Share

2. Ancaman Tuan Edward

Author: SayurKubis
last update publish date: 2026-07-13 21:08:36

"Ayah! Apakah Ayah bercanda? Bagaimana mungkin... Bagaimana mungkin tua bangka botak ini calon suamiku?"

Grisel mengusap poninya ke belakang dengan frustrasi dan menengadah ke langit-langit ruang kerja ayahnya. Ah, atau mungkin disebut ayahnya yang salah itu dengan tatapan kosong.

"Aku bahkan tidak mengenalnya," katanya sedih ketika menikmati kekosongan pikiran sejenak.

Tuan Edward mengangguk seolah-olah memahami perasaan Grisel. "Ayah tahu ini semua mendadak bagimu. Akan tetapi, kita berada di masa yang sulit. Kamu harus tahu bahwa perusahaan kita mengalami masalah yang serius dalam hal keuangan, dan kita membutuhkan suntikan dana dari investor," jelas Tuan Edward mengharapkan pengertian dari Grisel.

"Lalu, apakah makhluk botak ini bersedia menjadi investor perusahaan kita? Dan apa hubungannya dengan dia menjadi calon suamiku? Tidak bisakah dirimu mencari Pria kaya lain yang setidaknya berperut sixpack dengan rambut lebat?" Grisel duduk dengan lemas di kursi yang berhadapan dengan Tuan Edward.

Menghela napas, Tuan Edward juga merasa pusing. "Hanya Tuan Matthew yang bersedia membantu kita. Grisel, ayah harap kamu mengerti. Pernikahan ini tidaklah lama, mungkin ketika perusahaan kita telah pulih. Ayah akan meminta Tuan Matthew mengajukan cerai." Hibur Tuan Edward kepada Grisel.

"Tolong, bodohi anak ayam saja Ayah. Lagi pula, aku bukanlah anak kandungmu. Sangatlah tidak pantas menjadi istri Tuan Matthew, bagaimana jika dia tahu kalau aku bukan anakmu yang sebenarnya?"

Tuan Edward tersenyum penuh kemenangan. "Jangan khawatir, Tuan Matthew sudah tahu semuanya dan dia menerima dengan lapang dada."

"Lapang dada apa?! Aku tidak setuju!" Grisel menepuk meja dengan telapak tangannya sangat keras.

"Tidak ada penolakan!" Tuan Edward berhenti tersenyum dan menatap anaknya dengan garang.

"Anggap ini sebagai balas budimu selama ini kepada keluarga Erline kami yang telah mengasuhmu sampai sebesar ini!"

Grisel sangat kesal dan mengepalkan tangannya. "Aku tidak menerima semua ini! Minta saja anak kandungmu yang menikah dengan Tua bangka botak ini!" Teriak Grisel dan pintu ruang kerja Tuan Edward terbuka, dan menampakkan sosok Nyonya Erline dengan tatapan kebencian kepada Grisel.

"Nadya tidak boleh menikah dengan Pria itu!" serunya membuat Grisel tertawa sinis.

"Kenapa? Dia adalah anak kandung kalian. Sudah waktunya dia berbakti bukan?" Grisel tersenyum melihat wajah Nadya yang ketakutan berdiri di belakang Nyonya Erline.

"Dasar gadis tidak tahu berterima kasih! Nadya telah lama hidup menderita selama ini. Bagaimana mungkin kami mengirimkannya ke ranjang pernikahan Pria botak itu?" Nyonya Erline memeluk Nadya dengan penuh kasih sayang.

Grisel menunjuk dirinya sendiri, "Lalu bagaimana dengan aku Bu? Apakah kalian sekarang sengaja membuangku?"

Nyonya Erline terdiam dan membisu sejenak, ketika Grisel melontarkan pertanyaan tersebut. Hatinya berdenyut, rasa sakit menjalar hingga ke lehernya menuju kepala.

Namun, sebelum dia bisa menjawab pertanyaan menyakitkan Grisel. Suara gadis dengan nada yang lemah dan lembut terdengar dari belakang punggungnya.

“Kakak… Ayah dan Ibu tidak bermaksud membuangmu, ini… Ini semua salah paham, “ ucap Nadya membuat Grisel tersenyum miring dengan wajah sinis.

“Oh, lalu bagaimana kamu menjelaskan kesalahpahaman ini Nona Muda Asli keluarga Erline?” Kali ini Grisel menekankan sebutan Nona Muda Asli kepada Nadya dan membuat Tuan Edward memijat pelipisnya.

