공유

Bab 4

작가: Dinnn
last update 최신 업데이트: 2025-10-25 16:24:08

Setelah pertemuan singkat Ruby dengan seorang pria yang akan neneknya jodohkan dengannya, wanita itu kembali berkutat dengan pekerjaan yang selalu menyibukkannya hingga membuatnya selalu pulang di malam hari seperti hari ini wanita cantik itu sedang mengendarai mobilnya sendiri untuk kembali pulang di Mension keluarganya saat waktu menunjukkan pukul sebelas malam

"Selamat malam Nona muda" sapa para penjaga yang bekerja di Mension keluarganya

"Tolong, parkirkan mobil saya" titah Ruby

"Baik Nona" jawabnya

Ruby melangkah masuk ke dalam Mension keluarganya dan hal pertama yang dilihatnya adalah sang nenek yang sepertinya sedang menunggunya sejak tadi

"Sepertinya aku akan terkena omelannya lagi" guman Ruby namun apa yang terjadi selanjutnya justru membuat wanita cantik itu mengernyit heran

"Kau terlihat lelah sayang, istirahatlah" ucap Revana sang nenek yang bersikap lembut pada Ruby

"Kali ini apa lagi yang Oma rencanakan?" Selidik Ruby

"Kenapa kamu terus mencurigai Oma sih, Oma hanya sedang bahagia karena ini kali pertamanya kencan yang oma rencanakan berjalan baik" senang Revana

"Berjalan baik?" Bingung Ruby

"Iya, bahkan keluarga Killian lebih tepatnya keluarga dari pria yang kau temui tadi mengundang keluarga kita untuk makan malam bersama di malam weekend nanti

" Apa dia tidak mengatakan jika aku menolaknya?" Tanya Ruby

"APA??, Kamu menolak pria ini lagi Queen?" Tanya Revana kaget

"Hm, aku tidak tertarik dengannya Oma" jujur Ruby

"Sampai kapan kamu terus menerus menolak pria lain Queen, apa hebatnya mantanmu itu sampai membuatmu tak bisa membuka hati lagi untuk pria lain" kesal Revana

"Oma ini tidak ada hubungannya dengannya, aku memang menolaknya karena aku tidak menyukainya" jujur Ruby

"Kali ini Oma tidak perduli, kau harus datang makan malam di kediaman Killian weekend nanti" titah Revana tak ingin di bantah

"Oma, please jangan memaksa ku untuk menikah dengan pria yang tidak aku cintai, aku tidak ingin hidup dalam keluarga yang penuh kebohongan seperti papa yang berpura-pura mencintai ibuku selama bertahun-tahun" mohon Ruby lelah

Revana menghela nafasnya berat ia sangat tahu bagaimana kehidupan orang tua Ruby karena perjodohan yang di perbuatnya dan melihat cucu kesayangannya memohon seperti itu membuatnya sedikit tak tega

"Kau tetap akan ikut menghadiri undangan makan malam itu dan tentang perjodohan mu, kau bisa membatalkan perjodohan ini jika kau memang memiliki kekasih, lebih bagus lagi jika kau memiliki calon suami yang tepat dan membawanya langsung menemuiku maka Oma tidak akan lagi memaksamu" jelas Revana yang langsung pergi kembai ke kamarnya meninggalkan sang cucu yang terlihat Frustasi

"Ck, ini membuatku frustasi" keluh Ruby memilih ke kamar untuk mengistirahatkan tubuhnya

...

Di tempat lain tepatnya di sebuah rumah yang terlihat clasik yang menjadi Markas Darknez yang di kenal sebagai geng motor biasa namun tidak ada yang tahu jika mereka bukan hanya kumpulan anak laki-laki berandal yang menikmati jalanan sepi di malam hari dengan kecepatan tinggi, Darknez sebuah kelompok yang berarti kegelapan sebab tidak ada siapapun yang mengetahui pergerakan mereka ataupun apa yang sedang mereka kerjakan

Bahkan sebagian dari anggota Darknez adalah anak-anak seusia mereka yang Algarrel dan sahabatnya bantu dari kehidupan kelam mereka, membiarkan mereka tinggal dimarkas dengan hubungan yang semakin lama terasa seperti saudara

Brakk

"Anj*ng lo bikin gue kaget " umpat Lucas merasa terkejut saat pintu markas mereka terbuka kasar

"Bisa santai gak si lo bos" kaget Kafa juga

"Ada masalah?" Tanya Vaska datar

"As you know, dia belum datang?" Tanya Algarrel Killian pelaku yang membuka pintu Markas begitu kasar

"Lo cari gue?" Suara seorang laki-laki yang memiliki umur sepantaran dengan mereka

"Huaaa gue kangen lo Ven" heboh kafa mendramatisir

"Geli gue Kaf, lo ngapain meluk gue sih, lo bahkan sering datangin gue ke Prancis sampai gue bosan lihat lo" kesal Raven

