Share

Bab 3

Penulis: Liora Z
Aku menahan napas, memperhatikan resletingnya yang diturunkan sedikit demi sedikit.

Mataku membelalak lebar.

Aku berusia dua puluh empat tahun dan belum pernah melihat hal seperti itu seumur hidup.

Kupikir sudah melihat semuanya. Cerita erotis, galeri web ilegal ... apa yang belum pernah kulihat?

Tetapi ketika benda itu benar-benar muncul di layar, aku menjerit dan melempar ponselku ke atas ranjang.

Ponsel itu mendarat di kasur dengan bunyi gedebuk.

"Nyonya?"

Suara panik Andrew langsung terdengar.

"Nyonya, ada apa? Apa aku menakutimu? Aku akan berhenti ...."

Aku menutupi wajahku yang memerah, dadaku terengah-engah.

Ya Tuhan.

Ya Tuhan, astaga.

Apakah benda itu nyata? Apakah itu milik manusia?

Aku menarik napas dalam-dalam tiga kali, tetapi masih tidak bisa mendinginkan wajahku. Di cermin, wajahku masih terlihat semerah udang rebus.

Tidak. Aku sama sekali tidak boleh biarkan dia tahu kalau aku sedang gugup.

"Nyonya?" Suaranya mulai terdengar panik sekarang. "Tolong katakan sesuatu. Apa aku melakukan kesalahan?"

Aku meraih ponsel dan langsung menutup panggilan video tersebut.

Sambil menenangkan diri, aku mulai mengetik.

[Apa kau belum selesai masa pubertas? Semua laki-laki di buku novel yang kubaca berukuran tiga puluh senti.]

Suasana hening selama lima detik penuh.

Kemudian, sebuah pesan suara muncul. Aku mengetuknya.

"... Nyonya." Suaranya terdengar terluka, hampir seperti memohon. "Novel itu tidak nyata."

"Milikku yang dua puluh senti ini sebenarnya ... sudah sangat bagus."

Dia berhenti sejenak, suaranya semakin rendah.

"Dengan postur tubuhmu, aku sebenarnya agak khawatir kau tidak akan bisa menahannya."

Wajahku kembali memerah.

Pria ini ... bos mafia yang terbiasa meneror para petinggi di dunia mafia dan bisa mengakhiri hidup orang hanya dengan satu kata saja ....

Saat membicarakan hal ini denganku, dia terdengar ... khawatir?

Aku menggelengkan kepala untuk menghilangkan perasaan aneh yang berdebar di dada.

Tidak. Aku tidak bisa membiarkannya lolos begitu saja. Aku akan membalasnya sepuluh kali lipat atas penghinaan yang dia berikan padaku hari ini.

Aku menarik napas dalam-dalam dan mengetik dengan amarah.

[Aku memang tidak akan tahan, karena kau terlalu tua.]

[Aku ingin sesuatu yang berwarna merah muda.]

[Mungkin aku harus mencari pria yang lebih muda.]

Obrolan itu menjadi sunyi senyap.

Aku menatap layar, jantungku berdebar kencang.

Apa aku sudah keterlaluan? Mengatakan hal seperti itu kepada pria berusia tiga puluh tahun, dan seorang Bos Mafia.

Sedetik kemudian, permintaan panggilan video membanjiri layar ponselku.

Sekali. Dua kali. Tiga kali.

Aku menolak semuanya.

Kemudian, muncul bombardir pesan suara.

Aku mengklik yang pertama.

"Nyonya."

Suara Andrew terdengar jelas sedang bergetar.

"Warna apa pun yang kau mau, aku bisa membuatnya. Bentuk apa pun yang kau mau ... aku akan menjalani operasi."

"Aku akan pergi besok."

"Dokter mana pun yang kau mau, dari negara mana pun, aku akan menerbangkan mereka ke sini."

Rekaman suara kedua.

"Kau tidak bisa meninggalkanku, Nyonya. Selain sedikit lebih tua, aku bisa memperbaiki segalanya."

"Aku tidak bisa mendapatkan kembali masa mudaku, tapi ... tapi aku bisa menjagamu lebih baik daripada pria-pria muda itu."

"Apa pun yang mereka berikan padamu, aku akan memberimu sepuluh kali lipat, bahkan seratus kali lipat lebih banyak."

Pada rekaman suara ketiga, dia hampir terengah-engah.

"Nyonya ... kumohon. Jangan cari orang lain."

"Aku akan melakukan apa pun yang kau katakan."

Aku bersandar di kepala ranjang, menatap langit-langit dengan senyum lebar terukir di wajah.

Ini terasa sangat menyenangkan.