"Grisel, hentikan. Jangan menyudutkan Nadya." Tuan Edward memberi perintah agar Grisel diam dan tidak mengungkit status nona muda asli dan palsu di saat penting seperti ini.

Grisel menatap Tuan Edward. "Telinga mana yang Ayah gunakan untuk mendengar aku menyudutkannya!" seru Grisel yang kini mengungkapkan kemarahannya.

Nyonya Erline menarik Nadya yang berdiri di belakangnya untuk maju dan berdiri berdampingan. "Grisel jangan lupa hidupmu selama ini hasil dari mencuri kebahagiaan orang lain yang tidak berdosa!"

"Kalian yang mengambil anak yang salah, lalu apa hubungannya dengan aku yang mengambil hak orang lain," balas Grisel tidak mau kalah.

Tuan Edward segera membentak Grisel, "Setujui pernikahanmu dengan Tuan Matthew atau kehidupan kedua orang tua aslimu tidak akan berakhir dengan baik."

Grisel menatap penuh emosi wajah Ayahnya dan Ibunya. Dia sekarang tidak lagi mengenal siapa orang di depannya.

"Kalian mengancamku... "

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Nona Muda Palsu Menikahi Tiran Cacat   15. Kursi Kepala Keluarga

    Grisel menoleh perlahan ke arah Bibi Margaret. Wanita itu menatapnya dengan senyum yang tidak ramah dan dagunya sedikit terangkat, seolah menantang. Seluruh ruangan kembali hening bahkan bunyi dentingan sendok berhenti. Semua orang di meja makan menunggu jawaban Grisel dengan sorot mata yang berbeda-beda, sebagian ingin melihat wajah malunya dan yang lain hanya ingin menonton. Grisel meletakkan serbet di pangkuannya dengan tenang. Ia mengingat pesan Nyonya Agler yakni jangan melawan dengan cara rendahan seperti mereka. “Keluarga saya punya beberapa usaha kecil, Bibi Margaret,” jawabnya sopan, suaranya stabil. “Tentu saja, tidak sebesar keluarga Agler. Akan tetapi, cukup untuk membuat saya tahu bagaimana cara menghormati orang lain di meja makan.” Bibi Margaret menaikkan sebelah alisnya. Senyumnya melebar, tapi matanya menyipit. “Oh, jadi kau mengakui keluargamu bukan siapa-siapa? Bagus. Setidaknya kau tahu diri.” Beberapa bibi menutup mulut mereka dengan serbet, menahan tawa.

  • Nona Muda Palsu Menikahi Tiran Cacat   14. Lidah Pisau Paman dan Bibi

    Nyonya Agler bangkit, tetapi sebelum melangkah keluar, ia menoleh sebentar ke arah Grisel yang masih duduk dengan cangkir teh setengah kosong di tangannya.“Satu hal lagi, Grisel.” Suaranya lembut namun penuh penegasan. “Aku yang memintamu menikahi Erland. Jadi apapun yang terjadi malam ini, ingatlah kau berada di sini atas pilihanku. Bukan karena kebetulan dan belas kasihan.”Grisel menegakkan punggungnya. Kata-kata itu memberinya kekuatan. “Terima kasih, Ibu. Aku akan mengingatnya.”Nyonya Agler mengangguk, lalu berbalik menuju pintu. Grisel mengikuti dari belakang. Saat mereka melangkah ke koridor, beberapa pelayan menunduk hormat, sementara dari ujung koridor terdengar samar suara tawa dan denting gelas dari arah ruang makan.“Mereka sudah berkumpul,” ucap Nyonya Agler tanpa mengubah ekspresinya.“Jangan biarkan mereka melihat kegugupanmu. Keluarga Agler punya kebiasaan buruk, mereka bisa mencium ketakutan seperti anjing pemburu.”Grisel menelan ludah. “Aku akan berusaha.”Mereka t

  • Nona Muda Palsu Menikahi Tiran Cacat   13. Singgasana Para Agler

    Tawa kecil sempat pecah di antara para pengawal ketika rekan mereka yang berani bertingkah konyol itu tersipu malu. Namun, Kepala Pelayan Will hanya menggeleng pelan, menyembunyikan senyum tipis di balik sikap profesionalnya. "Kalian semua, harap kembali ke pos masing-masing. Jangan membuat Nona muda menunggu terlalu lama di halaman," tegur Kepala Pelayan Will dengan nada ramah namun tetap berwibawa. Para pengawal segera menunduk hormat dan kembali ke barisan mereka. Grisel melangkah pelan mengikuti Kepala Pelayan Will melewati jalan setapak dari batu alam yang diapit hamparan rumput hijau. Angin lembut membawa aroma mawar dari taman yang membentang di sisi kanan. Grisel menarik napas dalam-dalam. Udara di sini terasa berbeda dan terasa lebih berat, seolah setiap tarikan napas mengandung sejarah panjang dan rahasia yang tak terucap. "Nyonya Agler telah menunggu di ruang teh," ujar Kepala Pelayan Will pelan. "Beliau ingin menyambut Anda secara pribadi sebelum makan malam resmi ber

