Share

Menuju Paris

Author: Sabrina dewi
last update publish date: 2026-03-11 10:12:27

Musim di Hamburg mulai berubah ketika Nadia dan Daniel kembali dari Italia. Udara terasa lebih dingin dibandingkan beberapa minggu lalu dan langit kota itu sering dipenuhi awan tipis yang membuat matahari terlihat pucat.

Pagi itu Nadia berdiri di depan jendela apartemen Daniel, memandang pelabuhan kota dari kejauhan. Kapal-kapal besar bergerak pelan di sungai Elbe River, sementara burung camar berputar di udara.

Ia memegang secangkir kopi hangat, tetapi pikirannya berada jauh dari Hamburg.

P
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Om Bule Kekasihku   Batas Yang Akhirnya Dilewati

    Malam di kamar hotel itu terasa berbeda. Sunyi tapi bukan kosong. Ada sesuatu yang menggantung di udara, sesuatu yang selama ini selalu mereka tahan, mereka jaga dan malam ini, tidak lagi perlu disembunyikan. Di luar, salju masih turun di Hamburg. Di dalam, hanya ada cahaya lampu temaram. Nadia berdiri di dekat jendela, masih mengenakan robe tipis yang menggantikan gaun resepsinya. Rambutnya terurai, wajahnya tanpa riasan berlebihan tapi justru terlihat lebih nyata. Daniel berdiri beberapa langkah di belakangnya. Tidak mendekat. Belum. Seolah memahami bahwa malam ini bukan hanya tentang keinginan. Tapi tentang keputusan. Tentang sesuatu yang belum pernah Nadia berikan kepada siapa pun. “Aku gugup” suara Nadia pelan, hampir seperti bisikan. Daniel tidak langsung menjawab. Ia berjalan perlahan, mendekat lalu berhenti tepat di belakang Nadia. “Tentu saja” jawab Daniel tenang. “Aku juga gugup” Nadia sedikit terkejut. Ia menoleh. “Kamu?” Daniel tersenyum

  • Om Bule Kekasihku   Malam Yang Hanya Milik Mereka

    Resepsi masih berlangsung hangat di ballroom megah itu. Tawa, musik, dan denting gelas kristal masih terdengar, tapi perlahan jumlah tamu mulai berkurang. Malam semakin larut, dan suasana berubah menjadi lebih tenang... lebih intim. Di sudut ruangan, Elena terlihat menguap kecil. “Aku ngantuk oma” katanya sambil menarik tangan Margaret Charter. Margaret tersenyum lembut. “Sudah waktunya kita pulang.” Thomas Charter mengangguk, lalu menoleh pada Rudi dan Lina. “Kita kembali ke vila saja. Biar mereka menyelesaikan malam ini.” Ayu langsung berdiri. “Setuju. Aku juga butuh lepas sepatu ini sebelum kakiku protes.” Elena tertawa kecil. “Ayu ikut ya!” ucap Elena. “Tentu, bos kecil,” jawab Ayu sambil mengedip. Camille Durand sudah lebih dulu bersiap, memastikan semuanya rapi sebelum pergi. Sebelum keluar, Elena berlari kembali ke arah Nadia yang sedang berbincang dengan tamu. “Mama!” Nadia langsung berlutut, memeluknya. “Kamu pulang dulu ya sama Oma, Opa, Kakek Bali, Nenek Bali

  • Om Bule Kekasihku   Dari Ombak Ke Cahaya

    Malam masih berdenyut lembut di ballroom megah itu. Lampu kristal berkilau seperti bintang yang turun ke bumi, musik mengalun perlahan, dan tawa bercampur haru memenuhi ruangan. Namun di tengah kemewahan itu, Nadia justru merasa seperti berdiri di antara dua dunia, masa lalu yang jauh dan masa kini yang hampir tak ia percaya. Ia berdiri di tepi ballroom, sedikit menjauh dari keramaian, memandang keluar jendela besar. Salju masih turun di Hamburg. Putih. Tenang. Dingin. Sangat berbeda dari tempat ia berasal. Sangat berbeda dari awal semuanya. Kilasan itu datang begitu saja. Pantai di Pantai Kuta. Suara ombak yang keras. Angin yang kencang. Dan dirinya sebelas tahun lalu. Seorang gadis muda yang terlalu berani, terlalu ceroboh, terseret ombak yang tak bisa ia lawan. Air asin memenuhi paru-parunya. Dunia berputar. Gelap mulai menelan. Dan di saat itu… Seseor

