Share

Bab 15

Penulis: Millanova
last update Tanggal publikasi: 2026-04-11 21:06:06

Kukuh masih duduk terpaku di kursi lobi rumah sakit yang dingin. Pandangannya kosong menatap lorong tempat Dokter Harsha menghilang. Pikirannya berputar cepat.

Anggap saja seperti rumah sendiri. Kalimat itu terus menggaung di telinganya. Kukuh bukanlah orang bodoh. Ia sangat yakin ucapan dokter tua berwibawa itu sama sekali bukan basa-basi. Ada sesuatu yang sangat besar dan mengerikan bersembunyi di balik senyum ramah pria tersebut, sesuatu yang entah bagaimana... memiliki resonansi yang sama d
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 202

    Di tengah pelataran yang dipenuhi kekacauan dan mayat para ajudan, Mbah Rukmi melangkah tertatih mendekati Dokter Harsha. Dukun tua itu menundukkan kepalanya dalam-dalam, sebuah gestur penghormatan tertinggi dari seorang praktisi spiritual kepada Sang Dewa Medis."Dokter... pangapuntene ingkang kathah. Kula namung njagi putu kula saking bajingan niki," (Dokter... mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya hanya menjaga cucu saya dari bajingan ini,) ucap Mbah Rukmi dengan suara serak, meminta maaf atas segala sandiwara dan sikap kasarnya sejak awal pertemuan mereka.Dokter Harsha tersenyum tipis dan mengangguk pelan. "Saya paham kok, Mbah Rukmi. Pengorbanan Anda sebagai seorang ibu dan nenek sangatlah luar biasa."Silvi, yang kini telah kembali ke wujud aslinya sebagai manu

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 201

    DORRR...!!!Suara letusan peluru yang memekakkan telinga memecah keheningan pagi di lereng Gunung Kawi.Timah panas itu melesat cepat dan menghantam tepat di kening Kukuh. Pemuda itu terhuyung ke belakang, lalu ambruk menghantam tanah berdebu."Hahaha! Lihatlah sampah yang mencoba menjadi pahlawan ini!" ejek Pak Rio dengan mata terbelalak bangga, menatap tubuh Kukuh yang terkapar. "Mati mengenaskan hanya dengan satu timah panas! Kalian pikir "Ucapannya terhenti di kerongkongan. Tawa para ajudan itu mendadak mati."A apa... monster apa kau ini?!" jerit ajudan yang menembaknya, kakinya bergetar hebat hingga pistol di tangannya nyaris terjatuh.Dipenuhi amarah murni yang membangkitkan kebuasan purba di dalam nadinya, Kukuh melesat maju bak kilatan bayangan. Tangan pemuda itu merampas pistol dari tangan sang ajudan dengan tenaga yang meremukkan tulang pergelangan tangan pria kekar tersebut.Kukuh memutar moncong pistol baja itu, menempelkannya tepat di pelipisnya sendiri, lalu menarik pe

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 200

    "Loh... Mas... Mas...!"Sebuah tepukan kasar di bahu membuyarkan ketegangan Kukuh. Pemuda itu tersentak dan menoleh ke belakang. Salah satu ajudan Pak Rio yang bertubuh kekar kini sudah berdiri di sampingnya dengan tatapan penuh keheranan bercampur geli."Mas, cepet pakai bajunya, Mas! Di sini dingin sekali, ngapain Sampean lepas baju di tengah acara begini?" tegur ajudan itu sambil menyodorkan kemeja Kukuh yang tergeletak di tanah.Kukuh terkesiap. Wajahnya seketika memerah menahan malu.(Sial! Kenapa ajudan ini bisa melihatku?!) rutuk Kukuh dalam hati. (Oh, bodohnya aku! Dokter Harsha tadi melepaskan sukma raganya menuju dimensi gaib, makanya wujud fisiknya tidak terlihat oleh manusia biasa. Sedangkan aku... aku cuma melepas baju secara fisik supaya auraku tidak terdeteksi oleh lelembut! Jelas saja manusia normal masih bisa melihatku berkeliaran pakai celana dalam!)Otak Kukuh berputar cepat mencari alasan. Ia segera memejamkan mata sejenak, lalu membukanya dengan pandangan linglung

