Home / Romansa / Om Bule Kekasihku / Kota Baru Dan Rindu Yang Teratur

Share

Kota Baru Dan Rindu Yang Teratur

Author: Sabrina dewi
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-25 18:21:20

Berlin menyambut Nadia dengan udara yang lebih dingin dan ritme yang berbeda. Kota itu tidak berusaha ramah, ia apa adanya dan penuh sudut yang menantang. Dari jendela taksi, Nadia melihat bangunan-bangunan tua berdampingan dengan dinding penuh grafiti. Ada keindahan yang tidak rapi, dan untuk alasan yang belum ia pahami sepenuhnya, ia merasa tertarik.

Apartemen kecil tempat residensi itu sederhana: satu kamar tidur, jendela besar, meja kerja, sebuah dapur kecil yang sederhana dan dinding puti
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Om Bule Kekasihku   Rumah Dan Kata Yang Menghangatkan Hati

    Perjalanan kembali terasa lebih tenang. Langit Hamburg menyambut mereka dengan warna abu-abu khasnya, namun kali ini tidak terasa dingin. Saat mobil memasuki kawasan Blankenese, Elena menempelkan wajahnya ke jendela. “Kita hampir sampai dan itu rumah kita..” Suaranya pelan. Namun penuh rasa rindu. Nadia tersenyum, tangannya menggenggam tangan Elena dengan lembut. “Iya sayang, kita pulang sekarang.” Daniel melirik ke arah mereka berdua. Dan setelah semua yang terjadi, ia benar-benar merasa semuanya kembali pada tempatnya. Begitu mobil berhenti di depan villa Blankenese, pintu langsung terbuka. Camille keluar lebih dulu, seolah tidak sabar. “Finally. Kita kembali kesini” Ia langsung berjalan cepat menuju Nadia. “Hati-hati madam, jangan turun terlalu cepat.” Nada suaranya tegas, hampir seperti perawat pribadi. Nadia tersenyum. “Iya, Camille.” Daniel turun dan langsung membantu Nadia dengan sangat hati-hati. Elena berdiri di samping mereka, memperhatikan dengan serius.

  • Om Bule Kekasihku   Kembali Pulang

    Pagi itu terasa berbeda. Langit Florence cerah, dengan cahaya matahari yang hangat menyusup melalui jendela kamar rumah sakit. Setelah semua kejadian yang melelahkan, ada rasa lega yang nyata di udara. Di dalam kamar, Nadia sudah duduk rapi di tepi tempat tidur. Wajahnya jauh lebih segar, matanya kembali hidup, dan senyumnya kini tidak lagi dipaksakan. Hari ini ia akan pulang. “Elena, tolong bantu aku ya” kata Nadia lembut. Elena yang berdiri di sampingnya langsung mengangguk cepat. “Aku bisa!” Gadis kecil itu dengan serius mengambil tas kecil Nadia dan mencoba membawanya, walaupun sedikit terlalu berat untuknya. Daniel yang melihat itu tersenyum tipis. “Pelan-pelan, princess.” Elena menatapnya. “Aku mau bantu mama Nadia.” Nada suaranya penuh tekad. Dan kali ini, tidak ada lagi rasa takut di dalamnya. Hanya keinginan untuk menjaga. Tak lama kemudian dokter masuk untuk pemeriksaan terakhir. “Kondisinya sudah stabil. Ibu Nadia boleh pulang, tapi tetap harus istirahat to

  • Om Bule Kekasihku   Belajar Tenang Kembali

    Pagi di rumah sakit terasa lebih hangat dari hari-hari sebelumnya. Sinar matahari masuk melalui jendela besar, menyentuh lembut wajah Nadia yang kini terlihat jauh lebih segar. Warna pucat di pipinya mulai berkurang, napasnya lebih stabil, dan senyum kecil mulai sering muncul di wajahnya. Namun di samping tempat tidur itu, Elena masih belum benar-benar tenang. Gadis kecil itu duduk bersandar, memeluk lengan Nadia seolah takut jika ia melepaskannya, semuanya akan kembali hilang. “Mama Nadia” Ia masih sering memanggilnya tanpa sadar. Nadia tersenyum lembut. “Aku di sini, sayang.” Elena mengangguk pelan. Namun matanya masih menyimpan sisa ketakutan. Pagi itu dokter datang untuk memeriksa kondisi Nadia. Daniel berdiri di dekat jendela, sementara Margaret, Lina, dan Ayu berada di sisi lain ruangan. Dokter tersenyum setelah selesai memeriksa. “Kondisinya sangat baik. Ibu Nadia hanya butuh beberapa hari lagi untuk pemulihan.” Nadia menghela napas lega. “Dan bayi saya?” Dokter m

