Share

8. Lampu

"Tuan, bukankah orang-orang tidak berani menyusuri sungai ini karena takut kepada perompak?" Samantha bertanya kepada Muhsin.

"Ya. Saya juga berpikir demikian."

"Lantas, kenapa ada kapal yang menyusuri sungai saat malam seperti ini?"

"Pertanyaan bagus," Kapten Muhsin menoleh kepada Samantha. "Ada dua kemungkinan."

"Apakah itu?"

"Dia memang pemberani atau ... dia berhasil lolos dari perompak."

Samantha tidak terlalu mengerti situasi seperti apa yang tengah dihadapi. Apakah bahaya atau keadaan biasa saja? Gadis itu hanya memperhatikan bagaimana orang-orang di sekitarnya bereaksi. Satu hal yang dipelajarinya, jika tidak menyepelekan hal-hal sepele menjadi sangat penting.

"Semuanya bersiap," Kapten Muhsin memberi aba-aba. "Iskandar, ambil senapan!"

Ketika mendengar sang kapten bicara demikian, Samantha terheran-heran. Apakah keadaan begitu bahaya sehingga harus menyiapkan senapan. Padahal, hanya melihat cahaya lampu kerlap-kerlip nan jauh di sana.

"Ini bagianmu, Nona." Iskandar menyerahk
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status