Beranda / Romansa / Om Bule Kekasihku / Hal-Hal Yang Disiapkan Dengan Tenang

Share

Hal-Hal Yang Disiapkan Dengan Tenang

Penulis: Sabrina dewi
last update Tanggal publikasi: 2026-02-22 21:52:31

Pagi itu, villa Blankenese terasa sedikit berbeda. Tidak lebih sunyi, tidak lebih ramai, hanya ada kesadaran baru yang menggantung di udara. Kesadaran bahwa sesuatu sedang dipersiapkan.

Nadia duduk di lantai kamar, dikelilingi oleh beberapa koper kecil yang belum terbuka. Ia belum benar-benar mengepak. Ia hanya ingin melihatnya ada di sana, sebagai pengingat bahwa keputusannya kini mulai mengambil bentuk.

Ia menarik napas panjang.

Persiapan ternyata bukan soal barang, melainkan soal keberani
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Om Bule Kekasihku   Kedatangan Dua Cahaya Kecil

    Rumah sakit yang semula terasa begitu menegangkan kini dipenuhi kesibukan para dokter dan perawat. Setelah Nadia dibawa ke ruang pemeriksaan, Daniel tidak meninggalkan sisinya sedikit pun. Sementara itu, di ruang tunggu, suasana masih diliputi kecemasan. Elena duduk di antara Lina dan Ayu. Tangannya terus menggenggam boneka kecil yang selalu ia bawa. "Papa dan mama akan baik-baik saja kan?" tanya Elena untuk kesekian kali. Lina mengusap rambutnya. "Tentu saja." Namun meskipun berkata demikian, Lina sendiri juga terlihat tegang karena anak semata wayangnya berjuang didalam sana. Di dalam ruang pemeriksaan, dokter kandungan Nadia sedang memeriksa hasil terbaru. Beberapa menit yang terasa sangat lama berlalu. Daniel berdiri di samping tempat tidur Nadia. Tangannya tidak pernah lepas dari tangan istrinya. "Bagaimana, dok?" tanya Daniel. "Kabar baik" kata dokter dengan tenang. Daniel dan Nadia langsung memperhatikan. "Kondisi ibu sangat baik." "Kedua bayi juga dalam kondis

  • Om Bule Kekasihku   Rencana Musim Panas

    Sore hari di villa Blankenese berlangsung hangat dan santai. Setelah melihat rumah yang akan menjadi hadiah pernikahan untuk Paul dan Ayu, Daniel dan Nadia kembali ke villa dengan perasaan puas. Sementara itu, Lina, Ayu dan Elena juga baru pulang dari berbelanja perlengkapan bayi. Ruang keluarga segera dipenuhi berbagai kantong belanja. Mainan bayi. Selimut bayi. Pakaian bayi. Dan tentu saja beberapa barang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan namun dibeli karena Elena menganggapnya lucu. "Itu salah Elena" kata Ayu sambil menunjuk boneka beruang besar. "Aku tidak memaksa" bela Elena. "Kamu memeluk boneka itu selama tiga puluh menit" kata Lina. "Itu strategi agar nenek Bali membelinya" jawab Elena dengan polos. Semua langsung tertawa. Malam itu mereka makan malam bersama di teras belakang. Udara musim panas terasa nyaman. Lampu-lampu taman menyala lembut. Suasana yang sempurna untuk berkumpul. Topik pembicaraan akhirnya beralih ke pernikahan Paul dan Ayu. "Jadi ka

  • Om Bule Kekasihku   Rumah Untuk Awal Yang Baru

    Pagi itu udara di Blankenese terasa segar. Matahari bersinar cerah, namun tidak terlalu terik. Hari yang sempurna untuk keluar rumah. Sejak sarapan, Daniel sudah terlihat menyimpan sesuatu. Sesuatu yang membuat Nadia curiga. "Kamu kenapa?" tanya Nadia sambil meminum jusnya. "Aku baik-baik saja" jawab Daniel terlalu cepat. Nadia langsung mengangkat alis. "Kalau kamu menjawab secepat itu, berarti ada sesuatu." Daniel tersenyum. Di seberang meja, Elena langsung ikut memperhatikan. "Papa mau kasih kejutan?" Daniel menatap putrinya. "Kamu semakin mirip mama Nadia." Elena terlihat bangga. "Itu sebuah pujian." Semua tertawa. Namun Daniel memang sedang menyembunyikan sesuatu. Setelah sarapan selesai, ia akhirnya berdiri. "Nadia, bersiaplah." Nadia mengerutkan kening. "Untuk?" "Kita keluar sebentar" ucap Daniel. "Ke galeri?" "Bukan" jawab Daniel. "Ke dokter?" tanya Nadia. "Bukan." "Baiklah aku menyerah" kata Nadia. Daniel akhirnya tersenyum. "Bagus." Sementara itu