  • Om Bule Kekasihku   Pulang Ke Tempat Yang Aman

    Sejak kembali dari rumah sakit, Elena tidak benar-benar merasa tenang. Walaupun Ayu dan Margaret berusaha mengalihkan perhatiannya mengajak makan, bercerita, bahkan menonton film favoritnya tapi tetap saja tidak ada yang berhasil. Gadis kecil itu hanya duduk di sofa, memeluk Bruno. Matanya sering kosong. Dan setiap beberapa menit, ia menoleh ke arah pintu. Seolah menunggu seseorang masuk. “Mama Nadia belum pulang ya?” tanya Elena pelan. Ayu menatap Margaret sekilas. “Belum, sayang. Mama Nadia masih harus istirahat di rumah sakit.” Elena mengangguk. Namun beberapa detik kemudian ia bertanya lagi, “Kalau aku tidak di sana, mama Nadia tetap ada kan?” Pertanyaan itu membuat Margaret menahan napas. Ayu mencoba tersenyum. “Tentu saja ada. Mama Nadia nggak akan kemana-mana” Namun Elena tidak terlihat yakin. Ia menggigit bibirnya. Lalu tiba-tiba berdiri. “Aku mau ke rumah sakit.” Ayu terkejut. “Sekarang?” Elena mengangguk cepat. “Aku mau lihat mama Nadia.” Margaret mend

  • Om Bule Kekasihku   Ketakutan Elena

    Pagi di rumah sakit Florence terasa lebih ramai dari hari sebelumnya. Kamar Nadia kini dipenuhi orang-orang yang mencintainya. Margaret duduk di sofa kecil sambil berbicara pelan dengan Lina, sementara Rudi dan Thomas berdiri di dekat jendela membahas sesuatu dengan suara rendah. Ayu duduk di ujung tempat tidur sambil sesekali melirik Nadia dengan wajah masih penuh kekhawatiran. Namun di antara semua itu, ada satu hal yang paling terasa. Elena tidak pernah melepaskan tangan Nadia. Sejak malam sebelumnya, gadis kecil itu tetap duduk di kursi di samping tempat tidur. Tangannya menggenggam erat tangan Nadia, seolah itu satu-satunya hal yang membuatnya tetap tenang. “Elena, sayang” Lina mendekat dengan senyum lembut. “Kamu harus pulang sebentar, ya. Istirahat di villa.” Elena langsung menggeleng tanpa ragu. “Tidak mau.” Suaranya kecil. Namun tegas. Margaret ikut mendekat. “Kamu bisa kembali nanti, darling. Mama Nadia butuh kamu tetap kuat.” Elena menunduk. Tangannya justru

  • Om Bule Kekasihku   Tidak Ada Jalan Mundur

    Di depan rumah sakit, terdengar suara mesin pesawat pribadi Daniel yang baru saja mendarat di bandara terdekat masih terasa gaungnya dalam suasana yang tegang. Mobil hitam berhenti di depan pintu utama. Pintu terbuka cepat. Keluar terlebih dahulu Margaret Charter dengan wajah pucat penuh kecemasan, diikuti oleh Thomas Charter yang tetap terlihat tenang namun matanya tajam. Beberapa menit kemudian, mobil kedua datang. Rudi dan Lina turun dengan tergesa, diikuti oleh Ayu yang hampir berlari masuk ke dalam rumah sakit. Di dalam kamar, Nadia masih terbaring lemah, sementara Elena tertidur di sampingnya, masih menggenggam tangannya. Daniel berdiri di dekat jendela ketika pintu kamar terbuka. “Nadia!” Suara Lina langsung pecah. Ia berlari ke arah tempat tidur dan memegang wajah putrinya. “Nak, kamu nggak apa-apa?” Nadia tersenyum lemah. “Aku baik, ma” Namun Lina tetap menangis. Rudi berdiri di samping, menahan emosinya. Ia menepuk bahu Daniel pelan. “Apa yang sebenarnya te

  • Om Bule Kekasihku   Jarak Yang Dipilih Dengan Sadar

    Pagi di Blankenese terasa berbeda. Udara masih dingin, tetapi cahaya matahari menyentuh jendela villa dengan lembut, seolah memberi izin pada hari untuk berjalan perlahan. Nadia duduk di meja kecil dekat jendela, secangkir kopi di samping laptopnya yang terbuka. Kursor berkedip di layar, menunggu

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Om Bule Kekasihku   Peta Yang Tak Pernah Lurus

    Hamburg pagi itu dibungkus langit kelabu. Kabut tipis menggantung rendah di atas Sungai Elbe, membuat garis antara air dan langit seolah melebur. Dari balik jendela besar ruang kerjanya, Daniel Charter berdiri diam, secangkir kopi yang sudah dingin di tangan. Kota tampak teratur dari ketinggian, b

    last updateHuling Na-update : 2026-03-24
  • Om Bule Kekasihku   Garis Yang Tidak Boleh Dilintasi

    Pagi di Blankenese selalu datang perlahan. Kabut tipis menggantung di atas Sungai Elbe, menutup pandangan seperti tirai tipis yang belum sepenuhnya ditarik. Nadia duduk di teras villa, jaket tipis membungkus tubuhnya, secangkir kopi mulai mendingin di tangan. Di depannya, kanvas setengah jadi men

    last updateHuling Na-update : 2026-03-24
  • Om Bule Kekasihku   Diantara Detak Dan Keheningan

    Pagi di Blankenese selalu datang seperti bisikan. Cahaya matahari menyelinap melalui tirai tipis, jatuh perlahan di lantai kayu kamar. Nadia terbangun lebih dulu. Ia tidak langsung bangun, hanya menatap Daniel yang masih tertidur di sampingnya. Wajah Daniel terlihat lebih muda saat tidur. Garis-g

    last updateHuling Na-update : 2026-03-24
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status