Home / Romansa / Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan / BAB 72 DIBELA SUAMI RAHASIA

Share

BAB 72 DIBELA SUAMI RAHASIA

last update publish date: 2026-07-28 18:00:31

"Oohh... jadi gitu ya..." ucap Hani memandangku dan Axel secara bergantian dengan raut wajah yang masih dipenuhi rasa penasaran.

Sementara itu, Inez tetap membeku menatap Axel yang masih tenang menikmati minuman di gelas bekas bibirku. Dari raut wajahnya, aku bisa melihat goresan lara dan guncangan kecil di sana.

Mungkinkah... Inez mulai menaruh rasa cemburu?

"Tebakan gue ternyata nggak salah," ucap Inez akhirnya memecah keheningan. Ia menatapku dengan senyum lebar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
wina Filawati
buatin pov. axel kak.. jadi penisirin gimana perasaan nya sebenarnya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 265 SERBA SALAH

    "J-jadi... kami harus bagaimana, Dok?!" tanya Mama panik dengan raut kecemasan yang membayang jelas.​Sementara itu, aku hanya sanggup membisu seraya meremas kain selimut rumah sakit yang kaku. Tidak... bayiku harus selamat! Apa yang harus kukatakan pada Axel jika sampai terjadi hal buruk pada janin ini?​Mental dan emosi Axel yang baru stabil bisa-bisa kembali terganggu dan membanting proses pemulihannya di Amerika. Selama ini, semangat utamanya untuk berjuang menjalani fisioterapi berat adalah calon buah hati kami. Jika ia mendengar kehamilanku dalam bahaya, bukan tidak mungkin Axel akan nekat pulang dalam kondisi fisik yang justru makin memburuk.​"Untuk sementara waktu, saya menyarankan pasien untuk menjalani bedrest total. Selama beberapa hari ke depan Ibu Kayla harus dirawat intensif di rumah sakit, setelah kondisinya stabil baru diperbolehkan dilanjutkan bedrest di rumah," jelas sang dokter menenangkan.​"Baik, Dok!" sahut Mama lemas.​Tepat saat dokter dan perawat melangkah k

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 264 KABAR BURUK

    "Lintang! Kamu—" Aku berusaha keras bangkit dari lantai granit yang dingin, tetapi rasa nyeri hebat yang melilit di perut bawahku memaksa tubuhku kembali terkulai tak berdaya.​Bersama dengan itu, belasan karyawan yang berada di area kerja berbondong-bondong menghampiriku seraya melayangkan seruan protes tajam dan sinis pada Lintang.​"Lintang! Kenapa kamu tega melakukan itu?!"​"Astaga, Lintang jahat sekali!"​"Teganya mendorong wanita hamil yang juga saudaranya sendiri!"​Lintang terdorong mundur beberapa langkah. Ia melambaikan kedua tangannya dengan raut wajah panik yang pucat pasi. "A-aku nggak sengaja! Aku sama sekali nggak berniat mendorongnya!"​Seorang karyawan wanita bergegas berlutut dan menyangga tubuhku dari belakang. "Cepat panggil ambulans dan laporkan ke Pak Arga!"​Mendengar instruksi itu, beberapa karyawan langsung membubarkan diri. Salah seorang berlari menuju meja kerjanya untuk menghubungi rumah sakit, sementara yang lain bergegas menuju ruang kerja direksi.​Tak

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 263 PROVOKASI

    "Tenang saja, Kak! Serahkan saja keselamatan Kayla padaku," celoteh Hani seraya merangkul pundakku, lalu mengusap pelan permukaan perutku. "Aku pasti akan menjaga calon keponakan dengan baik!"​Axel tersenyum lega dengan kelopak mata yang berkaca-kaca menahan haru. Ia kemudian beralih menatap Pakde Arga yang berdiri tegak di sampingku. "Papa... tolong jaga dan awasi Kayla di kantor, ya? Jangan sampai dia diganggu oleh Lintang atau Bude Salma."​Pakde Arga mengulas senyum lebar seraya mengangguk mantap. "Kamu tenang saja, Axel. Papa pasti akan menjaga istri dan calon anakmu dengan sebaik-baiknya. Fokuslah pada proses pengobatan dan kesembuhanmu di sana, ya?"​Ia kemudian beralih menatap Beni yang bersiaga di belakang kursi roda Axel. "Beni, jika ada kendala apa pun di sana, segera hubungi saya."​"Baik, Pak..." sahut Beni patuh sebelum akhirnya mendorong pelan kursi roda Axel memasuki koridor keberangkatan internasional.​Sebulan kemudian...​"Hai, Sayang. Lo sudah sampai di kantor?" t

