Short
Nyonya Rahasia dan Bos Mafia

Nyonya Rahasia dan Bos Mafia

By:  Liora ZCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
13Chapters
99views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Bos Mafiaku yang berdarah dingin, Andrew Ferona, merobek restorasi lukisanku hingga hancur berkeping-keping tepat di hadapan semua orang. Aku perlu melampiaskan emosi ini. Aku mengirimkan foto kakiku yang mengenakan stoking jaring kepada gadunku di web ilegal. [Mau diinjak oleh Nyonyamu? Mainkan milikmu sekarang, untukku.] Aku mendongak. Andrew, pria yang biasanya dingin seperti gunung es dan tak tersentuh dalam setelan jas mewahnya itu tampak menelan ludah. Telinganya langsung memerah. Karena penasaran, aku mengintip ke arah ponselnya. Itu adalah fotoku dan perintah mesumku. Keduanya berkedip di layar ponselnya. Astaga. Rasa dingin langsung menjalar di pembuluh darahku. Jempol bodohku itu malah tergelincir ... dan menekan tombol panggilan video.

View More

Chapter 1

Bab 1

Astaga ... bos mafiaku yang kejam itu ternyata adalah gadun yang memanggilku "Nyonya" di web ilegal.

Setelah ponselku tanpa sengaja menghubungi nomornya, ponsel pribadi bosku langsung bergetar di atas meja rapat.

Seluruh ruangan rapat menjadi hening seketika.

Aku menahan napas. Telapak tanganku basah oleh keringat dingin.

Sepuluh detik yang lalu, aku tidak sengaja menekan tombol panggilan video ke sebuah kontak yang kunamai dengan: [185 cm, Konglo, Perut berotot.]

Orang yang saat ini sedang duduk di kursi utama ujung meja. Pria yang baru saja merobek draf restorasi lukisanku menjadi lima bagian.

Tak pernah terlintas dalam mimpi terliarku sekalipun, bahwa pria manis yang merengek ingin menjadikanku "Nyonya" di dunia maya dan mentransferku uang miliaran rupiah begitu saja ternyata adalah seorang Bos Mafia yang paling ditakuti di kota ini.

Sepuluh menit yang lalu, dia mengetuk kanvasku dan mencibir, "Aria, ini draf kelimamu? Apa kepalamu terbentur pintu lima kali sampai hasilnya begini?"

Aku hampir menangis saat itu juga.

Keluargaku sedang terlilit utang dengan jumlah miliaran. Satu-satunya jalan keluar bagiku adalah dengan merestorasi lukisan-lukisan antik. Dan, dia adalah bos yang memegang kendali atas hidup dan matiku.

Tetapi sekarang, jika dia menjawab panggilan video itu dan melihat wajahku, semuanya akan langsung berubah.

Ketakutan terus-menerus karena drafku yang selalu ditolak, dan juga utang-utang itu. Bagian terburuknya, orang tuaku mungkin akan menjualku untuk sebuah pernikahan ....

Semuanya akan terselesaikan.

Aku menatap ponselnya di atas meja. Jantungku berdebar kencang hingga dadaku terasa sesak.

‘Cepat diangkat. Ayolah, jawab teleponnya.’

Layar ponselnya menyala.

Lalu, dia menolak panggilan itu.

Sedetik kemudian, ponselku sendiri yang bergetar.

[Nyonya, aku sedang rapat. Aku tidak bisa buka celana sekarang. Nanti ya.]

[Jangan marah, aku kirimkan uang buatmu. Aku akan hubungi lagi nanti. Aku menyayangimu.]

[Transfer Rp.832.000.000,-]

Aku tertegun.

Namun saat melihat nominal uang itu, aku tidak bisa menahan diri untuk tersenyum.

Sedetik kemudian, sebuah suara sedingin es menyadarkan lamunanku kembali ke kenyataan.

"Aria."

Aku mendongak kaget. Tatapanku bertemu dengan sepasang mata abu-abu milik Andrew yang dingin dan tampak kosong.

"Ngapain senyum-senyum begitu?"

