Chapter: Chapter 155.Hening menyelimuti udara di kabin mobil membuat Yuna semakin gugup. Kai mengambil minumnya lebih dulu sebelum menjawab dengan tenang. “Saya bawa kamu keluar.” “Terus?” “Keluarga Mahesa panik.” Yuna memejamkan mata frustrasi kecil. Ya Tuhan …. Yuna bahkan tidak berani membayangkan sekacau apa suasana tadi setelah dirinya pingsan. “Kemudian Ibunya Darren meminta maaf karena memaksamu datang saat kondisi kamu sakit.” Kai berhenti sebentar. “Dan acara ulang tahun dilanjutkan setelah kita pergi.” Yuna perlahan membuka mata lagi. “Cuma itu?” Kai menatapnya lurus beberapa detik. “Sebelum kamu pingsan, Ayah Darren hampir menyebut nama kamu di depan semua tamu. Makanya saya suruh kamu berdiri.” Yuna membeku. Beberapa potongan kejadian langsung tersusun di kepalanya sekarang. Tatapan Kai yang mendadak berubah serius. Nada suaranya yang tegas. Perintahnya agar Yuna berdiri saat itu juga. Dan beberapa detik setelahnya … dirinya benar-benar tumbang. Jantung Yuna langsu
Last Updated: 2026-05-14
Chapter: Chapter 154.Kesadaran Yuna perlahan kembali bersama suara samar hujan rintik yang mengetuk kaca mobil. Kelopak matanya terasa berat saat ia membuka mata perlahan. Pandangannya masih sedikit buram beberapa detik sebelum akhirnya fokus pada interior mobil sport hitam yang terasa begitu familiar. Kini, ia berada di mobil Kai. Yuna mengernyit kecil sambil memegang kepalanya yang masih berdenyut samar. Tubuhnya terasa ringan seperti habis kehilangan tenaga terlalu banyak. Dan yang pertama kali kembali ke ingatannya justru bukan suara musik pesta. Melainkan suara Dustin Mahesa di atas panggung: “… akhirnya membawa calon tunangannya sendiri.” Jantung Yuna langsung mencelos. Ia refleks duduk lebih tegak sambil napasnya berubah cepat. Bayangan lampu pesta, para tamu, tatapan keluarga Mahesa, lalu tubuhnya yang mendadak limbung langsung memenuhi kepalanya sekaligus. Sial. Apa Dustin sempat menyebut namanya?! Yuna buru-buru menoleh ke samping, namun kursi pengemudi kosong. “Kai …?” panggi
Last Updated: 2026-05-14
Chapter: Chapter 153.Suasana meja makan kini terasa canggung setelah ucapan Dwina barusan. Perkataan Ibu Darren yang awalnya terdengar seperti candaan ringan itu justru meninggalkan keheningan aneh di antara mereka sekarang. Yuna langsung merasa tenggorokannya mengering. Dadanya sesak bukan hanya karena gugup, tapi karena untuk pertama kalinya ia benar-benar merasa semua kebohongan ini mulai saling bertabrakan di depan matanya sendiri. Di satu sisi, Darren yang menyeretnya masuk ke dalam sandiwara pertunangan palsu demi menghindari perjodohan. Tapi, Kai justru duduk terlalu dekat dengannya sekarang, sampai bahkan orang lain mulai menangkap sesuatu yang seharusnya tidak terlihat. Dan yang paling membuat Yuna takut, perlahan ia mulai tidak tahu harus berdiri di sisi siapa sejak semuanya berubah kacau. Terlebih sekarang, Darren sendiri mulai terlihat kehilangan kendali atas kebohongan yang dulu ia ciptakan sendiri. Yuna masih belum berani mengangkat wajah sepenuhnya. Jantungnya berdegup kacau, sementara
Last Updated: 2026-05-14
Chapter: Chapter 152.Jantung Yuna langsung terasa berhenti berdetak beberapa detik setelah mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Dustin. Sial. Sejak Kai Verazo muncul di acara ini, perasaan Yuna tidak pernah benar-benar tenang. Sepanjang waktu, ia terus diliputi gugup dan ketakutan kalau pria itu sewaktu-waktu akan membuat situasi di pesta ulang tahun adi Darren berubah kacau. Sekarang, tatapan semua orang perlahan mengarah pada Kai. Bahkan Darren ikut menegang di sambil menatap pria itu waspada. Namun berbeda dari yang Yuna takutkan, Kai justru terlihat sangat santai. Pria itu berdiri tenang di samping kursi Yuna dengan satu tangan masih berada di sandaran kursi tersebut sebelum akhirnya menjawab rendah dan formal. “Saya tahu. Tapi saya memang sudah terbiasa bergerak lebih sigap untuk mempersilakan seorang wanita duduk lebih dulu.” Ucapan Kai begitu datar, elegan, bahkan terdengar sangat masuk akal, membuat Yuna langsung menghembuskan napas lega kecil dalam hati. Untungnya Kai tid
