Sang Villainess Memikat Tiga Pria!
VillainessPengacaraMasuk ke dalam BukuTransmigrasiDramaBenci jadi CintaPria DinginWanita Kuat
Yuna, pembaca novel reverse harem, terbangun di dalam tubuh Yuna Rein—tokoh antagonis yang ditakdirkan berakhir tragis di buku favoritnya. Bertekad mengubah nasib, ia menjauhi para tokoh utama.
Namun demi menyelamatkan ibunya yang sakit parah, Yuna terpaksa menerima tawaran gelap pengacara dingin Kai Verazo: menjadi miliknya selama satu bulan.
Di antara kelembutan dokter Firas Adiyaksa dan pesona pewaris Darren Mahesa, Yuna perlahan terseret ke dalam pusaran emosi, rahasia, dan ikatan tak terduga.
Jika alur cerita mulai berubah … akankah ia benar-benar bisa selamat kali ini?
閱讀
Chapter: Chapter 219.Yuna terdiam sejenak sambil menimbang-nimbang, sebelum akhirnya mendengus pelan pasrah. “Baiklah. Tapi kita ketemu di mana?” "Bukit kecil di pinggir kota. Yang dulu pernah kita duduk bersama," jawab Firas dengan rendah. Yuna terdiam sejenak. Ia tahu tempat itu. Bukit kecil di pinggiran kota yang hampir tak pernah ramai. Waktu itu, saat hidupnya terasa terlalu berat untuk ditanggung sendiri, Firas-lah yang membawanya ke sana. Mereka hanya duduk berdampingan, dan Yuna menumpahkan semua yang ia tahan selama berminggu-minggu—tentang ibunya, tentang seseorang yang mengikatnya, bahkan tentang rasa lelah yang tak pernah ada habisnya. Firas tidak banyak bicara waktu itu. Ia hanya mendengarkan. Dan di tempat yang sama pula, untuk pertama kalinya Firas mengakui perasaan sebenarnya pada Yuna. "Baik," jawab Yuna akhirnya. "Saya ke sana.” "Sampai nanti." Klik. Telepon terputus. Yuna menurunkan ponsel dari telinganya. Pandangannya sejenak menerawang ke lampu-lampu kota di luar jendela seb
最後更新: 2026-06-29
Chapter: Chapter 218.Yuna menatap pria di hadapannya dalam diam. Suara Kai beberapa menit lalu masih bergema di kepalanya.“Sekarang saya hanya ingin jawabanmu.”Jawaban.Ironis sekali.Padahal dulu yang ia pikirkan setiap hari hanyalah bagaimana bertahan hidup hingga kontrak itu berakhir. Namun kini, ketika akhir itu benar-benar tinggal hitungan jam, ia justru tak sanggup melangkah pergi.Pikirannya tanpa sadar kembali pada malam ketika semuanya dimulai. Basement itu menjadi titik balik hidupnya. Dari sana, Kai menawarkan kontrak satu bulan yang terpaksa ia terima demi menyelamatkan ibunya. Lalu hotel mewah itu ... dan satu malam yang mengubah seluruh hidupnya hingga tak pernah kembali seperti semula.Awalnya, ia sangat membenci Kai.Pria arogan yang mengendalikan hidupnya sesuka hati. Yang membuat aturan, memaksanya tinggal di penthouse, bahkan sampai harus tidur bersama di satu ranjang.Namun perlahan, bayangan-bayangan lain mulai muncul. Lebih lembut, bahkan lebih dalam.Kai yang menepati janjinya un
最後更新: 2026-06-28
Chapter: Chapter 217.Dunia Yuna terasa berhenti berputar. Jantungnya berdegup kencang, hampir menyakitkan. Pria itu baru saja mengatakan sesuatu yang tidak pernah Yuna bayangkan akan keluar dari mulutnya. "Karena saya tidak ingin kamu pergi." “Terimalah saya, Yuna. Dan tinggal lah di sini bersama saya.” Kalimat-kalimat itu terus terngiang di kepalanya, tak mau hilang. Yang paling membuat Yuna gelisah adalah kenyataan bahwa kali ini ia tidak merasakan jebakan apa pun di balik ucapan Kai. Tidak ada kontrak yang mengikat, tidak ada ancaman tersembunyi, dan tidak ada syarat yang memaksanya untuk mengangguk. Hanya ada ketulusan yang mentah dan hampir rapuh. Seolah Kai sedang memohon untuk pertama kalinya sejak bertemu, meski dengan cara yang masih penuh dominasi. Yuna memalingkan wajah. Pipinya terasa membara karena tak sanggup menatap mata Kai lebih lama. “Kai … saya … butuh waktu untuk berpikir,” suaranya pelan dan hampir bergetar. “Kali ini … Anda nggak akan paksa saya, kan?” Kai terdiam lama. Mata