Memang benar adanya para sahabatnya ini sesekali terbang ke Prancis hanya untuk bertemu dengannya walau sulit karena penjagaan ketat yang Omanya berikan untuknya membuat para sahabatnya harus berusaha lebih ekstra

Raven Alvaughan laki-laki berwajah tampan keturunan Alvaughan yang juga menjadi sahabat serta anggota inti Darknez

"Lo kapan tibanya?" Tanya Lucas sembari memeluk singkat ala lelaki pada sahabatnya itu

"Kemarin, tapi yah gue gak bisa langsung cabut, ini saja gue kabur" jujur Raven

"Lo gak ada kapoknya dikirim lagi ke Prancis" ledek Vaska

"Dan sialnya kalau gue ketahuan lagi berbuat masalah kali ini, gue akan dikirim dalam waktu yang sangat lama" keluh Raven ikut duduk di samping Vaska

"Lagian lo juga hobi bener buat masalah ujung-ujungnya juga orang kepercayaan bokap lo yang mengurusnya" sindir Lucas

Selama ini diantara mereka hanya Raven yang terang-terangan berbuat masalah entah itu balapan liar yang diikutinya tanpa tahu aman dan tidaknya, membuat anak orang masuk rumah sakit karena adu jotos yang dilakukannya sendirian dan semua itu hanya untuk melampiaskan amarahnya dengan mempermalukan keluarganya sendiri, keluarga yang terasa hampa untuknya

"Lo kenapa melamun?" Tanya Algarrel melihat keterdiaman Raven

"Bukan apa-apa, gimana kabar lo?" Tanya Raven pada ketuanya Algarrel

"Gue baik dan lo tahu itu" balas Algarrel datar

"Rel, gak ada misi apapun nih?, gabut gue" keluh Lucas

"Ada, minggu depan dan sedikit berbahaya" jawab Algarrel bersmirk

"Sedikit berbahaya lo itu sama halnya kematian sudah melangkah dua kali di depan gue dan gue baru lari selangkah" keluh Kafa

"Anjir perumpamaan lo keren kaf" kagum Lucas

"Ini misi pertama lo lagi kan Ven, lo join apa nggak?" Tanya Kafa penasaran

"Ya kali gue tolak" jawab Raven santai

"Kali ini misi apa Rel?" Tanya Vaska

"Sesuatu yang kalian suka" seringai Algarrel Killian

.....

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Obsesi Algarrel Killian    Bab 18

    >Markas Darknez.. Siang ini matahari terlihat sangat terik membuat orang-orang merasakan penat berlebih dari biasanya begitupun para lelaki muda yang baru saja menyelesaikan kelas di kampus mereka " Tuh anak kenapa?" Tanya Raven yang baru saja tiba di markas Darknez setelah menyelesaikan kuliahnya "Sejak si bos datang juga dia hanya diam dan menghela nafas berat, apa jangan-jangan si bos punya banyak utang yah" celetuk Kafa "Bego, bahkan duit Garrel lebih banyak dari duit bokap lo" cibir Lucas "Yah kan siapa tahu saja tiba-tiba tuh bocah miskin mendadak". Balas Kafa anpa dosa "Ada apa?" Tanya Vaska yang melihat ketiga sahabatnya saling berbisik "Nah ini dia yang bisa buat kita tahu masalah Garrel" sahut Kafa "Apa?" Tanya Vaska bingung "Ka, lo tanyain Garrel dong dia kenapa, kita semua takut tuh bocah tiba-tiba kesurupan karena bengong mulu sejak tadi" pinta Lucas pada Vaska "Lo dari mana?, kenapa tidak masuk kampus?" Tanya Vaska yang kini duduk di sebelah Algarr

  • Obsesi Algarrel Killian    Bab 17

    Mata laki-laki tampan yang awalnya terpejam kini perlahan terbuka dengan ringisan kecil yang terdengar dari bibirnya Sshh Algarrel Killian baru saja terbangun dari tidurnya, tubuhnya terasa remuk walau rasa perih di punggungnya sedikit berkurang, Algarrel mendudukkan dirinya di pinggiran ranjang, ia memperhatikan tubuhnya yang tanpa atasan dan terlilitkan perban yang menutupi sebagian tubuh atletisnya Mata tajamnya yang terlihat sedikit sayu mengedar meneliti kamar yang ia tempati saat ini hingga pintu kamar itu terbuka membuatnya menoleh cepat Ceklek Tatapan Algarrel bertemu dengan tatapan datar seorang wanita cantik yang selalu berhasil membuatnya tertarik Hingga potongan kejadian semalam kembali terputar di kepalanya bersama dengan rasa pening yang ia rasakan >Flashback on... "Dia demam?, dan demamnya sangat tinggi, oh tuhan kenapa bocah ini sangat menyusahkan ku" gumam Ruby Setelah mengendarai mobilnya beberapa menit Ruby kini tiba di basement apartemennya dan denga

