Share

Bab 424

last update Last Updated: 2026-03-10 06:16:18

Sepanjang hari, kamar Kael terlihat seperti milik seorang tabib yang sedang bekerja keras.

Di dalam persepsi mereka yang mengawasinya dari luar, Kael duduk di meja dengan beberapa lembar kertas di depannya, sesekali memegang kepala, sesekali mencoret sesuatu, sesekali berdiri dan berjalan dari satu ujung kamar ke ujung lainnya seperti seseorang yang sedang memecahkan masalah besar.

Gambaran yang sempurna dari seorang Tabib Dewa yang sedang mengerahkan seluruh otaknya untuk menemukan cara menyem
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia    Bab 427

    Keesokan paginya, rutinitas Kael berjalan seperti biasa.Berkeliling singkat, sarapan, lalu ke kamar Wu Shengming untuk pemeriksaan rutin. Lou Bingxin berdiri di tempatnya yang biasa, mengawasi dengan ekspresi yang tidak pernah sepenuhnya netral setiap kali matanya jatuh ke arah Kael.Kael tidak mempermasalahkan itu.Ia melakukan tugasnya dengan cara yang sama seperti kemarin, metodis dan profesional, ramuan yang tidak lain adalah parasetamol untuk mengurangi rasa sakit, beberapa kata penjelasan singkat kepada Lou Bingxin tentang kondisi yang tidak berubah banyak, lalu ia pergi.Sementara Xiao Peng, dia berkeliling tidak dalam wujud burung kecil, melainkan yang jauh lebih kecil.---Seekor nyamuk kecil melayang pelan di koridor utama istana, tidak berbeda dari nyamuk-nyamuk lain yang sesekali muncul di ruangan-ruangan lembab di sisi timur.Tidak ada yang memperhatikannya. Tidak ada yang perlu memperhatikannya.Di dalam tubuh kecil itu, Xiao Peng bergerak dengan cara yang berbeda dari

  • Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia    Bab 426

    Kael tidak langsung mulai.Ia berjalan ke meja, mengambil dua kursi, menaruhnya berhadapan di tengah kamar. Ia duduk di salah satunya, lalu mengangguk ke kursi yang lain.Xiao Peng duduk."Pertama, aku perlu kau memahami sesuatu yang mendasar," kata Kael. "Energi hitam bukan musuhmu. Bukan racun yang harus dilawan. Orang-orang yang gagal menjinakkannya selalu gagal karena alasan yang sama, mereka mencoba menang atas energi itu."Xiao Peng mendengarkan dengan seksama."Energi hitam itu seperti api yang sudah terlalu lama dibiarkan menyala tanpa arah. Liar, tidak stabil, dan naluri pertamanya selalu mendorong ke luar. Jika kau melawannya secara frontal, ia akan membalas dua kali lipat. Jika kau menekannya, ia akan mencari celah lain untuk keluar." Kael berhenti sejenak. "Yang harus kau lakukan adalah berbicara dengannya."Xiao Peng mengerutkan keningnya sedikit."Maksudnya?""Masuk ke dalam dantianmu. Temukan energi hitam itu. Jangan sentuh, jangan dorong, jangan lakukan apa pun. Hanya

  • Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia    Bab 425

    "Kita akhiri di sini untuk malam ini."Kael berdiri, meregangkan punggungnya. "Beristirahatlah. Besok, aku akan mengajarimu cara menjinakkan energi hitam dan menjadikannya energi perak."Mata Xiao Peng langsung menyala. Seluruh tubuhnya terasa penuh dengan kekuatan baru yang belum sepenuhnya ia eksplorasi, dan pikirannya sudah berputar ke arah apa yang akan mungkin terjadi jika energi itu disempurnakan lebih jauh lagi.Dia ingin mengatakan bahwa dia tidak pernah merasa sebaik ini dalam seribu lima ratus tahun, dan malam ini terlalu sayang untuk dilewatkan dengan tidur.Namun itu perintah Pemimpin Agung, jadi tidak ada penolakan.Xiao Peng mengangguk. "Baik, Pemimpin Agung.""Kau tidur di lantai," tambah Kael sambil menunjuk ke sudut kamar. "Tempat tidurnya hanya satu. Tidak masalah, bukan?"Xiao Peng melirik ke sudut yang ditunjuk, lalu kembali ke Kael, dengan ekspresi seseorang yang merasa pertanyaan itu tidak perlu diajukan sama sekali."Tidak sama sekali, Pemimpin Agung. Saya sudah

  • Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia    Bab 424

    Sepanjang hari, kamar Kael terlihat seperti milik seorang tabib yang sedang bekerja keras.Di dalam persepsi mereka yang mengawasinya dari luar, Kael duduk di meja dengan beberapa lembar kertas di depannya, sesekali memegang kepala, sesekali mencoret sesuatu, sesekali berdiri dan berjalan dari satu ujung kamar ke ujung lainnya seperti seseorang yang sedang memecahkan masalah besar.Gambaran yang sempurna dari seorang Tabib Dewa yang sedang mengerahkan seluruh otaknya untuk menemukan cara menyembuhkan penyakit langka.Tentu saja, itu hanya ilusi.Di balik lapisan Teknik Ilusi Mimpi Tak Terbangunkan yang sudah ia pasang rapi sejak pagi, Kael yang sebenarnya duduk bersila di tengah kamar dengan mata terpejam, menyerap energi spiritual dari lingkungan sekitar dan menyimpannya perlahan ke dalam dantiannya. Ia menggunakan waktu ini untuk beristirahat sepenuhnya, cara yang jauh lebih produktif dari pura-pura berpikir keras.---Malam tiba dengan lambat. Cahaya lentera spiritual di koridor lu

  • Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia    Bab 423

    Tidak butuh waktu lama sebelum pintu kamar diketuk dan beberapa pelayan masuk satu per satu, membawa nampan-nampan yang hampir tidak muat dipegang dua tangan.Mereka menaruh semuanya di meja besar di tengah kamar, membungkuk hormat, lalu pergi.Kael menatap hidangan yang tersaji di depannya.Daging rusa berbumbu rebusan jamur gunung yang harum. Irisan ikan sungai biru yang hanya bisa ditemukan di aliran air di ketinggian tertentu. Sup tulang yang bening namun pekat dengan energi spiritual yang terasa bahkan dari jarak semeter. Beberapa jenis sayuran dengan daun yang sedikit bercahaya, ditumis dengan minyak dari biji lotus langka. Nasi putih yang butirannya lebih besar dari biasa, hasil panen dari ladang yang ditanami di tanah yang sudah menyerap ribuan tahun energi spiritual.Dan di tengah semuanya, sepiring kukusan jamur hitam berbintik emas yang bahkan dalam keadaan matang masih mengeluarkan aroma yang membuat udara di sekitarnya terasa lebih segar.Ini bukan makanan biasa. Ini yang

  • Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia    Bab 422

    Kael hampir tidak bisa mengendalikan ekspresinya ketika mendengar itu. Dia tidak menyangka bahwa pengkhianat ini cukup cerdas.Dia mampu menarik kesimpulan yang sempurna hanya dari satu kejadian? Mengesankan.Tapi Kael berhasil mempertahankan ketenangannya. Di permukaan, dia mengerutkan keningnya dengan cara yang terlihat tulus, ekspresi seseorang yang baru saja mendengar nama yang sama sekali tidak dikenalnya."Bukan." Nada suaranya santai, tangannya masih mengulurkan butiran nasi ke arah burung kecil di punggung kursi. "Namaku Gao Changgong. Dan siapa Mo Tianjue itu?"Lou Bingxin menatapnya tajam. Matanya menyusuri wajah Kael, mencari celah, mencari getaran kecil di otot rahang, kedipan yang terlalu cepat, pergeseran pupil, sesuatu yang menunjukkan kebohongan. Ia sudah melakukan ini ribuan kali kepada ribuan orang, tapi tidak ada apa-apa. Wajah di depannya bersih seperti permukaan danau yang tidak pernah dilempar batu."Kau tadi mengunjungi ruang bawah tanah, bukan?" tanyanya.Kael

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status