Home / Romansa / Om Bule Kekasihku / Hal-Hal Yang Disiapkan Dengan Tenang

Share

Hal-Hal Yang Disiapkan Dengan Tenang

Author: Sabrina dewi
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-22 21:52:31

Pagi itu, villa Blankenese terasa sedikit berbeda. Tidak lebih sunyi, tidak lebih ramai, hanya ada kesadaran baru yang menggantung di udara. Kesadaran bahwa sesuatu sedang dipersiapkan.

Nadia duduk di lantai kamar, dikelilingi oleh beberapa koper kecil yang belum terbuka. Ia belum benar-benar mengepak. Ia hanya ingin melihatnya ada di sana, sebagai pengingat bahwa keputusannya kini mulai mengambil bentuk.

Ia menarik napas panjang.

Persiapan ternyata bukan soal barang, melainkan soal keberani
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Om Bule Kekasihku   Rumah Untuk Awal Yang Baru

    Pagi itu udara di Blankenese terasa segar. Matahari bersinar cerah, namun tidak terlalu terik. Hari yang sempurna untuk keluar rumah. Sejak sarapan, Daniel sudah terlihat menyimpan sesuatu. Sesuatu yang membuat Nadia curiga. "Kamu kenapa?" tanya Nadia sambil meminum jusnya. "Aku baik-baik saja" jawab Daniel terlalu cepat. Nadia langsung mengangkat alis. "Kalau kamu menjawab secepat itu, berarti ada sesuatu." Daniel tersenyum. Di seberang meja, Elena langsung ikut memperhatikan. "Papa mau kasih kejutan?" Daniel menatap putrinya. "Kamu semakin mirip mama Nadia." Elena terlihat bangga. "Itu sebuah pujian." Semua tertawa. Namun Daniel memang sedang menyembunyikan sesuatu. Setelah sarapan selesai, ia akhirnya berdiri. "Nadia, bersiaplah." Nadia mengerutkan kening. "Untuk?" "Kita keluar sebentar" ucap Daniel. "Ke galeri?" "Bukan" jawab Daniel. "Ke dokter?" tanya Nadia. "Bukan." "Baiklah aku menyerah" kata Nadia. Daniel akhirnya tersenyum. "Bagus." Sementara itu

  • Om Bule Kekasihku   Kejutan Untuk Calon Keluarga Baru

    Musim panas semakin mendekat. Hari-hari di villa Blankenese terasa hangat dan penuh kesibukan. Galeri Nadia telah resmi dibuka dan mendapat sambutan yang luar biasa. Rencana pernikahan Ayu dan Paul juga mulai dibahas dengan serius. Namun ada satu hal lain yang kini menyita perhatian seluruh penghuni villa. Kamar bayi kembar. Sejak dokter memperkirakan waktu kelahiran semakin dekat, Daniel berubah menjadi jauh lebih protektif dan jauh lebih sibuk. Bahkan Nadia sering menggodanya. "Aku rasa kamu lebih gugup daripada aku." Daniel yang sedang membaca katalog perlengkapan bayi hanya menjawab datar. "Aku memang lebih gugup." Nadia tertawa. Dan itu memang benar. Beberapa bulan lalu Daniel masih bisa mengendalikan semuanya dengan tenang. Sekarang? Ia bisa menghabiskan satu jam penuh hanya untuk membandingkan dua jenis tempat tidur bayi. Pagi itu, Nadia memasuki salah satu kamar yang berada di dekat kamar utama. Kamar itu sebelumnya adalah ruang kosong yang jarang digunakan. K

  • Om Bule Kekasihku   Pembukaan Galeri

    Hamburg menyambut awal musim panas dengan langit yang cerah. Sudah berbulan-bulan sejak Nadia menerima undangan residensi yang sempat membuat Daniel khawatir. Kini, bangunan yang dahulu hanya berupa sketsa di atas kertas akhirnya berdiri sempurna. Megah. Elegan Dan penuh makna. Hari itu adalah hari yang ditunggu-tunggu. Hari peresmian galeri milik Nadia. Sejak pagi, villa Blankenese sudah sangat sibuk. Camille berjalan ke sana kemari memastikan semuanya berjalan sesuai jadwal. Rudi dan Lina membantu mempersiapkan beberapa hal terakhir. Elena bahkan bangun lebih awal dari biasanya. "Aku tidak boleh terlambat hari ini" kata Elena sambil merapikan gaunnya sendiri. Ayu tertawa kecil. "Kamu seperti yang punya galeri." Elena mengangkat dagunya bangga. "Mama Nadia yang punya." Kalimat itu membuat Ayu tersenyum. Sejak kejadian di Italia dan semua yang Nadia lakukan untuknya. Membuat Elena sudah tidak pernah ragu lagi memanggil Nadia sebagai mama. Dan Nadia tidak pernah bosan

