LOGIN“Mami akan jodohin kamu dengan Kenzo, tidak ada penolakan.” “Gak lucu candaan Mami, aku baru lulus kuliah kemarin, apalagi Kenzo sahabat aku. Kita udah bareng dari kecil, aku gak mau!” “Seperti Mami yang bilang, gak ada penolakan.” * Pernah bayangkan bersahabat antara laki-laki dan perempuan, namun dari mereka diam - diam menahan perasaan. Hanya saja Kenzo terlalu obsesi, terlalu perhatian, bahkan posesif dengan Adeline. Dimana Adeline merasa, Kenzo hanya mengganggapnnya sebagai seorang sahabat tidak lebih. Mereka pernah menjalani hubungan, tidak hanya Kenzo. Adeline juga sama, tidak ada yang langgeng semua berakhir tidak cocok. Akankah pernikahan yang diatur keluarga membuat mereka saling mengungkapkan jika menyimpan hubungan?
View More“Ayo pulang,” suara pria tampan yang menjemput Adeline pulang dari shopping dengan teman - temannya.
“Astaga aura Kenzo ganteng banget, idaman wanita gak sih. Beruntung banget Adeline punya sahabat kayak Kenzo.” “Gue masih heran, kenapa Kenzo begitu posesif dengan Adeline. Kalau dipikir Adeline punya pacar si Galuh itu.” Adeline mengendus pelan ocehan sahabatnya, Bella dan Sisil. Mereka masih menatap Kenzo yang menghampiri Adeline, bahkan bicara dengan gadis cantik itu begitu pelan walau terkesan dingin dan datar. “Gue udah dijemput sama Galuh, bentar lagi dia nyampe!” Adeline menolak, soal dijemput Galuh memang benar kekasihnya akan datang sebentar lagi. “Papi suruh gue jemput lo dan bawa ke kantor, katanya lagi cari sekretaris. Lo yang minta kan?” tanya Kenzo, benar Adeline baru lulus bulan lalu. Walaupun keluarga besar sudah menawarkan pekerjaan, ia menolak tawaran mereka. Adeline ingin mencari pekerjaan sendiri, bahkan mengikuti prosesnya seperti biasanya walaupun berat ia penasaran saja. Katanya, setelah lulus banyak orang pengangguran. Dia merasakan sekarang, tidak bekerja bukan berarti tak ada uang. Papi dan maminya kaya raya, bahkan tidak akan jatuh miskin jika dirinya belum bekerja. “Gue ke sana dengan Galuh, lo duluan aja. Ngapain jemput gue tanpa kabarin duluan,” ucap Adeline membuat Kenzo tersenyum tipis bahkan tak terlihat sama sekali. “Lo bareng gue,” seketika tangan Adeline ditarik oleh Kenzo lngsung masuk kedalam mobil. “Ken, lo apaan sih. Hobi banget maksa gue, ngeselin tahu gak!” tatapan permusuhan bahkan penuh benci Adeline ke Kenzo. “Kalau gak dipaksa, lo bahkan tetap bareng Galuh sialan itu. Berapa kali gue bilang, dia bukan pria baik Adeline. Kenapa lo gak dengerin yang gue omongin sih!” Kenzo sudah mengingat Adeline jika Galuh bukan pria baik, tapi Adeline tidak mendengarkan sama sekali. Yang ia tahu, Galuh baik, perhatian bahkan sejak menjalani hubungan tidak aneh - aneh. Walaupun sudah hampir 3 bulan hubungan Adeline dengan Galuh ia tak merasa curiga atau sesuatu yang janggal. Maka Adeline tak menggubris ucapan Kenzo yang mengatakan jika Galuh bukan laki-laki baik. “Jangan asal nuduh sehingga lo, gak punya bukti. Diem bisa gak sih, selalu ikut campur hubungan gue. Emang pernah saat lo punya pacar gue gangguin lo? Gak pernah kan,” cecar Adeline langsung membuang muka menatap jendela mobil. Kenzo diam, bahkan ia mengeratkan stir mobil menahan emosi. Ia tak menjawab ucapan Adeline dan fokus menuju perusahaan dimana orang tua mereka sudah menunggu untuk pertemuan kali ini. Kenzo, laki-laki yang sejak kecil bersama dengan Adeline. Bahkan