Beranda / Romansa / Obsesi Dosen Tampan / S2-128. Pengakuan Noelle Grimm.

Share

S2-128. Pengakuan Noelle Grimm.

Penulis: Amaleo
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-09 20:25:09

Elena membuka tablet di depannya. “Baik,” katanya. “Mari kita mulai dari dasar.”

Ia berhenti sejenak. “Hubungan Anda dengan Christopher Vayne.”

Noelle memejamkan mata sesaat. Ketika membukanya kembali, napasnya lebih berat. “Aku mengenalnya sejak dua belas tahun lalu,” ucapnya lirih. “Lewat koneksi bisnis Ayah. Awalnya … dia hanya mitra. Cerdas. Karismatik.”

Noah tetap diam.

“Tapi, dia tahu caraku berpikir,” lanjut Noelle. “Dia tahu … apa yang aku inginkan.”

Michael mengepalkan tangan di bawah meja, tapi tak menyela.

Elena mengangguk tipis. “Apa yang dia inginkan dari Anda?”

Noelle tertawa kecil—tanpa humor. “Pengaruh,” jawabnya. “Akses. Nama keluarga Grimm.”

Ia mengangkat mata menatap Noah sekilas—lalu cepat mengalihkan pandangan. “Dan aku memberikannya.”

Ruangan terasa makin sunyi.

“Sebelas tahun lalu,” lanjut Noelle, suaranya bergetar, “dia yang menyarankan … untuk menghancurkan reputasi Zara. Bersamaan itu juga, waktu itu aku percaya kalau Ayahku memiliki hubungan dengannya.”

Mich
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Obsesi Dosen Tampan   S2-130. Chloe Vayne Psikopat.

    Dapur apartemen Zara malam itu dipenuhi aroma … sedikit gosong. Tumisan yang seharusnya harum malah tercium hangus samar, seperti seseorang yang baru pertama kali mencoba jadi koki tapi lupa matikan api. Asap tipis naik dari wajan, bau hangus samar membuat Zara geleng-geleng sambil tertawa—tawa yang setengah pasrah, setengah geli.“Michael,” katanya, nada setengah mengomel setengah geli, “itu bawang ditumis, bukan dibakar hidup-hidup.”Michael Grimm—pria yang dulu selalu memimpin rapat dewan dengan satu tatapan dingin—berdiri kikuk di sampingnya, celemek abu-abu terlalu kecil untuk tubuhnya, lengan kemeja digulung asal. Wajan di tangannya miring terlalu jauh, minyaknya hampir tumpah.“Aku kira api besar bisa lebih cepat matang,” jawabnya tenang, sama sekali tidak panik, seperti sedang menjelaskan strategi bisnis.Zara memutar mata, tapi sudut bibirnya naik. “Itu filosofi memasak atau strategi perang?”Michael terkekeh pelan—tawa yang rendah, hangat, dan jarang sekali keluar dari pria

  • Obsesi Dosen Tampan   S2-129. Pengakuan dan Keruntuhan.

    Noelle Grimm akhirnya membuka rahasia Christopher Vayne dengan suara gemetar. Tubuhnya meringkuk di kursi besi, jari-jarinya saling menggenggam erat hingga memutih, seolah berusaha bertahan dari rasa takut yang ia ciptakan sendiri.Wajahnya pucat, matanya merah karena terus menangis. Dengan ekspresi penuh penyesalan sekaligus pasrah, ia akhirnya mengaku bahwa Vayne memakai dua perusahaan miliknya sebagai kedok untuk menyalurkan uang ilegal. Semua aliran dana itu disembunyikan lewat rekening luar negeri di Swiss dan Kepulauan Cayman.Ia menyebut nama-nama seperti Victor Kane—sniper bayaran, seorang pengacara ternama untuk pemalsuan dokumen, serta mitra bisnis Eropa yang mengurus pemindahan uang kotor itu.Setiap kali berhenti bicara, bahu Noelle bergetar hebat. Rasa malu dan takut membuatnya sesekali melirik Noah dan Michael, berharap pada pengampunan yang tak pernah datang.Ia menjelaskan jejaring Vayne mencakup lebih dari sepuluh perusahaan cangkang di berbagai negara, dengan transa

  • Obsesi Dosen Tampan   S2-128. Pengakuan Noelle Grimm.

