Share

Pil KB

Author: Adelia17
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-09 09:24:48

“Duduklah di sini, Emiko! Bukankah kamu menyukai macaroni schotel buatan Oma?” Suara Oma Rosa membuyarkan lamunan istri Zayn.

Emiko tersenyum seraya mengangguk cepat. Tanpa memedulikan Zayn yang masih mengambil minum, dia langsung duduk di sebelah Oma Rosa. “Aku akan menghabiskan sup krim jagung buatan Oma ini terlebih dahulu,” ujarnya.

“Makan yang banyak! Kamu terlihat kurus. Apa akhir-akhir ini kamu ada banyak pekerjaan?” tanya Oma Rosa sambil ikut menikmati makanan.

“Beberapa hari belakangan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • One Two Three and Action   Kabar Mengejutkan

    Semakin malam, suara kembang api terdengar sangat ramai dari berbagai arah. Langit yang gelap juga tampak bercahaya sangat indah.Kini Oma Rosa, Cakra, Calia, Kirani, Zayn, Emiko, dan Eleni bersama beberapa asisten rumah tangga sedang berkumpul di halaman belakang rumah untuk bermain kembang api.Ralat! Hanya Zayn, Emiko, dan Eleni saja yang heboh ingin bermain kembang api. Mereka bahkan sudah menyiapkan begitu banyak macam kembang api.“Apa Tante Kirani mau ikut main kembang api?” tanya Eleni membuyarkan lamunan wanita paruh baya itu.“Ah, tidak tidak … kalian saja yang bermain,” jawab Kirani dengan senyum mengembang.“Mama! Tolong ambil gambarku!” Emiko memberikan ponsel pada Kirani, membuat wanita paruh baya itu terpaksa berdiri untuk mengambil posisi. Sedangkan putrinya sudah tersenyum lebar dengan kedua tangan memegang kembang api dan berdiri di samping Zayn.Tidak hanya satu kali, tetapi ada beberapa gaya yang dilakukan oleh Zayn dan Emiko.“Kami sudah cukup! Sekarang giliran ak

  • One Two Three and Action   Malam Tahun Baru

    “Kenapa denganku?” Dengan ketus Eleni bertanya.“Apa kamu ikut menginap di sini? Tidak ada kamar untukmu!” Zayn berkata.“Sejak kapan aku tidak memiliki kamar di rumah Oma?” ujar Eleni seraya memeluk Oma Rosa manja, “kamarku akan selalu menjadi yang paling istimewa di rumah ini.”“Kamarmu akan digunakan oleh Om Cakra dan Tante Calia. Apa kamu tidak melihat ada mama Emiko di sini?” jawab Zayn membuat Kirani tersenyum.Eleni menoleh ke arah Kirani, lalu memekik kegirangan, “Tante! Apa kabar? Lama tidak berjumpa.”Kirani bangkit dari tempat duduknya seraya menyambut pelukan hangat Eleni dan menjawab, “Kabar baik. Apa kabar? Kamu semakin cantik saja.”“Kabar baik juga, Tante! Ah! Senangnya! Kita semua bisa berkumpul malam ini. Tenang saja, Tante! Kamar di rumah Oma Rosa ini sangat banyak. Jadi, aku akan ….”“Sudah sudah … Oma sudah menyiapkan kamar untuk semuanya! Jangan berisik lagi, Eleni! Jangan terlalu cerewet! Oma pusing mendengarnya,” ujar Oma Rosa sambil memijat keningnya, membuat

  • One Two Three and Action    Pentingnya Menjaga Jarak

    Di unit apartment milik Kirani.“Tante Rosa membawakan banyak sekali makanan. Nanti kalian bawa saja lebihnya, biar tidak perlu memasak lagi!” ujar Kirani menatap bingung isi tas yang penuh dengan aneka lauk pauk.“Oma sudah menyediakan satu tas yang lain untukku dan Emiko. Mama tidak perlu khawatir!” jawab Zayn seraya melirik ke arah Emiko yang masih berbaring di atas sofa, mengabaikan kehadirannya.“Mama bukan khawatir kalian tidak mendapat bagian, melainkan jumlahnya ini terlalu banyak. Kita makan saja bersama-sama malam ini!” Kirani bergegas mengatur meja makan.“Aku juga ingin menikmati masakan Mama,” ujar Zayn.Kirani seketika menghentikan aktivitasnya dan tersenyum lebar. Menantunya itu memang baik hati. Di rumah Oma Rosa ada begitu banyak makanan lezat, tetapi dia tetap menginginkan masakannya. Beliau lantas berkata, “Sudah ada telur ikan goreng beserta sambal resep rahasia Mama yang menjadi kesukaanmu! Silakan dihabiskan!”“Ah! Ajarkan padaku resep rahasia itu, Ma!” sahut Zay