最後更新: 2026-06-23
Chapter: Chapter 216.Dunia Yuna langsung berhenti berputar. Jantungnya kini berdegup tidak karuan.Yang benar saja … Kai yang biasanya selalu mengontrol segalanya dengan dingin dan perhitungan, kali ini justru mengatakan hal yang sama sekali tidak masuk akal. Tangannya masih menggenggam pergelangan Yuna dengan kuat.Yuna berusaha melepaskan tangannya sambil mendorong dada Kai yang bidang dengan sekuat tenaga agar bisa berdiri. Tapi pria itu tak kunjung melepaskannya.Yuna terengah panik.“Kai ... Anda bercanda ya? Lepasin nggak?”Kai tetap menahan tubuh Yuna di pangkuannya. Yuna mulai meronta lebih keras. Tubuhnya bergoyang-goyang mencoba lepas, hingga suara Yuna mulai naik.“Kai, Anda ini mau mengikat dan mengurung saya atau apa? Tolong … jangan begini.”Kai masih di posisi tenang dan mengakuinya begitu blak-blakan.“Ya. Saya mau mengikat kamu.”Yuna tercengang. Matanya membelalak lebar.“Anda sudah gila ya?!”Kai tersenyum tipis sejenak. Lalu dengan satu gerakan kuat, Kai mendorong Yuna hingga punggung
最後更新: 2026-06-22
Chapter: Chapter 215.Perjalanan pulang menuju penthouse berlangsung dalam keheningan. Yuna menyetir sambil berusaha memusatkan perhatian pada jalanan malam yang diterangi lampu-lampu kota. Namun pikirannya masih dipenuhi terlalu banyak hal yang terjadi dalam satu malam, membuat kepalanya terasa berat sejak tadi. Mulai dari kedatangan Firas yang tiba-tiba, pengakuan Kai di koridor lantai VIP, reaksi Kendrik yang terlihat jauh lebih tegang saat pamit, kontrak yang tinggal delapan hari lagi. Hingga pengakuan Kai yang sampai sekarang masih membuat jantungnya berdebar tidak wajar setiap kali mengingatnya. Mobil akhirnya memasuki area basement pribadi gedung apartemen. Dan beberapa menit kemudian, Yuna dan Kai sudah tiba di penthouse. Begitu pintu terbuka, Kai langsung melepas jasnya dan berjalan masuk lebih dulu. Yuna yang masih memperhatikan luka di sudut bibir pria itu langsung mengikuti. "Duduk." Kai menoleh. "Apa?" "Duduk dulu." Kai mengangkat alis tipis. "Saya baik-baik saja." "Tolong, Anda
最後更新: 2026-06-22
Chapter: Chapter 214.“Firas?” suara Yuna terdengar kaku dan terkejut. “K-kenapa kamu di sini?” Pertemuan ini benar-benar datang di waktu yang salah. Firas berjalan mendekat dengan napas masih sedikit tidak beraturan seolah ia memang datang terburu-buru. “Tadi kamu menutup telepon terlalu cepat,” jawabnya. “Saya jadi khawatir.” Yuna langsung merasa bersalah. “Ah, maaf, Firas. Tadi ada sesuatu yang buat saya harus putusin panggilannya lebih dulu.” Firas terdiam sebelum matanya bergeser ke Kai di samping Yuna. Saat tatapannya langsung jatuh ke sudut bibir Kai yang masih berdarah, ekspresinya berubah. Firas memicingkan mata dan terkekeh pelan—suara tawa yang sarkastik dan tajam, sangat berbeda dari nada lembutnya yang biasa. “Bekas pukulan itu …” gumamnya sambil menatap Kai. “Saya nggak nyangka ternyata Anda malah terlibat masalah lagi di rumah sakit ini.” Yuna menegang keras di tempat dengan perasaan gelisah. “Firas, tolong … jangan bilang seperti itu,” ucap Yuna pelan. Firas menoleh ke Y