    Elena membuka tablet di depannya. “Baik,” katanya. “Mari kita mulai dari dasar.”Ia berhenti sejenak. “Hubungan Anda dengan Christopher Vayne.”Noelle memejamkan mata sesaat. Ketika membukanya kembali, napasnya lebih berat. “Aku mengenalnya sejak dua belas tahun lalu,” ucapnya lirih. “Lewat koneksi bisnis Ayah. Awalnya … dia hanya mitra. Cerdas. Karismatik.”Noah tetap diam.“Tapi, dia tahu caraku berpikir,” lanjut Noelle. “Dia tahu … apa yang aku inginkan.”Michael mengepalkan tangan di bawah meja, tapi tak menyela.Elena mengangguk tipis. “Apa yang dia inginkan dari Anda?”Noelle tertawa kecil—tanpa humor. “Pengaruh,” jawabnya. “Akses. Nama keluarga Grimm.”Ia mengangkat mata menatap Noah sekilas—lalu cepat mengalihkan pandangan. “Dan aku memberikannya.”Ruangan terasa makin sunyi.“Sebelas tahun lalu,” lanjut Noelle, suaranya bergetar, “dia yang menyarankan … untuk menghancurkan reputasi Zara. Bersamaan itu juga, waktu itu aku percaya kalau Ayahku memiliki hubungan dengannya.”Mich

  • Obsesi Dosen Tampan   S2-127. Interogasi Noelle Grimm.

    Lampu di ruang ICU menyala lebih terang dari sebelumnya. Suara langkah cepat terdengar mendekat, diikuti dua perawat dan seorang dokter pria paruh baya dengan jas putih.Noah mundur setengah langkah, memberi ruang. Matanya tak lepas dari Halden—yang kini terjaga, meski napasnya masih dibantu alat.Dokter memeriksa pupil Halden dengan senter kecil, mengecek respons refleks, lalu memberi isyarat pada perawat untuk mencatat.“Halden,” ucap dokter tenang. “Kalau bisa dengar saya? Kedipkan mata sekali.”Kelopak mata Halden bergerak. Satu kali. Lambat, tapi jelas.Dokter mengangguk. “Bagus.”Ia memeriksa monitor jantung, lalu menoleh ke Noah. “Pasien baru saja keluar dari fase kritis.”Napas Noah yang sejak tadi tertahan akhirnya keluar perlahan.“Namun,” lanjut dokter, nada tetap profesional, “kondisinya masih sangat lemah. Kami akan mempertahankannya di ICU setidaknya dua hari ke depan.”“Untuk saat ini, ia hanya boleh bicara singkat. Lima menit. Tidak lebih.” Lanjutnya.Noah mengangguk c

  • Obsesi Dosen Tampan   S2-126. Orang-Orang yang Telah Kembali.

    Klik.Pintu apartemen terbuka pelan. Zara yang pertama kali muncul di ambang pintu—wajahnya tenang, tapi matanya langsung melebar saat melihat siapa yang berdiri di depannya.Noah di depan, Michael Grimm di belakangnya. Zara membeku sebentar. Napasnya tertahan, tapi ia cepat mengendalikan diri. Senyum kecil—bukan hangat sepenuhnya, tapi cukup untuk tidak menutup pintu.“Noah,” sapanya dulu, suara lembut. Lalu tatapannya beralih ke Michael. “Dan … Michael.”Michael mengangguk pelan, hormat. “Zara,” jawabnya lirih. “Apa kabar?”“Baik.” Jawab Zara lirih. “Masuklah.”Ia mundur memberi ruang. Noah melangkah lebih dulu, tangannya menyentuh lengan Zara sebentar dan menatap Zara sambil mengangguk kecil—gerakan kecil penuh dukungan.Michael mengikuti, langkahnya pelan, mata menelusuri ruangan dengan hati-hati. Apartemen itu luas, modern, tapi terasa hangat—ada sentuhan Zara di mana-mana. Buku-buku di rak, tanaman kecil di jendela, foto Zelda kecil di meja buffet.Dari koridor dalam, suara lan

  • Obsesi Dosen Tampan   S2-125. Michael Menjenguk Zelda.

    Noah tersenyum tipis—senyum menilai, dingin tapi terukur. Seolah ia baru saja menimbang satu kemungkinan dari banyak jalan yang tak pernah benar-benar mudah.Michael menghela napas singkat. Berat, namun mantap. “Baik,” ucapnya pelan. “Kami akan datang lagi kemari.”Belum sempat Noelle menanggapi, langkah kaki terdengar mendekat. Seorang sipir wanita berdiri di sisi meja besi, wajahnya datar namun tegas.“Waktu kunjungan sudah habis,” katanya singkat.Noelle tersentak. Kepalanya menoleh cepat ke arah sipir, dahinya mengernyit—ada kepanikan kecil yang tak sempat ia sembunyikan. Tatapannya beralih kembali pada Michael … lalu Noah. Seperti seseorang yang baru sadar bahwa satu-satunya tali pengaman akan segera dilepaskan.“T-tunggu—” bibirnya bergerak, nyaris tak bersuara.Sipir itu tak memberinya waktu. Tangannya menyentuh lengan Noelle, lalu menariknya perlahan namun pasti.Noelle bangkit dengan langkah gontai. Bahunya jatuh, tubuhnya tampak lebih kecil dari sebelumnya. Beberapa langkah

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status