Compartir

Bab 4

Autor: Liora Z
Aku terus tertawa, tetapi mataku mulai terasa perih.

Andrew adalah satu-satunya yang langsung peduli dengan perasaanku.

Aku membalas: [Tidak perlu. Orang itu sangat berkuasa. Aku tidak mampu menanggung resiko kalau sampai menyinggung perasaannya.]

Dia langsung membalas: [Tidak ada yang lebih berkuasa daripada aku.]

Aku tidak berani membalas pesan itu.

Setelah dapat uang transfer sebesar delapan ratus miliar lebih itu, aku melempar ponselku ke samping dan menatap kosong ke arah langit-langit.

Aku sudah mengenal pria ini selama dua tahun.

Dua tahun yang lalu di web ilegal di sebuah siaran sadomasokisme langsung dan rahasia.

Saat itu aku baru saja menginjak usia dua puluh dua tahun.

Utang narkoba orang tuaku semakin tak terkendali, dan rumah tua kami telah digadaikan tiga kali. Penagih utang mulai mencegatku setiap pulang kerja.

Aku bekerja di sebuah galeri pada siang hari untuk merestorasi lukisan, dan kembali ke apartemen kumuh ini pada malam hari.

Dalam kondisi putus asa, aku mengambil setiap pekerjaan sampingan apa pun yang bisa kutemukan. Membuat replika, pemalsuan, hingga kurasi benda seni.

Lalu, seorang teman menarikku ke samping dan membisikkan sebuah rahasia.

"Ada sebuah komunitas di web ilegal yang melakukan siaran langsung tanpa menampilkan wajah. Kau bisa mendapatkan gaji sebulan bekerja di galeri hanya dalam satu malam."

Dia lalu merendahkan suaranya. "Tapi kau harus tahu bagaimana caranya berakting."

"Berakting seperti apa?"

"Menjadi seorang Nyonya." Dia menyeringai. "Para pria konglomerat di sana adalah orang-orang yang aneh. Mereka ingin direndahkan, diinjak-injak, dan dimiliki."

"Kau itu cantik, kakimu jenjang, dan suaramu dingin. Kau memang ditakdirkan untuk melakukan pekerjaan ini."

Aku terdiam selama tiga detik.

"Bagaimana cara daftarnya?"

Malam pertama melakukan siaran langsung, aku memakai stoking jaring, duduk di sebuah studio sewaan, memakai topeng, dan menyembunyikan wajahku. Kamera hanya menyorot kakiku.

Aku menghasilkan empat puluh delapan juta pada malam pertama.

Pada minggu kedua, aku sudah punya pelanggan tetap.

Pada minggu ketiga, akun miliknya muncul.

Dia menghabiskan seratus enam puluh juta pada kunjungan pertamanya. Aku bahkan sampai tidak berkedip.

Kedua kalinya, empat ratus delapan puluh juta.

Untuk ketiga kalinya, delapan ratus juta.

Barulah kemudian, aku melirik kamera dengan malas dan berbicara dengan dingin, "Kamu orang baru?"

"Iya."

Suara di ujung sana terdengar berat, tajam, dan penuh dengan dominasi yang terkendali.

Jantungku berdebar kencang. Dia adalah pria kaya raya dengan suara seksi dan patuh. Target yang sempurna.

Selama tiga bulan berikutnya, aku sengaja mengabaikan pesan pribadinya. Aku tidak aktif selama lima hari berturut-turut.

Setiap kali aku menghilang, dia akan panik dan mengirimiku uang.

[Nyonya, tolong balas pesanku.]

[Nyonya, apa uangnya tidak cukup?]

Dan setiap kali uangnya tidak cukup, transfer uang yang lebih besar akan masuk ke rekeningku.

Sampai suatu hari, dia mengirimiku pesan.

[Nyonya, apa yang kau inginkan? Aku bisa memberimu apa saja.]

Aku menatap pesan itu, jari-jariku melayang di atas papan ketik.

Ibuku baru saja menerima pemberitahuan kondisi kritis di rumah sakit. Dan, para rentenir itu telah menyiramkan cat merah di pintu depan rumahku.

Aku hidup seperti seekor anjing.

Namun, kata-kata yang kuketik sangat tajam bagaikan pisau.

[Aku ingin anjingku sendiri yang memanggilku Nyonya.]

[Harus siap melakukan semua yang kukatakan 24 jam sehari, 7 hari seminggu.]

Dia terdiam begitu lama hingga kupikir dia sudah kabur. Untuk seorang gadun biasa, itu adalah permintaan yang gila.

Lalu, dia membalas dengan satu kata.

[Oh.]

Aku mendengus dan bersiap untuk memblokir nomornya.

Namun sedetik kemudian, pesan lain masuk.

[Apa kau butuh tubuhku?]

[Mau lihat otot perutku?]

