เข้าสู่ระบบAnastasya sedang berusaha menahan emosinya, merasa sangat kecewa kepada Samuel yang dengan mudahnya bersama Alesha. Saat ini, Alesha memiliki waktu dengan Samuel karena Anastasya mengizinkannya, tapi bukan untuk situasi seperti ini. Anastasya segera mengungkapkan keinginannya saat ia masih menikmati film bersama orang tua kandungnya, "Daddy, Mommy, Alesha ingin berfoto bersama kalian," kata Anastasya.
Christopher dan Gea saling bertukar tatapan, "Tentu saja, boleh, Alesha," jawab Christopher.Gea setuju mengabadikan momen itu, berharap mereka bisa terus memiliki waktu bersama. Namun, Anastasya punya rencana berbeda. Setelah mengambil foto bersamanya, Anastasya mengirimkannya kepada Alesha dengan pesan yang menyakitkan: Kesayangan orang tuamu telah berubah.Alesha melihat ponselnya bergetar saat mendapat pesan, sementara Samuel, yang kelelahan, tertidur dan tidak menyadarinya."Anastasya! Kamu mengundangku untuk berkonflik! Aku tidak akan diam sajDi dalam ruangan itu, Alesha tampak terbangun dengan rasa sakit, matanya terpejam dan tangan serta kakinya terikat."Di mana aku berada?"Alesha masih belum sepenuhnya menyadari bahwa ia sedang disekap dan dipaksa untuk menandatangani dokumen perceraian dari Samuel. Namun, ketika ia mulai merasakan bahwa tangannya tidak bergerak, ingatannya mulai kembali, ditambah lagi matanya yang tidak dapat melihat apa-apa di sekelilingnya."Samuel, tolong aku, kasih sayang, bebaskan aku dari orang-orang jahat ini, mereka ingin memaksaku berpisah darimu, aku ingin berbelanja, aku belum ingin mati sebelum melakukan segala hal yang aku sukai," Alesha mengeluarkan kata-kata yang masih bisa diucapkannya.Len Artama memang meminta agar mereka tidak menutup mulut Alesha, karena ia ingin mendengar apa yang Alesha katakan dalam situasi seperti itu.Anak buah Len Artama kembali memukul wajah Alesha dengan sangat keras, "Aduuuh!" teriak Alesha.Alesha b
Pintu rumah perlahan terbuka, Anastasya melangkah masuk bersama seorang pelayan di kediaman Hans dan Christina. Rumah itu tetap saja terasa hening meskipun ada penghuninya, seolah mencerminkan kekosongan yang lebih dalam.Namun, tepat ketika Anastasya hendak melangkah lebih jauh, sebuah tangan tiba-tiba menahan pergerakannya. "An, pulanglah," suara itu terdengar pelan, penuh harap.Anastasya menoleh ke belakang, "Samuel, kenapa aku harus pulang?" tanyanya tanpa basa-basi.Samuel terdiam, menatap langsung ke mata Anastasya yang tak lagi mampu menyembunyikan rasa kecewanya, "Ada apa?" tanyanya dengan ragu.Anastasya menghela nafas panjang, membiarkan emosi yang ia tahan selama ini akhirnya tumpah, "Aku terluka, kamu terus menyebut nama Alesha, sementara aku di sini hidup di sisimu sebagai istrimu, aku adalah Anastasya, bukan Alesha, tapi kamu menyebut namanya seolah aku ini tidak pernah ada," ucapnya lirih.Kata-kata itu bagai belati yang m
"Ini juga pilihanmu," ujarnya dengan cepat menjawab Anastasya yang memberikan komentar tentang pakaiannya.Anastasya mengatur sedikit dasi suaminya yang tampak agak miring, sementara Len Artama hanya menggeleng melihat pasangan yang ia pilih kini tampak sangat senang. "Samuel, kamu pasti sadar bahwa Anastasya mampu membuatmu seperti ini. Kamu terlihat terurus, hidupmu berjalan baik karena adanya Anastasya, bukan Alesha," pikirnya dalam hati.Sementara Len Artama hanya menyaksikan, Anastasya sudah melepaskan dasi yang sebelumnya dirapihkan nya."Sudah rapi, kamu mau sarapan atau langsung ke ruang kerjamu, Samuel?*Samuel melirik ke arah Len Artama yang berdiri seperti pengawal untuk Anastasya. "Mungkin aku ingin berbincang dengan Papa dulu, apakah kamu sudah siap, An?" tanyanya sembari memperhatikan penampilan Anastasya."Sedikit lagi, kamu dan Papa bisa pergi ke tempat lain, aku perlu fokus mendandani diriku sendiri," jawab Anastasya yang
