Share

Bab 5

Author: Liora Z
Aku segera membalas pesannya.

[Jangan kirim siapa pun. Aku akan tangani sendiri. kalau kau muncul, aku akan memblokirmu selamanya.]

Dia terdiam selama beberapa detik.

[... Baiklah. Terserah Nyonya deh.]

Aku tidak membalas.

Aku meletakkan ponselku, menggosok mataku yang terasa perih, dan berjalan ke arah penyangga papan lukis.

Draf restorasi yang disobek Andrew menjadi lima bagian tampak tergeletak di lantai, sama seperti jalan hidupku.

Aku berjongkok dan mengambil potongan-potongan itu, satu per satu.

Satu menit lewat tengah malam.

Aku sedang menggunakan pinset untuk menempatkan lapisan cat yang retak dengan hati-hati ketika ponselku bergetar.

Serangkaian panjang pesan suara.

Aku mengerutkan kening dan mengklik tombol putar.

"Nyonya." Suara Andrew terdengar serak dan gemetar. "Kau tidak boleh meninggalkanku."

Tanganku bergetar hingga hampir menjatuhkan pinset.

"Aku tahu aku lebih tua dan mungkin tidak cukup baik. Tapi selama dua tahun terakhir ini ...."

Dia berhenti sejenak, menarik napas dalam dan tersengal.

"Selama dua tahun ini, kau telah menjadi cahaya hidupku. Kau satu-satunya yang bersedia mendengarku."

Pesan suara berikutnya hampir menghentikan detak jantungku sepenuhnya.

"Nyonya, aku ingin bertemu denganmu. Aku ingin menikahimu. Aku tidak menginginkan orang lain. Apa pun yang tidak kau sukai dari tubuhku, aku akan memperbaikinya. Kalau kau tidak suka wajahku, maka aku juga akan mengubahnya. Apa pun yang kau inginkan, akan kulakukan."

Tanganku yang sedang memegang pinset bergetar hebat.

Lampu di meja kerja tampak berkedip-kedip.

Aku menatap diriku sendiri di cermin. Lingkaran hitam di bawah mata dan rambut yang berantakan. Dua puluh empat tahun, tetapi terlihat seperti empat puluh tahun.

Aku telah menyimpan dendam sepanjang malam, berfantasi tentang mencabik-cabik tubuh pria itu.

Dan sekarang, dia malah mengatakan ingin menikahiku.

Aku menarik napas dalam-dalam dan menekan tombol rekam. "Apa aku benar-benar sepenting itu?"

Dia langsung menjawab. "Lebih penting daripada nyawaku sendiri."

Andrew terdengar begitu tenang hingga terasa meresahkan.

Seolah-olah dia menyatakan fakta yang paling jelas di dunia.

"Nyonya, menikahlah denganku. Apa pun yang kau inginkan, akan menjadi milikmu."

Aku menggigit bibir bawah dan sosok bayangan dirinya terlintas di benakku.

Aku belum pernah melihatnya secara langsung, tetapi aku sangat mengenal raut wajah itu.

Garis rahang yang tajam seperti pisau. Sepasang mata abu-abu yang dingin. Kaya raya, penurut dan juga tampan.

Dan, dia benar-benar serius.

Aku mengetik.

[Kita bicarakan lagi setelah Bulan Juni. Aku akan memberimu jawaban setelah membereskan semua masalahku.]

Bulan Juni.

Ketika aku akhirnya berhasil mengumpulkan angsuran terakhir, melunasi utang keluargaku, dan mendapatkan surat pembebasan utang dari galeri.

Kemudian, aku baru benar-benar bisa menjalin hubungan dengan seseorang. Walaupun orang itu adalah seorang bos mafia dengan kepribadian ganda.

Dia terdiam sejenak.

[Baiklah. Aku akan menunggumu.]

Aku memejamkan mata, sudut bibirku sedikit tersenyum.

...

Keesokan paginya pada pukul sepuluh pagi, sambil memegang draf yang sudah kukerjakan semalaman, aku mengetuk pintu ruangan Andrew.

"Masuk."

Suara dingin yang familiar itu terdengar, sangat bertolak belakang dengan pria yang menahan tangis saat melamarku tadi malam.

Aku mendorong pintu hingga terbuka.

Andrew duduk di balik sebuah meja besar dengan mengenakan setelan jas yang sempurna, dan sedang menandatangani sebuah dokumen.

Dia bahkan tidak mendongak.

"Tinggalkan saja di situ. Kau boleh keluar."

Hatiku agak sedih, tetapi aku meletakkan draf itu dengan lembut di atas mejanya.

"Bos, saya ingin ...."

"Aku bilang, keluar."

Dia akhirnya mendongak. Mata abu-abunya menyapu drafku, dan alisnya langsung berkerut.

"... Kau yakin ini yang kuminta?"

Jantungku berdebar kencang.

"Iya. Saya sudah begadang semalaman dan mengikuti setiap instruksi Anda ...."

"Cukup."

