Share

Bab 5

Penulis: Teh Stroberi
"Ambilkan pena!"

"Pak William, Pak Zanu dan yang lainnya masih menunggumu menandatangani kontrak. Waktu hampir habis."

Antony mendekat dan mengingatkan dengan suara yang lirih.

Ini adalah kerja sama penting yang telah lama dibicarakan oleh Perusahaan Sanjaya dan hampir ditunda oleh Grace!

William mengabaikan Grace dan buru-buru keluar dari gerbang bersama Antony.

"William!" teriak Grace sambil mengejarnya.

"Jauhkan dia dariku!"

Dengan mengikuti perintah William, beberapa pengawal mengepung Grace.

Grace tahu bahwa William adalah seorang yang gila kerja dan mungkin tidak akan punya waktu untuk bercerai dengannya karena jadwalnya yang padat hari ini.

Grace hanya bisa berkata dengan lantang, "Besok pagi jam sembilan, kita bertemu di Kantor Catatan Sipil saja!"

William masuk ke dalam mobil yang telah menunggunya dan pergi dengan acuh tak acuh.

William akan pergi atau tidak?

Pasti akan pergi.

William berharap bisa menyingkirkannya secepat mungkin.

Grace merasa lega.

Setelah kembali ke vila, Grace masuk ke email yang sudah lama tidak dibuka.

Di dalamnya ada beberapa tawaran pekerjaan dari bank investasi.

Alih-alih langsung menghapusnya seperti sebelumnya, kali ini Grace membukanya satu per satu.

Penawaran ini sudah berakhir.

Di antaranya adalah bank investasi yang sangat terkenal sehingga banyak yang ingin bergabung.

Grace malah melewatkannya hanya demi menjadi wanita milik William!

Rugi sekali!

Grace harus membuat rencana yang baik dalam hidup ini dan tidak lagi melakukan hubungan dengan pria bajingan itu. Tujuan utamanya adalah menjalani kehidupan yang baik.

Setelah mengirimkan beberapa resume miliknya, Grace merasa sedikit santai begitu memikirkan besok dirinya akan menceraikan William.

Setelah mematikan komputer, Grace mulai mengemasi barang-barangnya.

Dengan begitu, Grace bisa langsung pergi begitu surat cerai berhasil dibuat.

Saat sedang berkemas, Bibi Sinta masuk.

"Nyonya, untuk apa berkemas? Nyonya mau berlibur?"

Bibi Sinta adalah pelayan sementara yang diundang oleh William. Demi mencegah para pelayan melaporkan situasi mereka pada Nyonya Tamara, William tidak mengizinkan pelayan dari kediaman lama datang ke sana.

Meskipun Grace pemarah dan selalu membuat masalah di kehidupan sebelumnya, tapi Bibi Sinta tetap bertanggung jawab atas tugasnya.

Hanya saja sahabatnya mengatakan bahwa Bibi Sinta disuap oleh Bella, tapi Grace mempercayainya dan selalu mempersulit Bibi Sinta.

"Bi Sinta, besok aku akan pindah."

Grace meminta maaf, "Saat menjagaku, kamu selalu menderita, jadi mohon jangan dimasukkan ke dalam hati."

Bibi Sinta terkejut. Nyonya sering kali merasa kesal, curiga dan mudah tersinggung, tapi sekarang dengan tenang akan meminta maaf padanya?

Sepertinya Nyonya sudah banyak berubah sejak melompat dari gedung dan sadar hari itu!

"Jangan begitu, Nyonya. Saya nggak apa-apa, tapi kenapa Nyonya mau pindah?"

Grace mengatakan yang sebenarnya, "Aku berencana menceraikan William, besok kita akan melakukannya."

Bibi Sinta terkejut lagi!

Meski baru kurang dari setahun merawat Nyonya, tapi dia bisa melihat dengan jelas perasaan Nyonya pada Tuan William!

Nyonya akan selalu memutar otak setiap hari untuk menyenangkan suaminya.

Tuan William suka melukis, jadi Nyonya akan memenuhi rumahnya dengan lukisan-lukisan terkenal.

Tuan William suka baca buku, jadi Nyonya meletakkan buku di lantai atas, bawah dan bahkan di taman.

Segala sesuatu mengenai makanan, pakaian dan penggunaan bergantung pada kesukaan Tuan William.

Sekarang, Nyonya ingin bercerai dengan Tuan William?

"Nyonya, bukankah Nyonya sangat mencintai Pak William? Kenapa tiba-tiba ingin bercerai?" Bibi Sinta benar-benar bingung.

Grace tersenyum dan berkata, "Cinta bisa hilang kapan saja, jadi lebih baik melepaskan satu sama lain."

Bibi Sinta masih saja terkejut lalu hendak memberikan nasihat tapi tiba-tiba melihat William di koridor di luar pintu.

"Tuan sudah pulang. Tuan sudah makan? Saya akan buatkan makanan."

William berkata dengan pelan, "Nggak perlu, aku hanya pulang untuk mengambil beberapa dokumen."

Setelah berbicara, William hendak berjalan ke ruang kerja tapi Grace menghentikannya. "Tunggu sebentar."

Bibi Sinta buru-buru berkata, "Tuan, Nyonya, kalian ngobrol dulu. Saya akan turun."

Setelah Bibi Sinta pergi, William berkata pada Grace dengan wajah acuh tak acuh, "Aku sibuk sekali, sebaiknya kamu mengatakan sesuatu yang serius."

"Jangan khawatir, aku juga sangat sibuk dan nggak ada waktu untuk bicara omong kosong denganmu."

Grace memegang surat perjanjian perceraian dari meja yang penuh dengan barang-barang lalu berjalan ke arah William.