Last Updated: 2026-05-13
Chapter: Chapter 151.Alya masih berdiri diam di depan mansion keluarga Mahesa bahkan setelah taksi online yang mengantarnya perlahan pergi meninggalkan gerbang utama. Yuna melihat tangan gadis itu menggenggam gift bag kecil lebih erat. Mata Alya bergerak perlahan ke Darren, Kai, lalu berhenti pada Yuna lagi.Suasana di depan mansion seketika berubah sunyi dan canggung, hingga Yuna bisa mendengar jantungnya sendiri berdetak kacau.Sial! Kalau dibiarkan beberapa detik lagi, semuanya bakal makin aneh.Yuna lantas buru-buru menjauh sedikit dari posisi Kai dan Darren sebelum berjalan cepat menghampiri Alya dengan senyum gugup yang dipaksakan.“Alya, kamu baru datang?” sapanya cepat.Alya masih terlihat bingung. Tatapannya sempat melirik Kai sepersekian detik sebelum kembali ke Yuna lagi.“Kak Yuna …” ucap Alya pelan. “Kakak beneran datang? Bukannya tadi Kakak bilang lagi nggak enak badan?”Yuna langsung mengangguk cepat.“Iya,
Last Updated: 2026-05-12
Chapter: Chapter 150.Darren masih berdiri membeku di depan pintu utama mansion keluarganya. Tatapannya belum lepas dari Kai Verazo yang kini berdiri di samping Yuna dengan tenang seolah kehadirannya di sana adalah sesuatu yang wajar. Udara malam itu langsung berubah aneh. Lampu taman yang hangat, suara musik pelan dari dalam mansion, serta para tamu yang lalu-lalang mendadak terasa jauh lebih menyesakkan bagi Yuna. Ya Tuhan …. Yuna bahkan sudah tidak sanggup lagi memikirkan seberapa jauh alur cerita novel ini mulai melenceng dari yang ia kenal. Seharusnya sejak awal, ia memang tidak berada di acara ulang tahun adik Darren malam ini! Namun semuanya terlanjur kacau karena Darren dan Dwina terus memaksanya hadir di tengah keluarga mereka—sebagai perempuan yang dianggap sedang memiliki hubungan spesial dengan Darren di mata kedua orang tuanya. Yuna bahkan bisa melihat jelas bagaimana Darren sedang berusaha mencerna semuanya—kenapa Kai datang bersama Yuna? Dan sejak kapan mereka sedekat itu? Sementara Ka
Last Updated: 2026-05-12
Chapter: S2-173. Happy Ending. (+21)Suite honeymoon di lantai tertinggi hotel mewah Paris menyambut mereka dengan cahaya kota yang berkelip lembut melalui jendela kaca besar. Menara Eiffel terlihat jelas di kejauhan, menyala keemasan di malam musim semi. Zelda berdiri di depan jendela, gaun malam sutra putih tipis yang ia pakai setelah mandi menempel lembut di kulitnya. Rambutnya masih agak basah, jatuh di bahu. Noah mendekat dari belakang, tangannya melingkar di pinggang istrinya, dagunya bertumpu di bahu Zelda. “Kau cantik sekali malam ini, istriku,” bisiknya di telinga Zelda, suaranya sudah rendah dan berat. Zelda tersenyum malu, pipinya memerah. “Kau juga tampan, suamiku.” Noah membalik tubuh Zelda perlahan hingga mereka berhadapan. Matanya gelap penuh hasrat yang sudah lama ditahan. Ia menunduk, mencium bibir istrinya dengan lembut di awal, lalu semakin dalam, lidahnya menyusup pelan, mengeksplorasi dengan penuh penyembahan. “Hmm …,” desah Zelda kecil di bibirnya, tangannya naik ke dada Noah, merasakan otot y
Last Updated: 2026-02-23