Dia memotong perkataanku, menarik hasil kerjaku itu lebih dekat dan membukanya perlahan.

Kerutan di dahinya semakin dalam.

Akhirnya, dia menutupnya dengan keras, mendongak, dan menatapku.

"Hal-hal baik memang membutuhkan waktu."

Aku berkedip.

Apa? Apakah Andrew Ferona sudah memujiku?

Sorot mataku berbinar gembira.

"Tapi ...." katanya perlahan. "Tuhan pasti menganggapmu seperti kerbau yang membajak di sawah, yang hanya bisa bekerja membabi buta tanpa berpikir."

Senyumku langsung menghilang dari wajah.

Andrew mengetuk bagian tertentu pada draf itu.

"Bayangan ini. Apa kau menggunakan pigmen sintetis murah yang kau campur sendiri di laboratorium?"

"Tidak." Aku menggeleng dengan panik, dan suaraku bergetar. "Saya menggunakan pigmen mineral dari abad ke sembilan belas, setiap goresannya dikerjakan manual dengan tangan ...."

"Aria." Dia memotong perkataanku.

"Kukatakan sekali lagi. Kalau kau berani menunjukkan sampah ini lagi, maka kau tak akan mendapatkan uang sepeser pun."

Dia lalu berdiri, berjalan perlahan mengelilingi meja hingga tepat berada di depanku.

"Aku akan mengirim penagih utang ke rumahmu. Mereka akan mengambil setiap organ tubuhmu yang masih bisa digunakan untuk melunasi utang itu. Mengerti?"

Darahku membeku.

Pria yang tadi malam bilang ingin menikahiku ... pria yang bilang kalau aku lebih penting daripada nyawanya sendiri ....

Sekarang mengancam akan memotongku menjadi beberapa bagian?

Otakku tiba-tiba ... korslet.

Lalu, aku mengangkat tangan dan membantingnya keras-keras ke atas mejanya yang sangat mahal itu.

Alis Andrew terangkat.

Aku mendongak, mataku memerah saat menatap tajam matanya.

"Andrew, apa kau benar-benar tega membiarkan istrimu berakhir miskin dan menjadi tunawisma di jalanan?"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Nyonya Rahasia dan Bos Mafia   Bab 13

    Aku mendorong tubuh Andrew menjauh dan meraih ponselku.Nama penelepon: [Ibu]Andrew langsung menghentikan ciuman liar itu, tetapi tangannya tetap melingkar di pinggangku."Jangan bicara apa pun." Aku menatapnya tajam, suaraku bergetar.Telinga Andrew memerah, sorot matanya masih membara karena ciuman itu. Dia setuju dengan suara serak."Terserah Nyonya."Aku mengangkat telepon."Aria, bagaimana kabarnya?" Ibuku terdengar gembira. "Jerry anak yang hebat, kan?""Dia … lumayan." Aku mencoba terdengar normal."Baguslah kalau begitu!" Ibu terus mendesak. "Setelah kau menikah dengannya nanti, kau tidak perlu lagi menyentuh uang kotor mafia itu. Keluarga politisi itu bersih dan mereka bisa memberikan rasa aman."Sambil mendengarkan di sampingku, ada kilatan rasa cemburu yang melintas di sorot mata Andrew.Dia mendekat ke telingaku dan berbisik pelan, "Nyonya, aku lebih berkuasa darinya. Aku bisa memanjakanmu habis-habisan, menjadi gadunmu .…"Aku menatapnya tajam.Namun, dia terus saja berbi

  • Nyonya Rahasia dan Bos Mafia   Bab 12

    Wajah Jerry mendadak menjadi pucat pasi, tubuhnya gemetaran.Semua orang di restoran berhenti berbicara, dan menatap meja kami dengan cemas.Aku tidak bisa membiarkan Andrew terus berbicara."Bos!" Aku langsung berdiri dari kursiku dan meraih lengannya. "Ayo, kita bicara di luar."Aku mengerahkan seluruh kekuatan untuk menyeretnya ke ruang makan pribadi di sebelah.Begitu pintu tertutup, aku berbalik menghadapnya."Apa yang Anda lakukan?"Andrew hanya berdiri di sana, penampilannya sangat sempurna, tetapi amarah di sorot matanya seakan siap membakar diriku."Jerry persis seperti yang diinginkan orang tua saya dalam sebuah pernikahan." Aku menarik napas dalam-dalam, mencoba terdengar tenang. "Sebelumnya, mereka bahkan menjodohkan saya dengan pria berusia enam puluh tahun demi bisa melunasi utang. Akhirnya, saya bisa mendapatkan pria muda, jadi Anda tidak perlu menakutinya."Andrew menatap mataku tajam, namun suaranya lembut."Apa kau bahagia dengannya?"Aku mengangguk. "Iya."Matanya la