  • Obsesi Algarrel Killian    Bab 16

    Tok Tok Ceklek "Bang Garrel?" Panggil Kaizen yang memasuki kamar Algarrel begitu saja dan melihat kakak tirinya itu sedang mengganti pakaiannya "Ada apa?" Tanya Algarrel dingin "Gue obatin punggung lo yah bang" ucap Kaizen "Tidak perlu" jawab Algarrel dingin "Tapi bang luka lo akan semakin parah jika tidak segera diobati" sahut Kaizen lagi Algarrel mengenakan jaketnya sebagai pelengkap penampilannya dan segera melangkahkan kakinya mendekati adik tirinya itu "Berhenti untuk peduli ke gue, karena lo dan keluarga lo itu hanya orang asing di hidup gue" ucap Algarrel penuh penekanan dan berlalu begitu saja meninggalkan Kaizen yang hanya bisa menghela nafasnya pasrah "Padahal gue senang punya kakak keren seperti lo bang" lirih Kaizen Algarrel mengendarai motor sportnya dengan kecepatan tinggi seakan jalanan yang macet karena berakhirnya jam kerja bagi semua karyawan bukan menjadi hambatan untuknya tiba di Markas mereka bahkan rasa perih di punggungnya hanya bisa ditaha

  • Obsesi Algarrel Killian    Bab 15

    Beep... "Nona Ruby" panggil Lexa yang baru saja tiba di lokasi yang Ruby katakan, Lexa turun dari mobilnya dengan pakaian kantornya yang sudah terlihat rapi Ruby memang dengan sengaja meminta Lexa untuk menjemputnya di depan gedung apartemen mewah yang menjulang tinggi itu "Langsung ke perusahaan" titah Ruby masuk lebih dulu ke dalam mobil Lexa, sedangkan Lexa masih menatap bingung gedung mewah di hadapannya ini "Kenapa hanya diam?" tanya Ruby dengan suara tegasnya membuat Lexa kembali dalam kesadarannya dan segera masuk ke kursi kemudi "Apa yang ingin kau katakan?", tebak Ruby saat menyadari gerak-gerik Lexa yang seperti ingin mengatakan sesuatu "Bukan apa-apa, Nona muda" jawab Lexa ragu "Sudah ku katakan Lex, jangan bersikap formal jika kita hanya berdua" jengah Ruby "Ya udah kalau gitu gue to the point, semalam lo mabuk berat kan?, lalu tadi apartemen siapa?, karena gue sangat tahu itu bukan apartemen lo" Tanya Lexa beruntun "Salah satu teman gue" jawab Ruby bohon

  • Obsesi Algarrel Killian    Bab 14

    Eungh... Lenguhan seorang wanita cantik yang terlihat baru saja terbangun dari tidurnya, terdengar ringisan kecil yang kembali keluar dari bibir ranumnya ssshhh... "Aish, kepalaku sangat pusing" keluh Ruby wanita cantik yang baru saja tersadar dari mabuk beratnya yang berhasil membuatnya tak sadarkan diri semalam Ruby mendudukkan tubuhnya sembari terus memegangi kepalanya yang terasa tak nyaman, pandangannya perlahan mengedar melihat setiap sudut kamar yang saat ini di tempatinya Sebuah kamar dengan warna dominan hitam yang di padukan dengan Dark Grey dan sedikit serta aroma mint maskulin yang tercium dari kamar itu membuat alis Ruby mengernyit bingung "Ini bukan kamarku" gumam Ruby terdiam namun kesadarannya kembali begitu cepat saat suara gemercik air terdengar dari sebuah pintu yang ada di dalam kamar itu membuat Ruby dengan cepat memeriksa tubuhnya sendiri, dan...

  • Obsesi Algarrel Killian    Bab 13

    Di tempat lain tepatnya di sebuah Club besar yang sangat terkenal di kota itu, berbeda dengan keadaan di lantai dasar club yang terdengar ramai di penuhi para lelaki dan wanita yang menikmati musik serta minuman beralkoholnya, di lantai atas lebih tepatnya di sebuah ruangan VIP dalam Club mewah itu terdapat seorang Wanita cantik yang tak lain adalah Ruby ia terlihat sedang duduk angkuh di sofa single sembari memutar kecil segelas whisky di tangannya, Wanita cantik berwajah datar itu terlihat menikmati sensasi setiap teguk minuman beralkohol yang melewati tenggorokannya "Selamat malam Nona muda Ruby" sapa Lexa yang baru saja masuk ke dalam ruangan VIP tempat bosnya berada "Duduk Lex dan bicara lah dengan santai gue hanya butuh teman" ucap Ruby lirih "Ada masalah?", tanya Lexa serius "Hahaha memangnya Kapan hidup gue jauh dari masalah" balas Ruby tersenyum miris dan hanya Lexa yang bisa melihat itu, selama ini Ruby selalu bersikap sebagai wanita kuat walau sebenarnya dia hanya l

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status