Chapter: S2-172. Pernikahan dan Janji Selamanya.Zelda berdiri membeku di balkon penthouse, angin malam menyapu rambutnya dengan lembut. Noah masih berlutut di hadapannya, kotak cincin terbuka di tangannya, cincin sederhana dengan berlian kecil itu berkilau pelan di bawah lampu temaram. Mata Zelda berkaca-kaca. Air matanya jatuh tanpa suara, satu per satu, membasahi pipinya. Tangan kanannya menutup mulut, seolah takut suara yang keluar nanti akan pecah. “Noah …” suaranya bergetar, nyaris tak terdengar. Noah menatapnya tanpa berkedip. Matanya penuh kepastian, penuh cinta, dan sedikit gugup yang jarang sekali terlihat pada pria seperti dirinya. “Aku tidak butuh jawaban sekarang kalau kau belum siap,” katanya pelan, suaranya rendah dan hangat. “Aku akan menunggu. Selama yang kau butuhkan. Tapi aku ingin kau tahu … aku sudah memilihmu sejak lama. Dan aku tidak akan berubah pikiran.” Zelda menggeleng pelan. Air matanya semakin deras, tapi senyum kecil mulai terbentuk di bibirnya—senyum yang gemetar, tapi tulus. “Dasar … bodo
Last Updated: 2026-02-23
Chapter: S2-171. Lamaran.Zelda tercekat. Kedua matanya berair hingga air matanya terjatuh pelan setelah mendengar semua ungkapan yang Noelle lontarkan kepadanya. Sebuah pengakuan yang kini tak didasari oleh kebencian lagi. “Kau … benar-benar merestui hubungan Noah denganku?” tanyanya, masih tak menyangka. Noelle mendengus pelan. “Tentu saja! Kenapa kau terkejut begitu? Bukannya ini yang kalian tunggu-tunggu?” Noah menegang di sofa sebelum ia bangkit berdiri perlahan. Wajah pria itu masih terkejut sekaligus bangga pada adiknya. Noelle masih menatap Zelda lama, kali ini matanya berkaca-kaca tapi tidak lagi penuh rasa bersalah yang berat. Ada kelegaan di sana, seperti seseorang yang akhirnya melepaskan beban yang sudah bertahun-tahun ia pikul. Tanpa kata lagi, Noelle berjalan maju dan memeluk Zelda. Pelukan itu lembut, ragu di awal, tapi kemudian semakin erat. Noelle menempelkan pipinya di bahu Zelda, bahunya bergetar pelan. Zelda membeku sepersekian detik, lalu tangannya naik pelan, membalas peluka
Last Updated: 2026-02-21
Chapter: S2-170. Pengakuan dan Restu Noelle Grimm.Zelda menatap Noah. Matanya berkaca-kaca, tapi ia mengangguk kecil. Noah tersenyum tipis ke ponsel. “Kami tunggu kau besok, Noelle. Pulanglah.” Telepon ditutup. Di meja makan itu, empat orang saling pandang. Ada air mata yang hampir jatuh, ada senyum yang mulai terbentuk, ada harapan yang pelan-pelan tumbuh kembali. Zelda akhirnya membuka suara, dengan nada penuh haru. "Akhirnya, keluargamu kembali utuh, Noah.” Noah tak menjawab. Tangannya meraih tangan Zelda disampingnya, dan menggenggamnya lebih erat. Gestur kecil itu lebih penuh arti daripada hanya sekadar kata-kata malam itu. *** Pagi di akhir pekan yang cerah, namun udara di depan gerbang rumah tahanan masih terasa dingin. Michael Grimm berdiri paling depan, tangan di saku jas hitamnya. Di sampingnya, Noah berdiri tegak, wajahnya tenang seperti biasa, tapi jemarinya sesekali mengepal pelan—tanda kecil bahwa ia juga gugup. Zelda berdiri di sebelah Noah, tangannya menggenggam lengan pria itu erat. Zara berdiri p
Last Updated: 2026-02-21
Chapter: S2-169. Penyerahan Kuasa kepada Zara.Ruangan menjadi sunyi sejenak.Zara tidak langsung bereaksi. Matanya hanya sedikit melebar, lalu menyipit, seolah sedang mencerna setiap kata.“Kau yakin?” tanyanya akhirnya, kini nada pribadi mulai menyelinap. “Ini bukan keputusan kecil, Noah.”“Aku yakin,” jawab Noah tegas. “Aku sudah bicara dengan Ayah. Beliau setuju. Yayasan ini butuh pemimpin yang stabil, yang paham dunia akademik dari dalam, dan yang tidak terikat pada konflik keluarga seperti aku.”Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan suara lebih rendah.“Dan aku ingin punya waktu lebih banyak untuk Zelda. Untuk kami. Tanpa bayangan jabatan ini yang selalu membuat kami harus berhati-hati. Bahkan, Ayahku ingin aku pegang kendali Grimm’s Corporation segera.”Zara menatap Noah lama. Ada banyak hal yang melintas di matanya. Kejutan, pertimbangan, dan akhirnya … pengertian.“Kau sudah bicara dengan Zelda tentang ini?” tanyanya.“Belum,” akui Noah. “Aku ingin bicara denganmu dulu. Karena ini juga menyangkut posisimu sebagai d