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 199

    (Ke mana Dokter Harsha? Kenapa lama sekali? Sudah hampir setengah jam dia tidak kembali...) batin Kukuh gelisah.Tubuh pemuda itu masih menegang kaku di atas kursinya. Matanya tak lepas dari sosok mengerikan Giman yang sedang berdiri meneteskan liur berbau bangkai tepat di depan wajah Dita. Waktu terasa berjalan sangat lambat, mencekik setiap helaan napasnya.Tiba-tiba, dari arah sudut kanan panggung yang tertutup bayang-bayang gelap, sebuah siluet melangkah maju.Kukuh memicingkan mata, dan napasnya nyaris tercekat karena keheranan. Siluet itu adalah Dokter Harsha. Namun, penampilannya benar-benar berbeda. Pria sepuh itu kini bertelanjang dada, tanpa alas kaki, dan hanya mengenakan celana pendek selutut! Jubah kebesarannya, kemejanya, dan seluruh atribut modernnya telah ia tinggalkan di kegelapan.Kukuh buru-buru menoleh ke kiri dan ke kanan, mengamati reaksi Pak Rio dan para ajudannya.Lagi-lagi, keganjilan absolut terjadi. Pak Rio, Silvi, dan semua orang yang duduk di kursi penonto

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 198

    (Apakah ini perewangan dari Pak Rio? Apakah mereka semua adalah Kolo?) batin Kukuh panik. Keringat dingin membanjiri punggungnya.Ia melirik cepat ke arah Pak Rio. Betapa terkejutnya Kukuh saat melihat konglomerat itu masih duduk dengan santai, memangku putrinya sambil tersenyum menatap panggung yang kosong akibat berhentinya sang dalang. Para ajudannya pun tampak biasa-biasa saja. Rupanya, tabir gaib malam itu begitu tebal hingga hanya Kukuh dan Dokter Harsha yang bisa melihat lautan entitas kelaparan yang sedang menatap rakus ke arah mereka.Di saat nyawa mereka terasa berada di ujung tanduk, dari balik layar kain kafan itu, suara serak Pak Ronggo kembali memecah keheningan dengan lantang."Swuh rep purna sanyata. Kasenandhan ing madyaning wana Dhandhaka, katon remeng-remeng kawuryan megahing raras. Nalika samana, Sang Dewi Sinta, garwanira Raden Permadi utawi Sri Ramawijaya, nembe mriksani sesawangan ingkang asri..."Alunan suluk itu kembali mengudara, diiringi tabuhan gamelan yang

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 197

    Dokter Harsha tidak menoleh sedikit pun. Pria sepuh itu hanya mengangkat tangan kanannya yang keriput, menempelkan jari telunjuk ke bibirnya. Sebuah isyarat mutlak bagi asistennya untuk diam dan membiarkan semuanya terjadi. Kukuh langsung mengatupkan bibirnya rapat-rapat, membiarkan Mata Batin-nya yang mengambil alih penglihatan.(Apakah dia orang desa dari lereng bawah?) batin Kukuh, matanya menyipit saat melihat sesosok pria tiba-tiba berjalan gontai ke arah depan geber (layar panggung) dan duduk bersimpuh di atas tanah basah. (Mungkin dia mendengar alunan gamelan tadi, makanya dia mencari sumber suaranya ke mari. Tapi... tunggu dulu. Kenapa dia tidak menggunakan alas kaki sama sekali di tengah hutan bersuhu sedingin ini?)Belum tuntas keheranan Kukuh, dari balik sela-sela kabut tebal yang menyelimuti pekarangan, muncul lagi dua sosok laki-laki. Penampilan mereka jauh lebih ganjil. Yang satu berambut panjang dan diikat gelung kuno layaknya abdi dalem keraton masa lampau sedangkan yan

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 147

    Melihat kerumunan kecil di depan pintu restoran, Ratih mempercepat langkahnya, diikuti oleh Widya dan Sadewa yang masih mematung bingung melihat bos restoran berlutut.Ratih menghampiri suaminya dengan kening sedikit berkerut. "Kamu habis ngapain, Kuh, berdiri di sini? Kenapa nggak langsung masuk a

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 145

    Mendapat tawaran makan bersama dari tokoh penting seperti Kyai Agus, Kukuh menangkupkan kedua tangannya di depan dada sebagai tanda hormat. Wajahnya tetap tenang, sama sekali tidak silau dengan kebesaran nama keluarga Manik Waja."Terima kasih banyak atas tawarannya, Pak Kyai," jawab Kukuh dengan na

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 144

    "Iya, Kak. Saya mohon maaf sekali, aturannya memang seperti itu," ucap resepsionis wanita itu dengan senyum kaku yang sama sekali tidak mencapai matanya.Namun, belum sempat Kukuh beranjak dari tempatnya, sepasang kekasih dengan pakaian bermerek yang mencolok sang pria memakai kemeja sutra dan sang

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 141

    Melihat sekuriti yang seharusnya menahan Kukuh justru dibuat mematung tak berdaya oleh sang dokter, Weni membelalakkan matanya tidak percaya. Wajah wanita bergaun mencolok itu berubah memerah karena menahan amarah bercampur kebingungan."Dokter, kenapa Anda malah menahan sekuriti ini?!" bentak Weni

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status