最後更新: 2026-06-09
Chapter: S2-173. Happy Ending. (+21)Suite honeymoon di lantai tertinggi hotel mewah Paris menyambut mereka dengan cahaya kota yang berkelip lembut melalui jendela kaca besar. Menara Eiffel terlihat jelas di kejauhan, menyala keemasan di malam musim semi. Zelda berdiri di depan jendela, gaun malam sutra putih tipis yang ia pakai setelah mandi menempel lembut di kulitnya. Rambutnya masih agak basah, jatuh di bahu. Noah mendekat dari belakang, tangannya melingkar di pinggang istrinya, dagunya bertumpu di bahu Zelda. “Kau cantik sekali malam ini, istriku,” bisiknya di telinga Zelda, suaranya sudah rendah dan berat. Zelda tersenyum malu, pipinya memerah. “Kau juga tampan, suamiku.” Noah membalik tubuh Zelda perlahan hingga mereka berhadapan. Matanya gelap penuh hasrat yang sudah lama ditahan. Ia menunduk, mencium bibir istrinya dengan lembut di awal, lalu semakin dalam, lidahnya menyusup pelan, mengeksplorasi dengan penuh penyembahan. “Hmm …,” desah Zelda kecil di bibirnya, tangannya naik ke dada Noah, merasakan otot y
最後更新: 2026-02-23
Chapter: S2-172. Pernikahan dan Janji Selamanya.Zelda berdiri membeku di balkon penthouse, angin malam menyapu rambutnya dengan lembut. Noah masih berlutut di hadapannya, kotak cincin terbuka di tangannya, cincin sederhana dengan berlian kecil itu berkilau pelan di bawah lampu temaram. Mata Zelda berkaca-kaca. Air matanya jatuh tanpa suara, satu per satu, membasahi pipinya. Tangan kanannya menutup mulut, seolah takut suara yang keluar nanti akan pecah. “Noah …” suaranya bergetar, nyaris tak terdengar. Noah menatapnya tanpa berkedip. Matanya penuh kepastian, penuh cinta, dan sedikit gugup yang jarang sekali terlihat pada pria seperti dirinya. “Aku tidak butuh jawaban sekarang kalau kau belum siap,” katanya pelan, suaranya rendah dan hangat. “Aku akan menunggu. Selama yang kau butuhkan. Tapi aku ingin kau tahu … aku sudah memilihmu sejak lama. Dan aku tidak akan berubah pikiran.” Zelda menggeleng pelan. Air matanya semakin deras, tapi senyum kecil mulai terbentuk di bibirnya—senyum yang gemetar, tapi tulus. “Dasar … bodo
最後更新: 2026-02-23
Chapter: S2-171. Lamaran.Zelda tercekat. Kedua matanya berair hingga air matanya terjatuh pelan setelah mendengar semua ungkapan yang Noelle lontarkan kepadanya. Sebuah pengakuan yang kini tak didasari oleh kebencian lagi. “Kau … benar-benar merestui hubungan Noah denganku?” tanyanya, masih tak menyangka. Noelle mendengus pelan. “Tentu saja! Kenapa kau terkejut begitu? Bukannya ini yang kalian tunggu-tunggu?” Noah menegang di sofa sebelum ia bangkit berdiri perlahan. Wajah pria itu masih terkejut sekaligus bangga pada adiknya. Noelle masih menatap Zelda lama, kali ini matanya berkaca-kaca tapi tidak lagi penuh rasa bersalah yang berat. Ada kelegaan di sana, seperti seseorang yang akhirnya melepaskan beban yang sudah bertahun-tahun ia pikul. Tanpa kata lagi, Noelle berjalan maju dan memeluk Zelda. Pelukan itu lembut, ragu di awal, tapi kemudian semakin erat. Noelle menempelkan pipinya di bahu Zelda, bahunya bergetar pelan. Zelda membeku sepersekian detik, lalu tangannya naik pelan, membalas peluka
最後更新: 2026-02-21