Aku langsung membeku. Dia sendiri yang menaikkan taruhannya.

Aku menatap layar dan perlahan mengetik balasan.

[Tanpa wajah dan nama asli. Setelah kau menjadi milikku, jangan pernah sentuh wanita lain. Atau, aku akan langsung memblokirmu.]

Dia membalas dalam sekejap.

[Aku berjanji.]

Lalu, datanglah sebuah pesan suara. Aku mengetuknya.

Suaranya yang dalam tiba-tiba terdengar serak dan parau, seperti telah direndam dalam minuman alkohol yang mahal.

"Nyonya, selama kau mau menerimaku ... aku akan menyetujui apa pun."

Malam itu, aku menerima transfer uang miliaran pertamaku.

Dan, seorang pria simpanan yang selalu siap sedia melayani dan setia kepadaku.

Aku menggunakan uang itu untuk membayar tagihan rumah sakit ibu, membeli obat rehabilitasi ayah, dan melunasi uang sewa selama tiga bulan.

Aku tidak pernah menganggap hubungan itu serius sama sekali.

Itu adalah murni hubungan transaksi. Dia adalah gadunku, dan aku adalah wanitanya. Dia membayar untuk tempat pelampiasan, dan aku yang menyediakannya. Sesederhana itu.

Kami sepakat bahwa tidak akan mengungkapkan wajah, tidak akan menyebutkan nama asli, dan tidak akan ada pertemuan langsung.

Aku pikir kami akan tetap seperti itu selamanya. Semua orang akan mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Aku tiba-tiba tersadar dari lamunan dan melihat layar ponsel.

Pesan terakhir dari Andrew: [Tidak ada yang lebih berkuasa daripada aku.]

Siapa yang menyangka?

Pria menyedihkan yang selalu merendah di web ilegal ini ....

Ternyata adalah Andrew Ferona.

Sang raja, penguasa dunia mafia di kota ini.

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Nyonya Rahasia dan Bos Mafia   Bab 13

    Aku mendorong tubuh Andrew menjauh dan meraih ponselku.Nama penelepon: [Ibu]Andrew langsung menghentikan ciuman liar itu, tetapi tangannya tetap melingkar di pinggangku."Jangan bicara apa pun." Aku menatapnya tajam, suaraku bergetar.Telinga Andrew memerah, sorot matanya masih membara karena ciuman itu. Dia setuju dengan suara serak."Terserah Nyonya."Aku mengangkat telepon."Aria, bagaimana kabarnya?" Ibuku terdengar gembira. "Jerry anak yang hebat, kan?""Dia … lumayan." Aku mencoba terdengar normal."Baguslah kalau begitu!" Ibu terus mendesak. "Setelah kau menikah dengannya nanti, kau tidak perlu lagi menyentuh uang kotor mafia itu. Keluarga politisi itu bersih dan mereka bisa memberikan rasa aman."Sambil mendengarkan di sampingku, ada kilatan rasa cemburu yang melintas di sorot mata Andrew.Dia mendekat ke telingaku dan berbisik pelan, "Nyonya, aku lebih berkuasa darinya. Aku bisa memanjakanmu habis-habisan, menjadi gadunmu .…"Aku menatapnya tajam.Namun, dia terus saja berbi

  • Nyonya Rahasia dan Bos Mafia   Bab 12

    Wajah Jerry mendadak menjadi pucat pasi, tubuhnya gemetaran.Semua orang di restoran berhenti berbicara, dan menatap meja kami dengan cemas.Aku tidak bisa membiarkan Andrew terus berbicara."Bos!" Aku langsung berdiri dari kursiku dan meraih lengannya. "Ayo, kita bicara di luar."Aku mengerahkan seluruh kekuatan untuk menyeretnya ke ruang makan pribadi di sebelah.Begitu pintu tertutup, aku berbalik menghadapnya."Apa yang Anda lakukan?"Andrew hanya berdiri di sana, penampilannya sangat sempurna, tetapi amarah di sorot matanya seakan siap membakar diriku."Jerry persis seperti yang diinginkan orang tua saya dalam sebuah pernikahan." Aku menarik napas dalam-dalam, mencoba terdengar tenang. "Sebelumnya, mereka bahkan menjodohkan saya dengan pria berusia enam puluh tahun demi bisa melunasi utang. Akhirnya, saya bisa mendapatkan pria muda, jadi Anda tidak perlu menakutinya."Andrew menatap mataku tajam, namun suaranya lembut."Apa kau bahagia dengannya?"Aku mengangguk. "Iya."Matanya la