  • Nona Muda Palsu Menikahi Tiran Cacat   12. Serangan Jantung

    Sepanjang perjalanan Kepala Pelayan Will tak henti-hentinya menceritakan masa kecil Tuan Muda mereka yakni Erland Agler dan juga prestasi gemilangnya sebelum terjadinya insiden kecelakaan yang melumpuhkan kedua kaki Tirani perusahaan Agler tersebut. Grisel yang mendengarkan cerita Kepala Pelayan Will cukup antusias mendengarkan. Ternyata, dibalik wajah dingin Erland yang sekarang berstatus menjadi kepala keluarga baru Agler. Pria itu dulunya adalah putra surga yang cukup mulia dan membuat iri banyak orang. Terlebih Erland berasal dari keluarga yang sangat kaya di ibu kota. Namun, nasib buruk tidak ada yang tahu. Kedua kaki pewaris keluarga kaya raya itu lumpuh akibat kecelakaan. “Apakah perjalanan masih jauh?” tanya Grisel kepada Kepala pelayan Will sambil sesekali melirik pemandangan di luar jendela. Kepala pelayan Will tersenyum ramah, “Sebentar lagi kita akan sampai. Nona akan segera melihat kemegahan keluarga Agler.” Ungkapnya membuat Grisel bersenandung menandakan bahwa ia m

  • Nona Muda Palsu Menikahi Tiran Cacat   11. Aroma Kekayaan!

    Sudah dua hari sejak menghilangnya Grisel di danau Villa pernikahan yang disiapkan keluarga Erline. Namun, sampai saat ini keluarga Erline tidak mengetahui pasti keadaan Grisel. Apakah gadis itu hidup dan mati masih dalam kabut abu-abu. Di sisi lain, Nadya yang dikatakan Nona muda asli keluarga Erline segera mendapat simpati beberapa keluarga kaya. Meskipun wajah Nadya tidak secantik Grisel, pada dasarnya ada beberapa orang yang masih mengaguminya. Rasa kagum dan juga iba muncul karena Nyonya Erline menceritakan masa kecil Nadya yang sangat sulit. Ia juga tidak pernah menyangka bahwa bayinya ditukar di rumah sakit. Sampai saat ini Tuan Edward, suaminya masih menyelidiki peristiwa masa lalu yang cukup merugikan banyak pihak. Sementara itu, Sion yang awalnya sangat senang mengetahui bahwa Nadya adalah adik kandungnya, entah kenapa kini kehilangan minat dan rasa antusiasme nya. Sion merasa bahwa pola pikir Nadya terlalu kampungan dan tidak seperti Grisel. Meskipun ia dan Grisel seri

  • Nona Muda Palsu Menikahi Tiran Cacat   10. Berita Panas Pewaris Keluarga Agler

    Grisel melompat dari tempat tidurnya yang membuat Erland memandangnya dengan penuh tanda tanya. “Apa yang kau lakukan?” Erland bertanya kepada Grisel yang sekarang berdiri di ujung ranjang sambil melirik ke kana dan ke kiri mencegah kecanggungan. Selama dua puluh tahun hidupnya, ini adalah kali pertamanya ia tidur tengah seorang pria yang berstatus resmi sebagai suaminya. Meskipun Grisel sangat yakin jika Erland tidak melakukan hal yang aneh kepadanya. Sebagai gadis yang jujur tentu saja dia merasa malu. Grisel tak mampu menjawab pertanyaan Erland memilih untuk menundukkan kepalanya. Erland menghela napas melihat gadis di depannya menundukkan kepala seperti burung puyuh. Ia pikir gadis ini sangat tangguh, dilihat dari seberapa kerasnya ia melarikan diri dari pernikahan dengan Tuan Matthew itu. Melihat rasa canggung dan malu Grisel, Erland perlahan duduk dan menarik kursi rodanya mendekat. Grisel dengan inisiatif bergerak menuju Erland. “Aku…” Ia berkata dengan gugup, Erlan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status