Saat pagi menyapa dan Anastasya membuka pintu kamar, ia mendapati Samuel sudah berdiri di sana menunggunya. Tanpa bertele-tele, Samuel berkata, "Anastasya, ikut denganku sekarang."Dengan bingung, Anastasya bertanya, "Samuel, ada apa? Bukannya kamu harus bekerja hari ini?"Namun ia sebenarnya sudah tahu bahwa rencana yang dimulai semalam mulai berjalan, hanya menunggu momen yang tepat.Samuel menjelaskan, "Hari ini aku bekerja dari rumah, aku baru saja diberi tahu bahwa wartawan akan meliput kehidupan keluarga kita, Mommy, Daddy, Mama, dan Papa juga sudah aku hubungi."Meskipun sudah menduga sebelumnya, Anastasya tetap berusaha terlihat tenang. "Acara apa sampai mereka semua datang ke sini?" tanyanya."Mungkin hanya liputan mengenai keluarga pemilik perusahaan," jawab Samuel, "Tapi aku tidak ingin terlihat palsu, mereka juga tidak boleh tahu bahwa kamu sebenarnya istri kedua, bukan Alesha, kamu harus kembali berperan sebagai Alesha lagi."
"Samuel! Hentikan menyalahkan ku terus-menerus!" teriak Alesha dengan semakin berani.Samuel merasa jengah mendengar Alesha yang tidak menunjukkan rasa bersalah, "Cukup, Alesha, Anastasya sudah memutuskan untuk mengakhiri semuanya, jadi aku harap ini benar-benar selesai, jangan bicarakan lagi," ucap Samuel yang ingin segera pergi dari Alesha pada saat itu.Alesha menggenggam tangan suaminya, berusaha agar tidak ditinggal sendirian di kamar, "Baiklah, aku tidak akan membahasnya, tapi jangan tinggalkan aku di sini, kamu harus tidur bersamaku, jangan sekali-kali tidur dengan Anastasya," tegas Alesha.Samuel mendengus keras, "Kamu istirahatlah dulu, aku butuh keluar untuk menyegarkan pikiran, emosiku masih tinggi, kamu tenangkan dirimu di sini, nanti aku akan kembali," jawab Samuel sambil melepaskan genggaman Alesha.Alesha ditinggal sendirian, sementara Samuel keluar rumah, ia berjalan menuju mobilnya dan menemukan Anastasya di dalam mobil, karena ke
Anastasya sedang berusaha menahan emosinya, merasa sangat kecewa kepada Samuel yang dengan mudahnya bersama Alesha. Saat ini, Alesha memiliki waktu dengan Samuel karena Anastasya mengizinkannya, tapi bukan untuk situasi seperti ini. Anastasya segera mengungkapkan keinginannya saat ia masih menikmati film bersama orang tua kandungnya, "Daddy, Mommy, Alesha ingin berfoto bersama kalian," kata Anastasya.Christopher dan Gea saling bertukar tatapan, "Tentu saja, boleh, Alesha," jawab Christopher.Gea setuju mengabadikan momen itu, berharap mereka bisa terus memiliki waktu bersama. Namun, Anastasya punya rencana berbeda. Setelah mengambil foto bersamanya, Anastasya mengirimkannya kepada Alesha dengan pesan yang menyakitkan: Kesayangan orang tuamu telah berubah.Alesha melihat ponselnya bergetar saat mendapat pesan, sementara Samuel, yang kelelahan, tertidur dan tidak menyadarinya. "Anastasya! Kamu mengundangku untuk berkonflik! Aku tidak akan diam saj