Pria yang memperlakukanku seperti anjing siang ini dan mengancam akan mengirimku ke arena pertarungan ... sekarang justru bersedia menjalani operasi hanya karena takut aku tidak menyukai ukuran tubuhnya.

Tetapi, kenyataan menarikku kembali dengan cepat.

Aku harus menyerahkan draf restorasi itu besok, yang Andrew sebut sebagai sampah. Aku harus begadang semalaman untuk memperbaikinya.

Aku tersenyum dan menjawab.

[Tergantung bagaimana dengan sikapmu. Aku sedang sibuk.]

Dia langsung menjawab.

"Ada apa, Nyonya? Ada yang bisa kubantu? Aku akan melakukan apa saja."

Aku menggigit bibirku, sebuah ide terlintas di kepala.

Inilah kesempatanku.

[Aku begadang selama tiga malam untuk merestorasi lukisan. Tapi, ada bajingan yang menyebutnya sampah di depan umum hari ini. Sekarang, aku harus mengulangnya dari awal.]

Napasnya langsung berubah.

"... Bajingan buta mana itu?" Suaranya menjadi dingin penuh amarah.

"Siapa yang berani bilang begitu? Nyonya, berikan saja alamatnya. Aku akan ke sana dengan pistol sekarang juga."

"Aku akan membuatnya berlutut dan meminta maaf padamu sampai kepalanya meledak."

Aku mematikan layar dan tertawa terbahak-bahak.

Apa dia mencoba bertemu denganku secara langsung?

Dia tidak tahu saja, kalau bajingan yang dia mau bunuh itu ... adalah dirinya sendiri.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Nyonya Rahasia dan Bos Mafia   Bab 13

    Aku mendorong tubuh Andrew menjauh dan meraih ponselku.Nama penelepon: [Ibu]Andrew langsung menghentikan ciuman liar itu, tetapi tangannya tetap melingkar di pinggangku."Jangan bicara apa pun." Aku menatapnya tajam, suaraku bergetar.Telinga Andrew memerah, sorot matanya masih membara karena ciuman itu. Dia setuju dengan suara serak."Terserah Nyonya."Aku mengangkat telepon."Aria, bagaimana kabarnya?" Ibuku terdengar gembira. "Jerry anak yang hebat, kan?""Dia … lumayan." Aku mencoba terdengar normal."Baguslah kalau begitu!" Ibu terus mendesak. "Setelah kau menikah dengannya nanti, kau tidak perlu lagi menyentuh uang kotor mafia itu. Keluarga politisi itu bersih dan mereka bisa memberikan rasa aman."Sambil mendengarkan di sampingku, ada kilatan rasa cemburu yang melintas di sorot mata Andrew.Dia mendekat ke telingaku dan berbisik pelan, "Nyonya, aku lebih berkuasa darinya. Aku bisa memanjakanmu habis-habisan, menjadi gadunmu .…"Aku menatapnya tajam.Namun, dia terus saja berbi

  • Nyonya Rahasia dan Bos Mafia   Bab 12

    Wajah Jerry mendadak menjadi pucat pasi, tubuhnya gemetaran.Semua orang di restoran berhenti berbicara, dan menatap meja kami dengan cemas.Aku tidak bisa membiarkan Andrew terus berbicara."Bos!" Aku langsung berdiri dari kursiku dan meraih lengannya. "Ayo, kita bicara di luar."Aku mengerahkan seluruh kekuatan untuk menyeretnya ke ruang makan pribadi di sebelah.Begitu pintu tertutup, aku berbalik menghadapnya."Apa yang Anda lakukan?"Andrew hanya berdiri di sana, penampilannya sangat sempurna, tetapi amarah di sorot matanya seakan siap membakar diriku."Jerry persis seperti yang diinginkan orang tua saya dalam sebuah pernikahan." Aku menarik napas dalam-dalam, mencoba terdengar tenang. "Sebelumnya, mereka bahkan menjodohkan saya dengan pria berusia enam puluh tahun demi bisa melunasi utang. Akhirnya, saya bisa mendapatkan pria muda, jadi Anda tidak perlu menakutinya."Andrew menatap mataku tajam, namun suaranya lembut."Apa kau bahagia dengannya?"Aku mengangguk. "Iya."Matanya la