Chapter: S2-170. Pengakuan dan Restu Noelle Grimm.Zelda menatap Noah. Matanya berkaca-kaca, tapi ia mengangguk kecil. Noah tersenyum tipis ke ponsel. “Kami tunggu kau besok, Noelle. Pulanglah.” Telepon ditutup. Di meja makan itu, empat orang saling pandang. Ada air mata yang hampir jatuh, ada senyum yang mulai terbentuk, ada harapan yang pelan-pelan tumbuh kembali. Zelda akhirnya membuka suara, dengan nada penuh haru. "Akhirnya, keluargamu kembali utuh, Noah.” Noah tak menjawab. Tangannya meraih tangan Zelda disampingnya, dan menggenggamnya lebih erat. Gestur kecil itu lebih penuh arti daripada hanya sekadar kata-kata malam itu. *** Pagi di akhir pekan yang cerah, namun udara di depan gerbang rumah tahanan masih terasa dingin. Michael Grimm berdiri paling depan, tangan di saku jas hitamnya. Di sampingnya, Noah berdiri tegak, wajahnya tenang seperti biasa, tapi jemarinya sesekali mengepal pelan—tanda kecil bahwa ia juga gugup. Zelda berdiri di sebelah Noah, tangannya menggenggam lengan pria itu erat. Zara berdiri p
最後更新: 2026-02-21
Chapter: S2-169. Penyerahan Kuasa kepada Zara.Ruangan menjadi sunyi sejenak.Zara tidak langsung bereaksi. Matanya hanya sedikit melebar, lalu menyipit, seolah sedang mencerna setiap kata.“Kau yakin?” tanyanya akhirnya, kini nada pribadi mulai menyelinap. “Ini bukan keputusan kecil, Noah.”“Aku yakin,” jawab Noah tegas. “Aku sudah bicara dengan Ayah. Beliau setuju. Yayasan ini butuh pemimpin yang stabil, yang paham dunia akademik dari dalam, dan yang tidak terikat pada konflik keluarga seperti aku.”Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan suara lebih rendah.“Dan aku ingin punya waktu lebih banyak untuk Zelda. Untuk kami. Tanpa bayangan jabatan ini yang selalu membuat kami harus berhati-hati. Bahkan, Ayahku ingin aku pegang kendali Grimm’s Corporation segera.”Zara menatap Noah lama. Ada banyak hal yang melintas di matanya. Kejutan, pertimbangan, dan akhirnya … pengertian.“Kau sudah bicara dengan Zelda tentang ini?” tanyanya.“Belum,” akui Noah. “Aku ingin bicara denganmu dulu. Karena ini juga menyangkut posisimu sebagai d
最後更新: 2026-02-20
Chapter: S2-168. Malam yang Melepaskan (+21)Zelda menatap layar ponselnya lama sekali setelah membaca pesan Ariana. Layarnya sudah redup, tapi kalimat pendek itu masih terbayang jelas di benaknya. “Maaf. Aku salah. Semoga kau bahagia.” Jemarinya berhenti di atas keyboard. Ada banyak hal yang ingin ia ketik. Marah, kecewa, bahkan pertanyaan “kenapa kau lakukan itu?” Tapi semuanya terasa terlalu berat malam ini. Akhirnya ia mengetik pelan, huruf demi huruf. “Aku sudah memaafkanmu lebih dulu.” Ia berhenti. Jarinya ragu di atas layar. Lalu melanjutkan. “Setidaknya kau sudah berbuat baik padaku. Terima kasih. Aku harap kau baik-baik saja di sana.” Zelda menarik napas dalam, lalu menekan kirim. Pesan terkirim. Ia meletakkan ponsel di meja, lalu bersandar kembali ke dada Noah. Dadanya terasa sedikit lebih ringan sekarang. Noah yang sejak tadi diam memperhatikannya tanpa mengganggu, akhirnya mengangkat dagu Zelda dengan lembut menggunakan dua jari. Matanya menatap dalam, penuh cinta dan kesabaran. “Aku menging
最後更新: 2026-02-20
Dimanja Tuan Mafia: Dia Memberiku Segalanya!
MafiaPengkhianatanTawananPOV 3Dark RomanceDewasaPosesifPria Dingin
"Kamu milikku, Vanya, ha-hanya kamu yang bisa buat aku seperti ini, aahh!"