mereka tumbuh bersama, dan hidup dalam lingkungan yang sama. Dimana orang tua mereka saling mengenal dan bersahabat sejak kecil. Menikah pun mereka bersama, namun Kenzo lahir lebih dulu dan selang 3 tahun baru Adeline yang lahir karena orangtua baru diberikan kepercayaan selama pernikahan tersebut. Kenzo menghela nafas, tahu jika Adeline sedang marah dan keras kepala ia memilih mengalah dan membiarkan sesuka Adeline sendiri. “Please Ken, jangan ganggu hubungan gue. Bahkan gue gak pernah ikut campur hubungan lo, harusnya lo ngerti. Bukan kayak gini, gue tahu kita emang sahabatan tapi soal pasangan lo gak berhak ikut campur urusan pasangan.” Adeline yang emosi bahkan marah dengan Kenzo langsung berkaca - kaca membuat Kenzo menepikan mobil. Ia tak ingin melihat gadis cantik itu menangis, apalagi Papinya nanti jika tahu habis nangis ia akan kena omelan. “Jangan nangis, gue gak mau lo dapet pria brengsek kayak dia. Gue tahu dia kayak apa, Adeline.” “Jalan, gue gak mau denger lo ngomong.” “Gak, lo harus tenang dulu. Baru gue jalani mobilnya,” ucapan Kenzo membuat Adeline semakin berkaca - kaca ingin menangis. Tanpa banyak kata, Kenzo segera memeluk tubuh Adeline. Bahkan Adeline tidak menolak dan semakin mengeratkan pelukannya. Pelukan seperti ini, baginya biasa. Kenzo langsung mengusap punggungnya untuk lebih tenang. “Udah tenang? Gue bakal buktiin kalau dia bukan pria baik buat lo,” bisik Kenzo membuat Adeline tetap memeluknya dengan nyaman.Adeline menggelengkan kepala ia tidak tahu siapa yang akan dijodohkan dengannya, air matanya masih mengalir di pelukan Kenzo. Bahkan Kenzo tidak tega melihat gadisnya menangis, dengan emosi yang penuh ia langsung menghapus air mata itu.“Jangan nangis, aku bisa bicara dengan mami dan papi.” “Mereka paksa aku buat nikah sama orang yang aku gak kenal dan aku takut. Takut kalau dia bukan orang baik, Ken.”Cup!“Ingat, kemanapun kamu pergi. Sama siapa kamu menjalani hubungan, aku tidak pernah lepas mata begitu saja, Adel. Kamu selalu dalam pengawasanku. Apa kamu lupa hem? Siapa aku?” tanya Kenzo tajam bahkan ia memeluk tubuh itu begitu erat.Memastikan jika Adeline akan baik – baik saja, bahkan Kenzo rela meninggalkan semua pekerjaan dan waktu demi seorang Adeline. Dimana, hanya sahabat kecilnya. Ada perasaan campur aduk, mereka bukan sahabat. Mereka lebih sahabat, namun…, pengakuan itu belum pernah terucap di mulut Kenzo maupun Adeline. Mereka sama – sama gengsi untuk mengakui jika mere
Bab 17“Maksud papi apa? Adeline mengadu kalian ingin menjodohkannya dengan pria lain?” tanya Kenzo kesal, bahkan ia bicara dengan dingin membuat Papi Aditya menganggukan kepala.“Benar, itu permintaan istri papi langsung. Kejadian kemarin sudah cukup membuat kita waspada, kita tidak mau Adeline ada di tangan laki – laki lain yang membahayakan keselamatan Adeline sendiri,” jawab Papi Aditya tanpa ragu menatap laki – laki dengan sort kemarahan di depannya.“Aku tetap tidak setuju dengan keputusan kalian, Adeline baru pulih dari kesehatannya. Dan itu buat mental dia tidak baik – baik saja,” ia masih kekeh hingga tak lama orangtua Kenzo masuk ke ruangan.Mereka terkejut kenapa anaknya ada di sini?“Kenzo? Kau sedang apa?” Tanya Papa Reno dengan putranya, rasanya menahan amarah dengan Aditya sendiri.Mama Merry pun bingung, ia mengusap pelan tubuh Kenzo memastikan jika laki – laki itu dalam keadaan baik – baik saja. Namun, diluar dugaan dia menepis tangannya menandakan dia sangat marah sek