  • Nyonya Rahasia dan Bos Mafia   Bab 11

    Selama beberapa hari berikutnya, pada dasarnya aku sudah menjadi tahanan rumah di griya tawang milik Andrew.Dia menyebutnya sebagai bimbingan belajar, tetapi kenyataannya, aku hanya terjebak di ruang kerjanya setiap hari untuk memperbaiki lukisan sialan itu.Aku makan tiga kali sehari dari masakan koki pribadi, tinggal di sebuah kamar mewah.Tetapi, aku tidak boleh lengah sedikit pun.Cara Andrew menatapku semakin lama semakin berbahaya, seperti serigala yang mengincar mangsa.Sabtu pagi, tepat saat aku menuju ruang kerjanya untuk “masuk kerja”, ponselku berdering."Aria." Suara ibuku terdengar. "Karena utang keluarga kita sudah hampir lunas, sekarang sudah waktunya untuk memikirkan kehidupan pribadimu.""Kehidupan pribadi apa?""Pernikahan." Suara ibuku terdengar gembira. "Ibu sudah mengatur kencan buta untukmu. Dia putra Anggota Dewan, namanya Jerry Romana. Usianya dua puluh dua tahun, baru saja lulus dari Universitas Harva."Mataku berbinar seketika.Keluarga politisi. Itu artinya

  • Nyonya Rahasia dan Bos Mafia   Bab 10

    Sebelum aku sempat menjawab, Andrew sudah bergegas melangkah keluar.Langkahnya sedikit terhuyung saat berjalan, seperti binatang yang sedang terluka.Aku menatap pintu yang terbuka itu, merasa reaksinya sangat aneh.Mengapa dia begitu peduli hanya karena aku membenci buah leci?Aku menggelengkan kepala dan mengeluarkan ponsel.Aku membuka akun web ilegalku dan berkedip.Andrew belum mengirimiku pesan sepanjang hari ini.Pesan terakhirnya dikirim pukul sebelas lewat dua puluh menit tadi malam: [Nyonya, aku ingin menikahimu.]Itu tidak seperti biasanya.Biasanya, jika aku membalas sedikit terlambat saja, dia akan langsung mengirimiku rentetan pesan.Aku mengirim pesan pertama: [Kamu sedang apa?]Balasan datang dengan instan.[Memikirkanmu.]Aku mengerutkan kening: [Kenapa kau tidak mengajakku bicara seharian ini?]Dia tidak langsung membalas kali ini.Saat sedang bertanya-tanya alasannya, aku mendengar suara langkah kaki.Aku mendongak dan melihat Andrew berdiri di ambang pintu, sambil

  • Nyonya Rahasia dan Bos Mafia   Bab 9

    Untuk mencegah Andrew berubah pikiran, aku hampir berlari untuk mengambil kotak peralatanku.Sepuluh menit kemudian, aku sudah menenteng peralatanku dan mengikutinya ke ruang kerja.Ruang kerja ini sangat mewah.Lebih dari tiga ratus meter persegi dengan konsep ruang terbuka, memiliki jendela setinggi langit-langit yang menghadap langsung ke arah sungai kota.Rak-rak buku membentang hingga ke langit-langit, yang dipenuhi buku-buku sejarah seni dan manajemen bisnis.Di tengahnya terdapat sebuah meja kayu walnut yang sangat besar, dan tepat di sebelahnya berdiri sebuah meja restorasi profesional. Tak kusangka bos ternyata adalah restorator terbaik di seluruh keluarga ...."Duduk di sini." Andrew menunjuk ke arah kursi di dekat meja restorasi.Aku meletakkan kotak peralatanku dan baru saja hendak duduk ketika menyadari bahwa dia juga telah menarik sebuah kursi.Tepat di sebelah kursiku.Begitu dekat hingga lututnya hampir menyentuh pahaku.Aku duduk dengan canggung, berusaha keras untuk t

  • Nyonya Rahasia dan Bos Mafia   Bab 8

    Saat aku terbangun, waktu sudah menunjukkan tengah hari pada keesokan harinya.Kepalaku terasa seperti akan pecah, dan mulutku terasa pahit.Aku mengusap kepalaku yang berdenyut-denyut dan memaksa mataku untuk terbuka.Hal pertama yang kulihat bukanlah apartemenku yang jelek dan bocor.Melainkan sebuah ranjang beludru sangat besar, seprai sutra berwarna krem yang mungkin harganya lebih mahal daripada apartemenku, dan lampu gantung kristal yang sangat mewah tergantung di atasku.Aku langsung terduduk tegak.Di mana aku sebenarnya?Apa aku diculik?Secara refleks, aku mencari ponselku di bawah bantal.Syukurlah ketemu.Dengan tangan gemetar, aku memanggil nomor Jessica."Halo?" Suara Jessica terdengar lebih lemah daripada suaraku."Jessica!" bisikku panik. "Aku diculik, panggil polisi!""Apa?" Jessica berhenti sejenak, lalu tertawa getir. "Aria, kau tidak diculik. Kau berada di griya tawang milik Bos.""Apa?""Bos membawamu kembali ke rumahnya tadi malam. Aku tidur di kamar tamu bersamam

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status