/ Romansa / Om Bule Kekasihku / Hari Yang Ingin Ditahan

공유

Hari Yang Ingin Ditahan

작가: Sabrina dewi
last update 게시일: 2026-02-23 18:27:23

Hari itu Hamburg diselimuti cahaya yang lembut, bukan terang yang menyilaukan, melainkan terang yang mengajak orang untuk berjalan pelan. Nadia terbangun dengan perasaan yang sulit ia beri nama, bukan sedih, bukan gelisah, melainkan kesadaran bahwa setiap detik hari ini ingin ia simpan secara utuh.

Daniel masih terlelap di sampingnya. Nadia memandang wajah itu lama, menghafal garis rahang, alis yang sedikit berkerut saat tidur, dan napas yang teratur. Ia menyentuh pipi Daniel dengan punggung j
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Om Bule Kekasihku   Dua Wajah Kecil Yang Sangat Familiar

    Dua hari setelah kelahiran bayi kembar, suasana di kamar VIP rumah sakit jauh lebih tenang. Kekhawatiran yang sempat menyelimuti semua orang kini telah berganti menjadi kebahagiaan. Nadia mulai pulih dengan baik. Kedua bayi juga menunjukkan perkembangan yang sangat bagus. Bahkan para dokter beberapa kali mengatakan bahwa kondisi mereka jauh lebih baik dari yang diperkirakan untuk bayi kembar yang lahir lebih awal. Pagi itu, seluruh keluarga kembali berkumpul di kamar. Kamar yang luas itu hampir terasa seperti ruang keluarga kecil. Daniel duduk di dekat tempat tidur Nadia. Elena berada di sofa sambil memegang buku gambar. Lina, Rudi, Ayu, Paul, dan Camille juga hadir. Dan pusat perhatian semua orang tentu saja, dua bayi mungil yang sedang tertidur nyenyak. Elena sudah berkali-kali memperhatikan mereka. Lalu akhirnya ia mengangkat tangan. "Aku punya pertanyaan." Daniel mengangkat alis. "Apa?" Elena menunjuk kedua bayi itu. "Adik-adikku sebenarnya laki-laki atau perempuan?"

  • Om Bule Kekasihku   Terimakasih Untuk Segalanya

    Pagi pertama setelah kelahiran bayi kembar terasa berbeda. Sinar matahari musim panas masuk perlahan melalui jendela kamar VIP rumah sakit. Suasananya tenang. Damai. Dan akhirnya setelah kepanikan semalam semua orang bisa bernapas lega. Nadia terbangun perlahan. Tubuhnya masih lelah setelah perjuangan panjang melahirkan. Namun ketika membuka mata, hal pertama yang ia lihat adalah Daniel. Pria itu masih berada di sana. Duduk di kursi di samping tempat tidurnya. Seperti biasa. Daniel memang tidak pernah pergi jauh darinya. Namun kali ini ada sesuatu yang berbeda di wajahnya. Kelelahan. Kelegaan. Dan kebahagiaan yang begitu jelas terlihat. "Kamu nggak tidur?" tanya Nadia pelan. Daniel tersenyum tipis. "Sebentar" "Itu artinya tidak" kata Nadia. Daniel tidak membantah, karena itu memang benar. Semalaman ia lebih banyak memperhatikan Nadia dan kedua bayi mereka daripada beristirahat. Nadia menggeleng kecil. "Kamu keras kepala." Daniel meraih tangannya. Mengusap pun

  • Om Bule Kekasihku   Kedatangan Dua Cahaya Kecil

    Rumah sakit yang semula terasa begitu menegangkan kini dipenuhi kesibukan para dokter dan perawat. Setelah Nadia dibawa ke ruang pemeriksaan, Daniel tidak meninggalkan sisinya sedikit pun. Sementara itu, di ruang tunggu, suasana masih diliputi kecemasan. Elena duduk di antara Lina dan Ayu. Tangannya terus menggenggam boneka kecil yang selalu ia bawa. "Papa dan mama akan baik-baik saja kan?" tanya Elena untuk kesekian kali. Lina mengusap rambutnya. "Tentu saja." Namun meskipun berkata demikian, Lina sendiri juga terlihat tegang karena anak semata wayangnya berjuang didalam sana. Di dalam ruang pemeriksaan, dokter kandungan Nadia sedang memeriksa hasil terbaru. Beberapa menit yang terasa sangat lama berlalu. Daniel berdiri di samping tempat tidur Nadia. Tangannya tidak pernah lepas dari tangan istrinya. "Bagaimana, dok?" tanya Daniel. "Kabar baik" kata dokter dengan tenang. Daniel dan Nadia langsung memperhatikan. "Kondisi ibu sangat baik." "Kedua bayi juga dalam kondis

