, jadi tidak begitu tertarik untuk membeli yang baru. Lagipula waktu itu Bram sudah membeli beberapa gaun untuknya, bahkan masih ada yang belum ia pakai. "Oh, apa Non...." Bi Mina berhenti bicara karena mendengar suara ketukan pintu. Seperti dugaan Kayra, yang datang adalah dokter. Pria berjubah putih itu tidak datang sendiri, ia bersama kedua asistenya.Tid

  • Nafsu Liar Wanita Pilihan Istriku    Bab 38. Nyonya Asha kini telah mengandung.

    Cuaca mendung menyambut pagi Kayra, ia dan Bi Mina sedang duduk di ruang tamu sambil menikmati buah. "Pemilik perusahaan Nathan Grup resmi mengumumkan calon pewarisnya. Nyonya Asha Natasya istri dari Bapak Bram Sargio Nathan, kini telah mengandung." Salah satu stasiun televisi swasta sedang live di kantor Nathan Grup. Di sana Asha dan Bram terlihat duduk di atas kursi goyang sambil bergandengan tangan. Keduanya terlihat bahagia dan tersenyum lebar ke arah media."Non Kayra baik-baik saja kan?" tanya Bi Mina untuk memastikan. Ia tahu betul perasaan Kayra saat ini, karena Mina juga seorang wanita sekaligus seorang ibu. Kayra tersenyum lebar, "Aku baik-baik saja Bi."Bibirnya bisa berbohong tetapi tidak dengan sorot matanya. Jika ia baik-baik saja, kenapa harus ada genangan air mata di sana?"Oh iya, bukannya Nyonya Asha ingin bertemu dengan Non hari ini?"Tadi pagi saat sarapan, Kayra menceritakan tentang pesan Asha semalam kepada Bi mina."Iya Bi, tapi nanti malam. Mungkin sebentar

  • Nafsu Liar Wanita Pilihan Istriku    Bab 37. Aku hanya butuh ditidurkan.

    Waktu sudah menunjukkan pukul 2 malam, Bram belum juga tidur. Ia resah yang membuat Kayra terganggu dan bangun."Tu, Mas belum tidur?" tanya Kayra dengan suara khas bangun tidur. "Sudah, tapi terbangun lagi." Jelas Bram berbohong, ia sejak tadi sama sekali belum tidur. Tentu ia susah tidur! Miliknya di bawah sana tidak bisa diajak kompromi, ia bangun dan berdiri sempurna melihat Kayra tidur di sampingnya. Bram berusaha menahannya karena tidak tega mengganggu Kayra. Wanita hamil itu sedang lelah dan sedih, pasti ia tidak memiliki gairah untuk melayani Bram."Apa Mas butuh sesuatu?" tanya Kayra untuk memastikan. "Tidak, aku hanya butuh ditidurkan, maksudku mau tidur." Bram meralat ucapannya. Ia membaringkan tubuh kekarnya, berpura-pura menutup mata agar terlihat tidur. Setelah beberapa menit ia kembali membuka mata, ditatapnya Kayra untuk memastikan wanita cantik itu sudah tertidur. Dengan lembut Bram menurunkan kedua kakinya, lalu bergegas ke kamar mandi. Dengan terpaksa ia menid

  • Nafsu Liar Wanita Pilihan Istriku    Bab 36. Aku tidak bisa tidur.

    "Oh iya Pak, apa kita bisa bicara di tempat lain?" Bram mengajak Darto, ia enggan bicara di sana karena ada Kayra. "Tentu boleh Tuan." Darto sama sekali tidak menolak. Sebelum meninggalkan ruangan, Darto terlebih dahulu menitipkan istrinya kepada Kayra. Saat ini keduanya duduk di bangku taman rumah sakit. "Maaf Pak Darto, mungkin pertanyaanku sedikit lancang. Tapi aku harap Pak Darto tidak tersinggung dan marah," ucap Bram.Wajah Darto seketika tegang, "Katakan saja Tuan, aku tidak akan marah.""Apa Kayra anak kandung Bapak?"Pertanyaan Bram membuat wajah pria tua itu semakin pucat. Ia tidak menyangka, Bram akan menanyakan hal itu."Santai saja Pak, tidak usah tegang. Selagi Bapak menjawab dengan jujur, semua akan baik-baik saja." Kata-kata Bram terdengar lembut, namun penuh penekanan. Tentu Darto tidak semudah itu untuk jujur, walaupun ia merasa takut! Tapi Darto tetap membatah. Ia mengakui Kayra sebagai putri kandungnya, lahir dari rahim istrinya sendiri. "Ok, aku percaya pada

  • Nafsu Liar Wanita Pilihan Istriku    Bab 35. Saya datang atas kemauan sendiri.

    Bram menghela napas, menyandarkan kepala di sandaran sofa sambil jarinya memijat kening. "Untuk apa kamu pusing Bro? Lagipula apa yang kamu harapkan dari Asha? Apa dia bisa memberimu keturunan? Tidak kan?" Harry menjajah Bram dengan berbagai pertanyaan. "Aku benar-benar pusing Har. Jika Asha benar memiliki hubungan dengan Alex, aku bisa hancur." Bram bicara sambil memejamkan mata."Kamu benar-benar bodoh Bro. Wanita tidak hanya Asha, masih banyak yang lebih cantik dari dia. Contohnya Kayra, apa bagimu dia tidak cantik? Bukan hanya cantik saja, dia juga bisa memberimu keturunan, pewaris keluarga Nathan."Bram refleks membuka mata mendengar ucapan Harry, ia benar-benar melupakan wanita hamil itu.Bram baru saja meraih ponselnya dari atas meja, tiba-tiba ponsel Harry berdering. "Anak buah," ucap Harry membaca nama yang muncul di sana. Ia mengusap layar ponselnya, "Iya Baby.""Sayang, aku menemani Kayra dulu ya?" Suara manja Sarah dari seberang sana.Harry sengaja membuat nama kontak

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status