  • Om Bule Kekasihku   Malam Dimana Namanya Berubah

    Langit malam di Hamburg dipenuhi cahaya lampu yang berpendar di atas sungai Elbe. Salju masih turun tipis, seolah menjadi latar sempurna untuk sesuatu yang besar, sesuatu yang belum Nadia bayangkan sepenuhnya. Setelah pemberkatan yang hangat dan penuh air mata, Daniel tidak memberi banyak penjelasan. Ia hanya menggenggam tangan Nadia, membimbingnya masuk ke dalam mobil hitam panjang yang sudah menunggu. “Kita ke mana?” tanya Nadia pelan. Daniel menoleh, senyumnya tipis tapi penuh arti. “Nanti kamu akan tahu.” Elena duduk di samping Nadia, masih memegang tangannya. “Mama cantik banget,” bisiknya. Nadia tersenyum, mengusap rambutnya. Di belakang, Ayu, Camille Durand, serta keluarga mereka mengikuti dalam beberapa mobil lain. Perjalanan tidak terlalu lama. Namun saat mobil berhenti, Nadia langsung terdiam. Sebuah gedung megah berdiri di hadapannya. Fasadnya klasik, t

  • Om Bule Kekasihku   Diantara Salju dan Janji Suci

    Pagi itu, musim dingin di Blankenese terasa lebih sunyi dari biasanya. Salju turun perlahan, lembut, hampir seperti tidak ingin mengganggu hari yang sakral itu. Di dalam bangunan tua yang berdiri menghadap sungai Elbe, cahaya pagi masuk melalui jendela-jendela tinggi, menciptakan suasana hangat yang kontras dengan dingin di luar. Kursi-kursi tersusun rapi. Bunga-bunga putih dan ivory menghiasi setiap sudut, sederhana namun elegan.Hari itu… Daniel Charter dan Nadia Putri akan mengucapkan janji mereka. Di ruang persiapan, Nadia berdiri di depan cermin besar. Gaun pemberkatan yang ia kenakan jatuh sempurna di tubuhnya. Putih, lembut dengan ekor panjang yang menyapu lantai. Veil transparan menutupi rambutnya, menambah kesan anggun yang hampir tak nyata. Tangannya sedikit gemetar. Lina berdiri di belakangnya, merapikan veil dengan hati-hati. “Cantik sekali..” bisik Lina, suaranya bergetar.

  • Om Bule Kekasihku   Kesempurnaan Yang Disusun Diam-Diam

    Salju masih turun perlahan di Blankenese, menutupi setiap sudut dengan putih yang tenang. Namun di dalam vila Charter, suasana justru semakin hidup. Hari itu, satu lagi kejutan datang. Beberapa mobil berhenti di depan vila. Pintu terbuka, dan staf mulai menurunkan deretan kotak besar dengan kemasan elegan lebih banyak dari sebelumnya. Logo rumah mode ternama Jerman tercetak rapi di setiap kotak. “Astaga.. lagi?” gumam Ayu sambil melipat tangan, setengah tak percaya. Camille Durand segera mengarahkan para staf dengan cekatan. “Hati-hati. Letakkan di ruang fitting.” Nadia berdiri di tangga, menatap semuanya dengan campuran rasa bingung dan haru. Daniel muncul dari belakangnya, jasnya masih rapi, tapi ekspresinya sedikit lelah jelas ia baru saja menyelesaikan urusan pekerjaan. “Kali ini bukan untukmu” kata Daniel pelan. Nadia menoleh. “Lalu untuk siapa?” Daniel hanya memberi isyarat kecil ke arah

  • Om Bule Kekasihku   Percakapan Yang Tidak Bisa Ditunda

    Hujan turun pelan di Kopenhagen malam itu. Bukan hujan yang deras, melainkan rintik yang konsisten dan cukup untuk membuat kota terasa lebih sunyi. Nadia berdiri di dekat jendela studionya, memandangi lampu-lampu yang memantul di permukaan jalan basah. Pikirannya belum tenang sejak percakapan tera

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Om Bule Kekasihku   Retakan Yang Hampir Tak Terlihat

    Musim gugur mulai merayap ke Kopenhagen. Daun-daun cokelat mengendap di tepi kanal, dan udara membawa aroma dingin yang lebih tajam dari biasanya. Nadia berjalan pulang dari galeri dengan langkah pelan, mantel menutup tubuhnya rapat. Hari itu panjang, lebih panjang dari yang ia perkirakan. Diskus

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Om Bule Kekasihku   Ketika Jarak Belajar Bicara

    Waktu mulai bergerak dengan caranya sendiri. Hari-hari Nadia di Kopenhagen berjalan cepat namun sunyi. Setelah euforia pembukaan pameran mereda, ritme residensi kembali ke bentuk aslinya, pagi yang panjang di studio, siang dengan diskusi, dan malam yang sering berakhir dalam kelelahan yang tidak s

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Om Bule Kekasihku   Saat Segalanya Tak Lagi Runtuh

    Hamburg menyambut Daniel dengan ritme yang berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Tidak ada panggilan darurat di tengah malam. Tidak ada email berjudul urgent yang berlapis tanda seru. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, pagi Daniel dimulai dengan secangkir kopi panas yang diminum perlahan,

    last updateLast Updated : 2026-03-26
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status