  • Om Bule Kekasihku   Rencana Musim Panas

    Sore hari di villa Blankenese berlangsung hangat dan santai. Setelah melihat rumah yang akan menjadi hadiah pernikahan untuk Paul dan Ayu, Daniel dan Nadia kembali ke villa dengan perasaan puas. Sementara itu, Lina, Ayu dan Elena juga baru pulang dari berbelanja perlengkapan bayi. Ruang keluarga segera dipenuhi berbagai kantong belanja. Mainan bayi. Selimut bayi. Pakaian bayi. Dan tentu saja beberapa barang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan namun dibeli karena Elena menganggapnya lucu. "Itu salah Elena" kata Ayu sambil menunjuk boneka beruang besar. "Aku tidak memaksa" bela Elena. "Kamu memeluk boneka itu selama tiga puluh menit" kata Lina. "Itu strategi agar nenek Bali membelinya" jawab Elena dengan polos. Semua langsung tertawa. Malam itu mereka makan malam bersama di teras belakang. Udara musim panas terasa nyaman. Lampu-lampu taman menyala lembut. Suasana yang sempurna untuk berkumpul. Topik pembicaraan akhirnya beralih ke pernikahan Paul dan Ayu. "Jadi ka

  • Om Bule Kekasihku   Rumah Untuk Awal Yang Baru

    Pagi itu udara di Blankenese terasa segar. Matahari bersinar cerah, namun tidak terlalu terik. Hari yang sempurna untuk keluar rumah. Sejak sarapan, Daniel sudah terlihat menyimpan sesuatu. Sesuatu yang membuat Nadia curiga. "Kamu kenapa?" tanya Nadia sambil meminum jusnya. "Aku baik-baik saja" jawab Daniel terlalu cepat. Nadia langsung mengangkat alis. "Kalau kamu menjawab secepat itu, berarti ada sesuatu." Daniel tersenyum. Di seberang meja, Elena langsung ikut memperhatikan. "Papa mau kasih kejutan?" Daniel menatap putrinya. "Kamu semakin mirip mama Nadia." Elena terlihat bangga. "Itu sebuah pujian." Semua tertawa. Namun Daniel memang sedang menyembunyikan sesuatu. Setelah sarapan selesai, ia akhirnya berdiri. "Nadia, bersiaplah." Nadia mengerutkan kening. "Untuk?" "Kita keluar sebentar" ucap Daniel. "Ke galeri?" "Bukan" jawab Daniel. "Ke dokter?" tanya Nadia. "Bukan." "Baiklah aku menyerah" kata Nadia. Daniel akhirnya tersenyum. "Bagus." Sementara itu

  • Om Bule Kekasihku   Kejutan Untuk Calon Keluarga Baru

    Musim panas semakin mendekat. Hari-hari di villa Blankenese terasa hangat dan penuh kesibukan. Galeri Nadia telah resmi dibuka dan mendapat sambutan yang luar biasa. Rencana pernikahan Ayu dan Paul juga mulai dibahas dengan serius. Namun ada satu hal lain yang kini menyita perhatian seluruh penghuni villa. Kamar bayi kembar. Sejak dokter memperkirakan waktu kelahiran semakin dekat, Daniel berubah menjadi jauh lebih protektif dan jauh lebih sibuk. Bahkan Nadia sering menggodanya. "Aku rasa kamu lebih gugup daripada aku." Daniel yang sedang membaca katalog perlengkapan bayi hanya menjawab datar. "Aku memang lebih gugup." Nadia tertawa. Dan itu memang benar. Beberapa bulan lalu Daniel masih bisa mengendalikan semuanya dengan tenang. Sekarang? Ia bisa menghabiskan satu jam penuh hanya untuk membandingkan dua jenis tempat tidur bayi. Pagi itu, Nadia memasuki salah satu kamar yang berada di dekat kamar utama. Kamar itu sebelumnya adalah ruang kosong yang jarang digunakan. K

  • Om Bule Kekasihku   Hadiah Untuk Ulang Tahun ke-10

    Beberapa hari sebelum perjalanan mereka kembali ke Italia, Nadia berdiri di tengah ruang tamu apartemen Daniel di Hamburg dengan wajah serius. Di atas meja terdapat beberapa kotak kecil, buku dan sebuah boneka beruang yang baru saja ia beli. Namun tak satu pun terasa benar. Daniel yang duduk di

    last update최신 업데이트 : 2026-04-03
  • Om Bule Kekasihku   Perjalanan Yang Membawa Pulang

    Pagi itu datang terlalu cepat bagi Nadia. Langit Ubud masih berwarna abu-abu kebiruan ketika ia membuka jendela kamar. Udara pagi terasa lembap dan tenang, seperti Bali yang masih setengah tertidur. Hari ini mereka akan pergi. Setelah beberapa minggu tinggal di Ubud, saatnya Nadia dan Daniel men

    last update최신 업데이트 : 2026-04-02
  • Om Bule Kekasihku   Kota Baru Dan Rindu Yang Teratur

    Berlin menyambut Nadia dengan udara yang lebih dingin dan ritme yang berbeda. Kota itu tidak berusaha ramah, ia apa adanya dan penuh sudut yang menantang. Dari jendela taksi, Nadia melihat bangunan-bangunan tua berdampingan dengan dinding penuh grafiti. Ada keindahan yang tidak rapi, dan untuk alas

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
  • Om Bule Kekasihku   Pulang Dengan Nama Baru

    Berlin malam itu bersinar seperti kota yang tahu bahwa sesuatu sedang lahir. Galeri di Kreuzberg penuh. Lampu-lampu hangat menggantung rendah, memantulkan warna pada dinding putih yang dipenuhi karya-karya Nadia. Musik jazz lembut mengalun, bercampur suara percakapan dalam berbagai bahasa. Ada kur

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status