Share

Bab 5

Penulis: Dinnn
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-01 12:59:52

"Raven"

"Ven"

"Oi Ven"

"Apasih, lo ganggu tidur gue sialan!" Geram Raven masih setia menutup matanya walau merasa terganggu saat namanya terus saja dipanggil

"Lo gak pulang semalaman, dodol" cibir Lucas yang baru saja terbangun dari tidurnya dan menyadari jika Raven malah menginap di markas karena keasikan bermain game bersama mereka

"Ada apa sih Cas berisik banget lo pagi-pagi" keluh Kafa yang merasa tidurnya juga terganggu

"Lihat tuh anak, baru hukumannya selesai sudah berbuat ulah lagi" keluh Lucas

"VEN WOI RAVEN NENEK LO DATANG VEN" teriak Kafa tiba-tiba membuat semua orang terbangun karena teriakan lantangnya

"Anj*ng, dimana nenek tua itu?" Kaget Raven terbangun dari tidurnya dengan kaget

"Sialan!, berisik" umpat Algarrel

"Hehehe sorry rel, habisnya nih anak susah banget bangunya" ucap Kafa cengengesan

"Mana tuh nenek-nenek?" Tanya Raven lagi dengan suara serak khas bangun tidur

"Tidak ada siapa-siapa tuh" jawab Kafa santai

"Bangs*t lo" umpat Raven

"Pulang sana, lo baru saja pulang dari hukuman lo setidaknya di hari-hari pertama tuh lo berbuat baik bukannya kabur dan tidak pulang seharian" omel Lucas

"Gue cabut" ucap Raven

"Hati-hati lo" peringat Vaska yang di balas jempol oleh Raven

"Sialan gue sudah ngomong panjang lebar malah di cuekin" kesal Lucas membuat Kafa tertawa lebar

Kini Raven sedang mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi karena hari yang masih pagi buta dan ia masih memiliki waktu setengah jam sebelum jalanan mulai padat dengan kendaraan yang ditumpangi para pekerja kantoran

"Sh!t, kenapa bisa ketiduran sih gue" umpat Raven

Hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua puluh menit karena ia mengendarai motor sportnya dengan kecepatan diatas rata-rata membuat Raven dengan cepat tiba di depan pekarangan Mension keluarganya

Raven berusaha masuk tanpa menimbulkan suara apapun bahkan ia sudah mengancam penjaga rumah yang melihatnya pulang di pagi hari untuk tetap menutup mulut mereka

Huftttt

"Akhirnya" gumam Raven saat berhasil masuk ke kamarnya yang berada di lantai dua

Raven kembali membaringkan tubuhnya karena masih merasa lelah sembari matanya menatap langit-langit kamarnya dalam diam entah apa yang laki-laki itu fikirkan

Tok

Tok

Ceklek

"Ada apa?", tanya Raven

"Tuan muda sekarang waktunya sarapan bersama, Nyonya meminta saya untuk membangunkan anda" jelas maid itu

"Hm" jawab Raven singkat

Raven lebih dulu membersihkan dirinya sebelum ia turun untuk sarapan bersama

"Raven nak, sini duduk kita tunggu kakak dan adik kamu lalu sarapan bersama" ucap Linda saat melihat putranya yang sudah turun dengan pakaian rapi

"Iya mah" jawab Raven yang melihat telah ada nenek dan papanya di meja makan yang terlihat tenang, itu tandanya ia tidak ketahuan bukan?