  • One Two Three and Action   Nasihat Oma Rosa

    “Apa alasannya, Oma? Mama bersikap demikian sejak pertama kali bertemu Emiko,” tanya Zayn penuh penekanan.Laki-laki itu tidak bisa memberi jawab ketika istrinya bertanya. Tentu dia ingin tahu pendapat orang tua papanya, yang telah turut berpartisipasi atas kehidupannya.Mungkin selama ini Zayn terlihat mandiri. Akan tetapi, dia sangat menghormati Oma Rosa dibandingkan orang tuanya sendiri. Tentu saja, nasihat beliau akan sangat berarti di situasi seperti sekarang.“Ini hanya prediksi Oma, tapi kemungkinan besar benar. Hm ….” Oma Rosa sedikit ragu mengungkapkannya.“Katakan saja Oma! Barangkali alasan itu bisa membantuku menjadi jembatan di antara Mama dan Emiko,” ujar Zayn memaksa.“Ck! Tidak perlu menjadi pahlawan! Ingat perkataan Oma yang satu ini! Jangan pernah berusaha menjadi jembatan karena kamu hanya akan diinjak-injak berbagai pihak yang sedang berselisih! Pengorbananmu akan sia-sia bila mereka tak kunjung berdamai.” Oma Rosa berkata.“Baiklah! Setidaknya, alasan itu mungkin

  • One Two Three and Action   Cerita Oma Rosa

    Sejak kecil, Zayn memang tinggal dengan Oma Rosa dan tidak mengenal mamanya. Walaupun pada akhirnya, alam semesta mempertemukan mereka, tetapi hubungan antara putra dan ibunya itu masih berjarak. Apalagi, Juli tinggal di pulau Bali.Manusia memang memiliki sisi baik dan buruk. Akan tetapi, bagi Zayn, rasanya begitu mengejutkan ketika mengetahui sisi lain dari karakter Juli yang selama ini selalu lembut padanya. Tidak heran kalau Emiko menjadi begitu sensitif.Perkataan Juli tidak salah, karena orang tua selalu mengajarkan bahwa sebagai seseorang yang lebih muda, seharusnya menyapa seseorang yang usianya lebih tua terlebih dahulu. Bahkan ada keluarga yang menerapkan aturan, ketika makan bersama, seseorang yang lebih muda tidak boleh menyentuh makanan, sampai seseorang yang usianya lebih tua mulai makan terlebih dahulu.Intinya, masing-masing keluarga memiliki standar sendiri mengenai sopan santun.Pasalnya, zaman sudah berubah. Kini, siapa saja dapat menaruh hormat terlebih dahulu. Jus

  • One Two Three and Action   Berbincang dengan Juli

    Seburuk-buruknya sikap Juli, Emiko tidak pernah sekali saja menyinggung atau menumpahkan isi hatinya pada Kirani.Perempuan itu berpikir cukup panjang. Dia tidak ingin Kirani ikut merasa kesal pada mertuanya, karena mereka yang mendengar cerita, biasanya akan lebih benci daripada orang yang mengalami masalah itu sendiri.Bagaimanapun pernikahan untuk seumur hidup. Emiko tidak bisa membayangkan bila Kirani menaruh kebencian pada Juli karena dirinya.Pasalnya, perempuan manis itu lupa kalau mamanya adalah orang tua, yang lebih dulu menjalani lika liku hidup dan memiliki pengalaman di dalam pernikahan. Ditambah, ikatan batin yang cukup kuat untuk merasakan kesedihan putrinya.“Mama bisa merasakan sejak hari pernikahan kalian. Cara Juli melihatmu dan raut wajahnya sudah memancarkan aura buruk yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata,” ujar Kirani yang tidak tahan mendapat tatapan putrinya.Emiko menghela napas pelan dan melanjutkan makannya.“Mama Juli tidak pernah memperlakukan aku

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status