"Aku beri waktu sebentar untuk menandatangani perjanjian ini, jadi kita bisa langsung ke sana dan mengambil surat perceraian besok."

William melirik ke arah Grace.

Saat naik ke atas, dia mendengar Bibi Sinta bertanya pada Grace alasan mereka bercerai.

Awalnya, dia tidak percaya Grace akan menceraikannya.

Namun, William mendengar Grace mengatakan bahwa cintanya sudah hilang dengan nada suaranya sangat santai dan tidak terdengar seperti sedang berpura-pura.

Grace yang memegang surat perjanjian perceraian saat ini, terlihat sangat tenang dan polos. Pakaiannya yang longgar dan kasual, benar-benar berbeda dari citra sempurna yang dimiliki Grace sebelumnya.

Apa Grace sudah sadar?

William menerima surat perjanjian perceraian dengan ragu-ragu.

Isinya sangat sederhana. Isi utamanya adalah Grace tidak menginginkan apa pun setelah perceraian.

Ada tanda tangannya yang indah di bawah.

"Kalau nggak ada masalah, tanda tangani saja," desak Grace.

William menatapnya lagi. "Apa kamu benar-benar ingin bercerai?"

"Tentu saja, lebih cepat lebih baik!" Grace bertanya, "Kamu punya pena? Kalau nggak ada, aku akan mengambilkannya!"

William tidak mengangguk dengan tergesa-gesa, tapi mengembalikan surat perjanjian perceraian itu pada Grace.

"Apa maksudmu? Ada masalah?"
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Nyonya Tak Bucin Lagi   Bab 636

    Terakhir kali di rumah Keluarga Junita, Grace bertemu dengan dokter karena Selena tergores oleh Milo.Tampaknya Selena menerima kabar bahwa Michael terluka dan lari ke rumah sakit tanpa memedulikan kesehatannya. Dokter keluarga juga datang karena khawatir."Selena, kenapa kamu ada di sini? Bukankah

  • Nyonya Tak Bucin Lagi   Bab 635

    Selly jelas-jelas ditendang olehnya, tapi Grace tidak menyangka bahwa Selly akan berdiri begitu cepat dan bahkan mengeluarkan gunting untuk melukainya!Sudah terlambat untuk menghindarinya. Dalam keputusasaan, Grace membuka tongkatnya dan langsung menyerang Selly."Hati-hati!"Tepat ketika tongkat m

  • Nyonya Tak Bucin Lagi   Bab 634

    Michael memandang Grace seolah sedang bingung. "Apa lagi yang dilakukan Selena?"Tepat pada waktunya, bos mengirimi mereka beberapa makanan biasa dan memberi tahu mereka bahwa hidangan spesial yang mereka pesan akan segera siap.Grace berkata, "Tuan Michael, kita makan dulu lalu baru bicara lagi."G

  • Nyonya Tak Bucin Lagi   Bab 633

    Setelah mendengar perkataan Michael, Grace tetap diam.Grace tidak berpikir bahwa penyakit Selena adalah suatu kebetulan. Mungkin karena opini publik di luar tidak mendukung Selena dan Selena juga tidak ingin keluar menemuinya.Dalam dua hari terakhir, berita tentang Selena belum sepenuhnya dihapus

  • Nyonya Tak Bucin Lagi   Bab 632

    Pilihan kata Messo lebih pintar.Yang Messo tanyakan adalah apakah Grace melakukan apa yang terjadi tadi malam dengan sengaja.Daripada, apa yang terjadi tadi malam.Jadi, maksud Messo adalah dirinya tahu bahwa Grace menjebak Selena tadi malam?Namun balkon itu relatif sepi dan terdapat tiang sebaga

  • Nyonya Tak Bucin Lagi   Bab 631

    Selena masih memeluk kaki Michael sambil menangis dengan sedih, "Lalu apa yang harus aku lakukan, Ayah?"Michael meminta Selena untuk secara terbuka meminta maaf atas kesalahan yang dibuat melalui departemen hubungan masyarakat lalu dengan tulus meminta maaf secara pribadi pada Grace dan menghabiska

  • Nyonya Tak Bucin Lagi   Bab 118

    Grace mengeluarkan ponsel dan menemukan sebuah data. "Apa kamu asing dengan ini?"Reza melirik sekilas, lalu berkata, "Bukannya ini adalah lembaga penelitian farmasi yang diinvestasi oleh William?"Grace bertanya, "Sebelumnya kamu secara khusus membawa aku untuk membuat onar di jamuan makan mereka.

  • Nyonya Tak Bucin Lagi   Bab 123

    Mendengar ini, William tetap tenang dan bertanya, "Dia juga di sini?"Mungkin Profesor Welly tidak menyangka jawaban seperti itu dan terdiam sejenak.Grace tahu Profesor Welly telah salah paham terhadap dirinya dan William karena "perjamuan lelucon" yang terakhir.Dia mengira pasangan itu sedang mem

  • Nyonya Tak Bucin Lagi   Bab 121

    Buat apa dia meneleponnya pada pagi hari?Mungkin karena tidak mengizinkan Grace untuk mencari Profesor Welly atau ingin Grace bergabung ke dalam kegiatan tim Perusahaan Sanjaya, 'kan?Dua hal ini tidak dibincangkan dengan baik.Sebab itu, Grace memutuskan untuk mengabaikan panggilannya. Dulu Willia

  • Nyonya Tak Bucin Lagi   Bab 114

    Grace mengembuskan napas lega secara diam-diam.Mungkin ini akibat gigitan serangga.William mungkin tidak akan begitu keji dan mengambil keuntungan saat dia sedang mabuk.Sementara itu, terkait pakaian tidur ....Grace turun ke lantai bawah, lalu bertanya pada Bibi Sinta, "Bibi Sinta, tadi malam ap

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status