Bab 16Adeline di perbolehkan pulang, kondiisnya sudah membaik. Ia hanya perlu istirahat dan beberapa kali control untuk datang ke ruang psikolog. Mengingat kejadian itu, membuat dirinya trauma. Mami Angelin bahkan merapikan baju di kamarnya dengan santai, ia tidak masalah dengan putrinya yang murung menahan kesal sejak tadi.“Kamu mau makan apa? Biar mami siapkan makan malamnya,” tanya Mami Angelin membuat Adeline menahan nafas.“Aku gak laper, masih kenyang mi.”“Inget kata dokter, kamu boleh pulang dengan catatan makan yang banyak, minum obat dna istirahat. Jangan gak laper ap aitu, mami inget ya kamu cuma sarapan tadi. Siang juga belum makan,” oceh mami Angelin membuat Adeline menutup matanya.“Ayam bakar,” jawab malas Adeline membuat mami Angelin tersenyum.“Hm, baiklah. Oh ya, tadi mami udah bicara soal perjodohan kamu. Keluarga mereka juga sangat senang hati kalau putranya berjodoh denganmu, sayang.”Deg.Perasaan Adeline yang buruk semakin buruk. Ia tidak menyahuti lagi ucapa
Bab 15Adeline mengerutkan kening tak paham denga napa yang baru saja diucapkan oleh maminya,. Kata menikah menjadi penganggu di pendengarannya.“Maksud mami, nikah?” tanya Adeline.“Iya, mami akan carikan kamu laki – laki untuk jadi calon suamimu. Cukup sudah waktu kamu soal pacarana itu. bahaya, mami gak mau. Bahkan Papi sudah setuju soal ini, dan kita sepakat untuk cari suami buat kamu!” jawab Mami Angelin membuat Adeline mengerutkan kening tidak paham.“Aku tidak mau, untuk apa mami repot dengan hal ini. Bahkan mami tidak bicara dengan aku lebih dulu,” tentunya Adeline menolak. Bagaimana bisa orang tuanya membicarakan hal ini dengan mereka. Tanpa sepengetahuan Adeline sendiri.“Sayang, kita sudah memikirkan ini. Kejadian kamu kemarin, buat mami dan papi takut. Bukankah, lebih baik kamu menikah. Kita akan sedikit lebih tenang kamu ada yang jaga!”Adeline benar – benar tidak mengerti bagaimana bisa mereka memutuskan sesuatu yang mudah, percuma menjelaskan panjang lebar dengan Mami A
Bab 7Brak!Rahang Kenzo mengeras melihat Adeline, gadis yang tumbuh dan hidup bersamanya begitu hancur. Gadis yang tidak biasa menangis, kini histeris ketakutan dengan penampilan yang kacau.Kenzo tidak menunggu lama, ia menghajar Rio bertubi-tubi. Tangan di darahnya mengalir, karna tidak sadar wa
Bab 6“100 juta? Lo bilang di awal Cuma 60 juta Gal, gak 100!” pekik Rio kesal bahkan ia bisa saja membayar lebih dengan hasil yang didapat nanti.“Gue bahkan udah nyuruh dia dandan cantik kayak gini, lo gak mungkin tertarik dong? Bahkan kalau lo mau, lo bisa ambil. Lihat, gue putusin dia langsung.
Bab 5Adeline mendengar ucapan mereka menegang, apa maksudnya? Tidak sabar apa, ia ingin membuka suara namun tubuhnya mendadak pusing dan berat.“Kenapa baby?” tanya Galuh mengusap lembut pipiku, aku langsung menepisnya.“Jangan sentuh, gue gak suka disentuh. Apalagi lo berani pegang pegang gue!” t
Bab 4Kenzo yang sedang meeting di ruang rapat dengan Zack dan lainnya langsung berhenti menerima telfon dari Mami Angelin. Kenzo selalu mengutamakan panggilan dari Adeline, kedua orangtuanya, dan juga orang tua Adeline langsung.[“Kenzo, Adeline lagi keluar…, katanya mau ketemu dengan Bella dan Si












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.