  • Nyonya Rahasia dan Bos Mafia   Bab 11

    Selama beberapa hari berikutnya, pada dasarnya aku sudah menjadi tahanan rumah di griya tawang milik Andrew.Dia menyebutnya sebagai bimbingan belajar, tetapi kenyataannya, aku hanya terjebak di ruang kerjanya setiap hari untuk memperbaiki lukisan sialan itu.Aku makan tiga kali sehari dari masakan koki pribadi, tinggal di sebuah kamar mewah.Tetapi, aku tidak boleh lengah sedikit pun.Cara Andrew menatapku semakin lama semakin berbahaya, seperti serigala yang mengincar mangsa.Sabtu pagi, tepat saat aku menuju ruang kerjanya untuk “masuk kerja”, ponselku berdering."Aria." Suara ibuku terdengar. "Karena utang keluarga kita sudah hampir lunas, sekarang sudah waktunya untuk memikirkan kehidupan pribadimu.""Kehidupan pribadi apa?""Pernikahan." Suara ibuku terdengar gembira. "Ibu sudah mengatur kencan buta untukmu. Dia putra Anggota Dewan, namanya Jerry Romana. Usianya dua puluh dua tahun, baru saja lulus dari Universitas Harva."Mataku berbinar seketika.Keluarga politisi. Itu artinya

  • Nyonya Rahasia dan Bos Mafia   Bab 10

    Sebelum aku sempat menjawab, Andrew sudah bergegas melangkah keluar.Langkahnya sedikit terhuyung saat berjalan, seperti binatang yang sedang terluka.Aku menatap pintu yang terbuka itu, merasa reaksinya sangat aneh.Mengapa dia begitu peduli hanya karena aku membenci buah leci?Aku menggelengkan kepala dan mengeluarkan ponsel.Aku membuka akun web ilegalku dan berkedip.Andrew belum mengirimiku pesan sepanjang hari ini.Pesan terakhirnya dikirim pukul sebelas lewat dua puluh menit tadi malam: [Nyonya, aku ingin menikahimu.]Itu tidak seperti biasanya.Biasanya, jika aku membalas sedikit terlambat saja, dia akan langsung mengirimiku rentetan pesan.Aku mengirim pesan pertama: [Kamu sedang apa?]Balasan datang dengan instan.[Memikirkanmu.]Aku mengerutkan kening: [Kenapa kau tidak mengajakku bicara seharian ini?]Dia tidak langsung membalas kali ini.Saat sedang bertanya-tanya alasannya, aku mendengar suara langkah kaki.Aku mendongak dan melihat Andrew berdiri di ambang pintu, sambil

  • Nyonya Rahasia dan Bos Mafia   Bab 9

    Untuk mencegah Andrew berubah pikiran, aku hampir berlari untuk mengambil kotak peralatanku.Sepuluh menit kemudian, aku sudah menenteng peralatanku dan mengikutinya ke ruang kerja.Ruang kerja ini sangat mewah.Lebih dari tiga ratus meter persegi dengan konsep ruang terbuka, memiliki jendela setinggi langit-langit yang menghadap langsung ke arah sungai kota.Rak-rak buku membentang hingga ke langit-langit, yang dipenuhi buku-buku sejarah seni dan manajemen bisnis.Di tengahnya terdapat sebuah meja kayu walnut yang sangat besar, dan tepat di sebelahnya berdiri sebuah meja restorasi profesional. Tak kusangka bos ternyata adalah restorator terbaik di seluruh keluarga ...."Duduk di sini." Andrew menunjuk ke arah kursi di dekat meja restorasi.Aku meletakkan kotak peralatanku dan baru saja hendak duduk ketika menyadari bahwa dia juga telah menarik sebuah kursi.Tepat di sebelah kursiku.Begitu dekat hingga lututnya hampir menyentuh pahaku.Aku duduk dengan canggung, berusaha keras untuk t

  • Nyonya Rahasia dan Bos Mafia   Bab 8

    Saat aku terbangun, waktu sudah menunjukkan tengah hari pada keesokan harinya.Kepalaku terasa seperti akan pecah, dan mulutku terasa pahit.Aku mengusap kepalaku yang berdenyut-denyut dan memaksa mataku untuk terbuka.Hal pertama yang kulihat bukanlah apartemenku yang jelek dan bocor.Melainkan sebuah ranjang beludru sangat besar, seprai sutra berwarna krem yang mungkin harganya lebih mahal daripada apartemenku, dan lampu gantung kristal yang sangat mewah tergantung di atasku.Aku langsung terduduk tegak.Di mana aku sebenarnya?Apa aku diculik?Secara refleks, aku mencari ponselku di bawah bantal.Syukurlah ketemu.Dengan tangan gemetar, aku memanggil nomor Jessica."Halo?" Suara Jessica terdengar lebih lemah daripada suaraku."Jessica!" bisikku panik. "Aku diculik, panggil polisi!""Apa?" Jessica berhenti sejenak, lalu tertawa getir. "Aria, kau tidak diculik. Kau berada di griya tawang milik Bos.""Apa?""Bos membawamu kembali ke rumahnya tadi malam. Aku tidur di kamar tamu bersamam

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status