Last Updated: 2026-02-20
Chapter: S2-168. Malam yang Melepaskan (+21)Zelda menatap layar ponselnya lama sekali setelah membaca pesan Ariana. Layarnya sudah redup, tapi kalimat pendek itu masih terbayang jelas di benaknya. “Maaf. Aku salah. Semoga kau bahagia.” Jemarinya berhenti di atas keyboard. Ada banyak hal yang ingin ia ketik. Marah, kecewa, bahkan pertanyaan “kenapa kau lakukan itu?” Tapi semuanya terasa terlalu berat malam ini. Akhirnya ia mengetik pelan, huruf demi huruf. “Aku sudah memaafkanmu lebih dulu.” Ia berhenti. Jarinya ragu di atas layar. Lalu melanjutkan. “Setidaknya kau sudah berbuat baik padaku. Terima kasih. Aku harap kau baik-baik saja di sana.” Zelda menarik napas dalam, lalu menekan kirim. Pesan terkirim. Ia meletakkan ponsel di meja, lalu bersandar kembali ke dada Noah. Dadanya terasa sedikit lebih ringan sekarang. Noah yang sejak tadi diam memperhatikannya tanpa mengganggu, akhirnya mengangkat dagu Zelda dengan lembut menggunakan dua jari. Matanya menatap dalam, penuh cinta dan kesabaran. “Aku menging
Last Updated: 2026-02-20
Chapter: CHAPTER 93.Vanya beserta Ibu dan adiknya berjalan mengitari setiap lantai di mal besar. Ia tanpa ragu membayar setiap belanjaan pakaian yang menurutnya menarik perhatiannya demi menghibur dirinya sendiri tanpa melihat harga. Semua itu berkat kartu kredit milik Jay yang masih ada di tangannya. Meski begitu, setiap gesekan kartu itu mengingatkannya—bahwa bahkan kebebasan kecil ini pun masih berasal dari pria yang mengikatnya. Perasaan yang sejak tadi berkecamuk akhirnya mereda perlahan, karena perhatiannya teralihkan pada aktivitas yang selama ini sangat jarang untuk dilakukan selama masih di bangku kuliah. Bahkan, selama ia masih bersama Jordan, ia hanya pergi kencan beberapa kali dalam sebulan. Di salah satu toko pakaian, ada sebuah gaun menarik perhatiannya hingga Vanya melirik sekilas. Gaun itu berwarna pastel lembut dengan desain sederhana, dihiasi detail brokat berlipat yang memberi kesan anggun tanpa berlebihan. Kontras dengan gaun-gaun yang selama ini memenuhi lemarinya di mansion Jay—
Last Updated: 2026-04-10
Chapter: CHAPTER 92.Vanya membeku saat ia membaca isi pesan singkat suaminya. Tanpa sadar, tangannya yang menggenggam ponselnya mengerat hingga buku-buku jari memutih. Campuran kesal sekaligus muak mengendap di dadanya. Betapa tidak, pria itu masih saja mengontrolnya dari jarak jauh meski keberadaannya sudah tidak ada. Tapi bayang-bayang pria dingin yang tak tahu cara bagaimana berekspresi masih hadir di kepalanya. “Sialan,” gumam Vanya mengumpat pelan. Varsha yang duduk di tengah di antara dirinya dan ibunya langsung menoleh cepat, sebelum menutup kedua telinganya dengan tangan kecilnya. Suaranya terdengar pelan, namun sarat protes dan kekesalan yang begitu jelas. “Kak, ngomongnya jangan kasar.” Vanya tersentak dan menoleh cepat pada adiknya sebelum akhirnya ia merengkuh tubuh kecilnya dan mencium puncak kepalanya. Tangan satunya memasukkan ponselnya ke dalam tas kecilnya. “Maafin Kakak ya. Kakak nggak sengaja ngomong kasar.” Varsha hanya mengerucut bibirnya dan menjawab. “Nanti beliin aku es kri
Last Updated: 2026-04-09