  • Om Bule Kekasihku   Kejutan Untuk Calon Keluarga Baru

    Musim panas semakin mendekat. Hari-hari di villa Blankenese terasa hangat dan penuh kesibukan. Galeri Nadia telah resmi dibuka dan mendapat sambutan yang luar biasa. Rencana pernikahan Ayu dan Paul juga mulai dibahas dengan serius. Namun ada satu hal lain yang kini menyita perhatian seluruh penghuni villa. Kamar bayi kembar. Sejak dokter memperkirakan waktu kelahiran semakin dekat, Daniel berubah menjadi jauh lebih protektif dan jauh lebih sibuk. Bahkan Nadia sering menggodanya. "Aku rasa kamu lebih gugup daripada aku." Daniel yang sedang membaca katalog perlengkapan bayi hanya menjawab datar. "Aku memang lebih gugup." Nadia tertawa. Dan itu memang benar. Beberapa bulan lalu Daniel masih bisa mengendalikan semuanya dengan tenang. Sekarang? Ia bisa menghabiskan satu jam penuh hanya untuk membandingkan dua jenis tempat tidur bayi. Pagi itu, Nadia memasuki salah satu kamar yang berada di dekat kamar utama. Kamar itu sebelumnya adalah ruang kosong yang jarang digunakan. K

  • Om Bule Kekasihku   Pembukaan Galeri

    Hamburg menyambut awal musim panas dengan langit yang cerah. Sudah berbulan-bulan sejak Nadia menerima undangan residensi yang sempat membuat Daniel khawatir. Kini, bangunan yang dahulu hanya berupa sketsa di atas kertas akhirnya berdiri sempurna. Megah. Elegan Dan penuh makna. Hari itu adalah hari yang ditunggu-tunggu. Hari peresmian galeri milik Nadia. Sejak pagi, villa Blankenese sudah sangat sibuk. Camille berjalan ke sana kemari memastikan semuanya berjalan sesuai jadwal. Rudi dan Lina membantu mempersiapkan beberapa hal terakhir. Elena bahkan bangun lebih awal dari biasanya. "Aku tidak boleh terlambat hari ini" kata Elena sambil merapikan gaunnya sendiri. Ayu tertawa kecil. "Kamu seperti yang punya galeri." Elena mengangkat dagunya bangga. "Mama Nadia yang punya." Kalimat itu membuat Ayu tersenyum. Sejak kejadian di Italia dan semua yang Nadia lakukan untuknya. Membuat Elena sudah tidak pernah ragu lagi memanggil Nadia sebagai mama. Dan Nadia tidak pernah bosan

  • Om Bule Kekasihku   Sebuah Lamaran

    Waktu berlalu lebih cepat dari yang mereka sadari. Musim semi di Hamburg semakin hangat. Pepohonan di sekitar villa Blankenese mulai dipenuhi daun-daun hijau muda. Dan perlahan kehidupan semua orang juga bergerak maju. Sudah beberapa minggu berlalu sejak Paul secara terbuka menyatakan keseriusannya kepada Ayu. Tidak ada hubungan yang terburu-buru. Tidak ada janji manis yang berlebihan. Namun setiap hari, Paul membuktikan dirinya dengan tindakan. Ia mengantar Ayu saat diperlukan. Menghubunginya setiap hari. Menemani Ayu berjalan-jalan saat akhir pekan. Dan yang paling penting, ia berusaha mengenal keluarga yang kini dianggap Ayu sebagai keluarganya sendiri. Lina semakin menyukainya. Rudi beberapa kali mengajak Paul mengobrol panjang tentang pekerjaan, kehidupan dan masa depan. Bahkan Elena sudah terbiasa melihat Paul datang ke villa. Suatu sore Elena sedang menggambar di ruang keluarga. Paul baru saja datang membawa beberapa dokumen galeri. "Apa kamu akan sering ke sini nanti?"

  • Om Bule Kekasihku   Diantara Rencana Dan Ketentraman

    Pagi itu, Hamburg diselimuti kabut tipis. Sungai Elbe tampak seperti lukisan yang belum selesai terlihat seperti garis-garisnya lembut, warnanya samar. Nadia berdiri di balkon villa Blankenese, membiarkan udara dingin menyentuh kulit wajahnya. Daniel keluar membawa dua cangkir kopi. “Kabut memb

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Om Bule Kekasihku   Garis Yang Disepakati

    Keheningan kembali menyelimuti villa Blankenese setelah kepergian Elena. Namun kali ini, sunyi itu tidak kosong. Ia terasa seperti ruang yang sudah diisi, lalu dirapikan dengan hati-hati menyisakan jejak tawa kecil, seprai yang masih hangat, dan sebuah kepastian baru yang belum diberi nama. Nadia

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • Om Bule Kekasihku   Kamar Dengan Jendela Besar

    Hari kedatangan Elena disambut langit Hamburg yang cerah, jarang-jarang biru, seolah kota itu sendiri ikut bersiap. Daniel berdiri di aula kedatangan bandara, sesekali melirik jam tangannya. Nadia berdiri di sampingnya, mengenakan mantel krem sederhana, rambutnya diikat rendah. “Kamu gugup?” tanya

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • Om Bule Kekasihku   Kota Yang Menyambut Tanpa Pertanyaan

    London menyambut mereka dengan langit kelabu yang lembut, bukan dingin tapi lebih seperti selimut tipis yang menenangkan. Taksi melaju perlahan melewati deretan bangunan bata merah, taman-taman kecil, dan jalanan yang basah oleh hujan pagi. Nadia duduk di samping Daniel, jari-jarinya saling berta

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status