"Selamat pagi semua" sapa Nala riang gadis berusia tujuh belas tahun yang kini duduk di bangku akhir sekolah menengah atas

"Duduk sayang, kita tunggu kakak kamu" ucap Linda lembut

"Baik mama" jawab Nala tersenyum lebar

Tap

Tap

Tap

Langkah kaki yang terdengar begitu tegas sudah membuat mereka tahu siapa pemiliknya yang baru saja turun dari kamarnya dengan pakaian kerjanya yang selalu terlihat rapi dan cocok di tubuh idealnya

"Selamat pagi nak, ayo duduk kita mulai sarapannya" ajak Linda lembut

"Selamat pagi kakak" sapa Nala riang

Dan seperti biasanya Ruby hanya diam tanpa repot-repot membalas sapaan ibu dan adik tirinya dan hal itu mengundang tatapan geram dari adik laki-lakinya yang merasa tak terima ibu dan adiknya di perlakukan seperti itu namun apa daya ia hanya bisa diam karena saat ini dia tak bisa berbuat semaunya

"Duduk di tempatmu Queen" suara Revana terdengar memecahkan suasana dingin ini

"Iya Oma" jawab Ruby seadanya

Sarapan berlangsung tenang sampai suara Arlend sang kepala keluarga terdengar menanyai putranya

"Raven bagaimana kuliahmu, kau akan tetap melanjutkannya kan?" Tanya Arlend tegas

"Iya aku akan melanjutkannya mulai hari ini" jawab Raven seadanya

"Papa tidak ingin mendengar kau berbuat ulah lagi Raven dan kau secepatnya akan mempelajari mengelola perusahaan seperti kakakmu" peringat Arlend

"Aku tidak ingin mengurus perusahaan pah, jangan terus memaksaku " tolak Raven menahan amarah

"RAVEN!" Bentak Arlend

"Jika dia tidak mau tidak perlu memaksanya, lagi pula apa yang bisa di harapkan dari anak sepertinya" celetuk Ruby merendahkan adiknya

"Tarik ucapanmu itu" Geram tertahan Raven dengan wajah memerah menatap sang kakak dan Ruby justru menikmati tatapan kebencian itu

"Raven, bicara yang sopan pada kakakmu" tegur Linda yang tentu saja diabaikan oleh putranya yang sedang marah

"Apa yang salah dengan ucapanku, jika saya salah maka buktikan kau bisa mengelola perusahaan sama seperti ku atau jika perlu kau harus buktikan jika anak manja seperti mu bisa melebihi kemampuan ku" ucap Ruby dengan tatapan menantang pada adik tirinya

"Aku akan buktikan padamu" kesal Raven kembali memakan sarapannya dengan wajah tertekuk

"Sudah, lanjutkan sarapan kalian" titah Revana

"Emm, kakak hari ini aku boleh gak berangkat bareng kak Ruby?" Tanya Nala penuh harap

"Tidak" jawab singkat Ruby

"Tapi...

"Apa di Mension ini kekurangan supir?, atau mereka malas bekerja?, jika benar saya akan memecat semuanya " titah Ruby beruntun

"E-eh tidak kok kak, aku hanya ingin berangkat bareng kak Ruby" cicit Nala

"Habiskan sarapan mu Nala" tegur Arlend yang tak ingin ada keributan lagi

"Baik pah" jawab Nala kecewa

Ruby segera berangkat ke perusahaannya begitupun juga dengan Arlend yang juga akan memulai aktivitasnya lagi

"Loh pak, ban motor saya kenapa di gembok gitu?" Tanya Raven pada satpam Mensionnya

"Maaf Tuan Muda, kami hanya melakukan perintah Nona Muda Ruby kata Nona Muda ini hukuman karena anda berani kabur semalam" jelas sang satpam

"Apa?, dia tahu dari mana?, jangan bilang kalian sudah mengadukkan ku padanya?", tuduh Raven

"Tidak Tuan muda, kami mana berani mengadukan Tuan, kami juga tidak tahu kenapa Nona muda bisa mengetahuinya Tuan" jelas mereka

Drrttt

Drrttt

Raven melihat kontak yang tertera di layar handphonenya yang ia beri nama 'wanita galak' yang tak lain adalah kakak tirinya

"Hallo" ucap Raven kesal

"Kau menyalah kan orang lain lagi karena kesalahan mu, apa kau memang sulit untuk sadar diri? Sadari posisimu dan terima konsekuensi karena kesalahan yang kau buat sendiri, harusnya kau bersyukur saya tidak membakar motormu itu atau memblokir kartu debitmu" ucap Ruby di seberang sana dan langsung mematikan sambungannya tanpa menunggu jawaban Raven membuat adik tirinya hanya bisa mengumpat di seberang sana

"Arrghhh sialan, kenapa dia selalu mengganggu hidupku dasar nenek lampir, kakak tiri jahat, wanita kutub gila argggh" geram Raven mengamuk sendiri membuatnya menjadi tontonan para penjaga Mension keluarganya

Dengan sangat terpaksa Raven meminta supir mengantarnya ke kampus karena ini hari pertamanya lagi kembali ke kampus

.....