Demi melunasi hutang dan nyawanya, Vanya dijual tunangannya kepada Jay, seorang bos mafia yang dingin. Tanpa Vanya sadari pula, tubuhnya memancarkan feromon alami yang langka. Di tengah gairah yang membara, feromon alami Vanya bekerja secara ajaib. Untuk pertama kalinya dalam hidup, Jay mencapai klimaks yang intens dan hampir mustahil—sensasi yang selama ini hanya ia anggap mitos.
Vanya kini menjadi satu-satunya kelemahan Jay, yang harus dimiliki dan dilindungi sepenuhnya dari dunia mafia gelap yang terus mengancamnya.
(+21)
閱讀
Chapter: CHAPTER 93.Vanya beserta Ibu dan adiknya berjalan mengitari setiap lantai di mal besar. Ia tanpa ragu membayar setiap belanjaan pakaian yang menurutnya menarik perhatiannya demi menghibur dirinya sendiri tanpa melihat harga. Semua itu berkat kartu kredit milik Jay yang masih ada di tangannya. Meski begitu, setiap gesekan kartu itu mengingatkannya—bahwa bahkan kebebasan kecil ini pun masih berasal dari pria yang mengikatnya. Perasaan yang sejak tadi berkecamuk akhirnya mereda perlahan, karena perhatiannya teralihkan pada aktivitas yang selama ini sangat jarang untuk dilakukan selama masih di bangku kuliah. Bahkan, selama ia masih bersama Jordan, ia hanya pergi kencan beberapa kali dalam sebulan. Di salah satu toko pakaian, ada sebuah gaun menarik perhatiannya hingga Vanya melirik sekilas. Gaun itu berwarna pastel lembut dengan desain sederhana, dihiasi detail brokat berlipat yang memberi kesan anggun tanpa berlebihan. Kontras dengan gaun-gaun yang selama ini memenuhi lemarinya di mansion Jay—
最後更新: 2026-04-10
Chapter: CHAPTER 92.Vanya membeku saat ia membaca isi pesan singkat suaminya. Tanpa sadar, tangannya yang menggenggam ponselnya mengerat hingga buku-buku jari memutih. Campuran kesal sekaligus muak mengendap di dadanya. Betapa tidak, pria itu masih saja mengontrolnya dari jarak jauh meski keberadaannya sudah tidak ada. Tapi bayang-bayang pria dingin yang tak tahu cara bagaimana berekspresi masih hadir di kepalanya. “Sialan,” gumam Vanya mengumpat pelan. Varsha yang duduk di tengah di antara dirinya dan ibunya langsung menoleh cepat, sebelum menutup kedua telinganya dengan tangan kecilnya. Suaranya terdengar pelan, namun sarat protes dan kekesalan yang begitu jelas. “Kak, ngomongnya jangan kasar.” Vanya tersentak dan menoleh cepat pada adiknya sebelum akhirnya ia merengkuh tubuh kecilnya dan mencium puncak kepalanya. Tangan satunya memasukkan ponselnya ke dalam tas kecilnya. “Maafin Kakak ya. Kakak nggak sengaja ngomong kasar.” Varsha hanya mengerucut bibirnya dan menjawab. “Nanti beliin aku es kri
最後更新: 2026-04-09
Chapter: CHAPTER 91.Violet menatap putrinya lama sekali sebelum ia tersenyum kecil sambil mengangguk pelan. “Baik. Ibu ikut.” Varsha bertepuk tangan kecil. “Jalan-jalan! Aku mau beli es krim!” Vanya tertawa kecil dan memeluk adiknya lagi. “Kalau begitu, aku pakai baju dulu.” Violet mengangguk. “Ibu akan siap-siap bareng Varsha.” Vanya berbalik menuju kamar utama dengan langkah cepat. Di dalam kamar, ia membuka lemari besar dan memilih dress sederhana berwarna krem panjang selutut, cardigan tipis, dan flat shoes yang nyaman. Rambutnya ia keringkan cepat dan diikat ponytail tinggi. Sebelum keluar, ia menatap cermin sekali lagi. Ia memandang wajahnya dengan tajam dan penuh keyakinan. Dibenaknya ia terus meyakinkan diri sendiri, bahwa ia bisa hidup tanpa suaminya yang selalu mengatur hidupnya. Lantas Vanya mengambil tas kecil dan memasukkan Black Card ke dalamnya, lalu keluar kamar. Di koridor, ia bertemu Violet dan Varsha yang sudah siap. Varsha memegang tangan ibunya dengan wajah yang cerah. “Kak