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 262 PERPISAHAN YANG HARU

    "Kayla... ingat! Lo lagi hamil muda," bisiknya seraya menahan dadaku dengan raut panik dan khawatir.​Sambil menyunggingkan seringai menggoda, aku menepis lembut tangan Axel yang menahan tubuhku. "Gue bakal melakukannya dengan pelan dan hati-hati, Xel..."​Tanpa menunggu persetujuan darinya, aku langsung meregangkan tubuh, memosisikan diri dengan mantap di atas tubuhnya yang bersandar kaku di kepala ranjang.​Sambil menatap lurus manik matanya yang menggelap disapu gelora hasrat bercampur tegang, aku perlahan menundukkan tubuhku. Aku melesakkan sendiri keperkasaannya yang memanas masuk menembus liang kewanitaanku yang sudah terlanjur panas dan basah.​"Nggghhh! Aahhh...!"​Jeritan pasrahku dan erangan berat Axel meledak bersamaan memecah keheningan kamar. Dinding kewanitaanku mencengkeram kepemilikannya teramat ketat, menghadirkan sensasi penyatuan yang padat, penuh, dan memabukkan.​Axel menahan napas, otot dadanya naik-turun drastis saat ia merasakan sensasi pekat yang membakar indr

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 261 MALAM PERPISAHAN

    ​"Kayla!" teriak Axel panik seraya menarik pergelangan tanganku hingga posisi wajah kami berhadapan sangat dekat dengan dentum jantung yang bertabuh tak karuan. "Lo... nggak usah aneh-aneh ya!"​"Kenapa?" tanyaku dengan satu alis terangkat, disertai gurat seringai nakal yang menggoda.​Axel bergeser memalingkan pandangan dengan raut wajah memerah padam menyerupai buah ceri matang. "G-gue malu..."​Aku menangkup kedua pipinya, memaksa manik matanya untuk kembali mengunci pandanganku. "Kenapa harus merasa malu, hm?" cecarku sengaja makin memprovokasinya.​Kelopak mata Axel bergetar cepat, menatapku pasrah dengan rona merah yang masih menjalar di sekujur wajahnya. "Bagaimana kalau... burung gue nggak bisa terbang dan hinggap di sarang lo lagi?"​Deg! Aku terperanjat sejenak dengan mata membulat, sebelum akhirnya spontan terkekeh geli hingga kepalaku mendongak. "Axel... Axel... Kenapa lo tiba-tiba jadi polos gini, sih? Gemesin banget!" godaku sambil mencubit pipinya manja.​Axel menggaru

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 260 KONYOL

    "Malam ini..." sahut Hani mengambil alih percakapan dengan raut wajah yang sengaja dibuat sengsara secara berlebihan. Ia menunjuk Kak Rayan, lalu berpura-pura terisak seraya merebahkan kepalanya di bahuku. "Dia jahat banget, Kay! Tega-teganya dia cuma menjadikan gue pacar semalam, tapi setelah itu langsung ditinggal terbang ke luar negeri..."​Aku mengusap lembut rambutnya seraya mencibir geli, lalu menoleh ke arah Kak Rayan dengan kekehan ringan. "Teganya Kamu, Kak... Kasihan kan Hani dibuat menangis begini."​"Itu sebabnya aku tidak mau terburu-buru menyatakan cinta padanya kemarin," jelas Kak Rayan seraya menahan tawa. "Tapi... dia justru nekat mendatangi tempat kosku dan menuntut penjelasan soal alasanku meminjamkan jaket padamu kemarin."​Mendengar penjelasan itu, aku mendadak kaget. Aku spontan menegakkan paksa kepala Hani dan menatapnya dengan mata membulat sempurna. "Lo benar-benar nekat melakukan itu, Han?!"​Hani menyeringai garing seraya tersipu malu. "Iya... habisnya gue

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status