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Obsesi Algarrel Killian    Bab 18

    >Markas Darknez.. Siang ini matahari terlihat sangat terik membuat orang-orang merasakan penat berlebih dari biasanya begitupun para lelaki muda yang baru saja menyelesaikan kelas di kampus mereka " Tuh anak kenapa?" Tanya Raven yang baru saja tiba di markas Darknez setelah menyelesaikan kuliahnya "Sejak si bos datang juga dia hanya diam dan menghela nafas berat, apa jangan-jangan si bos punya banyak utang yah" celetuk Kafa "Bego, bahkan duit Garrel lebih banyak dari duit bokap lo" cibir Lucas "Yah kan siapa tahu saja tiba-tiba tuh bocah miskin mendadak". Balas Kafa anpa dosa "Ada apa?" Tanya Vaska yang melihat ketiga sahabatnya saling berbisik "Nah ini dia yang bisa buat kita tahu masalah Garrel" sahut Kafa "Apa?" Tanya Vaska bingung "Ka, lo tanyain Garrel dong dia kenapa, kita semua takut tuh bocah tiba-tiba kesurupan karena bengong mulu sejak tadi" pinta Lucas pada Vaska "Lo dari mana?, kenapa tidak masuk kampus?" Tanya Vaska yang kini duduk di sebelah Algarr

  • Obsesi Algarrel Killian    Bab 17

    Mata laki-laki tampan yang awalnya terpejam kini perlahan terbuka dengan ringisan kecil yang terdengar dari bibirnya Sshh Algarrel Killian baru saja terbangun dari tidurnya, tubuhnya terasa remuk walau rasa perih di punggungnya sedikit berkurang, Algarrel mendudukkan dirinya di pinggiran ranjang, ia memperhatikan tubuhnya yang tanpa atasan dan terlilitkan perban yang menutupi sebagian tubuh atletisnya Mata tajamnya yang terlihat sedikit sayu mengedar meneliti kamar yang ia tempati saat ini hingga pintu kamar itu terbuka membuatnya menoleh cepat Ceklek Tatapan Algarrel bertemu dengan tatapan datar seorang wanita cantik yang selalu berhasil membuatnya tertarik Hingga potongan kejadian semalam kembali terputar di kepalanya bersama dengan rasa pening yang ia rasakan >Flashback on... "Dia demam?, dan demamnya sangat tinggi, oh tuhan kenapa bocah ini sangat menyusahkan ku" gumam Ruby Setelah mengendarai mobilnya beberapa menit Ruby kini tiba di basement apartemennya dan denga

  • Obsesi Algarrel Killian    Bab 16

    Tok Tok Ceklek "Bang Garrel?" Panggil Kaizen yang memasuki kamar Algarrel begitu saja dan melihat kakak tirinya itu sedang mengganti pakaiannya "Ada apa?" Tanya Algarrel dingin "Gue obatin punggung lo yah bang" ucap Kaizen "Tidak perlu" jawab Algarrel dingin "Tapi bang luka lo akan semakin parah jika tidak segera diobati" sahut Kaizen lagi Algarrel mengenakan jaketnya sebagai pelengkap penampilannya dan segera melangkahkan kakinya mendekati adik tirinya itu "Berhenti untuk peduli ke gue, karena lo dan keluarga lo itu hanya orang asing di hidup gue" ucap Algarrel penuh penekanan dan berlalu begitu saja meninggalkan Kaizen yang hanya bisa menghela nafasnya pasrah "Padahal gue senang punya kakak keren seperti lo bang" lirih Kaizen Algarrel mengendarai motor sportnya dengan kecepatan tinggi seakan jalanan yang macet karena berakhirnya jam kerja bagi semua karyawan bukan menjadi hambatan untuknya tiba di Markas mereka bahkan rasa perih di punggungnya hanya bisa ditaha