Chapter: CHAPTER 91.Violet menatap putrinya lama sekali sebelum ia tersenyum kecil sambil mengangguk pelan. “Baik. Ibu ikut.” Varsha bertepuk tangan kecil. “Jalan-jalan! Aku mau beli es krim!” Vanya tertawa kecil dan memeluk adiknya lagi. “Kalau begitu, aku pakai baju dulu.” Violet mengangguk. “Ibu akan siap-siap bareng Varsha.” Vanya berbalik menuju kamar utama dengan langkah cepat. Di dalam kamar, ia membuka lemari besar dan memilih dress sederhana berwarna krem panjang selutut, cardigan tipis, dan flat shoes yang nyaman. Rambutnya ia keringkan cepat dan diikat ponytail tinggi. Sebelum keluar, ia menatap cermin sekali lagi. Ia memandang wajahnya dengan tajam dan penuh keyakinan. Dibenaknya ia terus meyakinkan diri sendiri, bahwa ia bisa hidup tanpa suaminya yang selalu mengatur hidupnya. Lantas Vanya mengambil tas kecil dan memasukkan Black Card ke dalamnya, lalu keluar kamar. Di koridor, ia bertemu Violet dan Varsha yang sudah siap. Varsha memegang tangan ibunya dengan wajah yang cerah. “Kak
Last Updated: 2026-04-09
Chapter: CHAPTER 90.Jay menatap telapak tangan itu lama sekali. Rahangnya mengeras tipis, matanya menyipit.“Kamu mau kemana memang?” tanyanya rendah, nada suaranya datar tapi ada tekanan halus di dalamnya.Vanya mengangkat dagu sedikit. Matanya tidak berkedip.“Kamu nggak perlu tahu.”Kata-kata itu keluar pelan, tapi menusuk. Sebuah cerminan yang nyaris sempurna dari apa yang selama ini selalu Jay ucapkan setiap kali Vanya mencoba menyinggung soal ‘urusan kerjaan’-nya.Jay terdiam. Matanya semakin gelap.“Vanya.”Vanya melipat tangan di dada, bibirnya mengerucut tipis. “Kenapa? Mau marah?”Jay tidak menjawab langsung. Ia hanya menatap Vanya dengan tatapan yang sulit dibaca—campuran antara dingin, lelah, dan sesuatu yang lebih dalam yang jarang ia tunjukkan.Vanya melanjutkan, suaranya lebih tajam tapi tetap terkendali.“Itu yang selalu kamu bilang tiap aku tanya. ‘Nggak usah tahu detailnya sekarang’. ‘Ini urusan
Last Updated: 2026-02-26
Chapter: CHAPTER 89.Mata Violet sedikit melebar dan mengangguk cepat. “Ibu ikut.” Varsha memeluk ibunya erat. “Aku juga mau ikut cari Kak Vanya.” Jay tidak melarang. Ia berjalan lebih cepat, langkahnya tetap tenang tapi ada urgensi yang tidak bisa disembunyikan lagi. Mereka bertiga sampai di pintu ruang membaca. Lampu di dalam redup, hanya menyala dari lampu baca kecil di sudut. Jay mendorong pintu pelan. Dan benar, Vanya ada di sana. Ia meringkuk di sofa panjang berwarna krem, selimut tipis menutupi tubuhnya hingga bahu. Rambutnya tergerai di bantal, tangannya memeluk buku tebal yang terbuka di pangkuannya. Matanya tertutup rapat, napasnya teratur—tertidur lelap. Di depannya ada nampan kosong: sisa muffin cokelat dan stroberi yang sudah dimakan separuh, segelas susu hangat yang tinggal setengah. Violet menutup mulutnya dengan tangan. “Ternyata Vanya disini.” Varsha langsung berlari kecil dan memeluk kaki Vanya sambil berbisik, “Kak Vanya .…” Jay berdiri di ambang pintu, tidak berge
Last Updated: 2026-02-25
Chapter: CHAPTER 88.Malam sudah larut di kediaman utama Silvia Russell. Ruang kerja pribadinya terasa lebih dingin dari biasanya, hanya diterangi lampu meja kuning redup. Silvia duduk tegak di kursi kulit hitam besar, jari-jarinya bertaut di atas meja. Di depannya, layar monitor besar menampilkan panggilan video dari tim yang baru kembali dari misi pulau pribadi Jay. Wajah mereka pucat, keringat masih menempel di dahi meski sudah berada di daratan. Bianca Moretti berdiri di samping meja, tangan disilangkan di dada. Matanya dingin, tapi ada kilatan amarah yang tersembunyi. Pria di layar, komandan tim menelan ludah sebelum bicara. “Nyonya Silvia, kami gagal total menyusup ke pulau. Perimeter dijaga sistem otomatis tingkat tinggi: pelat baja anti-peluru di semua jendela, drone patroli 24 jam, sensor gerak di seluruh garis pantai, jammer sinyal yang memblokir hampir semua komunikasi.” Napas pria itu sedikit tercekat. “Dari satelit sipil, pulau itu bahkan tidak terdeteksi sebagai wilayah berpengh
Last Updated: 2026-02-25