Share

7. Sungai

Kapal Bintang Timur meneruskan perjalanan menyusuri sungai. Samantha tidak tahu nama sungai itu serta hendak menuju ke mana. Hal yang disimpulkan dalam pikirannya, sungai ini begitu sepi.

"Perompak tadi membuat kehidupan di sini benar-benar mati." Kapten Muhsin seakan tahu isi pikiran Samantha.

"Tidak adakah suku asli atau pendatang yang tertarik ...."

"Awalnya ada. Tetapi mereka memilih pergi menjauh."

"Lalu, anda sekalian ....?"

"Tuan James memaksa kami untuk mendatangi tempat ini."

Percakapan keduanya didengar oleh James. "Hei, aku tidak memaksa kalian. Kalian yang menyanggupinya."

Samantha mengerti. Sepertinya James membayar mahal pemilik kapal ini. Kalau tidak, mereka tidak mungkin berani mendatangi teluk yang jelas-jelas dihuni oleh perompak.

"Tuan James, seberapa penting benda yang anda cari, sehingga mengeluarkan begitu banyak biaya?"

James tidak langsung menjawab pertanyaan dari Samantha. Laki-laki itu memilih mengeluarkan cerutu dari kotaknya. "Sangat penting, Nona."

"Mun
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status