  • Obsesi Algarrel Killian    Bab 15

    Beep... "Nona Ruby" panggil Lexa yang baru saja tiba di lokasi yang Ruby katakan, Lexa turun dari mobilnya dengan pakaian kantornya yang sudah terlihat rapi Ruby memang dengan sengaja meminta Lexa untuk menjemputnya di depan gedung apartemen mewah yang menjulang tinggi itu "Langsung ke perusahaan" titah Ruby masuk lebih dulu ke dalam mobil Lexa, sedangkan Lexa masih menatap bingung gedung mewah di hadapannya ini "Kenapa hanya diam?" tanya Ruby dengan suara tegasnya membuat Lexa kembali dalam kesadarannya dan segera masuk ke kursi kemudi "Apa yang ingin kau katakan?", tebak Ruby saat menyadari gerak-gerik Lexa yang seperti ingin mengatakan sesuatu "Bukan apa-apa, Nona muda" jawab Lexa ragu "Sudah ku katakan Lex, jangan bersikap formal jika kita hanya berdua" jengah Ruby "Ya udah kalau gitu gue to the point, semalam lo mabuk berat kan?, lalu tadi apartemen siapa?, karena gue sangat tahu itu bukan apartemen lo" Tanya Lexa beruntun "Salah satu teman gue" jawab Ruby bohon

  • Obsesi Algarrel Killian    Bab 14

    Eungh... Lenguhan seorang wanita cantik yang terlihat baru saja terbangun dari tidurnya, terdengar ringisan kecil yang kembali keluar dari bibir ranumnya ssshhh... "Aish, kepalaku sangat pusing" keluh Ruby wanita cantik yang baru saja tersadar dari mabuk beratnya yang berhasil membuatnya tak sadarkan diri semalam Ruby mendudukkan tubuhnya sembari terus memegangi kepalanya yang terasa tak nyaman, pandangannya perlahan mengedar melihat setiap sudut kamar yang saat ini di tempatinya Sebuah kamar dengan warna dominan hitam yang di padukan dengan Dark Grey dan sedikit serta aroma mint maskulin yang tercium dari kamar itu membuat alis Ruby mengernyit bingung "Ini bukan kamarku" gumam Ruby terdiam namun kesadarannya kembali begitu cepat saat suara gemercik air terdengar dari sebuah pintu yang ada di dalam kamar itu membuat Ruby dengan cepat memeriksa tubuhnya sendiri, dan...

  • Obsesi Algarrel Killian    Bab 13

    Di tempat lain tepatnya di sebuah Club besar yang sangat terkenal di kota itu, berbeda dengan keadaan di lantai dasar club yang terdengar ramai di penuhi para lelaki dan wanita yang menikmati musik serta minuman beralkoholnya, di lantai atas lebih tepatnya di sebuah ruangan VIP dalam Club mewah itu terdapat seorang Wanita cantik yang tak lain adalah Ruby ia terlihat sedang duduk angkuh di sofa single sembari memutar kecil segelas whisky di tangannya, Wanita cantik berwajah datar itu terlihat menikmati sensasi setiap teguk minuman beralkohol yang melewati tenggorokannya "Selamat malam Nona muda Ruby" sapa Lexa yang baru saja masuk ke dalam ruangan VIP tempat bosnya berada "Duduk Lex dan bicara lah dengan santai gue hanya butuh teman" ucap Ruby lirih "Ada masalah?", tanya Lexa serius "Hahaha memangnya Kapan hidup gue jauh dari masalah" balas Ruby tersenyum miris dan hanya Lexa yang bisa melihat itu, selama ini Ruby selalu bersikap sebagai wanita kuat walau sebenarnya dia hanya l

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status