  • Nyonya Rahasia dan Bos Mafia   Bab 11

    Selama beberapa hari berikutnya, pada dasarnya aku sudah menjadi tahanan rumah di griya tawang milik Andrew.Dia menyebutnya sebagai bimbingan belajar, tetapi kenyataannya, aku hanya terjebak di ruang kerjanya setiap hari untuk memperbaiki lukisan sialan itu.Aku makan tiga kali sehari dari masakan koki pribadi, tinggal di sebuah kamar mewah.Tetapi, aku tidak boleh lengah sedikit pun.Cara Andrew menatapku semakin lama semakin berbahaya, seperti serigala yang mengincar mangsa.Sabtu pagi, tepat saat aku menuju ruang kerjanya untuk “masuk kerja”, ponselku berdering."Aria." Suara ibuku terdengar. "Karena utang keluarga kita sudah hampir lunas, sekarang sudah waktunya untuk memikirkan kehidupan pribadimu.""Kehidupan pribadi apa?""Pernikahan." Suara ibuku terdengar gembira. "Ibu sudah mengatur kencan buta untukmu. Dia putra Anggota Dewan, namanya Jerry Romana. Usianya dua puluh dua tahun, baru saja lulus dari Universitas Harva."Mataku berbinar seketika.Keluarga politisi. Itu artinya

  • Nyonya Rahasia dan Bos Mafia   Bab 10

    Sebelum aku sempat menjawab, Andrew sudah bergegas melangkah keluar.Langkahnya sedikit terhuyung saat berjalan, seperti binatang yang sedang terluka.Aku menatap pintu yang terbuka itu, merasa reaksinya sangat aneh.Mengapa dia begitu peduli hanya karena aku membenci buah leci?Aku menggelengkan kepala dan mengeluarkan ponsel.Aku membuka akun web ilegalku dan berkedip.Andrew belum mengirimiku pesan sepanjang hari ini.Pesan terakhirnya dikirim pukul sebelas lewat dua puluh menit tadi malam: [Nyonya, aku ingin menikahimu.]Itu tidak seperti biasanya.Biasanya, jika aku membalas sedikit terlambat saja, dia akan langsung mengirimiku rentetan pesan.Aku mengirim pesan pertama: [Kamu sedang apa?]Balasan datang dengan instan.[Memikirkanmu.]Aku mengerutkan kening: [Kenapa kau tidak mengajakku bicara seharian ini?]Dia tidak langsung membalas kali ini.Saat sedang bertanya-tanya alasannya, aku mendengar suara langkah kaki.Aku mendongak dan melihat Andrew berdiri di ambang pintu, sambil

  • Nyonya Rahasia dan Bos Mafia   Bab 9

    Untuk mencegah Andrew berubah pikiran, aku hampir berlari untuk mengambil kotak peralatanku.Sepuluh menit kemudian, aku sudah menenteng peralatanku dan mengikutinya ke ruang kerja.Ruang kerja ini sangat mewah.Lebih dari tiga ratus meter persegi dengan konsep ruang terbuka, memiliki jendela setinggi langit-langit yang menghadap langsung ke arah sungai kota.Rak-rak buku membentang hingga ke langit-langit, yang dipenuhi buku-buku sejarah seni dan manajemen bisnis.Di tengahnya terdapat sebuah meja kayu walnut yang sangat besar, dan tepat di sebelahnya berdiri sebuah meja restorasi profesional. Tak kusangka bos ternyata adalah restorator terbaik di seluruh keluarga ...."Duduk di sini." Andrew menunjuk ke arah kursi di dekat meja restorasi.Aku meletakkan kotak peralatanku dan baru saja hendak duduk ketika menyadari bahwa dia juga telah menarik sebuah kursi.Tepat di sebelah kursiku.Begitu dekat hingga lututnya hampir menyentuh pahaku.Aku duduk dengan canggung, berusaha keras untuk t

  • Nyonya Rahasia dan Bos Mafia   Bab 8

    Saat aku terbangun, waktu sudah menunjukkan tengah hari pada keesokan harinya.Kepalaku terasa seperti akan pecah, dan mulutku terasa pahit.Aku mengusap kepalaku yang berdenyut-denyut dan memaksa mataku untuk terbuka.Hal pertama yang kulihat bukanlah apartemenku yang jelek dan bocor.Melainkan sebuah ranjang beludru sangat besar, seprai sutra berwarna krem yang mungkin harganya lebih mahal daripada apartemenku, dan lampu gantung kristal yang sangat mewah tergantung di atasku.Aku langsung terduduk tegak.Di mana aku sebenarnya?Apa aku diculik?Secara refleks, aku mencari ponselku di bawah bantal.Syukurlah ketemu.Dengan tangan gemetar, aku memanggil nomor Jessica."Halo?" Suara Jessica terdengar lebih lemah daripada suaraku."Jessica!" bisikku panik. "Aku diculik, panggil polisi!""Apa?" Jessica berhenti sejenak, lalu tertawa getir. "Aria, kau tidak diculik. Kau berada di griya tawang milik Bos.""Apa?""Bos membawamu kembali ke rumahnya tadi malam. Aku tidur di kamar tamu bersamam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status