Semua orang di ruang rapat langsung menoleh ke arahku. Belasan pria dengan setelan jas rapi menatapku seolah-olah aku adalah mayat hidup.

Aku membuka mulutku. "Saya ...."

"Kau apa?" Andrew bangkit berdiri. Dengan tinggi seratus delapan puluh lima senti, dia tampak menjulang di atasku, setelan jasnya tampak sangat sempurna. "Apa kau dengar apa yang baru saja kukatakan?"

"Saya ... saya dengar, Bos."

"Lalu, apa yang lucu?" Dia melangkah maju, auranya begitu menekan hingga membuatku sesak napas. "Aria, aku sudah berkecimpung di bisnis ini selama sepuluh tahun. Aku belum pernah melihat restorator seburuk dirimu."

Bibirku gemetar.

"Campuran warnamu berantakan. Sapuan kuasmu kelihatan seperti buatan anak kecil. Apa kau tahu lukisan apa yang kau buat ini?"

"Bos ...."

"Diam."

Dia melangkah ke hadapanku, lalu menyandarkan satu tangannya di meja hingga menutupi seluruh tubuhku dalam bayangannya.

"Kau tahu berapa nilai lukisan ini?"

Aku hanya diam.

"Tiga ratus dua puluh miliar." Kata-katanya terasa menusuk seperti pisau. "Utang orang tuamu ditambah bunganya, hanyalah sebagian kecil dari angka itu."

Darahku langsung terasa membeku.

"Aku sudah memberimu lima kali kesempatan," bisik Andrew dengan suara rendah yang mengancam. "Kalau kau berani menunjukkan sampah macam ini lagi, aku akan langsung melemparmu ke arena pertarungan bawah tanah."

"Dengan tubuhmu yang seperti ini, kau paling hanya bisa bertahan tiga ronde saja."

"Hadiah uangnya paling cuma cukup untuk beli peti mati."

Ruangan itu terasa berputar.

Aku tahu persis apa itu arena pertarungan bawah tanah. Bulan lalu, seorang restorator dengan kinerja buruk dikirim ke sana. Dia kembali dengan keadaan terbungkus perban dan berdarah-darah.

Air mata mengalir deras di wajahku. Aku tak bisa menahannya.

"Bos, saya ...." Suaraku bergetar hebat. "Pacar saya baru saja mengirim pesan, jadi saya tidak bisa menahan diri ...."

"Cukup." Andrew memotong perkataanku dengan dingin.

"Tidak ada yang peduli padamu dan pacarmu itu."

Dia lalu menunjuk kepalaku, tampak seperti hendak menembak tepat di antara kedua mataku.

"Aku membayarmu mahal untuk lelang ini. Kalau kau mengulangi hal ini lagi, aku akan tunjukkan padamu bagaimana Keluarga Ferona berbisnis."

Seseorang di ruangan itu mencibir pelan.

Aku menundukkan kepala semakin dalam. Air mataku jatuh menetes ke meja satu per satu.

Notifikasi transfer uang itu masih menyala terang di layar ponselku.

Pria yang selalu merengek untuk menjadikanku sebagai wanitanya dan memohon agar aku tidak meninggalkannya.

Dan, bos mafia yang sedang berdiri di hadapanku itu, siap mengakhiri nyawaku sesuka hatinya ....

Ternyata, mereka adalah orang yang sama.

Aku menancapkan kukuku ke telapak tangan dengan keras.

‘Jangan menangis. Jangan membantah. Jangan sampai dia menyadari ada yang salah.’

Jika Andrew sampai tahu bahwa aku adalah wanita yang sudah membuatnya berlutut dan menyebut dirinya sendiri sebagai simpananku .... Aku bahkan tidak akan bisa mendapatkan peti mati.

Dia akan menguburku hidup-hidup.

"Apa kau paham?" Suara Andrew menekanku.

Darahku langsung membeku. Aku memaksakan kata-kata itu keluar dari tenggorokanku yang tercekat.

"Paham, Bos. Tidak akan terulang lagi."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
13 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status