最後更新: 2026-04-09
Chapter: CHAPTER 90.Jay menatap telapak tangan itu lama sekali. Rahangnya mengeras tipis, matanya menyipit.“Kamu mau kemana memang?” tanyanya rendah, nada suaranya datar tapi ada tekanan halus di dalamnya.Vanya mengangkat dagu sedikit. Matanya tidak berkedip.“Kamu nggak perlu tahu.”Kata-kata itu keluar pelan, tapi menusuk. Sebuah cerminan yang nyaris sempurna dari apa yang selama ini selalu Jay ucapkan setiap kali Vanya mencoba menyinggung soal ‘urusan kerjaan’-nya.Jay terdiam. Matanya semakin gelap.“Vanya.”Vanya melipat tangan di dada, bibirnya mengerucut tipis. “Kenapa? Mau marah?”Jay tidak menjawab langsung. Ia hanya menatap Vanya dengan tatapan yang sulit dibaca—campuran antara dingin, lelah, dan sesuatu yang lebih dalam yang jarang ia tunjukkan.Vanya melanjutkan, suaranya lebih tajam tapi tetap terkendali.“Itu yang selalu kamu bilang tiap aku tanya. ‘Nggak usah tahu detailnya sekarang’. ‘Ini urusan
最後更新: 2026-02-26
Chapter: CHAPTER 89.Mata Violet sedikit melebar dan mengangguk cepat. “Ibu ikut.” Varsha memeluk ibunya erat. “Aku juga mau ikut cari Kak Vanya.” Jay tidak melarang. Ia berjalan lebih cepat, langkahnya tetap tenang tapi ada urgensi yang tidak bisa disembunyikan lagi. Mereka bertiga sampai di pintu ruang membaca. Lampu di dalam redup, hanya menyala dari lampu baca kecil di sudut. Jay mendorong pintu pelan. Dan benar, Vanya ada di sana. Ia meringkuk di sofa panjang berwarna krem, selimut tipis menutupi tubuhnya hingga bahu. Rambutnya tergerai di bantal, tangannya memeluk buku tebal yang terbuka di pangkuannya. Matanya tertutup rapat, napasnya teratur—tertidur lelap. Di depannya ada nampan kosong: sisa muffin cokelat dan stroberi yang sudah dimakan separuh, segelas susu hangat yang tinggal setengah. Violet menutup mulutnya dengan tangan. “Ternyata Vanya disini.” Varsha langsung berlari kecil dan memeluk kaki Vanya sambil berbisik, “Kak Vanya .…” Jay berdiri di ambang pintu, tidak berge
最後更新: 2026-02-25
Chapter: CHAPTER 88.Malam sudah larut di kediaman utama Silvia Russell. Ruang kerja pribadinya terasa lebih dingin dari biasanya, hanya diterangi lampu meja kuning redup. Silvia duduk tegak di kursi kulit hitam besar, jari-jarinya bertaut di atas meja. Di depannya, layar monitor besar menampilkan panggilan video dari tim yang baru kembali dari misi pulau pribadi Jay. Wajah mereka pucat, keringat masih menempel di dahi meski sudah berada di daratan. Bianca Moretti berdiri di samping meja, tangan disilangkan di dada. Matanya dingin, tapi ada kilatan amarah yang tersembunyi. Pria di layar, komandan tim menelan ludah sebelum bicara. “Nyonya Silvia, kami gagal total menyusup ke pulau. Perimeter dijaga sistem otomatis tingkat tinggi: pelat baja anti-peluru di semua jendela, drone patroli 24 jam, sensor gerak di seluruh garis pantai, jammer sinyal yang memblokir hampir semua komunikasi.” Napas pria itu sedikit tercekat. “Dari satelit sipil, pulau itu bahkan tidak terdeteksi sebagai wilayah berpengh
最後更新: 2026-02-25