  • Om Bule Kekasihku   Sebuah Lamaran

    Waktu berlalu lebih cepat dari yang mereka sadari. Musim semi di Hamburg semakin hangat. Pepohonan di sekitar villa Blankenese mulai dipenuhi daun-daun hijau muda. Dan perlahan kehidupan semua orang juga bergerak maju. Sudah beberapa minggu berlalu sejak Paul secara terbuka menyatakan keseriusannya kepada Ayu. Tidak ada hubungan yang terburu-buru. Tidak ada janji manis yang berlebihan. Namun setiap hari, Paul membuktikan dirinya dengan tindakan. Ia mengantar Ayu saat diperlukan. Menghubunginya setiap hari. Menemani Ayu berjalan-jalan saat akhir pekan. Dan yang paling penting, ia berusaha mengenal keluarga yang kini dianggap Ayu sebagai keluarganya sendiri. Lina semakin menyukainya. Rudi beberapa kali mengajak Paul mengobrol panjang tentang pekerjaan, kehidupan dan masa depan. Bahkan Elena sudah terbiasa melihat Paul datang ke villa. Suatu sore Elena sedang menggambar di ruang keluarga. Paul baru saja datang membawa beberapa dokumen galeri. "Apa kamu akan sering ke sini nanti?"

  • Om Bule Kekasihku   Peringatan Dari Daniel

    Sore itu villa Blankenese kembali dipenuhi aktivitas. Dokumen masih terbuka di meja. Beberapa sketsa galeri Nadia tersebar rapi. Dan suasana terasa produktif. Daniel sedang berdiri di ruang kerja, membaca laporan terbaru. Namun fokusnya tidak sepenuhnya di sana. Karena dari balik pintu, suara langkah kecil terdengar. “Papa” Daniel menoleh. “Elena” Elena masuk pelan. Menutup pintu di belakangnya dengan ekspresi serius. Daniel langsung mengerutkan kening. “Ada apa?” Elena mendekat. Lalu berkata pelan, “Aku mau cerita sesuatu ke papa” Daniel menatapnya. Memberi isyarat untuk lanjut. “Elena lihat Ayu pulang pagi,“ Daniel diam. Namun matanya berubah lebih tajam. “Dengan Paul” lanjut Elena. Daniel menghela napas pelan, tapi bukan marah. Namun jelas, ia mencatat itu. “Kamu yakin?” tanya Daniel. Elena mengangguk. “Iya.” Daniel menunduk sedikit dan berpikir. Lalu menatap Elena lagi. “Kamu tidak perlu khawatir.” Elena mengerutkan kening. “Tapi...” Daniel tersenyum

  • Om Bule Kekasihku   Dunia Yang Kembali Bergerak

    Hari itu berjalan lebih sibuk dari biasanya di villa Blankenese. Bukan karena masalah. Bukan karena ancaman. Tapi karenakehidupan mulai kembali bergerak. Sejak pagi ruang kerja Daniel sudah dipenuhi suara diskusi. Beberapa orang dari tim arsitek datang. Membawa maket kecil. Gambar desain. Dan rencana pembangunan galeri yang semakin nyata. Nadia duduk di sofa dengan posisi nyaman dan ia didampingi Camille. Ia memperhatikan dengan penuh minat. Matanya berbinar. Seolah setiap garis di atas kertas adalah bagian dari mimpinya yang perlahan menjadi nyata. “Di bagian ini kita gunakan kaca penuh,” jelas salah satu arsitek. “Cahaya alami akan masuk maksimal.” Nadia mengangguk pelan. “Bagus, aku suka” ucap Nadia. Daniel berdiri di sampingnya. Tidak terlalu ikut dalam detail teknis. Namun fokusnya tetap satu yaitu Nadia. “Capek?” tanya Daniel pelan. Nadia menggeleng. “Tidak.” Namun Daniel tetap memberi isyarat pada Camille. Camille langsung mengerti. “Madame, mungkin kita istirah

  • Om Bule Kekasihku   Orang-Orang Yang Datang Untuk Tinggal Sebentar

    Kedatangan Thomas dan Margaret kali ini tidak diumumkan jauh-jauh hari, mereka datang secara tiba-tiba seperti sebelumnya.. Daniel menerima pesan singkat dari ayahnya saat ia sedang di kantor: “Kami di Hamburg sore ini. Jangan kaget.” Daniel tersenyum kecil, senyum yang sudah lama tidak ia rasak

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • Om Bule Kekasihku   Ketika Pilihan Mulai Meminta Harga

    Hamburg pagi itu kelabu. Langit seperti menahan hujan, menggantungkan beban yang tidak jatuh, sama seperti perasaan Nadia ketika berdiri di dekat jendela apartemen. Kota ini indah, teratur, dan dingin namun ia mulai memahami bahwa ketenangan di Eropa sering kali menyimpan tekanan yang rapi dan tak

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • Om Bule Kekasihku   Percakapan Yang Tidak Pernah Selesai

    Cafe itu hampir kosong ketika Daniel tiba. Tempat yang dipilih Rebecca bukan kebetulan, tenang, rapi, dan netral. Tidak ada kenangan personal di sana. Tidak ada sudut hangat untuk bersembunyi. Hanya dua orang dewasa yang pernah berbagi masa lalu dan kini berdiri di dua titik yang berbeda. Rebecc

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • Om Bule Kekasihku   Malam Tanpa Jalan Mundur

    Malam turun perlahan di Hamburg, membawa dingin yang lebih sunyi dari biasanya. Apartemen itu hanya diterangi lampu meja. Nadia masih duduk di lantai, buku sketsanya terbuka, pensil tergeletak di sampingnya. Daniel berdiri di dekat jendela, menatap kanal yang hitam dan tenang. Tidak ada musik. Tid

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status